wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Akhir Semester HPPA Kelas F5

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Dalam sistem hukum Aceh, Qanun sering kali diintegrasikan dengan hukum nasional. Apa implikasi utama jika terjadi konflik antara ketentuan Qanun dan undang-undang nasional dalam perkara Mahkamah Syariah?

a)

Qanun harus diutamakan karena bersifat khusus

b)

Undang-undang nasional akan mengesampingkan Qanun

c)

Hakim wajib mencari jalan tengah yang mengakomodasi kedua hukum

d)

Pengadilan tinggi berwenang memutuskan hukum mana yang berlaku

e)

Mahkamah Syariah wajib mengajukan fatwa ke Mahkamah Agung

2.

Hukuman cambuk di Aceh kerap menjadi perdebatan nasional dan internasional. Jika Anda diminta untuk mengevaluasi efektivitas hukuman ini, faktor apa yang paling relevan untuk dijadikan dasar evaluasi?

a)

Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap syariat Islam

b)

Jumlah kasus yang berhasil diselesaikan oleh Mahkamah Syariah

c)

Dampak hukuman terhadap pencegahan tindak pidana serupa

d)

Reaksi internasional terhadap penerapan hukuman cambuk

e)

Persepsi masyarakat terhadap hukuman tersebut

3.

Mahkamah Syariah memiliki kewenangan menyelesaikan sengketa ekonomi syariah, tetapi sering menghadapi kendala dalam penerapan akad-akad syariah yang kompleks. Solusi apa yang paling mungkin untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian perkara ini?

a)

Menyederhanakan akad-akad syariah agar lebih mudah dipahami

b)

Mengembangkan pedoman teknis khusus untuk perkara ekonomi syariah

c)

Mengalihkan kewenangan ke pengadilan umum untuk perkara besar

d)

Membatasi kewenangan Mahkamah Syariah hanya pada perkara pidana

e)

Meningkatkan literasi masyarakat tentang akad-akad syariah melalui sosialisasi

4.

Dalam konteks asas pelaksanaan bantuan hukum, bagaimana implementasi asas keadilan dapat membantu masyarakat yang tidak mampu?

a)

Memberikan bantuan hukum hanya kepada kasus pidana

b)

Memastikan hak masyarakat untuk informasi hukum terpenuhi

c)

Menjamin hak dan kewajiban setiap orang ditempatkan secara proporsional dan benar

d)

Menyediakan jasa hukum melalui advokat tanpa melibatkan lembaga lainnya

e)

Menekan biaya proses hukum untuk seluruh pihak secara menyeluruh

5.

Salah satu tujuan dari bantuan hukum adalah meningkatkan akses terhadap keadilan. Jika seorang pencari keadilan mengalami kendala geografis dalam mengakses pengadilan, solusi apa yang paling sesuai berdasarkan kebijakan bantuan hukum?

a)

Meminta bantuan advokat pendamping secara cuma-cuma

b)

Menjalankan sidang keliling di daerah tempat tinggal pencari keadilan

c)

Mengajukan permohonan banding ke pengadilan tinggi agama

d)

Mengarahkan pencari keadilan untuk berkonsultasi di Pos Bantuan Hukum (PBH)

e)

Memanfaatkan kartu jaminan sosial untuk mengurangi biaya proses hukum

6.

Apa perbedaan utama antara prosedur prodeo di tingkat pertama dan tingkat banding dalam pengadilan agama?

a)

Di tingkat banding, pemohon prodeo hanya membutuhkan SKTM tanpa tambahan berkas lainnya.

b)

Pengadilan tingkat pertama mengajukan berkas perkara ke Mahkamah Agung untuk validasi akhir

c)

Prodeo di tingkat banding memerlukan pemeriksaan tambahan oleh pengadilan tinggi agama sebelum putusan dijatuhkan

d)

Pengadilan tingkat banding menetapkan keputusan akhir tanpa memeriksa ulang permohonan

e)

Prosedur prodeo di tingkat banding mengutamakan efisiensi tanpa memerlukan dokumen tambahan

7.

Pos Bantuan Hukum (PBH) menyediakan layanan hukum untuk kelompok tertentu. Siapa yang termasuk prioritas penerima jasa di PBH, dan apa syarat utamanya?

a)

Perempuan dan anak-anak dengan surat izin dari pemerintah setempat

b)

Penerima tunjangan sosial dengan melampirkan Surat Pernyataan Tidak Mampu

c)

Masyarakat umum tanpa syarat administrasi tambahan

d)

Penyandang disabilitas yang telah melalui proses mediasi di pengadilan

e)

Penerima bantuan pemerintah tanpa perlu melampirkan dokumen pendukung

8.

Dalam pelaksanaan sidang keliling, apa faktor utama yang dipertimbangkan untuk menentukan lokasi sidang?

a)

Jumlah hakim yang tersedia untuk sidang

b)

Keberadaan advokat pendamping di lokasi

c)

Tingkat efisiensi biaya dan transportasi bagi pencari keadilan

d)

Ketersediaan kantor desa atau balai masyarakat

e)

Kompleksitas kasus yang akan disidangkan

9.

Anisa ingin mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya, Burhan, yang sering melakukan kekerasan fisik. Anisa telah meninggalkan rumah mereka di Kalibata dan tinggal bersama anak bungsunya di rumah orang tuanya di Cengkareng. Dalam pernikahan mereka, Anisa dan Burhan memiliki dua anak, yaitu Dewi (13 tahun) dan Sinta (5 tahun). Berdasarkan kasus ini, faktor apa yang menjadi dasar pengajuan gugatan cerai ke pengadilan agama sesuai dengan prosedur hukum?

a)

Tempat kejadian kekerasan yang dilakukan oleh Burhan terhadap Anisa.

b)

Tempat tinggal terakhir Anisa dan Burhan sebagai pasangan suami istri.

c)

Lokasi tempat tinggal Anisa saat ini bersama anak bungsunya.

d)

Domisili keluarga besar Anisa yang mendukung perceraian tersebut.

e)

Alamat pengadilan agama yang paling dekat dengan lokasi pengacara Anisa.

10.

Dalam penyusunan gugatan, apa konsekuensi hukum jika petitum yang diajukan tidak sesuai atau tidak didukung oleh posita?

a)

Gugatan tetap dapat diproses, namun akan memerlukan revisi tambahan.

b)

Hakim dapat mengabulkan sebagian tuntutan berdasarkan kebijaksanaan hukum.

c)

Gugatan dianggap tidak memenuhi syarat formal dan dapat dinyatakan tidak diterima.

d)

Posita secara otomatis diperbaiki oleh majelis hakim dalam proses persidangan.

e)

Gugatan tetap diajukan, namun petitum tidak dapat dijadikan dasar putusan.