wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Standar Audit Intern

Total questions: 51

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama penerapan Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia menurut Pasal 2 Peraturan Nomor: PER-01/AAIPI/DPN/2021?

a)

Mengurangi beban administrasi auditor intern

b)

Memastikan standar audit diterapkan secara internasional

c)

Menyediakan panduan untuk pemenuhan unsur dalam KP3IP

d)

Mengatur hubungan antara auditor intern dan pihak eksternal

2.

Dalam konteks Standar Atribut, apa pengertian independensi menurut Pasal 1100?

a)

Kemampuan auditor untuk menilai tanpa supervisi pihak lain

b)

Bebas dari situasi yang dapat mengancam objektivitas auditor

c)

Ketidakbergantungan auditor pada organisasi auditee

d)

Penilaian hasil kerja tanpa keterlibatan pihak eksternal

3.

Apa yang menjadi landasan hukum Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia?

a)

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2010

b)

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

c)

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

d)

Peraturan Ketua AAIPI Nomor 01 Tahun 2015

4.

Apa yang dimaksud dengan "due professional care" dalam konteks Standar SAIPI?

a)

Kemampuan auditor untuk menghindari risiko pekerjaan

b)

Penerapan kecermatan profesional sesuai kompleksitas tugas

c)

Penilaian independensi auditor terhadap organisasi

d)

Penggunaan alat audit berbasis teknologi informasi

5.

Apa yang menjadi tanggung jawab Pimpinan APIP terkait Program Penjaminan dan Peningkatan Kualitas?

a)

Menetapkan kebijakan kustodian untuk hasil penugasan

b)

Menjamin kesesuaian pelaksanaan Pengawasan Intern terhadap Standar

c)

Menilai risiko fraud pada seluruh unit organisasi

d)

Mengembangkan kebijakan retensi dokumen organisasi

6.

Dalam Standar Kinerja Pasal 2010, apa yang harus menjadi dasar perencanaan Pengawasan Intern?

a)

Evaluasi rutin terkait tata kelola

b)

Penilaian risiko berbasis organisasi

c)

Kebutuhan klien audit dan konsultansi

d)

Arahan dari Pimpinan K/L/D

7.

Menurut Pasal 2210, apa syarat utama yang harus dipenuhi dalam penyusunan tujuan penugasan audit?

a)

Kejelasan dokumen terkait tata kelola organisasi

b)

Penyesuaian dengan struktur anggaran organisasi

c)

Penilaian risiko yang relevan dengan tujuan penugasan

d)

Keselarasan antara strategi dan kebijakan pemerintah

8.

Apa makna "opini makro" dalam konteks SAIPI?

a)

Penilaian akhir berdasarkan pengamatan umum auditor

b)

Kesimpulan kolektif terhadap hasil audit pada periode tertentu

c)

Evaluasi risiko strategis organisasi oleh tim independen

d)

Pernyataan dukungan kepada manajemen risiko

9.

Apa langkah utama dalam pelaksanaan penugasan konsultansi menurut Pasal 2200?

a)

Supervisi berkelanjutan terhadap auditor lapangan

b)

Identifikasi potensi risiko strategis auditee

c)

Mendokumentasikan kesepakatan ruang lingkup penugasan

d)

Menyusun kebijakan tata kelola bersama klien

10.

Bagaimana Pimpinan APIP memastikan independensi dalam pelaksanaan audit menurut Pasal 1110?

a)

Dengan mengawasi semua laporan keuangan organisasi

b)

Dengan melaporkan hasil penugasan langsung ke Pimpinan K/L/D

c)

Dengan melibatkan pihak eksternal untuk menilai efektivitas audit

d)

Dengan memberikan pelatihan rutin kepada auditor intern

11.

Apa yang menjadi tujuan evaluasi dalam Standar 1311 tentang Penilaian Intern?

a)

Menilai kompetensi individual auditor

b)

Mengevaluasi efektivitas pengendalian organisasi

c)

Mengukur kesesuaian pelaksanaan Pengawasan Intern terhadap Standar

d)

Melakukan perencanaan berbasis

12.

Apa yang dimaksud dengan "ancaman terhadap objektivitas" menurut Pasal 1120?

a)

Situasi di mana auditor harus bekerja tanpa bimbingan

b)

Kondisi di mana auditor memiliki konflik kepentingan

c)

Ketidaksesuaian antara hasil audit dan kebutuhan klien

d)

Keterbatasan waktu dalam melaksanakan tugas

13.

Apa yang menjadi kewajiban Pimpinan APIP terkait independensi menurut Pasal 1110?

a)

Mengontrol akses informasi hanya untuk internal tim audit

b)

Melaporkan intervensi yang memengaruhi ruang lingkup audit

c)

Menyusun laporan sesuai arahan Pimpinan K/L/D

d)

Mengidentifikasi risiko fraud dalam organisasi

14.

Apa perbedaan utama antara jasa asurans dan jasa konsultansi dalam SAIPI?

a)

Jasa asurans memberikan rekomendasi langsung, jasa konsultansi tidak

b)

Jasa asurans mencakup penilaian independen, jasa konsultansi bersifat kolaboratif

c)

Jasa konsultansi selalu menggunakan pihak eksternal

d)

Jasa konsultansi hanya dilakukan atas permintaan Pimpinan K/L/D

15.

Dalam Pasal 2130, pengendalian intern yang efektif harus mencakup apa saja?

a)

Hanya tata kelola risiko strategis

b)

Semua area yang terkait dengan pengamanan aset

c)

Tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern organisasi

d)

Hanya efisiensi pengelolaan program pemerintah

16.

Kapan Pimpinan APIP wajib melibatkan penilai ekstern dalam penilaian kualitas?

a)

Setiap dua tahun

b)

Sekurang-kurangnya sekali dalam lima tahun

c)

Saat organisasi menghadapi krisis besar

d)

Hanya jika auditor internal tidak memenuhi syarat

17.

Apa tanggung jawab utama Pimpinan APIP menurut Pasal 2020 tentang Komunikasi dan Persetujuan?

a)

Mengajukan rencana audit berbasis risiko kepada Pimpinan K/L/D

b)

Menentukan batas waktu untuk pelaksanaan audit

c)

Menolak tugas yang tidak sesuai kompetensi auditor

d)

Melatih tim auditor dalam bidang tertentu

18.

Menurut Standar Kinerja, apa yang dimaksud dengan "nilai tambah" dalam konteks Pengawasan Intern?

a)

Pelaporan hasil audit yang jelas dan cepat

b)

Peningkatan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern

c)

Penyesuaian kegiatan audit dengan arahan klien

d)

Penyelesaian audit dengan biaya minimum

19.

Apa yang harus dilakukan auditor saat menemukan indikasi fraud dalam penugasan audit?

a)

Menghentikan audit hingga investigasi selesai

b)

Segera melaporkan indikasi tersebut sesuai mekanisme APIP

c)

Memperluas lingkup audit untuk mengevaluasi fraud

d)

Menginformasikan temuan tersebut kepada klien secara langsung

20.

Dalam Standar 1230, apa yang dimaksud dengan pengembangan profesi berkelanjutan?

a)

Program sertifikasi wajib yang harus diikuti auditor

b)

Partisipasi auditor dalam pelatihan dan seminar secara teratur

c)

Evaluasi berkala terhadap kemampuan teknis auditor

d)

Kolaborasi antara auditor dengan organisasi eksternal

21.

Dalam Pasal 2210, apa saja yang harus dipertimbangkan auditor dalam menetapkan tujuan penugasan?

a)

Tingkat risiko, ekspektasi klien, dan biaya operasional

b)

Risiko signifikan, kemungkinan fraud, dan kriteria evaluasi yang memadai

c)

Anggaran audit, kompleksitas pekerjaan, dan waktu yang tersedia

d)

Penilaian risiko, tingkat pendidikan auditor, dan perencanaan kerja

22.

Apa yang menjadi dasar bagi Pimpinan APIP untuk mengelola pengawasan intern secara efektif menurut Pasal 2000?

a)

Mengacu pada sistem pengendalian eksternal

b)

Menggunakan pendekatan berbasis teknologi

c)

Memastikan kesesuaian Pengawasan Intern dengan Piagam Pengawasan Intern

d)

Menyesuaikan kebutuhan klien dengan waktu pelaksanaan audit

23.

Apa yang dimaksud dengan "Independensi APIP" dalam Standar 1110?

a)

Kemampuan APIP untuk melaksanakan audit tanpa supervisi langsung

b)

Posisi Pimpinan APIP yang melapor langsung kepada Pimpinan K/L/D

c)

Ketidakmampuan auditor untuk dipengaruhi oleh klien audit

d)

Pemisahan tugas antara auditor dan manajemen risiko organisasi

24.

Dalam Pasal 2220, apa ruang lingkup yang harus dipertimbangkan dalam penugasan audit?

a)

Aset, dokumen, sistem, dan sumber daya manusia

b)

Struktur organisasi dan jadwal operasional

c)

Sumber daya internal organisasi dan kebutuhan klien

d)

Proses bisnis utama dan risiko keuangan

25.

Apa tanggung jawab auditor dalam komunikasi hasil penugasan menurut Pasal 2400?

a)

Mengkomunikasikan hasil kepada klien dalam waktu singkat

b)

Menghindari pengungkapan kelemahan organisasi kepada pihak eksternal

c)

Memastikan komunikasi akurat, objektif, dan tepat waktu

d)

Menyampaikan temuan secara langsung kepada auditor senior

26.

Apa yang menjadi syarat dalam pengungkapan ketidaksesuaian terhadap Standar (Pasal 2431)?

a)

Hanya dilakukan pada ketidaksesuaian signifikan

b)

Wajib mengungkapkan alasan dan dampaknya pada penugasan

c)

Dapat diabaikan jika organisasi setuju dengan hasil audit

d)

Tidak perlu mengungkapkan ketidaksesuaian pada tingkat individu

27.

Dalam Pasal 2330, apa yang dimaksud dengan dokumentasi informasi?

a)

Penjelasan tertulis atas prosedur audit yang dilakukan

b)

Dokumentasi yang cukup, andal, relevan, dan bermanfaat untuk mendukung hasil audit

c)

Hasil diskusi dengan klien terkait ruang lingkup audit

d)

Catatan atas seluruh tindakan yang dilakukan selama audit

28.

Apa tanggung jawab utama auditor dalam penilaian risiko fraud (Pasal 1210.A2)?

a)

Mengidentifikasi risiko fraud dalam semua unit organisasi

b)

Mengembangkan proses investigasi untuk setiap potensi fraud

c)

Mengevaluasi risiko fraud dan bagaimana organisasi mengelolanya

d)

Melaporkan risiko fraud secara langsung kepada otoritas hukum

29.

Menurut Pasal 2310, informasi yang diidentifikasi auditor harus memenuhi kriteria berikut, kecuali:

a)

Relevan

b)

Terperinci

c)

Andal

d)

Bermanfaat

30.

Apa yang dimaksud dengan "Kriteria Evaluasi yang Memadai" dalam Standar 2210.A3?

a)

Prosedur yang sesuai untuk mengukur hasil audit

b)

Tolok ukur yang digunakan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan audit

c)

Standar operasional yang disepakati antara auditor dan klien

d)

Prosedur untuk menyusun laporan audit yang dapat diterima

31.

Apa tujuan utama dari Pasal 2500 tentang Pemantauan Tindak Lanjut?

a)

Memastikan auditor tidak mengulangi kesalahan audit sebelumnya

b)

Menjamin pelaksanaan tindakan perbaikan sesuai hasil audit

c)

Mengkomunikasikan hasil audit kepada pihak eksternal

d)

Menilai risiko residual dalam aktivitas organisasi

32.

Apa yang harus dilakukan jika klien tidak setuju dengan simpulan dan rekomendasi auditor (Pasal 2422.A2)?

a)

Auditor wajib merevisi simpulan sesuai permintaan klien

b)

Auditor mengkomunikasikan ketidaksetujuan dengan wajar dan objektif

c)

Auditor tidak perlu menanggapi tanggapan klien

d)

Auditor meminta klien untuk menyampaikan alasan keberatan secara formal

33.

Dalam Pasal 2110, apa saja elemen yang harus dinilai Pengawasan Intern terkait tata kelola organisasi?

a)

Strategi bisnis, laporan keuangan, dan evaluasi aset

b)

Pengambilan keputusan strategis, pengawasan risiko, dan penerapan etika

c)

Hubungan eksternal, transparansi anggaran, dan manajemen aset

d)

Implementasi kebijakan, pengelolaan sumber daya, dan evaluasi kinerja

34.

Apa tanggung jawab utama Pengawasan Intern dalam evaluasi manajemen risiko (Pasal 2120)?

a)

Mengembangkan metode baru untuk mitigasi risiko

b)

Mengevaluasi efektivitas dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan

c)

Mengawasi semua kegiatan operasional organisasi

d)

Meningkatkan efisiensi proses bisnis organisasi

35.

Apa yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan penugasan Pengawasan Intern (Pasal 2201)?

a)

Jadwal audit sebelumnya dan rekomendasi manajemen

b)

Strategi organisasi, risiko signifikan, dan peluang perbaikan

c)

Kebijakan operasional dan anggaran tahunan

d)

Kompetensi individu auditor dan sistem pelaporan

36.

Apa yang menjadi kewajiban Pimpinan APIP saat melibatkan pihak eksternal dalam Pengawasan Intern (Pasal 2080)?

a)

Mengalihkan tanggung jawab audit kepada pihak eksternal

b)

Menilai kesesuaian aktivitas pihak eksternal dengan Kode Etik dan Standar

c)

Mengurangi frekuensi audit internal untuk efisiensi biaya

d)

Membatasi akses pihak eksternal ke dokumen organisasi

37.

Menurut Pasal 2060, apa saja yang harus dicakup dalam laporan berkala Pimpinan APIP kepada Pimpinan K/L/D?

a)

Laporan keuangan organisasi dan evaluasi risiko proyek

b)

Perencanaan audit, hasil audit, dan kelemahan pengendalian

c)

Penilaian kinerja auditor dan usulan perbaikan organisasi

d)

Dokumentasi hasil audit dan evaluasi fraud

38.

Apa tanggung jawab auditor terhadap komunikasi hasil penugasan (Pasal 2400)?

a)

Memberikan informasi mendetail mengenai proses audit

b)

Mengidentifikasi kelemahan klien dan mengkomunikasikannya

c)

Menyampaikan hasil audit yang objektif, jelas, dan konstruktif

d)

Melibatkan klien dalam setiap tahap pelaporan audit

39.

Dalam Standar 1220, apa yang dimaksud dengan kecermatan profesional (due professional care)?

a)

Melakukan audit tanpa supervisi

b)

Menggunakan kecakapan dan kehati-hatian dalam semua penugasan

c)

Membatasi lingkup audit hanya pada area tertentu

d)

Memberikan rekomendasi berdasarkan kebijakan organisasi

40.

Apa tujuan dari program penjaminan dan peningkatan kualitas (Pasal 1300)?

a)

Mengurangi kesalahan prosedural dalam audit

b)

Meningkatkan efisiensi operasional organisasi

c)

Mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan Pengawasan Intern dengan Standar

d)

Memberikan pelatihan lanjutan kepada auditor

41.

Apa langkah pertama yang harus dilakukan Pimpinan APIP untuk memulai perencanaan audit berbasis risiko (Pasal 2010)?

a)

Mengidentifikasi harapan klien audit

b)

Melakukan konsultasi dengan Pimpinan K/L/D

c)

Menyusun jadwal audit tahunan

d)

Mengembangkan kebijakan audit berbasi

42.

naan audit berbasis risiko (Pasal 2010)?

a)

Mengidentifikasi harapan klien audit

b)

Melakukan konsultasi dengan Pimpinan K/L/D

c)

Menyusun jadwal audit tahunan

d)

Mengembangkan kebijakan audit berbasis teknologi

43.

Dalam Pasal 2310, informasi yang diidentifikasi auditor harus cukup. Apa definisi dari cukup dalam konteks ini?

a)

Informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan

b)

Informasi yang memadai untuk mendukung simpulan auditor

c)

Informasi yang mencakup seluruh area operasional organisasi

d)

Informasi yang terperinci sesuai dengan kebutuhan organisasi

44.

Apa fokus utama dalam evaluasi manajemen risiko menurut Pasal 2120?

a)

Keandalan informasi keuangan organisasi

b)

Kepatuhan terhadap kebijakan internal

c)

Respons organisasi terhadap risiko signifikan

d)

Efisiensi penggunaan sumber daya

45.

Apa yang dimaksud dengan "Pengawasan Intern memberikan nilai tambah" dalam SAIPI?

a)

Memberikan rekomendasi untuk semua kelemahan organisasi

b)

Mengarahkan strategi organisasi pada efisiensi biaya

c)

Meningkatkan proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian intern

d)

Memastikan organisasi patuh terhadap semua peraturan eksternal

46.

Apa yang harus dilakukan Pimpinan APIP jika terdapat ketidaksesuaian terhadap Kode Etik dalam pelaksanaan audit (Pasal 2431)?

a)

Menghentikan penugasan hingga ketidaksesuaian diperbaiki

b)

Mengungkapkan ketidaksesuaian dan dampaknya kepada Pimpinan K/L/D

c)

Mengajukan permohonan peninjauan ulang kepada klien

d)

Menyesuaikan Kode Etik dengan kebutuhan audit

47.

Apa tanggung jawab auditor dalam mengkomunikasikan hasil konsultansi (Pasal 2440.K1)?

a)

Melibatkan klien dalam setiap diskusi hasil audit

b)

Menentukan metode distribusi laporan bersama klien

c)

Mengkomunikasikan hasil akhir kepada klien secara langsung

d)

Mengarahkan hasil konsultansi pada perbaikan tata kelola

48.

Menurut Pasal 2200, apa komponen yang harus dicakup dalam perencanaan penugasan audit?

a)

Tujuan, ruang lingkup, waktu, dan alokasi sumber daya

b)

Strategi organisasi, evaluasi risiko, dan anggaran

c)

Penilaian risiko fraud, mitigasi, dan peluang perbaikan

d)

Kebijakan internal, pengendalian, dan hasil audit sebelumnya

49.

Apa yang dimaksud dengan supervisi penugasan (Pasal 2340)?

a)

Mengawasi aktivitas auditor untuk memastikan kesesuaian dengan kebijakan organisasi

b)

Memberikan arahan agar hasil audit selaras dengan kebutuhan klien

c)

Mengontrol kualitas, efisiensi, dan pencapaian sasaran audit

d)

Melibatkan klien dalam evaluasi hasil penugasan

50.

Apa yang dimaksud dengan "Opini Makro" dalam Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia?

a)

Opini tentang keseluruhan aktivitas pengawasan intern

b)

Penilaian hasil audit operasional

c)

Kesimpulan tentang pelaksanaan tata kelola organisasi dalam periode tertentu

d)

Rekomendasi strategis untuk meningkatkan efisiensi organisasi

51.

Apa yang harus dilakukan Pimpinan APIP jika Pimpinan K/L/D menerima tingkat risiko yang tidak dapat diterima organisasi (Pasal 2600)?

a)

Membahas masalah ini secara berjenjang dengan Pimpinan K/L/D

b)

Mengeluarkan laporan independen untuk publik

c)

Mengarahkan organisasi untuk merevisi kebijakan risiko

d)

Mengembangkan rencana mitigasi risiko bersama tim audit