Font size
WorksheetsKisi-kisi Soal UKG BK PA 2024_1
Total questions: 90
Worksheet time: 50mins
Howard Gardner mengemukakan teori kecerdasan majemuk pada tahun:
1978
1983
1990
1995
Teori kecerdasan majemuk menekankan bahwa kecerdasan:
Hanya dapat diukur melalui IQ
Bersifat tunggal dan tidak bervariasi
Terdiri dari berbagai jenis yang unik pada setiap individu
Dapat diwariskan secara genetik tanpa pengaruh lingkungan
Menurut Howard Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk:
Menghafal informasi secara cepat
Memecahkan masalah dan menciptakan sesuatu yang bernilai di suatu budaya
Mengikuti standar akademik yang ditentukan
Menguasai matematika dan bahasa secara mendalam
Kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan memahami dan menggunakan bahasa disebut:
Kecerdasan logis-matematis
Kecerdasan linguistik
Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan musikal
Kemampuan untuk mengenali pola, struktur, dan hubungan logis dalam angka termasuk dalam:
Kecerdasan naturalis
Kecerdasan spasial
Kecerdasan logis-matematis
Kecerdasan interpersonal
Individu yang memiliki kecerdasan spasial tinggi cenderung:
Memiliki kemampuan memecahkan masalah sosial
Mampu membaca peta dan memahami pola visual
Ahli dalam mengelola emosi diri sendiri
Berbakat dalam bermain alat musik
Kecerdasan interpersonal mencakup kemampuan:
Mengenal emosi diri sendiri
Berempati dan memahami orang lain
Memahami struktur alam dan ekosistem
Memecahkan masalah logis
Contoh profesi yang membutuhkan kecerdasan musikal tinggi adalah:
Guru BK
Musisi
Atlet
Ahli biologi
Kecerdasan naturalis berhubungan erat dengan kemampuan untuk:
Menyelesaikan persamaan matematis kompleks
Beradaptasi dan memahami lingkungan alam
Membaca pola pikir orang lain
Mengendalikan gerakan tubuh
Atlet yang memiliki koordinasi tubuh yang baik menunjukkan kecerdasan:
Linguistik
Kinestetik
Naturalistik
Spasial
Dalam konseling, kecerdasan interpersonal dapat membantu guru BK untuk:
Menyelesaikan soal logika
Membangun hubungan yang baik dengan konseli
Menyampaikan materi konseling secara visual
Menilai kemampuan musikal konseli
Seorang siswa menunjukkan minat tinggi terhadap seni dan musik. Sebagai guru BK, pendekatan yang sesuai adalah:
Menggunakan teknik konseling berbasis angka
Memberikan kegiatan konseling dengan media musik
Menyusun program konseling berbasis lingkungan
Mengarahkan pada kegiatan akademik intensif
Bagaimana guru BK dapat mengidentifikasi kecerdasan majemuk siswa?
Melalui tes IQ saja
Dengan mengamati minat, gaya belajar, dan aktivitas siswa
Hanya dengan wawancara orang tua
Mengacu pada nilai akademik siswa
Siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi cenderung:
Memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri
Memiliki banyak teman dekat
Berbakat dalam menulis cerita atau puisi
Menyukai eksperimen ilmiah
Guru BK yang ingin mengembangkan kecerdasan majemuk siswa sebaiknya:
Hanya fokus pada kelemahan siswa
Menggunakan pendekatan bervariasi sesuai kecerdasan siswa
Menyeragamkan metode konseling untuk semua siswa
Mengabaikan kecerdasan di luar akademik
Seorang siswa memiliki kemampuan tinggi dalam menghafal nama tumbuhan, memahami ekosistem, dan suka menjelajah alam. Siswa ini memiliki kecerdasan:
Interpersonal
Kinestetik
Naturalistik
Spasial
Jika seorang siswa menunjukkan bakat dalam membuat karya seni visual dan memahami pola visual, pendekatan konseling yang cocok adalah:
Menggunakan media visual seperti gambar atau diagram
Memberikan tugas analisis angka
Fokus pada eksplorasi emosi siswa
Menekankan penghafalan teori
Siswa dengan kecerdasan kinestetik tinggi mungkin memerlukan:
Media konseling berbasis gerakan atau aktivitas fisik
Diskusi mendalam tentang konsep abstrak
Penggunaan alat musik sebagai media ekspresi
Pendekatan berbasis angka dan logika
Dalam konseling kelompok, siswa dengan kecerdasan interpersonal cenderung:
Memimpin diskusi dan memahami dinamika kelompok
Menjadi pendiam dan pasif
Berfokus pada tugas-tugas individu
Memiliki kesulitan memahami emosi kelompok
Jika seorang siswa menunjukkan minat besar dalam memahami pola angka dan rumus matematika, kemungkinan besar siswa tersebut memiliki kecerdasan:
Spasial
Logis-matematis
Kinestetik
Linguistik
Pendekatan yang tepat untuk mencegah perilaku negatif pada siswa adalah:
Memberikan hukuman berat untuk memberikan efek jera
Melakukan layanan konseling berbasis preventif
Mengabaikan perilaku negatif dengan alasan tidak signifikan
Meningkatkan tekanan belajar agar siswa fokus
Menurut teori motivasi Abraham Maslow, kebutuhan dasar yang harus terpenuhi sebelum siswa mencapai aktualisasi diri adalah:
Kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan akan keamanan
Kebutuhan sosial
Teori pilihan yang dikembangkan oleh William Glasser menyatakan bahwa perilaku manusia didasarkan pada:
Faktor lingkungan semata
Kontrol diri terhadap kebutuhan dasar
Pemenuhan kebutuhan sosial saja
Perilaku yang ditentukan oleh orang lain
Teknik konseling yang digunakan untuk membantu konseli menggali potensi diri disebut:
Teknik refleksi
Teknik eksplorasi diri
Teknik modeling
Teknik penguatan
Gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti depresi atau mania, disebut:
Gangguan kecemasan
Gangguan bipolar
Gangguan obsesif-kompulsif
Gangguan kepribadian
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi tipe minat siswa menurut Lee Thorpe adalah:
Inventori Holland
Tes kepribadian Big Five
Minat dan Bakat Inventory
Vocational Interest Inventory
Salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi di depan umum adalah:
Membaca lebih banyak buku teori komunikasi
Berlatih berbicara di depan cermin
Menghindari situasi yang membuat gugup
Menuliskan skrip tanpa berlatih
Menurut teori behavioristik, perilaku yang diulang karena menghasilkan konsekuensi positif disebut:
Refleks
Pengkondisian operan
Pengkondisian klasik
Perilaku involunter
Salah satu peran profil pelajar Pancasila dalam layanan BK adalah membantu siswa:
Memahami pelajaran eksakta
Membentuk sikap gotong royong dan kemandirian
Menghafal isi Pancasila
Menyelesaikan masalah akademik saja
Siswa yang berada pada tahap perkembangan remaja cenderung memiliki minat pada:
Bermain dan eksplorasi lingkungan
Membentuk identitas diri dan hubungan sosial
Menyelesaikan tugas perkembangan masa kanak-kanak
Fokus pada karier dan pengasuhan
Menurut teori psikoanalisa Freud, gangguan perilaku yang muncul akibat konflik dalam pikiran bawah sadar disebut:
Gangguan kecemasan
Gangguan neurosis
Gangguan psikotik
Gangguan kepribadian antisosial
Langkah pertama dalam mengevaluasi program bimbingan dan konseling adalah:
Menentukan indikator keberhasilan
Mengumpulkan data konseli
Menyusun laporan evaluasi
Membuat daftar permasalahan siswa
Perbedaan utama antara asesmen dan pengukuran dalam layanan BK adalah:
Asesmen lebih objektif dibanding pengukuran
Pengukuran menggunakan alat baku, asesmen lebih luas
Asesmen hanya untuk aspek akademik, pengukuran untuk non-akademik
Pengukuran lebih fleksibel dibanding asesmen
Menurut teori Jung, kepribadian manusia dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu:
Ekstrovert dan introvert
Sanguinis dan melankolis
Realis dan idealis
Rasional dan emosional
Salah satu ciri utama gangguan mental yang memerlukan perhatian khusus dalam layanan BK adalah:
Prestasi akademik menurun
Ketidakmampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial
Ketidakteraturan jadwal tidur
Minat belajar tinggi tetapi sulit fokus
Layanan klasikal dalam bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa:
Memahami minat dan bakat untuk menentukan pilihan pekerjaan
Menyelesaikan konflik interpersonal di kelas
Mengembangkan keterampilan komunikasi antar teman
Memahami isi mata pelajaran yang sulit
Salah satu tugas perkembangan siswa SMA yang perlu difasilitasi oleh layanan BK adalah:
Mengenal lingkungan sosial
Memilih jurusan pendidikan tinggi atau pekerjaan
Membentuk hubungan erat dengan keluarga
Melatih kemampuan motorik dasar
Menurut teori kepribadian Big Five, seseorang yang cenderung mudah beradaptasi dan terbuka terhadap pengalaman baru memiliki tingkat tinggi pada dimensi:
Neurotisme
Keterbukaan
Kehati-hatian
Ekstraversi
Dalam layanan BK, data yang menggambarkan kondisi emosional siswa termasuk jenis data:
Kualitatif
Kuantitatif
Normatif
Prediktif
Teori motivasi yang menekankan pada pemberian penghargaan eksternal untuk memotivasi siswa dikenal sebagai:
Teori kebutuhan Maslow
Teori insentif
Teori tujuan
Teori internalisasi
Salah satu layanan yang diperlukan untuk mendukung siswa dengan kebutuhan khusus di sekolah inklusi adalah:
Penyesuaian kurikulum dan strategi belajar
Pemberian tugas yang lebih berat agar siswa dapat berkompetisi
Meningkatkan hukuman disiplin
Menerapkan sistem belajar mandiri sepenuhnya
Undang-Undang yang menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia adalah:
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan
UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
UU No. 3 Tahun 2005 tentang Olahraga
Kode etik profesi konselor berfungsi untuk:
Menjamin konselor bekerja sesuai standar moral dan profesional
Mengatur sistem penilaian konseling
Menentukan peringkat keberhasilan konselor
Memberikan panduan teknis konseling
Perbedaan utama antara bimbingan dan konseling adalah:
Perbedaan utama antara bimbingan dan konseling adalah:
Bimbingan berfokus pada pengembangan potensi, sedangkan konseling menangani masalah spesifik
Konseling hanya dilakukan oleh psikolog, sedangkan bimbingan dilakukan oleh guru
Bimbingan dilakukan secara individu, sedangkan konseling dilakukan secara kelompok
Konseling tidak memerlukan rencana layanan
Prinsip layanan bimbingan konseling sebagai proses individual menekankan pada:
Memberikan solusi yang sama untuk semua siswa
Memahami kebutuhan dan potensi unik setiap siswa
Memastikan konseli memenuhi standar kelompok
Melakukan penilaian berbasis kelompok
Sosiometri digunakan untuk mengidentifikasi:
Minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu
Hubungan sosial dan pola interaksi dalam kelompok
Prestasi akademik siswa di kelas
Motivasi belajar siswa
Cyber counseling memberikan keuntungan utama berupa:
Meningkatkan jumlah kasus yang dapat ditangani secara langsung
Memudahkan akses konseling tanpa keterbatasan jarak dan waktu
Meminimalkan kebutuhan interaksi personal
Menghapus kebutuhan untuk dokumentasi layanan
Teori konseling yang berfokus pada perilaku sadar dan tanggung jawab individu adalah:
Teori Psikoanalisa
Teori Pilihan (Choice Theory)
Teori Behavioristik
Teori Kognitif
Pendekatan diferensiasi untuk anak berkebutuhan khusus meliputi:
Penyamaan semua tugas dengan siswa reguler
Pemberian layanan sesuai kebutuhan individual
Meningkatkan beban tugas untuk mempercepat adaptasi
Menghilangkan batasan dalam pembelajaran
Inventori Holland (RIASEC) digunakan untuk:
Menilai tingkat kecerdasan siswa
Mengidentifikasi minat karier siswa
Mendeteksi gangguan perilaku
Menilai kemampuan sosial siswa
Landasan psikologis BK menekankan pada:
Penerapan aturan sekolah dalam konseling
Pemahaman akan keunikan dan potensi individu
Penyesuaian kurikulum untuk siswa dengan hambatan belajar
Penerapan sistem penghargaan dan hukuman
Etika konselor yang paling penting selama proses konseling adalah:
Menyimpan rahasia klien
Memotivasi klien untuk mengikuti solusi konselor
Membuat klien merasa terbantu
Memberikan jawaban atas semua pertanyaan klien
Pada tahap remaja, tugas perkembangan utama siswa adalah:
Memahami nilai keluarga
Mencapai hubungan emosional yang matang dengan teman sebaya
Meningkatkan keterampilan motorik dasar
Membentuk pola makan sehat
Seseorang yang menunjukkan sifat analitis, pendiam, dan fokus pada detail kemungkinan besar memiliki tipe kepribadian:
Sanguinis
Melankolis
Koleris
Plegmatis
Langkah akhir dalam evaluasi program BK adalah:
Melakukan wawancara dengan siswa
Menyusun laporan hasil evaluasi
Membandingkan hasil dengan target
Menentukan fokus layanan berikutnya
Layanan bimbingan lebih menekankan pada:
Pemecahan masalah emosional siswa
Upaya pengembangan potensi siswa secara menyeluruh
Identifikasi masalah spesifik siswa
Peningkatan kemampuan akademik siswa
Data yang menunjukkan hasil tes minat siswa termasuk jenis:
Data kualitatif
Data kuantitatif
Data prediktif
Data normatif
Tugas perkembangan siswa SMA yang perlu diprioritaskan adalah:
Membangun hubungan keluarga yang erat
Memilih pendidikan lanjutan atau pekerjaan
Menyelesaikan konflik teman sebaya
Mengelola keuangan pribadi
Pendekatan layanan holistik dalam BK menekankan pada:
Fokus pada masalah akademik
Melibatkan aspek akademik, sosial, dan emosional siswa
Mengutamakan siswa berprestasi
Membatasi layanan pada kebutuhan jangka pendek
Menurut William Glasser, teori pilihan bertumpu pada pemenuhan:
Kebutuhan dasar manusia
Harapan lingkungan sosial
Tuntutan akademik
Norma kelompok
Azas yang menekankan pentingnya konseli memiliki kemauan sendiri untuk mengikuti layanan BK adalah:
Azas kerahasiaan
Azas kesukarelaan
Azas keterbukaan
Azas kemandirian
Proses alih tangan kasus dilakukan apabila:
Konselor merasa tidak nyaman menangani kasus tersebut
Kasus konseli membutuhkan penanganan ahli tertentu
Konseli tidak mau bekerjasama dalam konseling
Kepala sekolah meminta kasus tersebut dipindahkan
Langkah awal dalam merancang program BK yang holistik adalah:
Menyusun indikator keberhasilan
Mengidentifikasi kebutuhan siswa secara menyeluruh
Melakukan pelatihan guru BK
Menentukan jadwal layanan
Salah satu prinsip penting dalam memberikan layanan BK kepada ABK adalah:
Memberikan layanan yang sama seperti siswa reguler
Menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan spesifik ABK
Menyediakan waktu belajar yang lebih singkat
Mengutamakan hasil dibandingkan proses
Tes psikologi yang dirancang untuk mengukur kemampuan belajar dan potensi intelektual seseorang adalah:
Tes minat
Tes kepribadian
Tes inteligensi
Tes diagnostik
Prioritas utama dalam menyediakan sarana dan prasarana layanan BK adalah:
Alat yang mendukung konseling individu dan kelompok
Ruang kerja yang nyaman untuk guru BK
Ruang diskusi untuk rapat guru
Media pembelajaran digital
Tahap awal dalam penelitian bimbingan dan konseling adalah:
Mengolah data konseli
Menentukan permasalahan yang akan diteliti
Membuat laporan hasil penelitian
Melakukan wawancara dengan siswa
Konseling lebih menekankan pada:
Pemberian informasi umum kepada siswa
Proses interaksi mendalam untuk menyelesaikan masalah siswa
Penyelenggaraan kegiatan kelompok
Penyusunan rencana pengajaran
Evaluasi kinerja guru BK yang efektif dilakukan dengan:
Mengamati cara kerja guru BK dalam menangani konseli
Memberikan tes tertulis kepada guru BK
Membandingkan hasil layanan dengan guru lain
Menentukan hasil evaluasi hanya berdasarkan opini siswa
Langkah pertama dalam mengevaluasi efektivitas kurikulum BK adalah:
Meninjau hasil belajar siswa
Menentukan tujuan yang ingin dicapai
Membandingkan kurikulum dengan standar nasional
Melibatkan orang tua dalam proses evaluasi
Langkah pertama dalam mengevaluasi layanan bimbingan konseling adalah:
Mengumpulkan umpan balik dari konseli
Menentukan kriteria evaluasi layanan
Menyusun laporan hasil evaluasi
Mengidentifikasi masalah siswa
Langkah pertama dalam mengevaluasi layanan bimbingan konseling adalah:
Mengumpulkan umpan balik dari konseli
Menentukan kriteria evaluasi layanan
Menyusun laporan hasil evaluasi
Mengidentifikasi masalah siswa
Tujuan utama dari evaluasi dalam layanan BK adalah untuk:
Mengidentifikasi kesalahan siswa
Mengukur efektivitas layanan yang diberikan
Menentukan rangking siswa dalam konseling
Membandingkan kemampuan siswa antar kelas
Salah satu komponen penting dalam evaluasi ketuntasan layanan BK adalah:
Waktu pelaksanaan
Kesesuaian layanan dengan kebutuhan siswa
Lokasi pelaksanaan konseling
Jumlah siswa yang hadir
Evaluasi yang paling tepat untuk mengukur pemahaman siswa dalam layanan BK adalah:
Wawancara langsung
Tes tertulis dengan skala Likert
Observasi aktivitas siswa
Angket kepuasan layanan
Langkah paling efektif untuk melibatkan orang tua dalam konseling siswa adalah:
Memberikan laporan tertulis secara berkala
Mengundang orang tua untuk sesi konseling bersama siswa
Mengirimkan hasil tes siswa secara online
Membuat grup media sosial khusus
Pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran menekankan pada:
Pemahaman siswa berdasarkan pengalaman mereka sendiri
Pemberian materi secara langsung oleh guru
Penilaian berdasarkan hafalan siswa
Penggunaan metode ceramah sepenuhnya
Siswa yang lebih mudah memahami materi dengan mendengarkan memiliki gaya belajar:
Visual
Auditori
Kinestetik
Logikal
Strategi yang paling efektif untuk membantu siswa dengan gaya belajar kinestetik adalah:
Memberikan materi berupa video
Menggunakan permainan peran atau aktivitas fisik
Memberikan bahan bacaan tambahan
Memutarkan audio pembelajaran
Salah satu tanda siswa dengan gaya belajar visual adalah:
Memahami materi melalui aktivitas fisik
Mudah mengingat informasi dari bacaan dan gambar
Lebih senang mendengarkan penjelasan guru
Membutuhkan alat manipulatif untuk memahami konsep
Cara terbaik untuk mengakomodasi gaya b
Cara terbaik untuk mengakomodasi gaya belajar yang beragam di kelas adalah:
Menggunakan berbagai media seperti gambar, audio, dan aktivitas fisik
Menentukan satu metode pembelajaran yang cocok untuk semua siswa
Mengurangi variasi media pembelajaran agar lebih fokus
Memberikan tes gaya belajar untuk menentukan metode tunggal
Dalam layanan BK, pendekatan individual bertujuan untuk:
Menyelesaikan masalah siswa secara umum
Membantu siswa memahami dan mengembangkan potensi diri
Mengarahkan siswa untuk mengambil keputusan yang seragam
Menilai kemampuan siswa berdasarkan kelompok
Teori motivasi Herzberg membedakan dua faktor utama, yaitu:
Faktor internal dan eksternal
Faktor motivator dan pemeliharaan (hygiene)
Faktor kebutuhan dasar dan kebutuhan aktualisasi
Faktor emosi dan rasional
Salah satu cara efektif untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa adalah:
Memberikan tugas akademik tambahan
Menugaskan siswa menjadi ketua kelompok diskusi
Memberikan penghargaan untuk prestasi akademik
Mengurangi tanggung jawab siswa dalam kegiatan kelompok
Langkah awal dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa adalah:
Memberikan latihan menulis mandiri
Menentukan topik yang relevan dengan minat siswa
Menggunakan alat bantu digital
Memberikan contoh tulisan yang kompleks
Pendekatan terbaik untuk mengelola konflik antar siswa di kelas adalah:
Memberikan sanksi kepada siswa yang memulai konflik
Memediasi diskusi antara siswa yang berselisih
Membiarkan konflik selesai secara alami
Menghilangkan interaksi antar siswa untuk sementara
Pretes digunakan untuk:
Menilai hasil belajar siswa
Mengidentifikasi kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran
Memberikan nilai akhir siswa
Menentukan gaya belajar siswa
Langkah pertama dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah adalah:
Memberikan solusi langsung kepada siswa
Membantu siswa mengidentifikasi masalahnya
Melakukan diskusi kelompok tanpa arahan
Menyusun laporan hasil pembelajaran
