WorksheetsPre Test-11
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Apa yang dimaksud dengan analisis statik dalam pengukuran besaran listrik?
Analisis perubahan nilai pengukuran terhadap waktu
Evaluasi data pengukuran tanpa mempertimbangkan waktu
Penghitungan nilai rata-rata secara dinamis
Metode untuk mengukur arus listrik secara langsung
Rumus untuk menghitung rata-rata (mean) dari kumpulan data pengukuran adalah:
μ=∑xi/n
μ=(xmax−xmin)/2
μ=√(xi−xmean)2/n
μ=xmedian
Parameter statistik yang digunakan untuk mengukur seberapa tersebar data dari nilai rata-rata adalah:
Varians
Simpangan baku
Modus
Median
Varians (variance) adalah:
Rata-rata dari nilai data
Kuadrat dari simpangan baku
Median dari kumpulan data
Data terbesar dikurangi data terkecil
Jika data pengukuran adalah 220V, 222V, 221V, 223V, 219V, berapakah nilai rata-rata (mean)-nya?
220V
221V
222V
223V
Dalam analisis statik, data yang paling sering muncul disebut sebagai:
Mean
Median
Modus
Varians
Keterbatasan utama dari analisis statik adalah:
Tidak dapat menghitung nilai rata-rata
Tidak mempertimbangkan waktu atau dinamika perubahan data
Rentan terhadap data valid
Hanya dapat diterapkan pada data listrik AC
Apa tujuan utama dari validasi data dalam analisis statik?
Mengurangi penyimpangan data terhadap waktu
Memastikan akurasi dan ketelitian hasil analisis
Menyederhanakan penghitungan data statistik
Menghilangkan kebutuhan kalibrasi alat ukur
Dalam validasi data, salah satu langkah penting adalah:
Mengubah data outlier menjadi data rata-rata
Melakukan pengukuran ulang jika ditemukan anomali
Membuang semua data yang berbeda dari median
Menghitung nilai simpangan baku tanpa kalibrasi
Mengapa penting untuk menghitung simpangan baku dalam analisis statik?
Untuk mengetahui nilai data tertinggi
Untuk menentukan penyimpangan data terhadap nilai rata-rata
Untuk menghitung median data
Untuk menentukan frekuensi data
