WorksheetsSRT-503. Evaluasi Tekstil (Pre-Test 1)
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Evaluasi tekstil merupakan suatu pengetahuan untuk menilai mutu dari bahan dan produk tekstil, baik secara matematika maupun kimia.
Benar
Salah
Aliran udara yang dilewatkan pada serat dimana semakin banyak udara yang melewati pori-pori serat maka serat semakin halus dan semakin sedikit udara yang melewati pori-pori serat maka serat semakin kasar. Prinsip tersebut digunakan dalam uji kehalusan serat atau FIBER CONTENT.
Benar
Salah
Moisture Regain (MR) adalah persentase kandungan air terhadap berat kering mutlak.
Benar
Salah
Pada uji nomor benang, Den atau Denier merupakan Sistem Penomoran Tidak Langsung (SPTL).
Benar
Salah
Pada uji kekakuan benang, kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk asal atau dimensi semula secara penuh atau sebagian disebut dengan KEKAKUAN (STIFFNESS).
Benar
Salah
Pada uji kenampakan benang, berikut ini merupakan hal-hal yang termasuk kenampakan benang, KECUALI :
Kebersihan benang dan kerataan benang
Bulu benang dan pegangan benang
Warna benang dan daya kilau benang
Kekuatan benang dan kehalusan benang
Pada uji kekuatan benang, berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan benang, KECUALI
Panjang serat dan kehalusan serat
Kekuatan serat dan distribusi panjang serat
Warna benang dan nomor benang
Puntiran benang dan kerataan benang
Pada uji twist benang, sifat-sifat benang yang dipengaruhi oleh twist benang adalah :
Kekuatan, mulur, pegangan, elastisitas, dan absorpsi
Kekuatan, mulur, pegangan, elastisitas, dan elektrostatis
Kehalusan, mulur, pegangan, elastisitas, dan absorpsi
Kekuatan, mulur, pegangan, elastisitas, dan adsorpsi
Pada uji kerataan benang, faktor-faktor yang mempengaruhi kerataan benang, antara lain :
Panjang benang dan kehalusan benang
Kekuatan benang dan kehalusan benang
Panjang serat dan kehalusan serat
Kekuatan serat dan kehalusan serat
Pada uji tahan gosok benang, benang yang tidak rata akan :
Lebih sulit putus karena ada bagian yang terlalu tebal dan ada bagian yang terlalu tipis
Lebih sulit putus karena serat-serat terdistribusi merata
Lebih mudah putus karena jumlah nep yang lebih sedikit
Lebih mudah putus karena serat-serat lebih mudah tercabut
