NEW
Font size
WorksheetsREVIEW MATERI KARDIOVASKULAR
Total questions: 52
Worksheet time: 26mins
Seorang wanita usia 52 tahun datang ke puskesmas untuk kontrol setelah didiagnosis hipertensi primer. Hasil pengukuran tekanan darah pada beberapa kunjungan menunjukkan rata-rata 155/95 mmHg. Dokter kemudian meresepkan kaptopril dan memberikan edukasi mengenai cara penggunaan obat agar efek terapinya optimal. Saat akan pulang, pasien bertanya kepada apoteker mengenai waktu yang tepat untuk mengonsumsi obat tersebut. Instruksi penggunaan yang paling tepat adalah:
Diminum saat suapan pertama makanan
Diminum 30 menit setelah makan
Diminum bersama makanan berlemak
Diminum 1 jam setelah makan
Diminum 1 jam sebelum makan
Seorang wanita usia 48 tahun datang ke unit hemodialisis dengan keluhan mudah lelah, pusing saat beraktivitas, dan tampak pucat sejak beberapa minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal kronis stadium akhir dan menjalani hemodialisis rutin dua kali seminggu selama 3 tahun terakhir. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan : Hemoglobin (Hb): 9 g/dL, MCV: 88 fL, Serum ferritin: 220 μg/dL. TSat : 18%. Dokter menegakkan diagnosis anemia terkait penyakit ginjal kronis. Setelah mengevaluasi status besi pasien, dokter memutuskan untuk memberikan terapi guna memperbaiki eritropoiesis dan meningkatkan kadar hemoglobin. Terapi yang paling tepat diberikan adalah:
Tranfusi RBC
Asam Folat
EPO / ESA
Vitamin B12
Zat Besi
Seorang laki-laki usia 64 tahun datang ke poliklinik jantung untuk kontrol rutin. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner kronis dan selama beberapa tahun terakhir mendapatkan terapi aspirin sebagai pencegahan kejadian trombotik berulang. Dalam dua minggu terakhir, pasien mengeluhkan nyeri ulu hati, melena, dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan kadar hemoglobin, dan endoskopi saluran cerna atas menemukan perdarahan gastrointestinal yang diduga berkaitan dengan penggunaan aspirin jangka panjang. Dokter mempertimbangkan penghentian aspirin dan berkonsultasi dengan apoteker mengenai pilihan antiplatelet yang dapat digunakan sebagai terapi pengganti untuk tetap memberikan perlindungan kardiovaskular. Obat yang paling tepat direkomendasikan adalah :
Heparin
Warfarin
Alteplase
Clopidogrel
Enoxaparin
Seorang laki-laki usia 58 tahun dibawa ke IGD oleh keluarganya karena tiba-tiba mengalami kelemahan pada lengan dan tungkai kanan serta bicara pelo saat sedang bekerja. Keluhan muncul mendadak 1,5 jam sebelum tiba di rumah sakit. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. CT scan kepala nonkontras segera dilakukan dan tidak ditemukan tanda perdarahan intrakranial. Dokter menegakkan diagnosis stroke iskemik akut dan mempertimbangkan terapi reperfusi karena pasien masih berada dalam jendela waktu yang memenuhi syarat. Obat yang harus segera diberikan kepada pasien adalah:
Tenecteplase
Klopidogrel
Heparin
Warfarin
Fondaparinux
Seorang wanita usia 56 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk kontrol hipertensi. Pasien telah mengonsumsi kaptopril 25 mg sekali sehari selama beberapa minggu dan tekanan darahnya menunjukkan perbaikan. Namun, pada pemeriksaan laboratorium rutin didapatkan kadar kalium serum sebesar 6,8 mEq/L. Dokter berencana menambahkan terapi lain untuk mengendalikan tekanan darah pasien. Namun, salah satu pilihan obat justru dapat memperburuk hiperkalemia yang sudah terjadi sehingga tidak boleh diberikan. Obat yang tidak tepat diberikan pada pasien tersebut adalah:
Valsartan
Bisoprolol
Hidroklorothiazide
Prasozin
Spironolactone
Seorang laki-laki usia 61 tahun datang ke poliklinik jantung untuk kontrol rutin setelah menjalani pemasangan stent koroner 6 bulan yang lalu akibat sindrom koroner akut. Pasien mendapatkan terapi antiplatelet jangka panjang untuk mencegah terjadinya trombosis stent dan kejadian kardiovaskular berulang. Saat melakukan medication review, apoteker menjelaskan kepada mahasiswa koas bahwa salah satu obat antiplatelet yang digunakan pasien merupakan prodrug yang harus diaktifkan terlebih dahulu di hati oleh enzim sitokrom P450 (terutama CYP2C19) sebelum dapat memberikan efek antiplatelet yang optimal. Obat antiplatelet yang dimaksud adalah:
Aspirin
Heparin
Warfarin
Alteplase
Klopidogrel
Seorang wanita usia 63 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran mendadak disertai nyeri kepala hebat dan muntah proyektil sejak 2 jam yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. CT scan kepala menunjukkan perdarahan intraserebral pada hemisfer kiri dengan edema serebri di sekitarnya. Dokter mencurigai adanya peningkatan tekanan intrakranial (TIK) berdasarkan gambaran klinis dan hasil pencitraan. Obat yang paling tepat diberikan untuk menurunkan tekanan intrakranial pada pasien tersebut adalah:
Nikardipin
Manitol
Dekstrosa
Kaptopril
Aspirin
Seorang laki-laki usia 65 tahun dirawat di bangsal saraf dengan diagnosis stroke iskemik. Setelah mempertimbangkan kondisi klinis pasien, dokter memberikan terapi heparin intravena selama masa perawatan. Untuk memastikan efektivitas terapi dan mencegah komplikasi perdarahan, dokter meminta dilakukan pemantauan laboratorium secara berkala. Parameter laboratorium yang paling tepat untuk dimonitor selama pemberian heparin adalah:
aPTT
PTT
Hemoglobin
INR
Kalium
Seorang wanita usia 45 tahun dibawa ke IGD dalam keadaan tidak sadar. Menurut keluarganya, pasien memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung yang selama ini diterapi dengan bisoprolol. Beberapa jam sebelum masuk rumah sakit, pasien diduga mengonsumsi obat tersebut dalam jumlah yang sangat banyak. Pemeriksaan fisik menunjukkan: TD : 55/45 mmHg, Ekstremitas dingin dengan perfusi perifer menurun. Dokter menegakkan diagnosis intoksikasi beta-blocker dan segera melakukan resusitasi awal. Selain terapi suportif, diperlukan pemberian antidot untuk mengatasi bradikardia dan hipotensi yang berat. Antidot yang paling tepat diberikan adalah:
Flumazenil
Arang aktif
Glukagon
Asetilsistein
Naloxon
Seorang wanita usia 55 tahun datang ke poliklinik jantung dengan keluhan mudah lelah, sesak napas saat aktivitas ringan, dan bengkak pada kedua tungkai sejak beberapa bulan terakhir. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan fraksi ejeksi ventrikel kiri menurun, sehingga dokter menegakkan diagnosis gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF).
Selain memberikan terapi untuk mengurangi gejala, dokter juga meresepkan obat yang bertujuan menghambat aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) sehingga dapat mencegah remodelling jantung, memperlambat progresivitas penyakit, dan menurunkan mortalitas. Obat yang paling mungkin diberikan adalah:
Kaptopril
Amlodipine
Verapamil
Prasozin
Isosorbide Dinitrat
Seorang wanita berumur 34 tahun datang ke sebuah pesta dan memakan udang dan ikan laut. Kemudian dilarikan ke rumah sakit karena mengalami alergi parah. Ternyata pasien mengalami syok anafilaktik. Obat apa yang diberikan ?
Epinefrin
Nor-epinefrin
Dexamethasone
Metil prednisolon
Triamsinolon
Seorang pasien didiagnosis menderita TB-RO. Salah satu obat yang diberikan adalah Rifampisin. Setelah penggalian informasi, pasien diketahui rutin mengonsumsi Clopidogrel. Apoteker yang bertugas menyampaikan bahwa kedua obat tersebut memiliki interaksi. Pada tahap apakah interaksi yang terjadi ?
Absorbsi
Distribusi
Metabolisme
Eliminasi
Ekskresi
Seorang wanita usia 60 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk kontrol rutin. Pasien didiagnosis menderita hiperlipidemia dan memiliki riwayat infark miokard akut yang terjadi 1 tahun yang lalu. Saat ini pasien rutin mengonsumsi terapi pencegahan sekunder dan tidak memiliki keluhan kardiovaskular. Dokter menjelaskan bahwa pasien termasuk kelompok risiko kardiovaskular sangat tinggi (very high risk) karena memiliki riwayat penyakit jantung koroner aterosklerotik. Berapakah target kadar LDL-C yang seharusnya dicapai pada pasien tersebut?
< 55 mg/dL
< 70 mg/dL
< 90 mg/dL
< 100 mg/dL
< 130 mg/dL
Seorang laki-laki usia 68 tahun datang ke poliklinik saraf untuk kontrol rutin pasca stroke iskemik yang dialaminya 6 bulan yang lalu. Dari hasil medication review, diketahui pasien saat ini mengonsumsi warfarin dan klopidogrel secara bersamaan sebagai bagian dari terapi yang diberikan sebelumnya. Saat melakukan telaah resep, apoteker menemukan adanya potensi Risk of Therapy-Related Disease (ROTD) akibat kombinasi kedua obat tersebut. Apoteker kemudian menghubungi dokter untuk mendiskusikan risiko yang mungkin terjadi pada pasien. ROTD yang paling mungkin timbul akibat kombinasi terapi tersebut adalah:
Peningkatan risiko perdarahan
Peningkatan risiko gangguan GI
Peningkatan risiko pembentukan thrombus
Penurunan fungsi hati
Peningkatan risiko kerusakan ginjal
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Pasien tidak memiliki keluhan khusus, tetapi memiliki riwayat merokok dan kurang berolahraga. Hasil profil lipid menunjukkan : Kadar trigliserida 189 mg/dl, kadar kolesterol total 250 mg/dl, HDL 30 mg/dl dan LDL 170 mg/dl. Dokter berkonsultasi dengan apoteker obat yang direkomendasikan untuk diberikan ?
Fenofibrat
Niacin
Simvastatin
Kolestiramin
Ezetimibe
Seorang wanita usia 27 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mudah lelah, pusing, dan berdebar-debar sejak beberapa bulan terakhir. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan: Hemoglobin: 9,5 g/dL, MCV: 72 fL. Dokter menegakkan diagnosis anemia. Sebelum pasien pulang, apoteker memberikan edukasi mengenai efek samping yang sering terjadi selama penggunaan obat yang diberikan tersebut agar pasien tidak menghentikan pengobatan secara mandiri. Efek samping yang paling perlu diinformasikan kepada pasien adalah:
Uritkaria
Diare
Hipertensi
Urin merah
Konstipasi
Seorang wanita dibawa ke rumah sakit dengan keluhan lemas, pusing, dan pucat. Dokter mendiagnosis pasien menderita anemia normositik dengan nilai Hb pasien 9 g/dL, serum ferritin 180 µg/dL. Apa rekomendasi terapi yang tepat untuk mengatasi anemia pada pasien tersebut ?
Transfusi RBC
Asam Folat
Eritropoeitin
Vitamin B12
Zat besi
Seorang pasien wanita usia 61 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri pada kaki. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai asam urat pasien 9 mg/dL. Setelah penggalian informasi, diketahui bahwa pasien memiliki riwayat hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes melitus tipe 2. Pasien rutin mengonsumsi, kaptopril, bisoproblol, furosemid simvastatin, metformin dan glimepirid. Obat apakah yang menyebabkan keluhan pada pasien ?
Simvastatin
Metformin
Furosemid
Kaptopril
Bisoprolol
Seorang wanita hamil 12 minggu mengalami stroke iskemik cardioembolic. Dokter meresepkan antikoagulan untuk pasien tersebut. Namun, antikoagulan Fondaparinux sedang kosong di rumah sakit. Apa rekomendasi antikoagulan yang tepat untuk pasien tersebut ?
Warfarin
Aspirin
Dabigatran
Rivaroxaban
Enoxaparin
Seorang wanita didiagnosis menderita hipertensi dan diresepkan regimen terapi antihipertensi oleh dokter. Namun, setelah beberapa bulan pengobatan, pasien mengalami peningkatan kadar asam urat. Dokter menduga hal ini disebabkan oleh efek samping obat antihipertensi yang dikonsumsi pasien. Obat apakah yang dimaksud ?
Kaptopril
Valsartan
Amlodipine
Bisoprolol
Hidroklorothiazide
Seorang wanita baru saja melakukan persalinan. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi metildopa selama kehamilan. Setelah persalinan, penggunaan metildopa dihentikan selama 2 hari sebelum diganti obat antihipertensi lain. Apa alasan pergantian terapi tersebut ?
Rebound Symptom
Depresi postpartum
Withdrawal symptom
Cushing Syndrome
Reye Syndrome
Seorang wanita hamil 34 minggu dibawa ke rumah sakit setelah mengalami pecah ketuban dini (PKD). Hasil pemeriksaan tekanan darah pasien 165/90 mmHg. Setelah pemberian antihipertensi kerja cepat, dokter juga memberikan deksametason. Apa tujuan pemberian deksametason pada pasien tersebut ?
Mencegah inflamasi intrauterine
Stimulasi pematangan paru bayi
Mencegah infeksi nosokomial
Meningkatkan sistem imunitas bayi
Mencegah Cushing Snydrome
Seorang wanita usia 28 tahun, G2P1A0, hamil 24 minggu datang ke puskesmas untuk kontrol kehamilan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 150/95 mmHg. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit ginjal maupun diabetes. Dokter berencana memberikan terapi antihipertensi dari golongan β-blocker. Namun, salah satu obat dalam golongan tersebut tidak direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan karena berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Obat manakah yang dimaksud?
Labetolol
Metoprolol
Carvedilol
Propranolol
Atenolol
Seorang pria berusia 62 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk kontrol rutin. Pasien memiliki riwayat hipertensi, gagal jantung kronik, dan penyakit ginjal kronik (PGK) stadium 4 dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) 25 mL/menit/1,73 m². Dokter berencana menambahkan terapi golongan β-blocker. Mengingat fungsi ginjal pasien yang sudah menurun, dipilih β-blocker yang tidak memerlukan penyesuaian dosis bermakna pada gangguan ginjal karena terutama dimetabolisme di hati.
Obat yang paling tepat adalah?
Atenolol
Nadolol
Carvedilol
Bisoprolol
Nebivolol
Seorang pria berusia 58 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit kepala dan mudah lelah sejak beberapa bulan terakhir. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 165/100 mmHg, denyut nadi 82 kali/menit, dan pemeriksaan fisik lainnya dalam batas normal. Dokter meresepkan obat antihipertensi yang bekerja dengan menghambat kanal kalsium tipe L pada otot polos vaskular, sehingga menyebabkan vasodilatasi arteri perifer dan penurunan resistensi vaskular sistemik. Efek obat tersebut lebih dominan pada pembuluh darah dibandingkan jaringan jantung. Obat yang dimaksud adalah?
Nadolol
Verapamil
Amlodipine
Kaptopril
Hidroklorothiazide
Seorang wanita berusia 60 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol hipertensi. Dua minggu yang lalu pasien mendapatkan terapi nifedipine lepas lambat 30 mg sekali sehari. Tekanan darah saat ini terkontrol, namun pasien mengeluhkan kedua kaki bengkak sejak beberapa hari terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan edema pitting pada kedua pergelangan kaki tanpa sesak napas, ronki paru, atau tanda gagal jantung lainnya. Dokter menilai keluhan tersebut merupakan efek samping obat yang digunakan. Strategi yang paling tepat adalah?
Menambahkan furosemid
Meningkatkan dosis Nifedipine
Menghentikan semua antihipertensi
Mengganti dengan Amlodipine
enambahkan spironolakton
Seorang pria berusia 57 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada seperti tertindih benda berat yang menjalar ke lengan kiri sejak 30 menit yang lalu. Pasien memiliki riwayat angina stabil dan sebelumnya pernah mendapatkan nitrogliserin sublingual yang dapat meredakan keluhannya dalam beberapa menit. Dokter menjelaskan bahwa obat tersebut bekerja dengan melepaskan suatu mediator yang menyebabkan relaksasi otot polos pembuluh darah. Mekanisme kerja utama nitrogliserin adalah?
Menghambat kanal kalsium tipe L pada otot polos vaskular
Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE)
Meningkatkan pembentukan nitric oxide (NO) yang mengaktivasi guanilat siklase dan meningkatkan cGMP
Menghambat reseptor β₁ pada jantung
Menghambat reseptor angiotensin II tipe 1 (AT₁)
Seorang pria berusia 65 tahun datang ke poliklinik jantung dengan keluhan mudah lelah dan sesak saat aktivitas ringan. Pasien memiliki riwayat gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF) dan hipertensi. Dokter meresepkan carvedilol sebagai bagian dari terapi jangka panjang. Dokter menjelaskan bahwa obat tersebut tidak hanya menghambat reseptor β-adrenergik, tetapi juga memiliki efek vasodilatasi yang membantu menurunkan beban kerja jantung. Mekanisme kerja carvedilol adalah?
Antagonis selektif reseptor β₁
Antagonis reseptor β₁ dan β₂ serta antagonis reseptor α₁
Antagonis non-selektif reseptor β₁ dan β₂
Antagonis reseptor angiotensin II tipe 1 (AT₁)
Antagonis non-selektif reseptor β₁ dan β₂ serta meningkatkan produks NO
Seorang pria berusia 68 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas saat aktivitas dan bengkak pada kedua tungkai. Pasien didiagnosis gagal jantung kronik dan saat ini mendapatkan terapi standar. Untuk mengurangi retensi cairan dan memperbaiki luaran klinis, dokter menambahkan spironolakton. Dokter menjelaskan bahwa obat tersebut bekerja dengan menghambat efek hormon yang berperan dalam retensi natrium dan air di ginjal.
Mekanisme kerja spironolakton adalah?
Menghambat kotransporter Na⁺-K⁺-2Cl⁻ di ansa Henle
Menghambat kotransporter Na⁺-Cl⁻ di tubulus distal
Menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE)
Antagonis kompetitif reseptor aldosteron di tubulus distal dan duktus kolektivus
Menghambat kanal natrium epitel (ENaC) secara langsung
Seorang pria berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan tekanan darah yang sulit terkontrol meskipun telah menggunakan beberapa obat antihipertensi. Dokter memutuskan menambahkan klonidin. Setelah beberapa hari terapi, tekanan darah pasien menurun. Dokter menjelaskan bahwa obat tersebut bekerja di sistem saraf pusat dengan mengurangi aktivitas saraf simpatis.
Mekanisme kerja klonidin adalah?
Antagonis reseptor β₁ pada jantung
Agonis reseptor α₂-adrenergik sentral yang menurunkan pelepasan norepinefrin
Antagonis reseptor α₂-adrenergik sentral yang menurunkan pelepasan norepinefrin
Penghambat kanal kalsium tipe L pada otot polos vaskular
Antagonis reseptor α₁ pada pembuluh darah
Seorang pria berusia 60 tahun menjalani operasi elektif dengan anestesi umum. Selama prosedur, dokter anestesi memberikan suatu obat yang bekerja sebagai agonis reseptor α₂-adrenergik untuk menghasilkan sedasi, analgesia, dan mengurangi kebutuhan anestetik tanpa menyebabkan depresi napas yang bermakna. Seorang residen bertanya mengapa obat tersebut dipilih dibandingkan klonidin yang juga merupakan agonis α₂. Perbedaan utama yang mendasari pemilihan obat tersebut adalah?
Dexmedetomidine merupakan antagonis α₂, sedangkan klonidin agonis α₂
Klonidin lebih selektif terhadap reseptor α₂ dibandingkan dexmedetomidine.
Dexmedetomidine memiliki selektivitas α₂ yang jauh lebih tinggi sehingga efek sedasi dan analgesianya lebih kuat.
Clonidin hanya bekerja di perifer, sedangkan dexmedetomidine hanya bekerja di susunan saraf pusat.
Dexmedetomidine bekerja dengan menghambat reseptor β₁ jantung
Seorang pria berusia 68 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas berat yang semakin memberat sejak 3 jam terakhir. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang tidak terkontrol. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 230/140 mmHg, frekuensi napas 32 kali/menit, saturasi oksigen 88%, dan terdengar ronki basah di kedua lapang paru. Foto toraks menunjukkan gambaran edema paru kardiogenik. Dokter menegakkan diagnosis hipertensi emergensi dengan edema paru akut kardiogenik.
Terapi awal yang paling tepat adalah?
Kaptopril oral + hidroklorotiazid
Amlodipine oral + furosemid
Nitrogliserin intravena + furosemid intravena
Metoprolol intravena + spironolakton
Klonidin oral + furosemid oral
Seorang wanita berusia 32 tahun, G2P1A0, datang ke poliklinik antenatal pada usia kehamilan 14 minggu. Pada kehamilan sebelumnya pasien mengalami preeklampsia berat yang mengharuskan persalinan dipercepat pada usia kehamilan 34 minggu. Saat ini tekanan darah pasien 120/80 mmHg dan hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Dokter ingin memberikan terapi untuk menurunkan risiko terjadinya preeklampsia dan eklampsia pada kehamilan ini. Tatalaksana preventif yang paling tepat adalah?
Metildopa dan asam folat
Nifedipine dan magnesium sulfat
Aspirin dosis rendah dan suplementasi kalsium
Kaptopril dan kalsium
Magnesium sulfat dan furosemid
Seorang pria berusia 55 tahun datang ke apotek dengan keluhan hidung tersumbat, pilek, dan bersin sejak 3 hari terakhir. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang sedang diterapi dan tekanan darah terakhir tercatat 165/95 mmHg. Pasien meminta obat flu yang dapat dibeli tanpa resep. Apoteker meninjau beberapa pilihan obat yang umum digunakan untuk meredakan gejala hidung tersumbat. Obat manakah yang sebaiknya dihindari pada pasien ini?
Parasetamol
Klorfeniramin maleat
Guaifenesin
Efedrin
Ambroksol
Seorang pria berusia 63 tahun datang ke poliklinik jantung untuk kontrol satu bulan setelah menjalani pemasangan stent koroner akibat sindrom koroner akut. Dokter meresepkan aspirin dan clopidogrel sebagai terapi antiplatelet ganda (dual antiplatelet therapy). Dokter menjelaskan bahwa clopidogrel bekerja dengan menghambat aktivasi trombosit yang dimediasi oleh ADP sehingga mencegah pembentukan trombus.
Mekanisme kerja clopidogrel adalah?
Menghambat enzim siklooksigenase-1 (COX-1) secara irreversibel
Menghambat reseptor glikoprotein IIb/IIIa pada trombosit
Menghambat reseptor P2Y₁₂ (ADP) pada trombosit secara irreversibel
Mengaktivasi antitrombin III sehingga menghambat trombin
Menghambat sintesis vitamin K di hati
Seorang pria berusia 59 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada hebat sejak 2 jam yang lalu. Pasien didiagnosis mengalami sindrom koroner akut dan direncanakan menjalani tindakan percutaneous coronary intervention (PCI). Sebelum prosedur, dokter memberikan abciximab untuk menurunkan risiko trombosis selama dan setelah tindakan. Mekanisme kerja abciximab adalah?
Menghambat enzim COX-1 sehingga menurunkan sintesis tromboksan A₂
Menghambat reseptor P2Y₁₂ (ADP) pada trombosit
Menghambat reseptor glikoprotein IIb/IIIa pada trombosit sehingga mencegah agregasi trombosit
Mengaktivasi antitrombin III dan menghambat faktor Xa
Menghambat sintesis faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K
Seorang wanita berusia 67 tahun dirawat di rumah sakit karena menjalani operasi penggantian sendi panggul. Untuk mencegah terjadinya tromboemboli vena pascaoperasi, dokter memberikan enoxaparin secara subkutan. Mekanisme kerja enoxaparin adalah?
Menghambat reseptor P2Y₁₂ pada trombosit
Menghambat reseptor GP IIb/IIIa pada trombosit
Meningkatkan aktivitas antitrombin III yang terutama menghambat faktor Xa
. Menghambat sintesis faktor koagulasi yang bergantung pada vitamin K
Menghambat trombin (faktor IIa) secara langsung
Seorang laki-laki berusia 62 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada seperti tertindih sejak 3 jam yang lalu. Nyeri menjalar ke lengan kiri dan disertai keringat dingin. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan depresi segmen ST pada sadapan V4–V6 dan pemeriksaan biomarker jantung menunjukkan peningkatan kadar troponin I. Pasien didiagnosis mengalami NSTEMI. Dokter merencanakan tindakan angiografi koroner dalam waktu 5 jam ke depan.
Apoteker diminta memberikan rekomendasi terapi antikoagulan yang tepat sebelum tindakan tersebut.
Apakah antikoagulan yang paling tepat diberikan pada pasien ini?
Warfarin
Aspirin
Enoxaparin
Clopidogrel
Alteplase
Seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada berat sejak 2 jam yang lalu. Hasil EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan inferior dan pasien didiagnosis mengalami infark miokard akut. Dokter merencanakan tindakan PCI primer dengan pemasangan stent koroner. Untuk mencegah terjadinya trombosis stent dan kejadian kardiovaskular berulang, dokter meresepkan terapi dual antiplatelet therapy (DAPT). Kombinasi obat yang paling tepat untuk terapi DAPT pada pasien tersebut adalah ...
Aspirin + Warfarin
Aspirin + Enoxaparin
Clopidogrel + Enoxaparin
Prasugrel + Aspirin
Ticagrelor + Enoxaparin
Seorang laki-laki berusia 67 tahun akan menjalani operasi reseksi kolon elektif karena karsinoma kolon. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan rutin mengonsumsi clopidogrel 75 mg sekali sehari sejak satu tahun terakhir. Dokter bedah meminta evaluasi terapi obat untuk mengurangi risiko perdarahan selama operasi. Kapan clopidogrel sebaiknya dihentikan sebelum tindakan bedah mayor tersebut?
24 jam sebelum operasi
3 hari sebelum operasi
7 hari sebelum operasi
14 hari sebelum operasi
28 hari sebelum operasi
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada seperti tertekan saat berjalan cepat atau menaiki tangga. Nyeri berkurang setelah pasien beristirahat selama beberapa menit. Hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak menunjukkan kelainan akut. Dokter menegakkan diagnosis angina pektoris stabil. Apoteker diminta memberikan rekomendasi terapi untuk meredakan serangan nyeri dada yang dialami pasien. Obat yang paling tepat diberikan sebagai terapi lini pertama untuk mengatasi serangan angina tersebut adalah ...
Digoxin
Furosemid
Amlodipin
Isosorbide Dinitrat
Carvedilol
Seorang laki-laki berusia 63 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan kelemahan mendadak pada sisi kiri tubuh sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan CT-scan kepala menunjukkan perdarahan intraserebral pada lobus parietal kanan. Pasien didiagnosis mengalami stroke hemoragik dan mendapatkan terapi suportif sesuai kondisi klinisnya.
Dokter berencana menambahkan terapi yang bertujuan membantu melindungi jaringan saraf yang masih viabel dan mendukung proses pemulihan neurologis. Obat neuroprotektor yang dapat diberikan pada pasien tersebut adalah ...
Sertraline
Aspirin
Clopidogrel
Citicoline
Duloxetine
Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol rutin. Hasil pemeriksaan profil lipid menunjukkan kadar trigliserida 480 mg/dL, kolesterol total 240 mg/dL, LDL 130 mg/dL, dan HDL 35 mg/dL. Dokter meresepkan fenofibrate untuk membantu menurunkan kadar trigliserida pasien. Mekanisme kerja utama fenofibrate adalah ...
Menghambat enzim HMG-CoA reduktase sehingga menurunkan sintesis kolesterol
Menghambat absorpsi kolesterol di usus melalui protein NPC1L1
Mengaktivasi reseptor PPAR-α sehingga meningkatkan metabolisme trigliserida
Mengikat asam empedu di usus sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol
Mengaktivasi reseptor PPAR-gamma sehingga meningkatkan metabolisme trigliserida
Seorang wanita berusia 61 tahun dengan riwayat hiperkolesterolemia datang untuk kontrol rutin. Meskipun telah mendapatkan terapi statin dosis maksimal yang dapat ditoleransi, kadar LDL-kolesterol pasien masih di atas target. Dokter memutuskan menambahkan bempedoic acid ke dalam regimen terapi. Mekanisme kerja utama bempedoic acid adalah ...
Menghambat enzim HMG-CoA reduktase
Menghambat absorpsi kolesterol di usus melalui NPC1L1
Menghambat enzim ATP-citrate lyase (ACL) sehingga menurunkan sintesis kolesterol di hati
Menghambat protein PCSK9 sehingga meningkatkan reseptor LDL
Mengikat asam empedu di usus dan meningkatkan ekskresinya
Seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke apotek dengan keluhan nyeri dan kaku otot pada kedua tungkai sejak beberapa minggu terakhir. Pasien memiliki riwayat dislipidemia dan rutin mengonsumsi atorvastatin 20 mg sekali sehari selama 4 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan fungsi hati dalam batas normal dan tidak ditemukan penyebab lain yang menjelaskan keluhan pasien. Apoteker memberikan edukasi mengenai efek samping yang mungkin berhubungan dengan penggunaan statin dan menyarankan terapi suportif yang dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Suplemen yang paling tepat direkomendasikan adalah ...
Asam folat
Kalsium karbonat
Ubiquinol
Ubiquinol
Vitamin K
Seorang wanita berusia 30 tahun dengan usia kehamilan 24 minggu datang untuk kontrol antenatal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar LDL-kolesterol sebesar 210 mg/dL. Dokter mempertimbangkan terapi farmakologis karena kadar LDL tetap tinggi meskipun telah dilakukan modifikasi gaya hidup dan pengaturan diet. Obat penurun LDL yang paling aman digunakan pada pasien tersebut adalah
Atorvastatin
Fenofibrate
Ezetimibe
Kolestiramin
Omega-3
Seorang laki-laki berusia 68 tahun didiagnosis mengalami gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF). Awalnya pasien mendapatkan terapi ramipril, namun setelah beberapa minggu muncul keluhan batuk kering persisten sehingga terapi diganti menjadi candesartan. Setelah penggunaan candesartan, pasien mengalami reaksi alergi yang ditandai dengan ruam kemerahan dan gatal-gatal sehingga obat harus dihentikan. Dokter ingin memberikan terapi pengganti yang tetap dapat menurunkan risiko rawat inap dan mortalitas akibat gagal jantung. Obat yang paling tepat direkomendasikan adalah ...
Digoksin
Spironolakton
Sacubitril–Valsartan
Hidroklorotiazid
Verapamil
Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada betis saat berjalan sejauh ±100 meter dan membaik setelah beristirahat. Dokter mendiagnosis pasien mengalami penyakit arteri perifer (PAD) dengan gejala klaudikasio intermiten dan meresepkan cilostazol. Mekanisme kerja utama cilostazol adalah ...
Menghambat reseptor P2Y12 pada trombosit
Menghambat siklooksigenase-1 (COX-1) secara irreversibel
Menghambat fosfodiesterase III (PDE-3) sehingga meningkatkan kadar cAMP
Menghambat pembentukan vitamin K tereduksi
Mengaktivasi antitrombin III sehingga menghambat faktor Xa
Seorang laki-laki berusia 59 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada hebat seperti tertindih sejak 2 jam yang lalu, disertai sesak napas dan keringat dingin. Hasil pemeriksaan EKG menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan V1–V4 sehingga pasien didiagnosis mengalami ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI). Rumah sakit tempat pasien dirawat tidak memiliki fasilitas dan ketersediaan obat fibrinolitik. Tindakan yang harus segera dilakukan untuk mengembalikan perfusi miokard pada pasien tersebut adalah ...
Pemberian aspirin tunggal
Pemberian Nitrogliserin sublingual
Terapi enoxaparin selama 7 hari
Intervensi Koroner Perkutan (PCI) primer
Pemberian Morfin jangka panjang
Seorang laki-laki berusia 65 tahun memiliki riwayat hipertensi yang terkontrol dengan obat antihipertensi. Selain itu, pasien juga mendapatkan terapi rasagiline. Saat menghadiri acara keluarga, pasien mengonsumsi keju tua dan sayur fermentasi (kimchi) dalam jumlah banyak. Beberapa jam kemudian, pasien mengalami sakit kepala hebat, jantung berdebar, wajah kemerahan, nyeri dada, dan tekanan darah meningkat drastis sehingga harus dilarikan ke IGD. Kemungkinan kejadian yang dialami pasien adalah
Hipotensi ortostatik
Syok anafilaksis
Hipertensi Krisis
Bradikardia berat
Hipoglikemia
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dilarikan ke IGD setelah terpapar asap kebakaran di ruang industri. Pasien mengalami sesak napas, penurunan kesadaran, dan hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda keracunan sianida. Dokter segera memberikan natrium nitrit sebagai bagian dari terapi antidotum. Mekanisme kerja natrium nitrit dalam mengatasi keracunan sianida adalah ...
Mengikat sianida secara langsung dan membentuk senyawa tidak toksik yang diekskresikan melalui ginjal
Menghambat absorpsi sianida di saluran cerna
Mengoksidasi hemoglobin menjadi methemoglobin yang akan mengikat sianida
Mengaktivasi enzim sitokrom oksidase yang dihambat oleh sianida
Mengubah sianida menjadi tiosianat secara langsung
Seorang laki-laki berusia 29 tahun datang ke klinik rehabilitasi dengan riwayat penggunaan heroin selama 5 tahun. Pasien mengeluhkan gelisah, nyeri otot, berkeringat, sulit tidur, dan keinginan kuat untuk kembali menggunakan narkotika setelah berhenti mengonsumsi heroin selama 24 jam terakhir. Dokter menegakkan diagnosis sindrom putus opioid (opioid withdrawal syndrome) dan merencanakan terapi untuk mengurangi gejala putus zat serta membantu proses rehabilitasi.
Obat yang paling tepat digunakan untuk mengatasi ketergantungan dan gejala putus opioid pada pasien tersebut adalah ...
Naltrexone
Metadone
Naloxone
Ceftriaxone
Domperidone
