wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

remedial 3C

Total questions: 155

Worksheet time: 1hrs 18mins

Name
Class
Date
1.

Korelasi adalah metode untuk ....

a)

Menentukan perbedaan antar kelompok

b)

Menguji pengaruh variabel bebas terhadap terikat

c)

Mengukur derajat hubungan antara dua variabel

d)

Menghitung distribusi nilai

e)

Mengetahui penyebab dari perubahan data

2.

Korelasi yang digunakan dalam analisis korelasi product moment dikenal dengan nama ....

a)

Spearman

b)

Pearson

c)

Kendall

d)

Chi-square

e)

Anova

3.

Nilai r dalam korelasi pearson memiliki rentang nilai antara ....

a)

-2 hingga 2

b)

-1 hingga 0

c)

0 hingga 1

d)

-1 hingga 1

e)

0 hingga tak hingga

4.

Dalam R, hasil cor.test() menyatakan p-value lebih kecil dari 0.05, artinya ....

a)

Hubungan tidak signifikan

b)

Tidak ada korelasi

c)

Hubungan signifikan

d)

Data tidak linier

e)

Penolakan asumsi

5.

Penggunaan "method" Apa fungsi tambahan pada perintah berikut? cor(X, Y, method = "pearson")

a)

Menghitung korelasi Spearman

b)

Menghitung korelasi Pearson

c)

Menghitung korelasi Kendall

d)

Menentukan variabel dummy

e)

Membandingkan dua mean

6.

Jika nilai r mendekati +1, maka hubungan antara dua variabel ....

a)

Sangat Lemah negatif

b)

Kuat negatif

c)

Lemah positif

d)

Sangat Kuat positif

e)

Tidak ada hubungan

7.

Kesalahan yang mungkin terjadi jika input data tidak valid adalah ....

a)

NA (Not Available)

b)

r = 0

c)

r = 1

d)

r = -1

e)

Hasil mendekati tak hingga

8.

Jika salah satu variabel konstan dan variabel lainnya tidak konstan, maka nilai korelasi akan ....

a)

Tetap 1

b)

Tetap -1

c)

Tidak dapat dihitung

d)

Lemah

e)

Kuat

9.

Nilai r=0.8 dalam penelitian menunjukkan hubungan antara X dan Y ....

a)

Sangat kuat positif

b)

Sangat kuat negatif

c)

Lemah positif

d)

Tidak signifikan

e)

Random

10.

Untuk menghitung korelasi kolom tertentu dalam tabel data, sintaks berikut yang benar adalah ....

a)

cor.test(data$X, data$Y)

b)

cor.test(data)

c)

cor(X$Y, method = "pearson")

d)

test.cor(X)

11.

Kasus Penelitian PAI: Jika X adalah frekuensi shalat berjamaah dan Y adalah kedisiplinan siswa, hubungan positif r=0.6 menunjukkan ....

a)

Semakin sering shalat, semakin baik kedisiplinan

b)

Hubungan sebab akibat

c)

Kedisiplinan memengaruhi shalat berjamaah

d)

Tidak signifikan secara statistik

e)

Perbedaan yang signifikan

12.

Dalam sintaks berikut, apa kesalahannya? cor(X = 1, 2, 3, Y = 2, 3, 4)

a)

Vektor tidak didefinisikan

b)

Fungsi korelasi salah

c)

Data belum lengkap

d)

Format sintaks tidak benar

e)

Method belum disebutkan

13.

Jika seorang peneliti memiliki data siswa yang berupa skor PAI dan nilai akhlak, sintaks terbaik untuk korelasi adalah ....

a)

cor.test(PAI, akhlak)

b)

lm(PAI ~ akhlak)

c)

correlation.test(X, Y)

d)

mean(PAI + akhlak)

e)

anova(PAI, akhlak)

14.

Nilai r=0 berarti ....

a)

Ada hubungan lemah

b)

Tidak ada hubungan linier

c)

Ada hubungan kuat tetapi negatif

d)

Korelasi tidak bisa dihitung

e)

Hubungan signifikan

15.

Jika durasi belajar dan nilai ujian menghasilkan r=−0.4, apa kesimpulan peneliti?

a)

Hubungan positif lemah

b)

Hubungan negatif cukup/sedang

c)

Variabel konstan

d)

Variabel tidak memiliki korelasi

e)

Sumber data salah

16.

Bagaimana cara membuktikan bahwa hubungan antara dua variabel signifikan?

a)

Melihat nilai p-value

b)

Membandingkan distribusi

c)

Menggunakan data regresi

d)

Menghitung rata-rata

e)

Menarik kesimpulan langsung

17.

Hasil p>0.05 menunjukkan bahwa ....

a)

Data tidak normal

b)

Korelasi signifikan

c)

Korelasi tidak signifikan

d)

Kesalahan perhitungan

e)

Korelasi sangat kuat

18.

Pemilihan metode uji korelasi: Korelasi Pearson cocok digunakan jika ....

a)

Data ordinal

b)

Data rasio dan berdistribusi normal

c)

Data nominal

d)

Variabel memiliki outlier ekstrem

e)

Data kecil

19.

Jika nilai korelasi r=-1, maka ....

a)

Tidak ada hubungan antara variabel

b)

Hubungan linier negatif sempurna

c)

Hubungan sangat kuat positif

d)

Data bersifat konstan

e)

Korelasi tidak dapat dihitung

20.

Jika hasil korelasi antara dua variabel adalah r=0.3, interpretasi yang paling tepat adalah ....

a)

Hubungan negatif kuat

b)

Tidak ada korelasi

c)

Hubungan positif lemah

d)

Hubungan positif moderat

e)

Variabel tidak valid

21.

Seorang peneliti ingin memastikan hubungan linier dalam data korelasi. Hasil grafis terbaik untuk memvisualisasikan data tersebut adalah ....

a)

Histogram

b)

Scatter Plot

c)

Pie Chart

d)

Boxplot

e)

Bar Chart

22.

Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang berskala ....

a)

Nominal dan ordinal

b)

Nominal dan interval

c)

Ordinal dan rasio

d)

Rasio dan rasio

e)

Ordinal dan nominal

23.

Jika nilai korelasi r=0,7 maka hubungan antara dua variabel dapat dikategorikan sebagai ....

a)

Lemah

b)

Sedang

c)

Cukup kuat

d)

Kuat

e)

Sangat kuat

24.

Dalam penelitian tingkat motivasi siswa dan keaktifan belajar PAI, berikut data pasangan nilai X dan Y: (3, 5), (4, 6), (2, 4), (5, 7). Berapakah nilai rata-rata dari variabel Y?

a)

3

b)

4

c)

3,5

d)

4,5

e)

5,5

25.

Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa hubungan antara tingkat religiusitas siswa dan prestasi PAI memiliki nilai korelasi r=-0,45. Apa arti nilai korelasi tersebut?

a)

Hubungan sangat kuat dengan arah negatif

b)

Hubungan cukup kuat dengan arah negatif

c)

Hubungan sedang dengan arah positif

d)

Hubungan lemah dengan arah negatif

e)

Tidak ada hubungan sama sekali

26.

Menginterpretasikan hasil pengujian: Sebuah penelitian menunjukkan hasil nilai r=0,3 dengan signifikansi p=0,4. Berdasarkan taraf signifikansi 0,05, maka kesimpulan yang benar adalah ....

a)

Ada hubungan yang sangat kuat antara dua variabel

b)

Tidak ada hubungan antara dua variabel

c)

Ada hubungan yang signifikan namun lemah

d)

Hubungan tidak signifikan tetapi kuat

e)

Hubungan sangat signifikan tetapi tidak linear

27.

Dalam penelitian tingkat motivasi siswa dan keaktifan belajar PAI, berikut data pasangan nilai X dan Y: (3, 5), (4, 6), (2, 4), (5, 7). Berapakah nilai rata-rata dari variabel X?

a)

3

b)

4

c)

3,5

d)

4,5

e)

5

28.

Dalam penelitian, diperoleh r=0,25 dengan p=0,12. Berdasarkan analisis, apa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh peneliti?

a)

Menolak hipotesis nol karena p lebih besar dari 0,05

b)

Menolak hipotesis nol karena hubungan lemah

c)

Tidak menolak hipotesis nol karena p lebih kecil dari 0,05

d)

Tidak menolak hipotesis nol karena hubungan tidak signifikan

e)

Melakukan uji korelasi ulang menggunakan data baru

29.

Seorang guru mendapati korelasi antara kesopanan siswa dalam bertutur dengan hasil tes hafalan Al-Qur'an sebesar r=0,85. Apa rekomendasi praktis dari hasil ini?

a)

Meningkatkan nilai ujian dengan mengurangi waktu hafalan

b)

Menyelenggarakan program berbasis praktik kesopanan

c)

Menghapuskan tes hafalan dan menggantikannya dengan tes tertulis

d)

Fokus pada nilai akademik siswa lain tanpa tes tambahan

e)

Menguji hubungan ini pada populasi lain

30.

Dalam penelitian hubungan antara tingkat pemahaman terhadap ayat-ayat Fiqih dengan kemampuan menganalisis masalah kehidupan, diperoleh r=0,6 dan signifikan. Kesimpulan apa yang relevan untuk meningkatkan proses pembelajaran PAI?

a)

Membuat evaluasi berbasis tes hafalan saja

b)

Menekankan hafalan ayat dibanding pemahaman

c)

Mengintegrasikan pemahaman ayat ke dalam kegiatan analisis studi kasus

d)

Fokus pada peningkatan nilai ujian akhir

e)

Memberikan siswa memilih area studi secara bebas

31.

Pada sintaks berikut, fungsi apa yang digunakan untuk menghitung korelasi Pearson?

X<-c(1,2,3,4,5)

Y<-c(2,4,6,8,9)

correlation <- cor.test(X, Y)

a)

lm()

b)

lor()

c)

cor.test()

d)

summary()

e)

lm.test()

32.

Dalam sintaks berikut, parameter "pearson" pada fungsi cor() menunjukkan ....

cor(X, Y, method = "pearson")

a)

Jenis pengujian hipotesis

b)

Ukuran sampel

c)

Jenis korelasi yang digunakan

d)

Metode perhitungan regresi

e)

Parameter distribusi data

33.

Dalam sintaks berikut, apa yang diwakili oleh X dan Y?

X <- c(5, 7, 6, 8, 9, 4, 7)

Y <- c(70, 80, 75, 85, 90, 65, 78)

a)

Hasil perhitungan statistik

b)

Pasangan data dari dua variabel

c)

Nilai korelasi antara dua variabel

d)

Pengujian regresi untuk dua dataset

e)

Data eksperimental

34.

fungsi cor.test(X, Y) digunakan untuk.....

a)

Menghitung nilai korelasi saja

b)

Menghitung nilai korelasi beserta uji signifikansi hipotesisnya

c)

Mencari rata-rata dari dua variabel

d)

Membandingkan distribusi data

e)

Menguji normalitas data

35.

Dari sintaks berikut, hasil yang didapat menunjukkan r=0.65 dan nilai p=0.03. Apa kesimpulan yang dapat ditarik dengan taraf signifikansi 5%?

a)

Tidak ada hubungan signifikan antara X dan Y

b)

Ada hubungan kuat namun tidak signifikan antara X dan Y

c)

Ada hubungan positif yang signifikan antara X dan Y

d)

Korelasi signifikan namun nilai r terlalu kecil untuk hubungan

e)

Hubungan tidak dapat disimpulkan tanpa data tambahan

36.

Uji hipotesis hasil korelasi Jika hasil fungsi cor.test(X, Y) menunjukkan nilai p=0.12, langkah terbaik yang harus dilakukan adalah ....

a)

Menolak hipotesis nol karena p>0.05

b)

Terima hipotesis nol karena p>0.05

c)

Mengulang perhitungan karena korelasi tidak cukup besar

d)

Menyatakan hubungan signifikan meski nilai p>0.05

e)

Memodifikasi data agar signifikan

37.
  1. Dalam perhitungan R, seorang peneliti menggunakan sintaks berikut tetapi ternyata hasilnya error atau ada kesalahan.

               

Korelasi<-cor.test(X,) 

Apa yang menyebabkan kesalahan ini?

a)

Parameter "pearson" tidak valid

b)

variabel Y tidak disebutkan dalam fungsi

c)

Fungsi cor() tidak memerlukan metode

d)

variabel X tidak sesuai dengan skala

e)

variabel X terlalu pendek

38.

Fungsi apa yang digunakan di R untuk menghitung rata-rata variabel?

a)

mean()

b)

average()

c)

sum()

d)

median()

e)

cor()

39.

Fungsi apa yang digunakan di R untuk menghitung mean, modus, dan median?

a)

mean()

b)

average()

c)

sum()

d)

median()

e)

summary()

40.

Fungsi cor.test() dalam R membutuhkan data dengan tipe ....

a)

Nominal

b)

Binary

c)

Numeric

d)

Logical

e)

String

41.

Dalam fungsi berikut: cor.test(X, Y) Apa informasi yang diberikan selain nilai korelasi?

a)

Hasil distribusi normal

b)

Signifikansi hubungan antara X dan Y

c)

Korelasi dengan semua metode sekaligus

d)

Perbandingan dengan data lain

42.

Peneliti mendapati bahwa durasi murid menghadiri kajian agama setiap bulan memiliki r=0.5 dengan nilai akhlak siswa, p=0.04. Berdasarkan hasil ini, rekomendasi yang sesuai adalah ....

a)

Menambah intensitas evaluasi akhlak siswa

b)

Memperluas program kajian agama di sekolah

c)

Mengabaikan durasi kajian sebagai variabel signifikan

d)

Menggunakan variabel lain seperti prestasi akademik

e)

Fokus pada siswa yang hasil akhlaknya rendah

43.

Apa tujuan utama dari uji t dua sampel berpasangan?

a)

Membandingkan dua populasi yang tidak saling terkait

b)

Menentukan hubungan antara dua variabel

c)

Menguji perbedaan rata-rata dua kelompok yang saling berhubungan

d)

Mengestimasi parameter populasi tunggal

e)

Mengukur penyebaran data sampel

44.

Dalam uji t dua sampel berpasangan, apa yang dimaksud dengan paired samples?

a)

Sampel yang berasal dari populasi berbeda

b)

Sampel yang tidak berhubungan

c)

Sampel yang saling berhubungan atau berpasangan

d)

Sampel dengan ukuran berbeda

e)

Sampel yang memiliki distribusi normal

45.

Apa asumsi utama dalam uji t dua sampel berpasangan?

a)

Data berdistribusi normal

b)

Variansi antar kelompok sama

c)

Data berasal dari populasi berbeda

d)

Ukuran sampel minimal 30

e)

Tidak ada hubungan antar data

46.

Dalam konteks PAI, uji t dua sampel berpasangan dapat digunakan untuk...

a)

Mengukur efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan metode diskusi

b)

Membandingkan efektivitas dua metode pembelajaran berbeda

c)

Menentukan hubungan antara kehadiran siswa dan hasil belajar

d)

Menguji normalitas data hasil belajar siswa

e)

Membandingkan hasil belajar antara dua kelompok siswa yang berbeda

47.

Apa syarat utama data yang digunakan dalam uji t dua sampel berpasangan?

a)

Data harus bersifat independen

b)

Data harus berpasangan dan berasal dari distribusi normal

c)

Data harus memiliki variansi yang sama

d)

Data tidak boleh memiliki nilai negatif

e)

Data harus berasal dari populasi yang berbeda

48.

Dalam PAI, uji t dua sampel berpasangan bisa digunakan untuk menguji...

a)

Perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti kajian tafsir Al-Qur'an

b)

Perbandingan hasil belajar antara kelas laki-laki dan perempuan

c)

Hubungan antara nilai hafalan dan ujian akhir

d)

Normalitas data hasil belajar siswa

e)

Pengaruh gender terhadap motivasi belajar siswa

49.

Data yang digunakan dalam uji t dua sampel berpasangan harus...

a)

Tidak berpasangan

b)

Normal dan independen

c)

Berpasangan dan independen

d)

Berpasangan dan berasal dari distribusi normal

e)

Tidak memerlukan distribusi tertentu

50.

Jika p-value dalam hasil uji lebih kecil dari tingkat signifikansi, maka keputusan yang diambil adalah...

a)

Terima hipotesis nol

b)

Tolak hipotesis nol

c)

Data tidak normal

d)

Perlu dilakukan uji tambahan

e)

Sampel tidak valid

51.

Hipotesis nol (H0​) dalam uji t dua sampel berpasangan biasanya adalah...

a)

Tidak ada hubungan antara dua variabel

b)

Rata-rata perbedaan antara pasangan data adalah nol

c)

Rata-rata kedua sampel sama

d)

Variansi kedua sampel sama

e)

Distribusi data tidak normal

52.

Contoh hipotesis alternatif dalam konteks PAI adalah...

a)

Tidak ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah mengikuti program mentoring

b)

Ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah mengikuti program mentoring

c)

Hasil belajar siswa laki-laki lebih tinggi dari perempuan

d)

Tidak ada hubungan antara metode ceramah dan diskusi

e)

Data hasil belajar siswa tidak berdistribusi normal

53.

Ketika hasil uji menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata signifikan, maka...

a)

Hasil uji tidak relevan

b)

Hipotesis nol diterima

c)

Hipotesis alternatif diterima

d)

Uji harus diulang

e)

Tidak dapat disimpulkan apa-apa

54.

Dalam praktik uji t dua sampel berpasangan, data yang diuji adalah...

a)

Hasil belajar siswa dari dua kelas berbeda

b)

Selisih nilai hasil pretest dan posttest siswa

c)

Data nilai siswa sebelum pembelajaran

d)

Rata-rata nilai ujian dari dua kelompok

e)

Variansi dari hasil belajar siswa

55.

Sebuah penelitian ingin mengetahui pengaruh kajian hadits terhadap pemahaman siswa. Metode analisis yang tepat adalah...

a)

Uji chi-square

b)

Uji t dua sampel independen

c)

Uji t dua sampel berpasangan

d)

Uji korelasi

e)

Uji regresi linear

56.

Uji t dua sampel berpasangan digunakan untuk membandingkan...

a)

Dua kelompok data yang tidak memiliki hubungan

b)

Dua kelompok data independen

c)

Dua kelompok data yang berhubungan atau memiliki pasangan

d)

Dua kelompok data dengan ukuran yang sama

e)

Dua kelompok data dengan variansi yang sama

57.

Dalam penelitian PAI, uji t dua sampel berpasangan dapat digunakan untuk mengukur...

a)

Perbedaan nilai siswa antara sekolah A dan B

b)

Perbedaan motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis kisah Nabi

c)

Hubungan antara nilai ujian dan kehadiran siswa

d)

Normalitas data hasil belajar siswa

e)

Variansi nilai ujian siswa antara dua kelas

58.

Jika uji t dua sampel berpasangan menghasilkan nilai p-value sebesar 0,03, dan tingkat signifikansi adalah 0,05, maka...

a)

Hipotesis nol diterima

b)

Hipotesis alternatif ditolak

c)

Hipotesis nol ditolak

d)

Data harus diuji ulang

e)

Hasil uji tidak valid

59.

Pada uji t dua sampel berpasangan, jika nilai mean difference adalah nol, maka...

a)

Tidak ada perbedaan signifikan antara pasangan data

b)

Ada perbedaan signifikan antara pasangan data

c)

Sampel tidak valid

d)

Variansi antar data terlalu besar

e)

Hipotesis nol otomatis ditolak

60.

PAI, penelitian untuk mengukur perubahan sikap siswa terhadap pelajaran setelah menggunakan metode ceramah dapat dianalisis menggunakan...

a)

Uji chi-square

b)

Uji t dua sampel independen

c)

Uji t dua sampel berpasangan

d)

Uji ANOVA

e)

Uji regresi

61.

Apa yang dimaksud dengan tingkat signifikansi (α) dalam uji t?

a)

Peluang untuk menerima hipotesis nol

b)

Peluang untuk menolak hipotesis alternatif secara salah

c)

Peluang untuk menolak hipotesis nol secara salah

d)

Peluang bahwa data tidak berdistribusi normal

e)

Peluang bahwa data sampel tidak valid

62.

Sebuah penelitian PAI ingin mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan hafalan sebelum dan sesudah program tahfiz. Analisis yang tepat adalah...

a)

Uji regresi

b)

Uji korelasi

c)

Uji t dua sampel independen

d)

Uji t dua sampel berpasangan

e)

Uji chi-square

63.

Jika rata-rata perbedaan mean pada uji t adalah positif dan signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa...

a)

Tidak ada pengaruh perlakuan

b)

Perlakuan meningkatkan hasil

c)

Data sampel tidak valid

d)

Variansi antar sampel terlalu besar

e)

Perlu dilakukan uji tambahan

64.

Apa yang dilakukan jika data hasil uji t tidak memenuhi asumsi normalitas?

a)

Menggunakan uji t biasa

b)

Melakukan transformasi data atau menggunakan uji nonparametrik

c)

Mengabaikan hasil uji normalitas

d)

Mengulang pengambilan data

e)

Menggunakan uji chi-square

65.

Dalam uji t dua sampel berpasangan, hasil yang signifikan menunjukkan bahwa...

a)

Tidak ada perubahan pada data berpasangan

b)

Distribusi data tidak normal

c)

Data tidak valid

d)

Data harus diuji ulang

e)

Ada perubahan signifikan pada data berpasangan

66.

Dalam uji t dua sampel berpasangan, nilai perbedaan antara pasangan data dihitung untuk...

a)

Mengukur hubungan antar variabel

b)

Menentukan rata-rata keseluruhan sampel

c)

Membandingkan rata-rata perbedaan dengan nol

d)

Menguji apakah variansi kedua kelompok sama

e)

Mengestimasi nilai parameter populasi

67.

Pada uji t dua sampel berpasangan, variabel yang diuji adalah...

a)

Variansi antar dua kelompok

b)

Rata-rata dua kelompok independen

c)

Rata-rata perbedaan dari data berpasangan

d)

Hubungan antara dua variabel independen

e)

Penyebaran data antar sampel

68.

Dalam penelitian PAI, uji t dua sampel berpasangan dapat membantu guru untuk...

a)

Menentukan hubungan antara motivasi belajar dan hasil ujian

b)

Mengukur perubahan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode baru

c)

Membandingkan hasil belajar antara dua sekolah berbeda

d)

Menguji normalitas data hasil belajar siswa

e)

Membandingkan hasil belajar siswa laki-laki dan perempuan

69.

Apa yang dimaksud dengan analisis regresi linear berganda?

a)

Metode untuk menganalisis hubungan antara dua variabel

b)

Teknik untuk mengukur pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap variabel dependen

c)

Pendekatan untuk menentukan distribusi data

d)

Teknik untuk memvisualisasikan data dalam diagram batang

e)

Uji untuk mengetahui normalitas data

70.

Dalam analisis regresi linear berganda, variabel dependen adalah:

a)

Variabel kontrol

b)

Variabel bebas

c)

Variabel tak bebas/terikat

d)

Variabel prediktor

e)

Variabel independen

71.

Rumus dasar model regresi linear berganda adalah:

a)

Y=a+bX

b)

Y=a+b1X1+b2X2+…+bnXn

c)

Y=aX+b

d)

Y=bX

e)

Y=ab+X

72.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, jika variabel dependen adalah "nilai ujian PAI," maka variabel independennya bisa berupa:

a)

Jam belajar PAI dan kehadiran dalam pengajian

b)

Tingkat keaktifan dalam kegiatan keagamaan

c)

Kedisiplinan menjalankan ibadah dan frekuensi belajar Al-Qur'an

d)

Semua jawaban benar

e)

Tidak ada jawaban yang benar

73.

Apa tujuan utama dari analisis regresi linear berganda?

a)

Mengukur rata-rata nilai variabel

b)

Memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan lebih dari satu variabel independen

c)

Menentukan distribusi data

d)

Menguji hubungan antar variabel independen

e)

Membuat diagram data

74.

Dalam analisis regresi berganda, koefisien regresi b menunjukkan:

a)

Ukuran pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen

b)

Hubungan langsung antara dua variabel independen

c)

Nilai rata-rata variabel dependen

d)

Jumlah data dalam sampel

e)

Tingkat normalitas variabel independen

75.

Apa perbedaan utama antara analisis regresi linear sederhana dan regresi linear berganda?

a)

Jumlah variabel independen yang digunakan

b)

Jenis variabel dependen

c)

Model matematis yang digunakan

d)

Teknik pengolahan data

e)

Cara interpretasi data

76.

Dalam model regresi berganda Y=10+3X1+2X2​, nilai Y saat X1 = 2 dan X2 ​=3 adalah:

a)

25

b)

24

c)

23

d)

22

e)

21

77.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, jika variabel dependen adalah "motivasi belajar siswa," variabel independen yang relevan dapat berupa:

a)

Frekuensi membaca Al-Qur'an dan kehadiran di masjid

b)

Tingkat pemahaman ajaran Islam dan keaktifan dalam pengajian

c)

Durasi waktu belajar agama di rumah dan kehadiran pada ujian PAI

d)

Jawaban A,B, dan C benar

e)

Tidak ada jawaban yang benar

78.

Apa interpretasi nilai b2=4 dalam model Y=a+b1X1+b2X2?

a)

Variabel X2​ tidak signifikan terhadap Y

b)

Tidak ada hubungan antara X2​ dan Y

c)

Setiap peningkatan satu satuan X2 meningkatkan Y sebesar 4 satuan

d)

Nilai Y selalu sama dengan nilai X2

e)

Variabel X1​ memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan X2​

79.

Dalam analisis regresi linear berganda, apa langkah pertama untuk menentukan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen?

a)

Menentukan hipotesis uji

b)

Menentukan variabel dependen dan independen

c)

Melakukan uji multikolinearitas

d)

Menghitung nilai R2

e)

Membuat diagram scatter

80.

Seorang guru PAI ingin mengetahui pengaruh "frekuensi membaca Al-Qur'an" (X1​) dan "keaktifan dalam kajian Islam" (X2​) terhadap "motivasi belajar agama siswa" (Y). Model yang tepat untuk digunakan adalah:

a)

Y=a+bX

b)

Y=a+b1X1+b2X2

c)

Y=a+b1X1−b2X2

d)

Y=b1X1+b2X2

e)

Y=bX+cX2+aY

81.

yang tepat untuk digunakan adalah:

a)

Y=a+bX

b)

Y=a+b1X1+b2X2

c)

Y=a+b1X1−b2X2

d)

Y=b1X1+b2X2

e)

Y=bX+cX2+aY

82.

Jika koefisien b1 dalam model Y=a+b1X1+b2X2 adalah positif, maka interpretasinya adalah:

a)

Peningkatan X1​ mengurangi nilai Y

b)

Peningkatan X1​ tidak memengaruhi Y

c)

Peningkatan X1​ meningkatkan nilai Y

d)

Tidak ada hubungan antara X1​ dan Y

e)

Nilai X1 selalu sama dengan Y

83.

Dalam model Y=5+3X1+2X2​, jika X1 bertambah 2 unit dan X2 tetap, maka nilai Y akan bertambah:

a)

2 unit

b)

3 unit

c)

6 unit

d)

5 unit

e)

8 unit

84.

Seorang guru PAI menggunakan model regresi untuk memprediksi nilai siswa. Variabel dependen adalah "nilai ujian PAI," dan variabel independen adalah "jam belajar" (X1​) dan "kehadiran dalam pengajian" (X2​). Interpretasi b2=4 adalah:

a)

Setiap peningkatan satu satuan kehadiran siswa meningkatkan nilai ujian sebesar 4 poin

b)

Kehadiran siswa dalam pengajian tidak memengaruhi nilai ujian

c)

Peningkatan jam belajar meningkatkan nilai ujian sebesar 4 poin

d)

Kehadiran siswa dalam pengajian mengurangi nilai ujian

e)

Hubungan antara X2​ dan Y bersifat negatif

85.

Dalam regresi berganda, jika R2=0,85, apa arti nilai ini?

a)

Variabel independen tidak signifikan terhadap variabel dependen

b)

85% variasi dalam Y dijelaskan oleh variabel independen

c)

Hubungan antara X1​ dan X2 adalah 85%

d)

Variabel independen hanya memiliki pengaruh kecil terhadap Y

e)

Variabel independen tidak dapat menjelaskan nilai Y

86.

Jika b1=2 dan b2​=−1, apa interpretasi b2 dalam model regresi Y=a+b1X1+b2X2?

a)

Setiap peningkatan X2​ sebesar satu satuan akan meningkatkan Y sebesar 1 satuan

b)

Setiap peningkatan X2​ sebesar satu satuan akan mengurangi Y sebesar 1 satuan

c)

Nilai Y tidak terpengaruh oleh X2​

d)

Nilai X2​ selalu positif

e)

Variabel X2​ tidak signifikan

87.

Dalam regresi berganda, jika salah satu variabel independen memiliki nilai koefisien regresi yang kecil tetapi signifikan, maka variabel tersebut:

a)

Tidak berpengaruh pada variabel dependen

b)

Tidak relevan dengan analisis

c)

Tidak layak dimasukkan dalam model regresi

d)

Memiliki hubungan negatif dengan variabel dependen

e)

Memiliki pengaruh kecil namun signifikan pada variabel dependen

88.

Seorang guru menggunakan analisis regresi untuk memprediksi "motivasi belajar siswa" (Y) berdasarkan "frekuensi membaca Al-Qur'an" (X1​) dan "kehadiran di pengajian" (X2). Jika R2=0,70, maka:

a)

Model menjelaskan 70% variasi dalam Y

b)

Variabel independen tidak signifikan terhadap Y

c)

Variabel independen hanya sedikit memengaruhi Y

d)

Model tidak layak digunakan

e)

Semua variasi dalam Y dijelaskan oleh model

89.

Dalam analisis regresi berganda, jika p-value dari b1​ adalah 0,04, maka interpretasinya adalah:

a)

Variabel X1 tidak berpengaruh signifikan pada Y

b)

Variabel X1 ​ berpengaruh signifikan pada Y dengan tingkat signifikansi 5%

c)

Hubungan antara X1 ​ dan Y tidak dapat ditentukan

d)

Variabel X1 ​ memiliki pengaruh negatif terhadap Y

e)

Tidak ada hubungan antara X1 ​ dan Y

90.

Diberikan persamaan regresi Y=3+2X1−X2​. Apa interpretasi dari koefisien X1​?

a)

Nilai rata-rata Y jika X1 dan X2​ bernilai nol.

b)

Setiap kenaikan satu unit pada X2, Y bertambah 2, dengan asumsi X1​ tetap.

c)

Setiap kenaikan satu unit pada X1​, Y bertambah 2, dengan asumsi X2​ tetap.

d)

Setiap kenaikan satu unit pada X1​, Y berkurang 2, dengan asumsi X2tetap.

e)

Tidak ada hubungan antara X1​ dan Y.

91.

Apa arti R2=0.85 dalam konteks regresi linear berganda?

a)

85% dari variabel independen dijelaskan oleh variabel dependen.

b)

85% adalah nilai rata-rata dari residual.

c)

Variabel independen tidak memiliki hubungan dengan variabel dependen.

d)

Model regresi memiliki tingkat kesalahan 85%.

e)

85% dari variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen.

92.

Dalam regresi berganda, mengapa penting untuk memeriksa nilai p-value dari setiap koefisien?

a)

Untuk menentukan apakah pengaruh variabel independen terhadap dependen signifikan.

b)

Untuk menghitung nilai prediksi Y.

c)

Untuk mengukur pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen.

d)

Untuk menentukan apakah model linier digunakan.

e)

Untuk mengevaluasi kualitas residual.

93.

Diberikan dua model: Model A dengan R2=0.75 dan Model B dengan R2=0.85. Mana yang lebih baik dalam memprediksi Y?

a)

Model A, karena lebih sederhana.

b)

Model A, karena R2 lebih rendah.

c)

Model B, karena memiliki R2 lebih tinggi.

d)

Kedua model sama baiknya.

e)

Tidak bisa ditentukan tanpa uji statistik lainnya.

94.

Model regresi Y=10+5X1+3X2. Jika X1 bertambah dari 2 ke 4, dan X2=1, bagaimana perubahan Y?

a)

Y bertambah 5.

b)

Y bertambah 10.

c)

Y bertambah 15.

d)

Y bertambah 20.

e)

Y bertambah 25.

95.

Jika model regresi Y=5+4X1+3X2 digunakan, Berapa prediksi Y jika X1=2 dan X2=1?

a)

11

b)

14

c)

16

d)

17

e)

18

96.

Diberikan data berikut: Variabel Y: Pendapatan tahunan. Variabel X1​: Tingkat pendidikan. Variabel X2: Lama pengalaman kerja. Apa yang bisa diinterpretasikan jika koefisien X2​ signifikan secara statistik?

a)

Tingkat pendidikan tidak memengaruhi pendapatan.

b)

Lama pengalaman kerja berpengaruh terhadap pendapatan setelah mengontrol tingkat pendidikan.

c)

Lama pengalaman kerja tidak berhubungan dengan pendapatan.

d)

Pendidikan lebih memengaruhi pendapatan daripada pengalaman kerja.

e)

Pendapatan tidak dapat dijelaskan oleh model ini.

97.

Jika residual model regresi memiliki pola sistematis, apa yang dapat disimpulkan?

a)

Model linier sudah optimal.

b)

terjadi heteroskedastisitas karena ada variabel penting yang belum dimasukkan ke dalam model.

c)

Semua variabel independen signifikan.

d)

Variabel independen tidak saling berkolerasi.

e)

Model terlalu kompleks.

98.

Seorang peneliti ingin menganalisis pengaruh pembelajaran daring PAI (X1​) dan motivasi siswa (X2​) terhadap hasil belajar PAI (Y). Apa langkah terbaik jika X1​ dan X2​ memiliki korelasi tinggi?

a)

Menghapus salah satu variabel dari model.

b)

Menambahkan variabel baru untuk menggantikan keduanya.

c)

Menggunakan analisis faktor atau interaksi variabel.

d)

Menggunakan metode regresi sederhana.

e)

Membagi dataset menjadi dua untuk menghilangkan efek korelasi.

99.

Diberikan dua variabel prediktor X1​ dan X2​. Bagaimana cara terbaik untuk menentukan prediktor paling penting?

a)

Bandingkan nilai R2

b)

Periksa koefisien regresi standar (standardized coefficients beta).

c)

Bandingkan nilai residual.

d)

Analisis nilai konstanta model.

e)

Periksa hubungan antar residual.

100.

Seorang guru PAI ingin mengetahui pengaruh intensitas membaca Al-Qur'an terhadap nilai pelajaran PAI. Dalam penelitian ini, variabel independennya adalah:

a)

Pemahaman kandungan Al-Qur'an

b)

Nilai pelajaran PAI

c)

Intensitas membaca Al-Qur'an

d)

Metode pembelajaran agama

e)

Jumlah siswa

101.

Model regresi linear sederhana yang benar adalah:

a)

Y=b+aX

b)

Y=aX+bY

c)

Y=a+bX

d)

Y=X+b

e)

Y=X−b+a

102.

Koefisien b dalam regresi linear sederhana menunjukkan:

a)

Nilai Y saat X=0

b)

Tingkat perubahan Y untuk setiap perubahan satu unit X

c)

Proporsi Y yang dijelaskan oleh X

d)

Hubungan kausal antara X dan Y

e)

Titik potong garis regresi dengan sumbu X

103.

Seorang peneliti menemukan bahwa nilai b dalam persamaan regresi antara durasi membaca hadis dan nilai ujian PAI adalah negatif. Ini berarti:

a)

Hubungan antara durasi membaca hadis dan nilai ujian PAI adalah negatif

b)

Semakin sering membaca hadis, nilai ujian semakin rendah

c)

Nilai ujian tidak dipengaruhi oleh durasi membaca hadis

d)

Hubungan antara variabel tidak signifikan

e)

Hubungan antara variabel independen dan dependen tidak linier

104.

Jika R2=0.75 dalam penelitian tentang pengaruh shalat berjamaah terhadap akhlak siswa, interpretasinya adalah:

a)

75% siswa memiliki akhlak baik

b)

75% akhlak siswa dijelaskan oleh frekuensi shalat berjamaah

c)

Hubungan antara shalat berjamaah dan akhlak siswa sangat lemah

d)

Shalat berjamaah tidak signifikan terhadap akhlak siswa

e)

25% akhlak siswa tidak dipengaruhi oleh shalat berjamaah

105.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, residual dalam regresi linear sederhana adalah:

a)

Nilai rata-rata dari variabel independen

b)

Hubungan linier antara variabel independen dan dependen

c)

Perbedaan antara nilai prediksi dan nilai aktual

d)

Proporsi variabilitas Y yang dijelaskan oleh X

e)

Kemiringan garis regresi

106.

Grafik scatter plot digunakan dalam analisis regresi untuk:

a)

Menguji distribusi data

b)

Menentukan nilai residual

c)

Mengukur korelasi antarvariabel

d)

Memastikan hubungan linier antara variabel independen dan dependen

e)

Membuat prediksi nilai Y

107.

Seorang guru PAI ingin memprediksi nilai akhlak siswa berdasarkan durasi kegiatan keagamaan. Hasil regresi menunjukkan Y=50+2X. Jika siswa mengikuti kegiatan keagamaan selama 5 jam, nilai prediksi akhlaknya adalah:

a)

55

b)

60

c)

65

d)

70

e)

75

108.

Salah satu asumsi regresi linear sederhana adalah:

a)

Hubungan antarvariabel independen harus kuat

b)

Variabel dependen harus nominal

c)

Residual harus berdistribusi normal

d)

Variabel independen memiliki distribusi yang sama

e)

Data tidak boleh memiliki outlier

109.

Jika scatter plot menunjukkan pola melengkung, maka:

a)

Hubungan antara X dan Y tidak linier

b)

Variabel independen memiliki pengaruh signifikan

c)

Data memiliki outlier

d)

Hubungan antara variabel sangat kuat

e)

Variabel independen memiliki korelasi tinggi

110.

Tujuan utama dari analisis regresi linear sederhana adalah:

a)

Menentukan hubungan sebab-akibat antara dua variabel.

b)

Memperkirakan nilai variabel independen berdasarkan variabel dependen.

c)

Membandingkan nilai rata-rata dua kelompok variabel.

d)

Mengukur hubungan antara dua variabel kuantitatif.

e)

Memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen.

111.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, regresi linear sederhana dapat digunakan untuk:

a)

Mengukur pengaruh antara jumlah hafalan Al-Qur'an siswa dengan nilai ujian agama.

b)

Menilai efektivitas pelatihan guru terhadap berbagai mata pelajaran.

c)

Menganalisis korelasi antara kehadiran siswa dalam sekolah umum dan madrasah.

d)

Membandingkan persepsi siswa terhadap pembelajaran daring dan luring.

e)

Mengidentifikasi penyebab rendahnya nilai matematika siswa.

112.

Pada persamaan regresi Y=a+bX, b menunjukkan:

a)

Nilai konstanta regresi.

b)

Perubahan rata-rata pada Y untuk setiap satu unit perubahan X.

c)

Nilai prediksi untuk Y ketika X adalah nol.

d)

Hubungan langsung antara variabel independen dan variabel dependen.

e)

Koefisien determinasi dari model regresi.

113.

Jika hasil analisis regresi menunjukkan bahwa p-value < 0,05, maka:

a)

Hipotesis nol diterima.

b)

Tidak ada hubungan signifikan antara variabel.

c)

Variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

d)

Variabel independen tidak relevan dalam model.

e)

Model regresi tidak valid.

114.

Sebuah penelitian ingin mengetahui pengaruh waktu belajar agama di rumah (jam/minggu) terhadap nilai ujian Pendidikan Agama Islam. Dalam hal ini:

a)

Waktu belajar adalah variabel dependen.

b)

Nilai ujian adalah variabel independen.

c)

Nilai ujian adalah variabel dependen, dan waktu belajar adalah variabel independen.

d)

Waktu belajar adalah variabel moderasi.

e)

Waktu belajar adalah variabel kontrol.

115.

Dalam konteks analisis regresi, outlier adalah:

a)

Nilai yang berada pada garis regresi.

b)

Data yang tidak mempengaruhi hasil analisis.

c)

Data dengan nilai prediksi yang sama dengan nilai sebenarnya.

d)

Nilai data yang secara signifikan berbeda dari data lainnya.

e)

Data yang selalu meningkatkan kekuatan hubungan antara variabel.

116.

Jika regresi antara intensitas mengikuti kegiatan keagamaan dengan tingkat kepercayaan diri siswa memiliki R2=0,64, maka:

a)

64% variasi pada tingkat kepercayaan diri dijelaskan oleh intensitas kegiatan keagamaan.

b)

36% tingkat kepercayaan diri siswa tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen.

c)

Hubungan antara kedua variabel sangat lemah.

d)

Hanya 64% data yang digunakan dalam analisis regresi.

e)

Model regresi tidak sesuai untuk data ini.

117.

Sebuah penelitian menemukan bahwa koefisien regresi untuk hubungan antara membaca Al-Qur'an dan nilai ujian PAI adalah positif. Hal ini berarti:

a)

Membaca Al-Qur'an tidak mempengaruhi nilai ujian.

b)

Semakin sering membaca Al-Qur'an, semakin rendah nilai ujian.

c)

Membaca Al-Qur'an memiliki hubungan negatif dengan nilai ujian.

d)

Semakin sering membaca Al-Qur'an, semakin tinggi nilai ujian.

e)

Tidak ada hubungan antara membaca Al-Qur'an dan nilai ujian.

118.

Ketika nilai b=−0,3 pada model regresi, maka interpretasinya adalah:

a)

Setiap peningkatan satu unit pada X, Y meningkat 0,3 unit.

b)

Hubungan antara X dan Y tidak signifikan.

c)

Setiap peningkatan satu unit pada X, Y menurun sebesar 0,3 unit.

d)

Model regresi tidak dapat digunakan karena nilai bbb negatif.

e)

Y tidak dipengaruhi oleh X.

119.

Jika seorang peneliti ingin menguji pengaruh jumlah ceramah agama (variabel independen) terhadap motivasi belajar siswa (variabel dependen) menggunakan regresi linear sederhana, langkah pertama adalah:

a)

Menghitung koefisien korelasi.

b)

Menentukan hipotesis uji.

c)

Menentukan variabel dependen dan independen.

d)

Melakukan uji t untuk signifikansi.

e)

Mengumpulkan data variabel lainnya untuk kontrol.

120.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, jika hasil analisis regresi menunjukkan bahwa waktu belajar berpengaruh signifikan terhadap nilai ujian, maka hasil ini dapat digunakan untuk:

a)

Menentukan apakah metode pengajaran perlu diubah

b)

Menentukan jumlah jam belajar yang diperlukan untuk mencapai hasil terbaik

c)

Memutuskan kurikulum yang akan digunakan dalam kelas PAI

d)

Mengubah jadwal ujian siswa

e)

Menyusun materi ujian berdasarkan waktu belajar siswa

121.

Jika analisis regresi menunjukkan bahwa hubungan antara dua variabel bersifat linier, maka hubungan antara variabel tersebut dapat digambarkan dengan:

a)

Sebuah grafik kurva yang melengkung

b)

Sebuah garis lurus yang dapat diprediksi dengan koefisien regresi

c)

Data yang tidak dapat diprediksi dengan model regresi

d)

Sebuah hubungan yang acak tanpa pola yang jelas

e)

Sebuah pola distribusi normal yang tidak linear

122.

Dalam analisis regresi linear sederhana, koefisien regresi menggambarkan:

a)

Nilai rata-rata dari variabel dependen

b)

Besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen

c)

Jumlah variabel yang digunakan dalam model regresi

d)

Hubungan antara dua variabel yang tidak dapat diukur

e)

Variasi data yang tidak dapat dijelaskan oleh model regresi

123.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, jika analisis regresi menunjukkan hubungan antara waktu yang dihabiskan dalam mempelajari Al-Qur'an dan kemampuan menghafal, maka koefisien regresi negatif akan menunjukkan bahwa:

a)

Semakin banyak waktu yang dihabiskan, semakin sedikit kemampuan menghafal

b)

Tidak ada hubungan antara waktu dan kemampuan menghafal

c)

Semakin sedikit waktu yang dihabiskan, semakin banyak kemampuan menghafal

d)

Hubungan antara waktu dan kemampuan menghafal sangat kuat

e)

Waktu belajar tidak mempengaruhi

124.

Dalam analisis regresi linear sederhana, nilai intercept (titik potong dengan sumbu Y) menggambarkan:

a)

Variasi antara variabel dependen dan independen

b)

Nilai tertinggi yang dapat dicapai oleh variabel dependen

c)

Nilai yang menunjukkan hubungan antara dua variabel

d)

Titik potong dengan sumbu X

e)

Nilai variabel dependen ketika variabel independen bernilai 0

125.

Dalam analisis regresi linear, jika koefisien regresi adalah 2,0, ini berarti:

a)

Setiap peningkatan satu unit pada variabel independen akan mengurangi variabel dependen sebesar 2,0

b)

Setiap peningkatan satu unit pada variabel independen akan meningkatkan variabel dependen sebesar 2,0

c)

Variabel independen dan dependen tidak saling mempengaruhi

d)

Hubungan antara dua variabel tidak linier

e)

Nilai koefisien regresi tidak dapat diinterpretasikan

126.

Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, jika hasil analisis regresi menunjukkan bahwa jumlah jam pelajaran PAI di sekolah berhubungan positif dengan hasil ujian siswa, maka dapat disarankan bahwa:

a)

Mengurangi jam pelajaran PAI akan meningkatkan hasil ujian siswa

b)

Jumlah jam pelajaran PAI tidak mempengaruhi hasil ujian siswa

c)

Menambah jumlah jam pelajaran PAI dapat meningkatkan hasil ujian siswa

d)

Variabel lain lebih mempengaruhi hasil ujian siswa

e)

Hasil ujian siswa tidak dapat diprediksi dengan jam pelajaran PAI

127.

Jika nilai koefisien regresi dalam analisis regresi linear adalah 0,75, maka setiap peningkatan satu unit pada variabel independen akan mengakibatkan:

a)

Peningkatan sebesar 0,75 unit pada variabel dependen

b)

Penurunan sebesar 0,75 unit pada variabel dependen

c)

Peningkatan sebesar 0,75% pada variabel dependen

d)

Tidak ada perubahan pada variabel dependen

e)

Variabel dependen tidak berpengaruh pada variabel independen

128.

Apa yang dimaksud dengan "slope" dalam analisis regresi linear sederhana?

a)

Nilai yang menunjukkan titik potong antara garis regresi dan sumbu Y

b)

Koefisien regresi yang menggambarkan seberapa besar perubahan variabel dependen seiring perubahan variabel independen

c)

Nilai p-value dari model regresi

d)

Selisih antara nilai variabel independen dan dependen

e)

Variabel yang tidak terlibat dalam analisis

129.

Dalam analisis regresi linear sederhana, jika nilai p-value lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa:

a)

Variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen

b)

Koefisien regresi positif

c)

Nilai R-squared sangat tinggi

d)

Model regresi lebih akurat

e)

Variabel dependen lebih kuat dipengaruhi oleh variabel independen

130.

Apa tujuan utama uji t dua sampel independen?

a)

Menentukan hubungan linier antara dua variabel.

b)

Menguji apakah rata-rata dua kelompok berbeda secara signifikan.

c)

Membandingkan variabel independen dengan variabel dependen.

d)

Mengukur korelasi antara dua kelompok data.

e)

Menguji hipotesis dengan lebih dari dua kelompok data.

131.

Uji t dua sampel independen digunakan dalam kondisi berikut, kecuali:

a)

Data berasal dari dua kelompok yang tidak saling berhubungan.

b)

Data memiliki distribusi normal.

c)

Variansi dari kedua kelompok sama.

d)

Data berasal dari kelompok yang saling berpasangan.

e)

Data berskala interval atau rasio.

132.

Dalam konteks PAI, uji t dua sampel independen dapat digunakan untuk:

a)

Membandingkan hubungan linier antara variabel dependen dan independen.

b)

Mengukur hubungan antara akhlak siswa dengan kehadiran di masjid.

c)

Menentukan apakah siswa yang belajar secara daring (3B) dan luring (3C) memiliki tingkat pemahaman fikih yang sama.

d)

Menguji korelasi antara nilai PAI dengan mata pelajaran lain.

e)

Menentukan pengaruh jangka panjang pembelajaran PAI.

133.

Apa syarat distribusi data untuk menggunakan uji t dua sampel independen?

a)

Data harus normal.

b)

Data harus ordinal.

c)

Data harus saling berkorelasi.

d)

Data harus berasal dari populasi sama.

e)

Data harus homogen.

134.

Dua kelompok siswa diuji nilai rata-rata hasil belajar PAI setelah diberi metode pengajaran berbeda. Uji statistik apa yang paling tepat?

a)

Uji t dua sampel independen.

b)

Uji regresi.

c)

Uji chi-square.

d)

Uji ANOVA.

e)

Uji t satu sampel.

135.

Uji t dua sampel independen sering digunakan untuk menguji:

a)

Hubungan sebab-akibat antara dua variabel.

b)

Perbedaan rata-rata dua kelompok.

c)

Kesamaan varians antar kelompok.

d)

Korelasi antara dua variabel.

e)

Pengaruh langsung antar variabel.

136.

Hipotesis nol (H0​) dalam uji t dua sampel independen adalah:

a)

Rata-rata dua kelompok sama.

b)

Rata-rata dua kelompok berbeda.

c)

Kedua kelompok saling berkorelasi.

d)

Varians antar kelompok berbeda.

e)

Data mengikuti distribusi normal.

137.

Data hasil belajar siswa laki-laki dan perempuan dianalisis dengan uji t dua sampel independen. Apa asumsi yang harus dipenuhi?

a)

Varians kedua kelompok sama.

b)

Data ordinal.

c)

Hubungan antar kelompok signifikan.

d)

Kedua kelompok berhubungan langsung.

e)

Data memiliki skala nominal.

138.

Apa langkah pertama sebelum melakukan uji t dua sampel independen?

a)

Membandingkan variansi kelompok.

b)

Menghitung nilai t.

c)

Memeriksa normalitas data.

d)

Menentukan nilai p.

e)

Menulis laporan hasil uji.

139.

Dalam konteks uji t dua sampel independen, variabel independen biasanya berupa:

a)

Residual.

b)

Angka.

c)

Korelasi.

d)

Kategori.

e)

Perubahan waktu.

140.

Seorang guru ingin membandingkan rata-rata hasil ujian fikih antara siswa di kelas pagi dan kelas sore. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah:

a)

Menggunakan metode pembelajaran baru.

b)

Menghitung nilai t langsung.

c)

Membandingkan rata-rata kedua kelompok.

d)

Menghitung variansi data.

e)

Mengumpulkan data dan memeriksa normalitasnya.

141.

Jika nilai p-value dalam uji t dua sampel independen adalah 0.03 (di bawah 0.05), maka:

a)

Tidak ada perbedaan signifikan.

b)

Hipotesis alternatif ditolak.

c)

Data tidak cukup untuk menarik kesimpulan.

d)

Uji harus diulang.

e)

Hipotesis nol ditolak.

142.

Diberikan rata-rata hasil ujian PAI siswa laki-laki = 75 dan perempuan = 80. Hasil uji t menunjukkan nilai p value = 0.10. Apa kesimpulannya?

a)

Tidak ada perbedaan signifikan antara hasil ujian kedua kelompok.

b)

Siswa perempuan lebih unggul dalam pemahaman PAI.

c)

Uji t tidak valid.

d)

Hasil ujian kedua kelompok sama.

e)

Variansi antar kelompok berbeda.

143.

Guru PAI membandingkan efektivitas metode hafalan dan diskusi dalam meningkatkan hafalan Al-Qur'an. Sampel terdiri dari 30 siswa per kelompok. Apa parameter yang penting diperiksa sebelum menggunakan uji t dua sampel independen?

a)

Keberadaan data outlier.

b)

Korelasi antara kedua kelompok.

c)

Hubungan antara metode pengajaran dan hasil.

d)

Homogenitas varians dan normalitas data.

e)

Perbedaan variabel moderasi.

144.

Jika uji Levene menunjukkan nilai p < 0.05 saat menguji homogenitas varians, apa yang harus dilakukan?

a)

Ulangi pengambilan sampel data.

b)

Tetap gunakan uji t biasa tanpa modifikasi.

c)

Lakukan transformasi data untuk menghilangkan varians yang berbeda.

d)

Gunakan versi uji t dengan asumsi varians tidak sama.

e)

Tinggalkan uji t dan gunakan ANOVA.

145.

Guru PAI membandingkan rata-rata nilai ujian siswa yang belajar secara individu dengan kelompok. Nilai p-value yang diperoleh adalah 0.001. Apa implikasi hasil ini?

a)

Metode belajar kelompok lebih efektif daripada individu secara signifikan.

b)

Tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan perbedaan metode.

c)

Varians antara kedua metode terlalu besar.

d)

Uji statistik tidak valid.

e)

Perlu data tambahan untuk menarik kesimpulan.

146.

Apa jenis skala data yang sesuai untuk variabel dependen dalam uji t dua sampel independen?

a)

Interval atau rasio.

b)

Nominal.

c)

Ordinal.

d)

Kategori.

e)

Diskrit.

147.

Dalam konteks pembelajaran PAI, kelompok siswa A dan B memiliki perbedaan rata-rata nilai setelah menggunakan metode pengajaran yang berbeda. Jika nilai ttt tidak signifikan, apa yang harus dilakukan?

a)

Ulangi analisis dengan data baru.

b)

Terima hipotesis nol.

c)

Perbaiki metode pengajaran.

d)

Lakukan analisis tambahan seperti ANOVA.

e)

Uji asumsi normalitas kembali.

148.

Seorang guru ingin membandingkan efektivitas pembelajaran berbasis cerita Islami dengan pembelajaran tradisional terhadap nilai ujian siswa. Apa interpretasi jika ttt hitung lebih besar dari ttt tabel?

a)

Tidak ada perbedaan signifikan antara kedua metode.

b)

Pembelajaran berbasis cerita Islami lebih efektif secara signifikan.

c)

Data perlu dianalisis ulang.

d)

Pembelajaran tradisional lebih efektif.

e)

Perlu sampel lebih besar untuk menarik kesimpulan.

149.

Peneliti PAI menemukan bahwa nilai rata-rata siswa kelompok A adalah 85, sedangkan kelompok B adalah 80, dengan nilai p-value =0.04. Apa langkah berikutnya?

a)

Uji ulang data untuk memastikan hasil.

b)

Terima hipotesis nol karena perbedaan tidak signifikan.

c)

Tolak hipotesis nol karena terdapat perbedaan signifikan.

d)

Periksa asumsi normalitas data kedua kelompok.

e)

Hitung ulang nilai rata-rata kedua kelompok.

150.

Apa implikasi jika uji Levene menunjukkan nilai p-value > 0.05?

a)

Uji t tidak dapat dilanjutkan.

b)

Varians antar kelompok berbeda.

c)

Varians antar kelompok dianggap sama.

d)

Hipotesis alternatif diterima.

e)

Uji perlu diulang.

151.

Jika nilai p-value dari analisis lebih besar daripada nilai alfa, apa yang harus dilakukan?

a)

Uji data untuk outlier.

b)

Tolak hipotesis nol.

c)

Gunakan metode statistik lain.

d)

Terima hipotesis nol.

e)

Lakukan uji dengan tingkat signifikansi lebih tinggi.

152.

Seorang guru membandingkan tingkat pemahaman Al-Qur'an antara dua metode pengajaran. Data menunjukkan nilai p=0.06 Apa kesimpulan terbaik?

a)

Data tidak cukup untuk menyimpulkan.

b)

Metode pertama lebih efektif.

c)

Metode kedua lebih efektif.

d)

Perbedaan signifikan pada tingkat 1%.

e)

Tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat signifikansi 5%.

153.

Dalam konteks evaluasi PAI, bagaimana guru dapat menggunakan uji t dua sampel independen untuk menentukan efektivitas program pembelajaran baru?

a)

Hitung korelasi antar variabel.

b)

Uji hubungan antara hasil belajar dan jumlah jam belajar.

c)

Uji normalitas data dari kedua kelompok.

d)

Lakukan analisis varians sebelum uji t.

e)

Bandingkan hasil belajar siswa yang mengikuti program baru dan yang tidak.

154.

Jika sebuah penelitian PAI menghasilkan nilai p=0.001, apa yang dapat disimpulkan?

a)

Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada tingkat signifikansi 5%.

b)

Tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan perbedaan.

c)

Varians antar kelompok terlalu besar.

d)

Hipotesis alternatif tidak diterima.

e)

Perbedaan signifikan pada tingkat 10%.

155.

Mengapa penting untuk memeriksa normalitas data sebelum melakukan uji t dua sampel independen?

a)

Agar asumsi statistik parametris terpenuhi.

b)

Untuk menghitung nilai median yang tepat.

c)

Agar data dapat diubah ke skala ordinal.

d)

Untuk menghindari outlier dalam analisis.

e)

Agar variabel independen lebih jelas.