wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Filsafat Islam - Ibnu Sina

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa peran logika menurut Ibnu Sina dalam filsafat Islam?

a)

Sebagai alat hiburan

b)

Sebagai dasar hukum syariah

c)

Sebagai inti filsafat untuk mengejar pengetahuan hakiki

d)

Sebagai cara memahami teks Al-Qur'an

2.

Apa fungsi akal dalam pandangan Ibnu Sina?

a)

Sebagai sumber wahyu

b)

Sebagai penjelas wahyu

c)

Sebagai penolak filsafat

d)

Sebagai alat ibadah utama

3.

Dalam teori emanasi Ibnu Sina, kategori wujud yang bersifat mustahil disebut...

a)

Wajib al-wujud

b)

Mumtani' al-wujud

c)

Mumkin al-wujud

d)

Mustahil al-wujud

4.

Menurut Ibnu Sina, pengetahuan primer yang diperoleh melalui definisi disebut...

a)

Tashdiq

b)

Tashawwur

c)

Tafsir

d)

Ta'wil

5.

Daya penalaran manusia yang berfungsi sebagai penyimpanan informasi disebut...

a)

Indera bersama

b)

Kemampuan imajinasi

c)

Daya rekoleksi

d)

Potensi representasi

6.

Mengapa filsafat dianggap penting menurut Ibnu Sina?

a)

Karena tidak sejalan dengan ilmu agama

b)

Karena membantu memahami wahyu dan logika

c)

Karena hanya diperlukan dalam ilmu kedokteran

d)

Karena dilarang dalam ajaran Islam

7.

Hubungan antara jiwa dan tubuh menurut Ibnu Sina adalah...

a)

Jiwa lebih tinggi dari tubuh

b)

Tubuh lebih tinggi dari jiwa

c)

Jiwa dan tubuh saling berhubungan secara kausalitas

d)

Jiwa tidak memiliki hubungan dengan tubuh

8.

Wujud yang bersifat mutlak dalam teori emanasi Ibnu Sina disebut...

a)

Mumkin al-wujud

b)

Mumtani' al-wujud

c)

Wajib al-wujud

d)

Wujud material

9.

Apa kontribusi utama Ibnu Sina dalam filsafat Islam?

a)

Menolak filsafat Yunani

b)

Menyusun teori emanasi dan konsep hubungan akal dengan wahyu

c)

Menciptakan sistem hukum Islam baru

d)

Menghapus pemikiran filsuf lain

10.

Menurut Ibnu Sina, Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk...

a)

Berdoa sepanjang waktu

b)

Tidak menggunakan logika

c)

Berpikir, berlogika, dan berfilsafat

d)

Menjauhi filsafat