wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

STD Aktifitas Pengangkutan

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang harus dilakukan operator jika merasa tidak sehat atau mengantuk?

a)

Tetap bekerja dengan hati-hati

b)

Istirahat sejenak hingga kondisi membaik

c)

Stop & Melaporkan kondisi kepada Group Leader (GL)

d)

Minum obat dan melanjutkan pekerjaan

2.

Berapa kali klakson dibunyikan saat akan "start-up engine"?

a)

1 kali

b)

2 kali

c)

3 kali

d)

4 kali

3.

Operator alat angkut harus memastikan area kerjanya aman. Jika terdapat Kondisi Tidak Aman, siapa yang harus dihubungi?

a)

Engineering

b)

SHE

c)

Group Leader (GL)

d)

Kepala Teknik Tambang

4.

Berapa kali klakson dibunyikan saat unit akan "Maju"?

a)

1 kali

b)

2 kali

c)

3 kali

d)

4 kali

5.

Berapa kali klakson dibunyikan saat unit akan "Mundur"?

a)

1 kali

b)

2 kali

c)

3 kali

d)

4 kali

6.

Kapan sinyal klakson digunakan untuk berkomunikasi dengan Unit Loader?

a)

Saat cuaca cerah

b)

Saat operator alat muat sedang beristirahat

c)

Saat komunikasi radio dengan alat muat mengalami kendala

d)

Saat operator alat angkut ingin bercanda

7.

Apa arti sinyal klakson 2 kali dari Unit Loader?

a)

Alat angkut harus berhenti atau berangkat

b)

Alat angkut harus mundur

c)

Alat angkut harus maju

d)

Ada bahaya, alat angkut harus segera meninggalkan area loading

8.

Apa arti sinyal klakson 3 kali dari Unit Loader?

a)

Alat angkut harus berhenti atau berangkat

b)

Alat angkut harus mundur

c)

Alat angkut harus maju terlebih dahulu

d)

Ada bahaya, alat angkut harus segera meninggalkan area loading

9.

Apa yang harus dilakukan operator Hauler jika mendengar sinyal klakson 4 kali?

a)

Berhenti atau berangkat

b)

Mundur

c)

Maju

d)

Tahan, karena akan dilakukan Pembersihan atau Unit Loader reposisi

10.

Apa arti sinyal klakson 1 kali Panjang dari Unit Loader?

a)

Alat angkut harus berhenti atau berangkat

b)

Alat angkut harus mundur

c)

Alat angkut harus maju terlebih dahulu

d)

Ada bahaya, alat angkut harus segera meninggalkan area loading

11.

Bagaimana cara manuver di area loading jika tidak ada instruksi khusus?

a)

Melawan arah jarum jam

b)

Searah jarum jam dengan steering radius optimal

c)

Dengan kecepatan tinggi

d)

Mundur

12.

Apa yang harus dilakukan operator hauler jika menemukan kondisi tidak standar di area loading?

a)

Melanjutkan loading

b)

Menghubungi / melaporkan ke GL area segera menggunakan Radio Komunikasi

c)

Memperbaiki kondisi tidak standar sendiri

d)

Pulang

13.

Kapan Hauler boleh berangkat ke Disposal saat sedang loading di front?

a)

Setelah operator Hauler bosan menunggu

b)

Setelah mendapat sinyal klakson 1 kali dari operator alat muat dan konfirmasi melalui radio

c)

Setelah kira-kira cukup

d)

Kapan saja

14.

Pada metode "Centre Loading", bagaimana posisi DT terhadap jenjang kerja?

a)

Sejajar

b)

Tegak lurus

c)

Menyilang

d)

Berhadapan

15.

Apa yang harus diperhatikan oleh operator alat angkut saat mundur pada metode "Centre Loading"?

a)

Kecepatan angin

b)

Posisi bucket

c)

Kondisi ban

d)

Jumlah bahan bakar

16.

Bagaimana posisi alat angkut pada "Double Side Loading"?

a)

Tegak lurus terhadap jenjang kerja dan jarak alat angkut sama dengan jarak sisi bagian dalam track

b)

Sejajar dengan jenjang kerja dan jarak alat angkut sama dengan jarak sisi bagian luar track

c)

Menyilang terhadap jenjang kerja dan jarak alat angkut sama de

17.

Jika anda sedang mengantri loading di area front, Berapa jarak aman yang harus dijaga dengan unit yang sedang di loading & Unit ke 2 yang sedang siap mundur?

a)

Berjarak minimal 5 meter

b)

Berjarak minimal 10 meter

c)

Berjarak minimal 15 meter

d)

Berjarak minimal 20 meter

18.

Bagaimana aturan penggunaan kecepatan pada jalur hauling road?

a)

Bebas sesuai keinginan operator

b)

Sesuai batas kecepatan maksimal yang diizinkan

c)

Di atas batas kecepatan yang diizinkan

d)

Boleh ngebut asalkan tidak ada kendaraan lain

19.

Bagaimana memposisikan DT saat melaju dijalur hauling?

a)

Jalur kanan mendekati tanggul

b)

Jalur kiri dengan menjaga jarak aman dengan tanggul minimal 1,5 meter

c)

Jalur tengah

d)

Bebas

20.

Dimana operator DT boleh berbalik arah?

a)

Di sepanjang jalur haulroad

b)

Di tikungan tajam

c)

Di disposal, front loading, atau tempat khusus yang diizinkan

d)

Di tanjakan

21.

Apa yang harus dilakukan operator ketika menghampiri rambu STOP?

a)

Berhenti memastikan Jalan aman Minimal 8 detik

b)

Berhenti sesaat

c)

Menerobos rambu STOP

d)

Menurunkan kecepatan, Jika ada unit lain dari arah muka berhenti terlebih dahulu dan Jika tidak ada unit lain boleh lanjut jalan

22.

Apa yang harus dilakukan ketika menghampiri rambu GIVE WAY?

a)

Menurunkan kecepatan, Jika ada unit lain dari arah muka berhenti terlebih dahulu dan Jika tidak ada unit lain boleh lanjut jalan

b)

Berhenti minimal 8 detik

c)

Menerobos rambu GIVE WAY

d)

Membunyikan klakson panjang

23.

Berapa jarak minimal yang harus diberikan saat jalan beriringan dengan alat angkut lain jika kecepatan maksimum 40 km/jam?

a)

20 meter

b)

40 meter

c)

60 meter

d)

80 meter

24.

Jika ingin mendahului unit lain, kondisi alat angkut seperti apa saja yang boleh didahului?

a)

Alat angkut yang berjalan dengan kecepatan tinggi.

b)

Alat angkut yang sedang berhenti, grader yang sedang bekerja, track type lainnya, dan unit yang rusak atau low power.

c)

Semua alat angkut boleh didahului asal memberi tanda klakson.

d)

Alat angkut yang melaju di jalur kanan.

25.

Apa yang harus dilakukan sebelum mendahului unit lain di jalan hauling?

a)

Langsung mendahului dengan cepat.

b)

Menunggu di belakangnya sampai diberi jalan.

c)

Melakukan kontak melalui radio dengan jarak minimal 30m dan menunggu jawaban serta sinyal lampu boleh mendahului.

d)

Menyalip dari jalur kiri.

26.

Kapan alat angkut TIDAK BOLEH mendahului alat angkut lain?

a)

Jika jarak kurang dari 100 m terdapat jalan menurun/tanjakan, tikungan dan persimpangan serta dari arah berlawanan ada kendaraan lain.

b)

Jika jarak lebih dari 100 m terdapat jalan menurun/tanjakan, tikungan dan persimpangan.

c)

Jika sudah ada jawaban dan tanda lampu sign dari unit yang akan didahului

d)

Jika cuaca sedang hujan.

27.

Bagaimana metode penggunaan retarder yang benar?

a)

Gunakan retarder terus menerus.

b)

Gunakan retarder hanya saat di jalan menurun.

c)

Gunakan retarder untuk mengurangi kecepatan dan bila diperlukan, dan aktifkan sebelum mulai menuruni jalan.

d)

Gunakan retarder saat di jalan menanjak.

28.

Apa yang harus dilakukan ketika melewati area turunan atau tanjakan dengan kondisi jangkauan pandang terbatas akibat debu?

a)

Menambah kecepatan.

b)

Menyalakan lampu jauh.

c)

Mengurangi kecepatan dan jaga jarak aman beriringan 2x lipat kondisi normal

d)

Membunyikan klakson Panjang

29.

Bagaimana cara operator alat angkut mengetahui lokasi Dumping di area disposal?

a)

Menebak sendiri

b)

Komunikasi 2 Arah dengan Operator Dozer diarea Disposal maupun GL Area

c)

Bertanya pada Dispatcher / MIO

d)

Melihat rambu-rambu lalu lintas

30.

Bagaimana cara Manuver DT saat memasuki area dumping point?

a)

Melawan arah jarum jam

b)

Searah jarum jam

c)

Mundur

d)

Bebas

31.

Berapa jarak minimal antar DT saat dumping muatan di Disposal?

a)

1 meter

b)

3 meter

c)

10 meter

d)

1 x Lebar Unit

32.

Berapa jarak minimal antara DT dengan Dozer saat dumping muatan di Disposal?

a)

1 meter

b)

3 meter

c)

15 meter atau 2x Tumpukan Material

d)

1 x Lebar Unit

33.

Apa yang harus dipastikan sebelum melakukan dumping?

a)

Kedudukan DT benar-benar rata

b)

Mesin dalam keadaan mati

c)

Ganjal Ban sudah dipasang

d)

LOTO di pasangkan

34.

Setelah memastikan material habis, apa yang harus dilakukan operator DT?

a)

Maju 2 Meter untuk memastikan Kembali vessel telah kosong, kemudian menurunkan vessel terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan traveling menuju front.

b)

Bergerak/berjalan meninggalkan dumping point.

c)

Memeriksa tekanan ban.

d)

Menunggu instruksi dari spotter.

35.

Jika menemukan Kondisi Tidak Aman dan menemukan potensi bahaya di area dumping point, apa yang harus Operator DT lakukan?

a)

Melapotrkan Operator DT lain.

b)

Melaporkan ke Satpam.

c)

Informasikan segera ke Group Leader maupun Operator Dozer

d)

Biarkan saja yang penting diri sendiri aman

36.

Bagaimana kondisi tempat parkir yang ideal DT?

a)

Bergelombang, aman, dan keras.

b)

Rata, aman, dan lunak.

c)

Rata, aman, dan keras.

d)

Curam, licin, dan keras.

37.

Apa yang harus dilakukan saat memarkir DT?

a)

Hanya mengaktifkan rem parkir.

b)

Mengaktifkan rem parkir dan memasukkan gigi satu.

c)

Mengaktifkan rem parkir dan menetralkan transmisi, serta memutar roda kemudi kearah tanggul

d)

Membiarkan mesin menyala.

38.

Setelah Parkir aman, apa yang harus dilakukan Operator DT?

a)

Membersihkan Unit

b)

Mengecek Ritasi

c)

Melakukan P2H dengan teliti

d)

Mengisi bahan bakar.

39.

Jika harus parkir di lokasi turunan dalam kondisi darurat (Misal Hujan), Bagaimana metode yang aman?

a)

Menetralkan Trasmisi, mengaktifkan Rem Parkir, Memutar roda kemudi kearah tanggul, dan mematikan unit.

b)

Memasukkan Transmisi ke Gigi 1, mengaktifkan Rem Parkir, Memutar roda kemudi kearah tanggul, dan mematikan unit.

c)

Memasukkan Transmisi ke Gigi 1, mengaktifkan Rem Parkir, Memutar roda kemudi kearah tanggul, dan tetap menghidupkan unit.

d)

Menetralkan Trasmisi, mengaktifkan Rem Parkir, dan mematikan unit

40.

Bagaimana posisi parkir yang benar jika tidak ada median (pemisah)?

a)

Parkir secara seri dengan jarak aman minimal 1x Panjang Unit.

b)

Parkir mundur

c)

Parkir berjajar dengan jarak minimal 2 meter.

d)

Bebas, asalkan tidak menghalangi jalan.