wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PEMAHAMAN PROSEDUR HD785

Total questions: 85

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Kapan pengemudi boleh berhenti di sepanjang jalur tambang & hauling?

a)

Kapanpun pengemudi mau.

b)

Saat kondisi emergency.

c)

Saat ingin menikmati pemandangan.

d)

Saat ingin beristirahat.

2.

Berapa kecepatan maksimum unit DT & LD di jalan tambang saat jarak pandang < 80 m?

a)

10 km/jam.

b)

20 km/jam.

c)

30 km/jam.

d)

40 km/jam.

3.

Berapa jarak beriringan minimum yang aman antara dua unit DT/LD pada kondisi normal dengan kecepatan 40 km/jam?

a)

20 m

b)

30 m

c)

40 m

d)

50 m

4.

Pada kondisi abnormal, berapa jarak beriringan minimum antara unit DT/LD dengan kecepatan 20 km/jam?

a)

30 m

b)

40 m

c)

45 m

d)

60 m

5.

Manakah dari kondisi berikut yang TIDAK termasuk dalam kondisi abnormal?

a)

Jarak pandang di jalan tambang < 80 m

b)

Kondisi jalan licin

c)

Jalan dalam kondisi tidak standar (misal: undulating, rutting)

d)

Jalan Rata, Kering, dan Lebar

6.

Apa yang harus dilakukan GL jika jarak pandang di jalan tambang < 30 meter dan di jalan hauling < 70 meter?

a)

Menambah jumlah fleet.

b)

Mengurangi Jumlah Fleet atau menghentikan aktivitas hauling.

c)

Melaju dengan kecepatan tinggi.

d)

Tidak ada tindakan khusus.

7.

Bagaimana cara DT/LD/Trailer dengan ukuran lebih kecil mendahului sesama DT/LD/Trailer?

a)

Langsung mendahului tanpa memberi sinyal.

b)

Memberi sinyal klakson dan menyalakan lampu sein.

c)

Melakukan kontak positif menggunakan radio komunikasi dan memberi sinyal sign & klakson serta telah mendapat respon & ijin dari unit yang akan didahului

d)

Mendahului di tikungan.

8.

Kapan DT/LD/Trailer dengan ukuran yang sama boleh mendahului?

a)

Kapanpun, asalkan memberi sinyal klakson.

b)

Saat jalanan sepi.

c)

Saat DT/LD/Trailer yang akan didahului sedang berhenti atau rusak.

d)

Saat di tanjakan.

9.

Apakah DT/LD/Trailer boleh mendahului di area blindspot?

a)

Boleh.

b)

Tidak boleh.

c)

Boleh, jika jarak pandang cukup.

d)

Boleh, jika kecepatan rendah.

10.

Berapa jarak minimum yang aman saat mendahului (kondisi unit sedang sejajar/berdampingan)?

a)

½ lebar unit DT/LD/Trailer yang didahului.

b)

1 lebar unit DT/LD/Trailer yang didahului.

c)

1 ½ lebar unit DT/LD/Trailer yang didahului.

d)

2 lebar unit DT/LD/Trailer yang didahului.

11.

Apa akibat dari penggunaan retarder secara berlebihan?

a)

Ban kehilangan cengkram dan overheat.

b)

Mesin menjadi lebih bertenaga.

c)

Konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

d)

Pengereman menjadi lebih pakem.

12.

Bagaimana posisi transmisi yang benar saat menempuh jalan menurun?

a)

Netral.

b)

Gigi 1.

c)

Gigi mundur.

d)

Sesuai dengan kondisi jalan dan kecepatan.

13.

Kepada siapa pengemudi harus melaporkan kondisi tidak aman di jalan, seperti genangan air atau kerusakan jalan?

a)

CCR Plant

b)

SHE Dept

c)

Group Leader

d)

Operator DT lain

14.

Jika tiba-tiba hujan turun saat melintas dijalan hauling, bagaimana posisi DT/LD/Trailer yang benar saat parkir ketika hujan di jalan yang menurun?

a)

Ban belakang mengarah ke tanggul/tebing.

b)

Ban depan mengarah ke tanggul/tebing.

c)

Posisi kendaraan tegak lurus dengan jalan.

d)

Posisi kendaraan miring ke kanan.

15.

Apa yang harus dilakukan pengemudi saat kondisi slippery selesai?

a)

Langsung melanjutkan perjalanan.

b)

Menunggu instruksi dari GL untuk beroperasi.

c)

Memeriksa kondisi kendaraan.

d)

Membersihkan jalan dari lumpur.

16.

Apa yang harus dilakukan pengemudi saat akan mengoperasikan unit kembali setelah mematikan mesin di tengah shift kerja?

a)

Langsung menjalankan kendaraan.

b)

Memeriksa kondisi mesin.

c)

Memastikan kondisi sekeliling aman.

d)

Mela

17.

Informasi mengenai lokasi dan batas dumping dapat diketahui oleh operator DT melalui...

a)

Komunikasi dua arah dengan GL Disposal maupun Operator Dozer

b)

Grade Box

c)

SHE Officer

d)

GPS.

18.

Bagaimana cara Manuver DT memasuki area dumping point yang benar?

a)

Berlawanan arah jarum jam.

b)

Searah dengan jarum jam.

c)

Dari arah mana saja.

d)

Mundur.

19.

Apa yang harus dilakukan operator DT sebelum memulai dumping?

a)

Mengaktifkan lampu Sign

b)

Menyalakan lampu hazard.

c)

Memastikan kedudukan DT benar-benar rata.

d)

Meninggalkan DT.

20.

Berapa jarak minimum antar unit DT yang bersamaan dumping muatan pada dumping point?

a)

½ lebar unit terbesar.

b)

1 lebar unit terbesar.

c)

1 ½ lebar unit terbesar.

d)

2 lebar unit terbesar.

21.

Setelah selesai melakukan dumping, apa yang harus dilakukan operator DT?

a)

Maju 3 meter kemudian Memastikan kedudukan dump body benar pada chassis (Menurunkan Vessel hingga selesai).

b)

Membersihkan dump body.

c)

Memeriksa kondisi ban.

d)

Melaporkan kepada rekan kerja.

22.

Bagaimana kondisi tempat parkir yang ideal untuk DT/LD/Trailer?

a)

Bergelombang, lunak, dan tidak aman.

b)

Rata, aman, dan keras.

c)

Miring, licin, dan berbatu.

d)

Dekat dengan tebing.

23.

Apa yang harus dilakukan saat memarkirkan DT/LD/Trailer?

a)

Mengaktifkan rem parkir dan memasukkan gigi 1.

b)

Mengaktifkan rem parkir dan menetralkan transmisi.

c)

Mematikan mesin dan meninggalkan kendaraan.

d)

Tidak perlu melakukan apa-apa.

24.

Manakah dari area berikut yang TIDAK boleh digunakan untuk parkir?

a)

Area yang rata dan keras.

b)

Area rawan longsor.

c)

Area yang jauh dari tebing.

d)

Area yang tidak tergenang air.

25.

Ke arah mana ban DT/LD/Trailer harus diarahkan saat parkir?

a)

Kanan.

b)

Kiri/tanggul/tebing.

c)

Bebas.

d)

Berlawanan arah angin.

26.

Apa yang harus dilakukan operator pertama kali ketika merasa unitnya mengalami indikasi kerusakan/ breakdown?

a)

Mematikan mesin.

b)

Menghubungi mekanik.

c)

Tidak panik, Identifikasi jenis kerusakan, segera laporkan ke Atasan

d)

Keluar dari unit dan memeriksa kerusakan.

27.

Jika unit mengalami kerusakan E01 atau E02, unit harus segera dihentikan di tempat.

a)

Benar

b)

Salah

28.

Apa yang harus dilakukan jika unit mengalami pecah ban?

a)

Melanjutkan perjalanan dengan hati-hati.

b)

Mengganti ban di tempat.

c)

Menghentikan unit di tempat.

d)

Membunyikan klakson untuk meminta bantuan.

29.

Saat operator menyadari ada indikasi kerusakan pada unit, apa yang harus dilakukan sebelum menepikan unit?

a)

Langsung menepikan unit di tempat kejadian.

b)

Mematikan mesin.

c)

Mengidentifikasi jenis kerusakan, apakah unit masih bisa digerakkan ke tempat aman atau tidak.

d)

Menghubungi mekanik.

30.

Saat akan menepikan unit yang mengalami kerusakan, pengemudi harus memastikan...

a)

Area di sebelah kiri unit aman dari unit lain.

b)

Mesin dalam keadaan mati.

c)

Lampu hazard menyala.

d)

Rem parkir aktif.

31.

Bagaimana posisi ban yang benar saat unit diparkir di pinggir jalan?

a)

Arahkan ban ke kanan.

b)

Arahkan ban ke kiri (arah tanggul).

c)

Arahkan ban ke tengah jalan.

d)

Posisi ban tidak berpengaruh.

32.

Setelah unit parkir dengan aman di sisi jalan, kepada siapa SAJA yang harus dihubungi melalui radio komunikasi?

a)

Group Leader (GL) area setempat.

b)

Central Control Room (CCR) / Dispatch.

c)

Pengguna jalan aktif di area tersebut.

d)

Semua jawaban benar.

33.

Jika unit mengalami breakdown dan harus berhenti di tempat secara tiba-tiba, apa yang harus dilakukan pengemudi?

a)

Menunggu bantuan datang.

b)

Mengidentifikasi jenis kerusakan.

c)

Segera menghidupkan lampu hazard.

d)

Menghubungi GL.

34.

Apa yang harus dilakukan GL area setempat jika ada unit DT/LD yang breakdown di jalan tambang?

a)

Membiarkan unit tersebut di tempat.

b)

Menghubungi mekanik.

c)

Mengarahkan unit DT/LD lain untuk dumping muatan di belakang dan depan unit yang breakdown.

d)

Memindahkan unit yang breakdown ke tempat yang aman.

35.

Berapa jarak ideal penempatan material dumping dari unit yang breakdown di jalan tambang?

a)

5 meter.

b)

10 meter.

c)

15 meter.

d)

20 meter.

36.

Selain traffic cone, apa yang HARUS dipasang di jalan hauling untuk mengamankan unit yang breakdown?

a)

Safety cone.

b)

Drum dengan stiker scotlight dan lampu flip flop di belakang dan depan unit pada jarak 100 meter dari unit.

c)

Pita pengaman.

d)

Rambu lalu lintas.

37.

Jika estimasi perbaikan unit yang breakdown lebih dari 1 jam, apa yang harus segera dilakukan oleh GL area setempat?

a)

Memindahkan unit ke workshop.

b)

Menunggu mekanik datang.

c)

Mengatur traffic di area tersebut.

d)

Memasang rambu-rambu lalu lintas.

38.

Sistem apa yang digunakan untuk mengatur traffic di area unit yang breakdown?

a)

Satu arah.

b)

Buka-tutup jalur muatan dan kosongan.

c)

Prioritas kendaraan besar.

d)

Prioritas kendaraan kecil.

39.

Apa yang harus dilakukan GL jika berhalangan untuk mengatur traffic dan tidak ada pengawas/traffic man lain yang menggantikan?

a)

Menghubungi GL lain.

b)

Menelepon polisi.

c)

Memasang rambu-rambu prioritas muatan.

d)

Meninggalkan lokasi unit breakdown.

40.

Berapa jarak pemasangan rambu-rambu prioritas muatan dari unit yang breakdown?

a)

25 meter.

b)

50 meter.

c)

100 meter.

d)

200 meter.

41.

Jika estimasi dari kru mekanik menyatakan bahwa unit yang breakdown di jalan tambang/hauling tidak bisa dievakuasi hingga masuk waktu shift malam, apa yang harus dilakukan GL area setempat?

a)

Memulangkan kru mekanik.

b)

Mencarikan alat penerangan/ TL.

c)

Memindahkan unit ke workshop.

d)

Menunggu hingga pagi hari.

42.

Alat penerangan seperti apa yang WAJIB disediakan untuk unit yang breakdown hingga malam hari?

a)

Lampu senter.

b)

Lampu kepala.

c)

Tower lamp atau alat sejenis yang dapat memberikan intensitas pencahayaan minimal 20 lux.

d)

Api unggun.

43.

Jika unit breakdown di tepi jalan berada pada area tikungan, dimana rambu-rambu peringatan harus ditempatkan?

a)

Di belakang unit.

b)

Di depan unit.

c)

Di awal tikungan.

d)

Di tengah tikungan.

44.

Siapa yang WAJIB mengontrol distribusi jumlah dan lokasi DT saat akan melakukan aktivitas rest & sholat/istirahat?

a)

Operator DT.

b)

Mekanik.

c)

GL.

d)

Section Head.

45.

Apa tujuan dari kontrol distribusi jumlah dan lokasi DT saat rest & sholat/istirahat?

a)

Agar tidak terjadi kemacetan.

b)

Agar distribusi jumlah DT di front - jalan - disposal tetap normal sehingga di jam awal setelah rest time & sholat tidak terjadi kekosongan DT di fleet

c)

Agar operator dapat beristirahat dengan tenang

d)

Agar tidak terjadi kecelakaan.

46.

Berapa target jumlah DT per fleet yang parkir di front saat rest time?

a)

1 DT.

b)

2 DT

c)

3 DT

d)

4 DT

47.

Jika terkena radius blasting, dimana DT harus parkir saat rest time?

a)

Di Front

b)

Di Jalan

c)

Di Disposal

d)

Di batas luar radius 500 meter (batas aman orang).

48.

Berapa kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk unit DT & LD di jalan tambang?

a)

60 km/jam

b)

50 km/jam

c)

40 km/jam

d)

30 km/jam

49.

Berapa lebar badan jalan efektif minimum di jalan tambang untuk unit DT & LD?

a)

2 x lebar unit hauler terbesar

b)

3 x lebar unit hauler terbesar

c)

3.5 x lebar unit hauler terbesar

d)

4 x lebar unit hauler terbesar

50.

Berapa grade maksimum per segmen jalan untuk unit DT Rigid di jalan tambang?

a)

8 %

b)

12 %

c)

6 %

d)

5 %

51.

Berapa Cross Fall per segmen jalan untuk unit DT di jalan tambang?

a)

Max 3 %

b)

Max 5 %

c)

Max 6 %

d)

Max 8 %

52.

Apa yang dimaksud dengan "Superelevasi" di jalan tambang & hauling?

a)

Kemiringan jalan pada tanjakan

b)

Kemiringan jalan pada turunan

c)

Kemiringan jalan di tikungan

d)

Kelandaian jalan

53.

Apa yang dimaksud dengan "Cross Fall" di jalan tambang & hauling?

a)

Kemiringan permukaan jalan ke sisi jalan untuk mengarahkan hiling air

b)

Kemiringan jalan pada turunan

c)

Kemiringan jalan di tikungan

d)

Kelandaian jalan

54.

Mengapa persimpangan jalan tambang merupakan salah satu area yang kritikal?

a)

Karena banyak kendaraan yang parkir di area tersebut.

b)

Karena terdapat perlintasan antar unit dari berbagai arah.

c)

Karena jalannya rusak dan berlubang.

d)

Karena minim penerangan.

55.

Apa yang dapat terjadi jika tidak dilakukan pengaturan dengan baik di persimpangan jalan tambang?

a)

Kemacetan

b)

Kecelakaan (tabrakan)

c)

Longsor

d)

Banjir

56.

Berapa sudut ideal yang harus dibentuk pada T-Junction?

a)

< 70 derajat

b)

70 - 90 derajat

c)

> 90 derajat

d)

Bebas

57.

Berapa jarak minimum antar dua T-Junction pada Double T-Junction?

a)

25 meter

b)

50 meter

c)

75 meter

d)

100 meter

58.

Berapa tinggi minimum median jalan?

a)

Setengah diameter ban unit hauler terbesar.

b)

Satu diameter ban unit hauler terbesar.

c)

Satu setengah diameter ban unit hauler terbesar.

d)

Dua diameter ban unit hauler terbesar.

59.

Berapa panjang minimum median jalan?

a)

5 meter

b)

10 meter

c)

15 meter

d)

20 meter

60.

Berapa tinggi tanggul untuk unit HD785?

a)

135 cm

b)

160 cm

c)

200 cm

d)

250 cm

61.

Apa fungsi dari post guide?

a)

Sebagai pembatas jalan.

b)

Sebagai penanda batas kecepatan.

c)

Sebagai rambu lalu lintas.

d)

Sebagai patokan jarak aman antar alat angkut.

62.

Apa yang TIDAK BOLEH dilakukan saat unit hauler berbelok/menikung?

a)

Berbelok secara perlahan.

b)

Menyesuaikan kecepatan dengan radius tikungan.

c)

Membunyikan klakson.

d)

Berbelok secara tajam.

63.

Apa saja risiko yang dapat terjadi jika unit hauler berbelok/menikung secara tajam?

a)

Kerusakan jalan & tyre.

b)

Resiko unit terguling.

c)

Kemungkinan muatan tumpah.

d)

Semua jawaban benar.

64.

Jika terdapat unit yang parkir di area rawan longsor atau banjir saat hujan, apa yang harus dilakukan?

a)

Membiarkan unit tersebut.

b)

Melakukan evakuasi unit ke tempat yang aman (titik evakuasi kondisi darurat).

c)

Memasang rambu-rambu peringatan.

d)

Melaporkan ke SHE untuk di sanksi

65.

Berapa kecepatan maksimum unit DT pada area disposal?

a)

25 km/jam

b)

30 km/jam

c)

40 km/jam

d)

15 km/jam

66.

Berapa jarak minimum DT dengan bulldozer pada saat melintas di belakang unit bulldozer yang sedang melakukan proses dozing?

a)

½ panjang unit DT (5 meter).

b)

1 panjang unit DT (10 meter).

c)

1½ panjang unit DT (15 meter).

d)

2 panjang unit DT (20 meter).

67.

Berapa jarak aman minimal antara dump truck dengan bulldozer pada proses dumping?

a)

5 meter

b)

10 meter

c)

15 meter

d)

20 meter

68.

Berapa jarak aman antara DT dengan DT yang sedang dumping bersebelahan?

a)

½ x lebar unit DT terbesar

b)

1 x lebar unit DT terbesar

c)

1½ x lebar unit DT terbesar

d)

2 x lebar unit DT terbesar

69.

Apa yang boleh dilakukan saat manuver mundur untuk dumping?

a)

Menggunakan windrow sebagai stopper.

b)

Melakukan pengereman mendadak.

c)

Memastikan spion kiri saja

d)

Menggunakan kecepatan maksimum 10 km/jam.

70.

Berapa RPM yang digunakan pada saat akan menaikkan vessel untuk menumpahkan material?

a)

1000-1200

b)

1500-1700

c)

1800-1900

d)

2000-2200

71.

Apa akibat dari pengereman mendadak saat manuver mundur untuk dumping?

a)

Dump truck akan terguling.

b)

Beban unit dan muatan akan bertambah 1.6 x dari beban aslinya sehingga berpotensi menyebabkan Disposal Patah

c)

Material akan tumpah.

d)

Dump truck akan rusak.

72.

Manakah dari kondisi berikut yang bukan termasuk dalam kategori disposal high risk?

a)

Dumping di ketinggian ≤ 5 meter.

b)

Dumping material ke kolam air/lumpur dengan kedalaman lebih dari 1 meter.

c)

Dumping material lumpur

d)

Dumping material di ketinggian > 5 meter.

73.

Apa yang dimaksud dengan "Fleet Matching"?

a)

Proses pengangkutan material dari pit ke disposal.

b)

Kesesuaian kombinasi antara alat loading dengan alat hauling.

c)

Standar pengoperasian alat berat.

d)

Perawatan alat berat.

74.

Apa yang dimaksud dengan "Sinkronisasi Armada (Fleet Synchronization)"?

a)

Kondisi dimana semua alat muat dan alat angkut dalam kondisi baik dan siap beroperasi.

b)

Kondisi dimana semua alat muat memiliki jumlah alat angkut yang sama.

c)

Kondisi dimana satu alat muat melayani sejumlah alat angkut tanpa adanya waktu menunggu.

d)

Kondisi dimana alat muat dan alat angkut beroperasi secara bersamaan.

75.

empat parkir untuk Light Vehicle (LV) di area front atau disposal harus terpisah jauh +/- 100 meter dari loading point agar menghindarkan insiden LV tertabrak bahkan terlindas Dump Truck (DT). Adapun standar area parkir LV di Front atau Disposal adalah

a)

Areanya dikelilingi bundwall dan dilengkapi dengan bendera warna kuning, rambu parkir dan rambu IN-OUT area parkir LV.

b)

Areanya dikelilingi bundwall dan dan dilengkapi dengan umbul-umbul, rambu parkir, dan rambu IN-OUT area parkir LV.

76.

Apabila ada sarana Light Vehicle (LV) atau Light Truck (LT) masuk ke front atau disposal, maka unit Alat Berat (A2B) dan Dump Truck (DT) yang beroperasi di front atau disposal harus

a)

Tetap Beroperasi

b)

Stop dan Freeze

77.

Ketika operator memarkirkan unit Dump Truck (DT) di Front atau Disposal saat rest time maupun sholat. Posisi parkir yang direkomendasikan adalah

a)

Parkir Mundur / Paralel

b)

Parkir Seri dengan Jarak Aman 1 x Panjang Unit

78.

Yang harus dilakukan operator Dump Truck (DT) ketika akan memulai kembali beroperasi ketika selesai parkir adalah

a)

Harus memulai pergerakan dengan maju, tidak boleh mundur

b)

Apabila area cukup luas, unit diperbolehkan parkir mundur

79.

Ketika bekerja pada area kritis (seperti high risk disposal dumping air/lumpur atau dumping di ketinggian), point penting yang harus diperhatikan operator Dump Truck (DT) saat melakukan dumping material adalah :

a)

Stop manuver mundur dumping mengacu pada dumping limiter sejajar dengan kabin.

b)

Terus mundur mendekati bundwall disposal, karena dumping limiter belum di up date GL.

80.

Penempatan barang dalam kabin harus diatur agar tidak mengganggu operator saat mengoperasikan unit. Area mana saja di dalam kabin yang harus clear atau bersih dari barang-barang ?

a)

Dasboard dan sekitar pedal

b)

Belakang kursi penumpang

81.

Membuka rompi, memainkan HP, atau mengisi time sheet saat beroperasi adalah contoh-contoh perilaku “melakukan aktivitas lain saat mengoperasikan unit”. Hal-hal tersebut tidak boleh dilakukan karena:

a)

Untuk melatih kedisiplinan operator

b)

Dapat memecahkan konsentrasi operator

82.

Angka kejadian insiden yang disebabkan karena fatigue masih sangat tinggi. Apa yang harus anda lakukan ketika merasakan fatigue saat beroperasi?

a)

Langsung STOP operasi, istirahat dan laporkan ke GL

b)

Tetap melanjutkan beroperasi sambil menuju area parkir untuk istirahat

83.

Area jalan tambang adalah area kerja yang paling besar dalam tambang. Banyak unit-unit yang beroperasi di jalan tambang. Untuk menghindari terjadinya insiden tabrak belakang, yang harus dilakukan operator adalah

a)

Menggunakan Transmisi yang sesuai

b)

Tidak melakukan overspeed dan menjaga jarak aman

84.

Sesuai dengan Golden Rules, jika mengoperasikan peralatan bergerak bermotor sambil melakukan aktivitas lain yang tidak sesuai dengan petunjuk operasional hingga menyebabkan kecelakaan akan mendapatkan sanksi berupa

a)

SP1

b)

SP2

c)

SP3

d)

PHK

85.

Tidak melaporkan ke atasan terhadap kondisi fisiknya dalam keadaan fatigue dan tetap mengoperasikan peralatan bergerak bermotor hingga menyebabkan kecelakaan akan mendapatkan sanksi sesuai yang diatur pada Golden Rules berupa

a)

SP1

b)

SP2

c)

SP3

d)

PHK