NEW
Font size
WorksheetsHari Raya Waisak dan Asadha 7
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Dari beberapa hari raya agama Buddha, hanya hari raya Waisak telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di negara Indonesia oleh Pemerintah dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 pada tahun …
1963
1973
1983
1993
Peristiwa Suci Waisak mengajak umat Buddha untuk merenungkan dan menghayati kembali perjuangan hidup Buddha. Seorang Putra Mahkota yang dibesarkan dengan segala kemewahan di dalam istana-Nya, ternyata rela meninggalkan semuanya itu demi cinta kasih-Nya kepada semua makhluk. Dari narasi tersebut yang bukan merupakan peristiwa suci yang terjadi pada Buddha Gotama adalah ….
Buddha Gotama mencapai Parinibbana di Kusinara pada usia 80 tahun
Pangeran Sidharta lahir di Taman Lumbini tahun 623 sebelum Masehi
Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna di Bodhi Gaya pada usia 35 tahun
Pemutaran khotbah Buddha pertama kepada lima orang petapa di Taman Rusa Isipatana
Hari raya agama Buddha merupakan hari raya yang istimewa bagi umat Buddha. Setiap hari raya agama Buddha seyogyanya dijadikan sebuah budaya dalam kehidupan umat Buddha. Dari narasi diatas yang merupakan contoh budaya dalam peringatan hari raya Waisak adalah ….
berkunjung kepada sesama
bersujud kepada kedua orang tua
beranjali di depan orang tua
berdoa di cetiya
Pemerintah menjamin kebebasan bagi setiap warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaanya masing masing. Demikian pula pemerintah mengakui adanya hari raya agama, bahkan sebagian di antaranya telah ditetapkan sebagai hari libur nasiona. Seperti halnya agama Buddha, terdapat empat hari raya yang telah diakui oleh pemerintah Indonesia. Berikut ini hari raya yang meperingati 3 (tiga) peristiwa penting adalah ….
Hari Raya Magha Puja
Hari Raya Waisak
Hari Raya Asadha
Hari Raya Kathina
Selama enam tahun berjuang dengan mempraktikkan berbagai bentuk petapaan yang ekstrim yang ternyata belum membuahkan hasil, petapa Siddharta melakukan perenungan Vipassana Bhavana atau pengetahuan pandangan terang di bawah pohon Bodhi seorang diri. Dari narasi tersebut Pangeran Siddharta berhasil mencapai penerangan sempurna pada tahun ….
568 Sebelum Masehi
578 Sebelum Masehi
588 Sebelum Masehi
598 Sebelum Masehi
Sebagai wujud welas asih Buddha kepada semua makhluk, setelah mencapai penerangan sempurna, Buddha membabarkan Dharma kepada manusia dan para dewa. Pembabaran Dharma yang pertama kepada lima orang petapa diperingati sebagai hari raya Asadha. Berikut ini yang bukan merupakan pristiwa tentang hari raya Asadha adalah ….
pemutaran khotbah buddha pertama kepada lima orang petapa di taman rusa isipatana
dengan terbentuknya sangha, lengkap tiratana/triratna (buddha, dharma, dan sangha)
berkumpulnya 1.250 orang bhikkhu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
pada peristiwa itu juga, sangha terbentuk.
Dua bulan setelah mencapai penerangan sempurna, Buddha memutar roda Dharma untuk pertama kali kepada lima orang petapa di Taman Rusa Isipatana, pada tahun 588 sebelum Masehi. Lima-orang petapa sebelumnya teman berjuang dalam bertapa menyiksa diri di hutan Uruvela merupakan orang orang yang paling berbahagia, karena mereka mempunyai kesempatan mendengarkan Dharma untuk pertama kalinya. Mereka yang kemudian disebut Panca Vaggiya. Dari narasi diatas yang bukan merupakan bagian dari Panca Vaggiya adalah ….
Mahanama
Kondanna
Ananda
Assaji
Buddha mengajarkan bahwa hidup adalah dukkha atau penderitaan. Umat Buddha tidak boleh menutup mata pada kebenaran tentang adanya penderitaan yang mencengkeram kehidupan ini. Umat Buddha harus menghadapi penderitaan yang datang padanya dengan bijaksana. Umat Buddha harus berusaha mencabut akar penderitaan itu, agar terbebas dari penderitaan. Dari narasi tersebut yang merupakan sebab dari penderitaan adalah ….
lobha
tanha
dosa
moha
Buddha telah mewariskan Cattari Ariya Saccani untuk direalisasikan agar dapat melepaskan diri dari siklus kelahiran yang berulang-ulang yang penuh dengan penderitaan ini. Umat Buddha harus berjuang dengan gigih dalam kehidupan sehari hari, untuk memperkecil sebab-sebab penderitaan, untuk mencapai kebahagiaan tahap demi tahap. Ariya Atthangika Magga dikelompokkan menjadi tiga, yaitu ….
metta, karuna, mudita
dana, sila, bakti
lobha, dosa, moha
sila, samadhi, panna
Buddha mengajarkan bahwa ada satu jalan untuk membebaskan makhluk dari penderitaan, yaitu Jalan Mulia Berunsur Delapan (Ariya Atthangika Magga). Disebut jalan tengah (Majjhima Patipada) karena berada di antara dua cara hidup yang ekstrim, yaitu hidup dengan memuaskan nafsu yang berlebih-lebihan dan hidup dengan penyiksaan diri. Berikut ini yang termasuk kelompok sila adalah ….
pikiran benar
ucapan benar
perhatian benar
pandangan benar
