Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

RTRL

Total questions: 100

Worksheet time: 8hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang menjadi fokus penelitian dalam penyusunan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) pada tahun 2011-2013?

a)

Perhitungan panjang jalan nasional

b)

Nilai-nilai kapasitas dasar (C0) dan Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP)

c)

Penghitungan lebar jalan perkotaan

d)

Distribusi kendaraan berat pada jalan tol

2.

Berapa jumlah pedoman yang tercakup dalam PKJI?

a)

Empat

b)

Lima

c)

Enam

d)

Tujuh

3.

Apa saja tipe alinemen yang digunakan untuk Jalan Bebas Hambatan (JBH) dan Jalan Luar Kota (JLK)?

a)

Alinemen datar dan alinemen berbukit saja

b)

Alinemen berbukit dan alinemen pegunungan saja

c)

Alinemen datar, alinemen bukit, dan alinemen gunung

d)

Alinemen datar saja

4.

Mengapa kendaraan tidak bermotor dan sepeda motor tidak diperhitungkan pada Jalan Bebas Hambatan (JBH)?

a)

Karena kecepatan kendaraan bermotor lebih tinggi

b)

Karena tidak diperbolehkan menggunakan JBH

c)

Karena tidak memengaruhi perhitungan kapasitas

d)

Karena hanya sedikit pengguna jalan tersebut

5.

Kapasitas jalan (C) dihitung berdasarkan kapasitas dasar (C0) yang dikoreksi oleh faktor-faktor yang merepresentasikan...

a)

Jumlah kendaraan yang melintas

b)

Deviasi geometri jalan dan lalu lintas terhadap kondisi ideal

c)

Kecepatan tempuh kendaraan bermotor

d)

Waktu tempuh rata-rata pengguna jalan

6.

Suatu segmen jalan harus dipisahkan menjadi dua atau lebih segmen jika...

a)

Jumlah kendaraan pada arus puncak melebihi kapasitas jalan

b)

Terdapat perbedaan karakteristik yang signifikan, seperti lebar jalur dan tipe alinemen

c)

Jalan berada di daerah perkotaan

d)

Kecepatan rata-rata kendaraan berkurang drastis

7.

Kinerja lalu lintas suatu segmen jalan dinyatakan melalui...

a)

Arus lalu lintas rencana dan jarak pandang

b)

Lebar jalur dan tipe bahu jalan

c)

Waktu tempuh rata-rata kendaraan dan kapasitas jalan

d)

Nilai derajat kejenuhan (Dj) dan kecepatan tempuh (Vt)

8.

Nilai DJ sebesar 0,85 digunakan sebagai...

a)

Indikator waktu tempuh rata-rata kendaraan

b)

Ukuran kapasitas ideal jalan

c)

Batasan kinerja jalan yang baik atau buruk

d)

Parameter perhitungan arus lalu lintas

9.

Apa yang perlu dilakukan jika suatu segmen jalan memiliki nilai DJ >0,85?

a)

Mengurangi jumlah kendaraan yang melintas

b)

Menambahkan lajur atau menerapkan manajemen lalu lintas

c)

Menghentikan aktivitas lalu lintas selama jam puncak

d)

Meningkatkan kecepatan kendaraan yang melintas

10.

Kinerja lalu lintas di persimpangan diukur berdasarkan arus lalu lintas yang...

a)

Diukur selama periode satu jam

b)

Direkam sepanjang hari kerja

c)

Disesuaikan dengan kapasitas maksimum jalan

d)

Ditentukan dari kapasitas dasar (C0)

11.

Kecepatan tempuh (Vt) merupakan ukuran kinerja kualitas pelayanan jalan yang dapat dikonversi menjadi...

a)

Derajat kejenuhan (Dj)

b)

Waktu tempuh (Wt)

c)

Kapasitas jalan (C)

d)

Jumlah lajur yang tersedia

12.

Nilai Dj dengan Vt yang tinggi menunjukkan...

a)

Kualitas pelayanan jalan yang sangat baik

b)

Tingkat kejenuhan jalan yang rendah

c)

Waktu tempuh kendaraan yang lama

d)

Perluasan kapasitas jalan

13.

Kriteria umum yang digunakan untuk menilai kinerja lalu lintas di persimpangan adalah...

a)

Kecepatan tempuh kendaraan besar

b)

Nilai DJ ≤0,85

c)

Jumlah kendaraan per jam

d)

Jumlah lajur yang tersedia

14.

Untuk menilai kondisi pelayanan suatu simpang APILL, parameter tambahan yang digunakan meliputi...

a)

Kecepatan tempuh, panjang jalan, dan jumlah kendaraan

b)

Waktu tempuh, kapasitas jalan, dan peluang antrian

c)

Derajat kejenuhan (DJ), volume kendaraan, dan lebar jalur

d)

Panjang antrian (PA), rasio kendaraan berhenti (NKH), dan tundaan (T)

15.

Data arus lalu lintas rencana digunakan untuk...

a)

Menghitung arus lalu lintas pada jam sibuk sore

b)

Menetapkan lebar jalur atau jumlah lajur lalu lintas

c)

Mengukur kapasitas jalan yang sudah terpakai

d)

Memperkirakan jumlah kendaraan per hari

16.

Nilai faktor jam sibuk (FJS) berkisar antara...

a)

0,08–0,11

b)

0,80–0,95

c)

0,07–0,12

d)

0,08–0,15

17.

Kendaraan dalam klasifikasi PKJI tidak memasukkan jenis kendaraan...

a)

Sepeda Motor (SM)

b)

Bus Besar (BB)

c)

Kendaraan Tidak Bermotor (KTB)

d)

Mobil Penumpang (MP)

18.

Pada jaringan jalan kota, kendaraan BB dan TB umumnya...

a)

Dikategorikan sebagai Kendaraan Sedang (KS)

b)

Tidak diperhitungkan dalam evaluasi kapasitas

c)

Diakomodasi sepenuhnya dalam jam sibuk

d)

Menjadi hambatan utama dalam perhitungan DJ

19.

Pedoman Kapasitas Jalan Perkotaan digunakan untuk jalan dengan tipe...

a)

2/2-TT, 4/2-T, 6/2-T, dan 8/2-T

b)

2/2-TT, 3/3-T, dan 6/2-T

c)

4/4-T, 6/6-T, dan 8/8-T

d)

2/2-T, 3/3-T, dan 8/2-T

20.

Pedoman Kapasitas Simpang APILL mencakup evaluasi kinerja lalu lintas dengan parameter berikut, kecuali...

a)

Derajat kejenuhan (Dj)

b)

Kecepatan tempuh (Vt)

c)

Tundaan (T)

d)

Panjang antrian (PA)

21.

Kinerja lalu lintas pada bagian jalinan tunggal selain DJ juga diukur menggunakan...

a)

Panjang antrian dan peluang antrian

b)

Kecepatan tempuh (vT) dan waktu tempuh (Wt)

c)

Tundaan dan rasio kendaraan berhenti

d)

Kapasitas jalan dan volume kendaraan

22.

jumlah kendaraan bermotor yang melalui suatu segmen jalan per jam, dengan satuan kendaraan per jam (kend/jam) atau satuan mobil penumpang per jam (SMP/jam) pengertian dari ...

a)

arus jenuh

b)

arus jenuh dasar

c)

arus lalu lintas jam perencanaan

d)

arus lalu lintas

23.

kegiatan di samping segmen jalan yang mempengaruhi kinerja lalu lintas, yaitu pejalan kaki,

penghentian kendaraan umum atau kendaraan lainnya, kendaraan keluar masuk lahan di

samping jalan, dan keberadaan kendaraan lambat/fisik

a)

hambatan jalan

b)

hambatan kanan kiri

c)

hambatan samping

d)

hambatan kanan

24.

jalan yang jalur lalu lintasnya terdiri dari 4 (empat) lajur, 2 (dua)2 lajur untuk masing-masing

arah lalu lintas dan dilengkapi median disebut

a)

jalan empat lajur dua arah terbagi

b)

jalan empat lajur dua arah tak terbagi

c)

jalan empat lajur dua arah

d)

jalan dua lajur dua arah terbagi

25.

lebar jalan yang diperkeras dan digunakan oleh lalu lintas kendaraan 1 (satu) arah, diukur dari

batas marka menerus tepi jalan sebelah dalam di salah satu sisi jalan sampai ke batas sisi

dalam marka menerus tepi jalan di sisi yang lainnya, tidak termasuk bahu jalan (meter) disebut

a)

lebar efektif

b)

lebar lajur

c)

lebar jalan

d)

lebar jalur

26.

bangunan dalam ruang jalan yang ditinggikan atau direndahkan yang berfungsi memisahkan

arah arus lalu lintas yang berlawanan adalah

a)

trotoar

b)

median

c)

kreb

d)

marka

27.

satuan untuk arus lalu lintas dimana arus berbagai kendaraan yang berbeda telah diubah

menjadi arus mobil penumpang dengan menggunakan nilai ekuivalen mobil penumpang

a)

satuan mobil penumpang

b)

satuan mobil kendaraan

c)

satuan mobil

d)

satuan kendaraan

28.

Segmen jalan pada JBH harus dipisahkan jika terjadi perubahan signifikan pada...

a)

Volume lalu lintas per jam

b)

Tipe jalan, tipe alinemen, dan tipe medan

c)

Kecepatan kendaraan dan tundaan lalu lintas

d)

Panjang jalan dan lebar bahu jalan

29.

Faktor koreksi kapasitas JBH meliputi...

a)

Koreksi terhadap lebar bahu jalan dan panjang segmen jalan

b)

Koreksi terhadap lebar lajur dan komposisi lalu lintas

c)

Koreksi terhadap derajat kejenuhan dan tundaan lalu lintas

d)

Koreksi terhadap jumlah simpang dan alur kendaraan

30.

Dalam kapasitas JBH, lebar bahu jalan...

a)

Tidak diperhitungkan dalam kapasitas tetapi memenuhi persyaratan keselamatan jalan ...

b)

Diperhitungkan dalam kapasitas untuk segmen dengan lalu lintas padat

c)

Digunakan untuk menentukan derajat kejenuhan (DJ)

d)

Menjadi faktor utama dalam menentukan tipe alinemen

31.

Tipe alinemen jalan dibedakan menjadi...

a)

Datar, menanjak, dan terjal

b)

Datar, bukit, dan gunung

c)

Rata, miring, dan curam

d)

Horizontal, vertikal, dan kombinasi

32.

Tipe alinemen dalam analisis kapasitas jalan ditetapkan berdasarkan...

a)

Tipe alinemen dalam analisis kapasitas jalan ditetapkan berdasarkan...

b)

Panjang segmen jalan dan volume kendaraan

c)

Derajat kelengkungan alinemen vertikal dan horizontal

d)

Derajat kelengkungan alinemen vertikal dan horizontal

33.

Derajat kelengkungan alinemen vertikal (θV) dihitung berdasarkan...

a)

Jumlah total sudut belokan pada tikungan dibagi panjang segmen jalan

b)

Jumlah total kenaikan vertikal tanjakan dibagi panjang segmen jalan

c)

Jumlah total kenaikan vertikal tanjakan dibagi panjang segmen jalan

d)

Jumlah total kenaikan vertikal tanjakan dibagi panjang segmen jalan

34.

Kriteria tipe medan berbeda dengan tipe alinemen karena tipe medan ditentukan berdasarkan...

a)

Jumlah tikungan horizontal di sepanjang segmen jalan

b)

Kemiringan medan sisi jalan pada arah tegak lurus sumbu jalan

c)

Kemiringan medan sisi jalan pada arah tegak lurus sumbu jalan

d)

Kemiringan medan sisi jalan pada arah tegak lurus sumbu jalan

35.

Apa fungsi nilai EMP dalam analisis kapasitas jalan?

a)

Menetapkan tipe jalan yang sesuai

b)

Mengkonversi volume lalu lintas dari satuan kend/jam ke SMP/jam

c)

Mengukur derajat kelengkungan jalan

d)

Menentukan umur desain peningkatan jalan

36.

Data masukan untuk perencanaan jalan baru meliputi…

a)

Data geometri eksisting dan umur desain peningkatan

b)

Data arus lalu lintas eksisting dan pengaturan lalu lintas eksisting

c)

Data EMP berdasarkan volume lalu lintas

d)

Data lalu lintas rencana dan data lingkungan jalan

37.

Jika kriteria desain belum terpenuhi dalam prosedur perencanaan, langkah apa yang dilakukan selanjutnya?

a)

Lanjutkan ke langkah F untuk menetapkan keluaran

b)

Lakukan iterasi pada langkah-langkah sebelumnya

c)

Ubah data masukan pada langkah A

d)

Akhiri proses perencanaan

38.

Langkah terakhir dalam prosedur perencanaan jalan baru jika kriteria desain telah terpenuhi adalah…

a)

Mengulang proses dari awal

b)

Menetapkan tipe jalan peningkatan

c)

Menetapkan keluaran (Langkah F)

d)

Menghitung ulang nilai vB dan DJ

39.

Apa alasan utama untuk melakukan peningkatan jalan lama?

a)

Data masukan tidak memadai

b)

Tidak ada tipe jalan yang sesuai

c)

Volume lalu lintas terlalu rendah

d)

Kinerja lalu lintas eksisting tidak memenuhi kriteria desain

40.

Apa tujuan utama dari penggunaan APILL dalam pengaturan lalu lintas simpang?

a)

Meningkatkan kecepatan kendaraan

b)

Meminimalkan konflik lalu lintas

c)

Mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan

d)

Menghilangkan arus belok kanan

41.

Pemilihan jenis persimpangan baru harus didasarkan pada analisis apa?

a)

Kecepatan rata-rata kendaraan

b)

Jumlah kendaraan yang melintas

c)

Jarak antar persimpangan

d)

Biaya siklus hidup (BSH)

42.

Simpang APILL dapat berupa pertemuan antara tipe jalan berikut, kecuali

a)

Tipe jalan 2/2-TT

b)

Tipe jalan 4/2-T

c)

Tipe jalan 10/4-T

d)

Tipe jalan 8/2-T

43.

Jika derajat kejenuhan (DJ) pada simpang APILL melebihi 0,85, tindakan yang perlu dilakukan adalah

a)

Menghapus lampu lalu lintas

b)

Mengurangi jumlah fase dalam APILL

c)

Meningkatkan pengaturan APILL atau fisik simpang

d)

Menutup simpang tersebut

44.

Apa yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih tipe simpang APILL?

a)

Biaya pembangunan yang murah

b)

Estetika desain simpang

c)

Kinerja lalu lintas, keselamatan, dan dampak lingkungan

d)

Tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan

45.

Rekayasa lalu lintas pada simpang APILL dapat mengurangi kecelakaan melalui cara berikut, kecuali

a)

Menambah jumlah kendaraan yang melintas

b)

Penyediaan fasilitas fisik seperti kanalisasi

c)

Pengaturan fase APILL yang lebih optimal

d)

Penetapan tipe pendekat terlindung

46.

Faktor yang mempengaruhi kapasitas simpang APILL adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Arus jenuh (J)

b)

Total waktu hijau dalam satu siklus (wH)

c)

Waktu siklus (s)

d)

Jumlah lampu penerangan jalan (pj)

47.

Pengaturan arus belok kanan yang terpisah pada APILL dilakukan jika arusnya melebihi

a)

50 SMP/jam

b)

100 SMP/jam

c)

150 SMP/jam

d)

200 SMP/jam

48.

Lampu kuning dalam sistem APILL berfungsi untuk

a)

Memperingati arus yang sedang bergerak bahwa fase akan berakhir

b)

Menghentikan kendaraan yang melaju terlalu cepat

c)

Menandakan kendaraan boleh melaju meskipun lampu merah menyala

d)

Mengatur belok kanan agar tetap berjalan bersamaan dengan arus lurus

49.

Dalam analisis kapasitas pendekat dengan arus lalu lintas yang berangkat pada fase berbeda, bagaimana pendekatan yang harus dilakukan?

a)

Semua fase pendekat harus dianalisis bersama-sama

b)

Setiap fase pendekat dianalisis secara terpisah

c)

Hanya fase pendekat utama yang perlu dianalisis

d)

Analisis dilakukan hanya berdasarkan arus lurus saja

50.

Dalam menentukan lebar masuk (LM) untuk pendekat tanpa pulau lalu lintas, kapan arus belok kiri bisa membentuk lajur sendiri?

a)

Ketika LBKiJT kurang dari 2 meter.

b)

Jika LBKiJT lebih dari 2 meter.

c)

Saat arus belok kiri menyatu dengan arus lurus.

d)

Jika arus belok kiri dihitung terpisah dari arus lainnya

51.

Jika LBKiJT kurang dari 2 meter, bagaimana analisis lebar efektif (LE) dilakukan?

a)

Arus belok kiri dianggap dapat mendahului antrian kendaraan lurus

b)

Arus belok kiri dihitung secara terpisah dari arus lainnya

c)

Arus belok kiri dianggap menyatu dengan arus lurus

d)

Lebar efektif dihitung hanya berdasarkan lebar masuk (LM)

52.

Apa yang menjadi faktor utama dalam menentukan nilai arus jenuh (J)?

a)

Faktor koreksi kondisi eksisting terhadap kondisi ideal

b)

Kecepatan rata-rata kendaraan

c)

Lebar pendekat saja tanpa faktor koreksi

d)

Hanya berdasarkan ukuran kota dan kondisi lalu lintas

53.

Jika gerakan belok kanan lebih besar dari 250 SMP/jam, apa yang harus dilakukan?

a)

Tidak ada perubahan pada fase isyarat

b)

Fase isyarat terlindung harus dipertimbangkan

c)

Semua arus lalu lintas harus dihentikan sementara

d)

Fase isyarat harus dikurangi durasinya

54.

Dalam pendekat terlindung, bagaimana arus jenuh dasar (J0) ditentukan?

a)

Dengan persamaan J0 = 600 × LE

b)

Dengan mengukur jumlah kendaraan yang lewat setiap jam

c)

Dengan menghitung rasio kendaraan belok kanan dan lurus

d)

Dengan menganalisis hanya pada saat isyarat hijau

55.

Apa yang menjadi pertimbangan dalam penentuan arus jenuh kombinasi jika suatu pendekat memiliki isyarat hijau lebih dari satu fase?

a)

Waktu hijau masing-masing fase harus dihitung secara proporsional

b)

Arus jenuh dari setiap fase dihitung secara independen tanpa kombinasi

c)

Hanya fase utama yang diperhitungkan dalam analisis

d)

Faktor koreksi tidak berpengaruh dalam kombinasi arus jenuh

56.

Apa tujuan dari waktu merah semua (wMS) dalam simpang APILL?

a)

Menghentikan semua kendaraan di persimpangan

b)

Memberikan kesempatan kendaraan terakhir melewati titik konflik

c)

Mempercepat laju kendaraan yang belok kanan

d)

Mengurangi panjang antrian kendaraan

57.

Apa tujuan utama dari penggunaan rumus Webster (1966) dalam perhitungan waktu siklus?

a)

Meminimumkan tundaan total

b)

Menyesuaikan arus lalu lintas dengan panjang kendaraan

c)

Meningkatkan kapasitas jalan

d)

Menentukan panjang lintasan keberangkatan

58.

Nilai faktor perencanaan jam (K) untuk jalan perkotaan berkisar antara:

a)

5% - 10%

b)

7% - 12%

c)

10% - 15%

d)

12% - 20%

59.

dalam simpang APILL,Apa yang harus dilakukan jika nilai Derajat Kejenuhan (DJ) melebihi 0,85?

a)

Meningkatkan jumlah fase isyarat dan memperpendek waktu hijau

b)

Menghapus simpang APILL dan menggantinya dengan bundaran

c)

Menghitung ulang kapasitas tanpa melakukan perubahan desain

d)

Melakukan perubahan rencana fase dan waktu isyarat serta lebar pendekat

60.

Tujuan utama evaluasi kondisi operasional suatu simpang APILL adalah untuk

a)

Menentukan waktu hijau yang optimal

b)

Menilai kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan

c)

Menetapkan waktu isyarat berdasarkan rumus Webster

d)

Mempercepat arus lalu lintas dengan mengurangi fase isyarat

61.

Bagaimana cara cepat menilai hasil analisis kapasitas simpang APILL?

a)

Melihat nilai DJ dan membandingkannya dengan kondisi lalu lintas masa pelayanan

b)

Menghitung ulang LHRT untuk setiap pendekat

c)

Menentukan EMP untuk setiap fase lalu lintas

d)

Menggunakan nilai EMP yang berbeda pada setiap simpang

62.

Prosedur perhitungan kapasitas simpang APILL dilakukan dengan enam langkah utama. Jika tujuan analisis adalah menilai kinerja lalu lintas, maka proses analisis diakhiri pada:

a)

Langkah C

b)

Langkah D

c)

Langkah E

d)

Langkah F

63.

Pada analisis kapasitas simpang, sudut perpotongan simpang dianggap sekitar...

a)

45°

b)

60°

c)

90°

d)

120°

64.

Jenis simpang yang diperhitungkan dalam analisis kapasitas adalah...

a)

Simpang-3 dan Simpang-4

b)

Simpang-5 dan Simpang-6

c)

Bundaran dan Flyover

d)

Semua tipe persimpangan

65.

Faktor apa yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan tipe simpang?

a)

LHRT dan Faktor K

b)

DJ ≤0,85 dan T terkecil

c)

Persyaratan teknis geometri simpang

d)

Semua jawaban benar

66.

Persamaan yang digunakan untuk menghitung kapasitas simpang adalah..

a)

C = C0 × FLP × FM × FUK × FHS × FBKi × FBKa × FRmi

b)

qJP = LHRT × K

c)

C = (FLP + FM + FUK + FHS) ÷ (FBKi + FBKa + FRmi)

d)

K = C × LHRT × qJP

67.

Tujuan utama dari analisis kapasitas simpang adalah untuk menilai...

a)

Luas trotoar

b)

Kapasitas, derajat kejenuhan (DJ), dan tundaan (T)

c)

Batas kecepatan kendaraan

d)

Marka jalan yang diperlukan

68.

Jika nilai DJ dalam suatu simpang lebih dari 0,85, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah..

a)

Tidak perlu dilakukan perubahan karena masih aman

b)

Mengurangi jumlah jalur lalu lintas

c)

Melakukan perubahan rencana simpang, seperti menyesuaikan waktu isyarat atau memperlebar pendekat

d)

Menutup simpang tersebut untuk kendaraan tertentu

69.

Langkah pertama dalam prosedur analisis kapasitas simpang adalah...

a)

Menetapkan kapasitas simpang

b)

Menetapkan data masukan

c)

Menganalisis kinerja lalu lintas

d)

Melakukan perubahan rencana simpang

70.

Faktor koreksi yang memperhitungkan hambatan samping dalam kapasitas simpang adalah.

a)

FLP

b)

FHBS

c)

FHS

d)

FBKa

71.

Pemilihan jenis persimpangan baru didasarkan pada...

a)

Analisis BSH

b)

Keputusan subjektif

c)

Preferensi pengemudi

d)

Ketersediaan lahan

72.

Faktor koreksi yang mempertimbangkan ukuran kota dalam analisis kapasitas simpang adalah...

a)

FM

b)

FLP

c)

FUK

d)

FBKa

73.

Simpang ideal dalam analisis kapasitas memiliki lebar lajur pendekat rata-rata sebesar...

a)

2,50 m

b)

2,75 m

c)

3,00 m

d)

3,25 m

74.

Bagian jalinan dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu:

a)

Bagian jalinan tunggal dan bagian jalinan majemuk

b)

Bagian jalinan kecil dan bagian jalinan besar

c)

Bagian jalinan utama dan bagian jalinan sekunder

d)

Bagian jalinan atas dan bawah

75.

Apa yang dapat meningkatkan kapasitas bagian jalinan bundaran?

a)

Mempersempit lebar dan panjang jalinan

b)

Memperlebar dan memperpanjang bagian jalinan

c)

Membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke bundaran

d)

Menambah jumlah lajur tanpa memperbesar lebar jalinan

76.

Mengapa radius lebih besar dari 30-40 meter sebaiknya dihindari pada bundaran?

a)

Radius besar meningkatkan risiko kendaraan kehilangan kendali

b)

Radius kecil lebih mudah dibangun dan lebih murah

c)

Radius besar dapat menyebabkan kendaraan masuk dengan kecepatan tinggi, meningkatkan risiko kecelakaan

d)

Radius besar mempercepat kendaraan keluar sehingga menimbulkan kepadatan di pintu keluar

77.

Salah satu faktor yang digunakan dalam pemilihan tipe bundaran adalah:

a)

Jumlah lampu lalu lintas di sekitar bundaran

b)

Luas keseluruhan area bundaran

c)

LHRT, Faktor K, dan DJ ≤ 0,85

d)

Ketinggian permukaan jalan

78.

Apa fungsi dari pulau lalu lintas tengah pada bundaran?

a)

Menyediakan ruang untuk parkir sementara

b)

Menjadi tempat berhenti kendaraan yang mengalami kerusakan

c)

Membantu pengendara melihat simpang dengan lebih jelas

d)

Menjadi jalur khusus bagi pejalan kaki

79.

Salah satu kriteria desain bagian jalinan tunggal adalah mempertimbangkan

a)

Kecepatan maksimum kendaraan

b)

Faktor K dan DJ ≤ 0,85

c)

Jumlah kendaraan yang melintas dalam satu hari penuh

d)

Ukuran trotoar di sekitar persimpangan

80.

Apa tujuan dari pemasangan pulau lalu lintas di masing-masing lengan bundaran?

a)

Mengarahkan kendaraan masuk agar sudut menjalin lebih kecil

b)

Mempercepat kendaraan masuk ke bundaran

c)

Mengurangi jumlah kendaraan yang boleh melintas

d)

Menjadi tempat beristirahat bagi pengendara

81.

Rasio yang menjadi acuan dalam perhitungan kapasitas bagian jalinan adalah:

a)

WE/W𝑊 dan W𝑊/L𝑊

b)

WP/LW dan WL/WJ

c)

JL/LB dan DJ/LHRT

d)

K/LB dan DJ/K

82.

lebar lajur jalan yang tersedia setelah dikurangi oleh ruang parkir atau penghalang lainnya

yang menutupi lajur lalu lintas, dalam meter ?

a)

lebar jalur efektif

b)

lebar masuk rata-rata

c)

lebar lajur efektif

d)

lebar lajur

83.

Perhitungan kapasitas dan ukuran kinerja bagian jalinan dibedakan untuk dua tujuan utama, yaitu:

a)

Analisis desain dan analisis biaya

b)

Analisis operasional dan analisis desain

c)

Analisis lalu lintas dan analisis geometrik

d)

Analisis lingkungan dan analisis kapasitas

84.

Sasaran utama dari analisis operasional suatu bagian jalinan adalah menilai variabel berikut, kecuali:

a)

C (kapasitas)

b)

DJ (derajat kejenuhan)

c)

Pa (probabilitas antrean)

d)

BI (biaya infrastruktur)

85.

Dalam PKJI, untuk desain bundaran baru, pemilihan tipe bundaran dapat menggunakan bantuan:

a)

Tabel 14-3 dan diagram dalam Gambar 14-11 sampai Gambar 14-13

b)

Tabel 7-7 dan diagram dalam Gambar 7-1

c)

Tabel 10-5 dan grafik pada Gambar 10-12

d)

Tabel 5-2 dan analisis kinerja lalu lintas

86.

Formulir SWEAV-I digunakan untuk mencatat data

a)

Geometrik dan arus lalu lintas bagian jalinan bundaran

b)

Geometrik dan arus lalu lintas bagian jalinan tunggal

c)

Parameter geometrik kapasitas bundaran

d)

Evaluasi lingkungan di sekitar jalan

87.

Sketsa dari geometri lokasi dicatat dalam

a)

Formulir RWEAV-I atau SWEAV-I

b)

Formulir LHRT-1

c)

Formulir qJP-2

d)

Formulir BSH-3

88.

Pendekat dan denah keluar dalam sketsa lalu lintas biasanya diberi notasi

a)

1, 2, 3, dan 4

b)

P, Q, R, dan S

c)

A, B, C, dan D

d)

X, Y, Z, dan W

89.

Nilai faktor jam perencanaan (K) untuk konversi LHRT menjadi kendaraan per jam harus dicatat pada:

a)

Baris 1 formulir SWEAV-I atau RWEAV-I

b)

Kolom 7 tabel analisis kinerja lalu lintas

c)

Diagram lalu lintas dalam Gambar 7-12

d)

Kolom 9 formulir perencanaan bundaran

90.

Konversi arus lalu lintas ke dalam SMP/jam dilakukan dengan

a)

Menggunakan faktor konversi LHRT

b)

Mengalikan arus dalam kend/jam dengan EMP

c)

Menggunakan nilai rata-rata dari jumlah kendaraan

d)

Mengestimasi berdasarkan data tahun sebelumnya

91.

Rasio jalinan (PW) dihitung dengan membandingkan arus jalinan total dengan

a)

Arus kendaraan tidak bermotor

b)

Arus total lalu lintas (qTOT)

c)

Arus masuk bundaran (qMASUK)

d)

Arus total pendekat (qJP)

92.

Formulir yang digunakan untuk menghitung arus masuk bundaran (qMASUK) adalah:

a)

SWEAV-II

b)

SWEAV-I

c)

RWEAV-II

d)

RWEAV-I

93.

Jika nilai derajat kejenuhan (DJ) melebihi 0,85, maka

a)

Jalan belum perlu dirancang ulang atau ditingkatkan

b)

Tidak perlu ada perubahan desain jalan

c)

Jalan perlu dirancang ulang atau ditingkatkan

d)

Arus lalu lintas tetap stabil

94.

Formulir yang digunakan untuk menetapkan kapasitas bagian jalinan adalah

a)

SWEAV-I dan RWEAV-I

b)

SWEAV-II dan RWEAV-II

c)

SWEAV-I dan RWEAV-II

d)

SWEAV-I dan SWEAV-II

95.

Salah satu cara meningkatkan kapasitas simpang jika nilai DJ melebihi 0,85 adalah

a)

Mengurangi jumlah pendekat

b)

Menambah lebar pendekat

c)

Mengurangi jumlah jalur lalu lintas

d)

Meningkatkan jumlah kendaraan tidak bermotor

96.

Rumus yang digunakan untuk menghitung rasio kendaraan tidak bermotor adalah

a)

PW = qW/qTOT

b)

RKTB = qKTB/qKB

c)

DJ = 0,5 × (1 + (1 − DJ)0,5)

d)

Pa = qTOT/qMASUK

97.

Untuk menghitung rasio kendaraan tidak bermotor, arus total kendaraan tidak bermotor dibagi dengan

a)

qTOT

b)

qMASUK

c)

Arus total lalu lintas dalam kend/jam

d)

Kapasitas dasar (C0)

98.

Usaha Pemindahan Orang Atau Barang dari Lokasi Asal (Origin) ke Lokasi Tujuan (Destination) untuk keperluan tertentu dan dengan Menggunakan alat tertentu pula adalah pengertian...

a)

Transportasi

b)

Transisi

c)

Tranformasi

d)

Transmigrasi

e)

Transplantasi

99.

Dalam hierarki pengguna jalan, urutan prioritas yang benar dari tertinggi ke terendah adalah:

a)

Pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum, kendaraan pribadi

b)

Angkutan umum, pejalan kaki, pesepeda, kendaraan pribad

c)

Kendaraan pribadi, angkutan umum, pesepeda, pejalan kaki

d)

Pesepeda, pejalan kaki, angkutan umum, kendaraan pribadi

100.

Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh implementasi prioritas untuk angkutan umum?

a)

Menambah lajur untuk kendaraan pribadi

b)

Memperluas area parkir di pusat kota

c)

Membuat jalur khusus bus (bus lanes)

d)

Meningkatkan batas kecepatan di jalan raya

Similar Resources on Wayground