NEW
Font size
WorksheetsSOAL OBJEKTIF X
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Apa tujuan utama bangsa-bangsa Barat melakukan ekspedisi ke wilayah Timur, termasuk Indonesia, pada abad ke-15 dan 16
Menguasai perdagangan rempah-rempah
Menyebarkan agama Kristen
Mencari wilayah kekuasaan baru
Menyebarkan budaya Barat
Salah satu kebijakan yang diterapkan Belanda untuk memaksimalkan keuntungan dari tanah jajahan adalah Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Sistem ini diterapkan pada masa pemerintahan gubernur jenderal
Daendels
Van den Bosch
Raffles
Pieter Both
Peristiwa bersejarah yang menjadi awal kehadiran bangsa Portugis di Malaka terjadi pada tahun 1511. Pemimpin ekspedisi Portugis yang berhasil menaklukkan Malaka adalah
Vasco da Gama
Alfonso de Albuquerque
Bartholomeu Dias
Ferdinand Magellan
Kedatangan bangsa Portugis ke wilayah Nusantara pertama kali dipimpin oleh
Vasco da Gama
Bartholomeu Dias
Alfonso de Albuquerque
Cornelis de Houtman
Portugis berhasil menguasai Malaka pada tahun
1509
1521
1530
1511
Perlawanan terhadap Portugis di Maluku dipimpin oleh
Sultan Nuku
Sultan Baabullah
Sultan Hasanuddin
Pattimura
Portugis memperkenalkan sistem perdagangan baru di Indonesia yang dikenal dengan
Sistem monopoli
Sistem tanam paksa
Sistem bagi hasil
Sistem sewa tanah
Portugis memperkenalkan agama Kristen kepada masyarakat di wilayah
Jawa
Sumatra
Maluku
Kalimantan
Bangsa Spanyol pertama kali tiba di wilayah Nusantara pada abad ke-16 melalui ekspedisi yang dipimpin oleh
Alfonso de Albuquerque
Sebastian del Cano
Ferdinand Magellan
Miguel Lopez de Legazpi
Wilayah Nusantara yang pertama kali menjadi tujuan kedatangan bangsa Spanyol adalah
Malaka
Sunda Kelapa
Banda
Ternate dan Tidore
Konflik antara Portugis dan Spanyol di Maluku diselesaikan melalui Perjanjian
Tordesillas
Saragosa
Versailles
Westphalia
Isi utama dari Perjanjian Saragosa (1529) adalah
Membagi wilayah kekuasaan antara Spanyol dan Belanda
Melarang monopoli perdagangan rempah-rempah
Menyepakati kerjasama dagang di Maluku
Menentukan batas wilayah kekuasaan antara Portugis dan Spanyol
Kedatangan Spanyol di Maluku menyebabkan
Perang saudara di antara kerajaan-kerajaan lokal
Persaingan dagang dengan bangsa Inggris
Konflik dengan Portugis yang sudah lebih dulu hadir
Kemunduran ekonomi kerajaan di Sumatra
Keberhasilan bangsa Barat menjelajahi samudra dipengaruhi oleh kemajuan dalam bidang teknologi, seperti
Penemuan kincir angin
Penemuan mesin uap
Pembuatan peta modern dan kompas
Pembangunan jalan raya
Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani pada tahun 1453 berdampak pada
Terbukanya jalur perdagangan rempah-rempah
Kehancuran bangsa Barat dalam perdagangan dunia
Pindahnya pusat perdagangan dunia ke Asia
Ditutupnya jalur perdagangan ke Timur melalui Laut Tengah
Salah satu semangat yang mendorong bangsa Barat menjelajahi dunia dikenal dengan istilah
Gold, Glory, Gospel
Wealth, War, Worship
Power, Peace, Prosperity
Faith, Fight, Freedom
Selain mencari rempah-rempah, bangsa Barat juga ingin menyebarkan agama, terutama
Islam
Hindu
Kristen Katolik
Budha
Istilah "3G" dalam semangat penjelajahan samudra oleh bangsa Barat pada abad ke-15 dan 16 merujuk pada
Gold, Glory, Generosity
Gold, Grace, Gospel
Gold, Gain, Growth
Gold, Glory, Gospel
Dalam semangat 3G, tujuan "Gold" mengacu pada
Penyebaran agama Kristen
Pencarian rempah-rempah dan kekayaan
Keinginan untuk berkuasa
Penaklukan wilayah-wilayah baru
Gospel dalam 3G menekankan pada
Pencarian ilmu pengetahuan
Penyebaran agama Kristen di daerah baru
Peningkatan perdagangan internasional
Perebutan jalur rempah-rempah
