NEW
Font size
WorksheetsFORMATIF I (PUISI)
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Bacalah kutipan puisi berikut!
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
(A. Hasyim)
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna....
Waktu sore hari
Suasana senja
Perasaan manusia
Kehidupan malam
Masa tua
Bacalah puisi berikut!
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
Toto Sudarto Bahtiar
Isi dari puisi tersebut mendeskripsikan tentang....
Seseorang yang sedang berjuang di medan perang
Kematian seorang pejuang karena tertembak
Pejuang yang berjuang pada pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945
Pemimpin perang sedang memimpin pertempuran
Seseorang yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempuran
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang digambarkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
Gambaran hati seorang pemuda yang sedang senang
Bola matanya yang indah
Mengagumi wanita yang dicintai
pada sore hari
Indahnya menjalani kehidupan
Surat dari Ibu
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Rasa yang ditunjukkan penyair dari puisi tersebut adalah....
Haru
Sedih
Kecewa
Kesal
Gaduh
Kalimat yang menggunakan gaya bahasa metafora di bawah ini adalah....
Halilintar bersahut-sahutan ditengah derasnya hujan
Harimau mengaung memecahkan keheningan malam
Angin berbisik rahasia malam ke telinga bumi
Senyumnya lebar seperti lengkungan pelangi
Dewi malam bersembunyi dibalik awan
Bacalah puisi berikut!
Hutan yang dulu rimbun
Kini tinggal tonggak
Lambang angkuh dan congkak
Burung tak lagi bersiul
Embun tak lagi bergantung
Di ujung daun
Ranting menusuk matahari
Citraan yang tergambar pada bait pertama puisi tersebut adalah....
Imaji gerak
Imaji pendengaran
Imaji perasaan
Imaji penciuman
Imaji penglihatan
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengigat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku aku mengembara di negara asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Tema yang terdapat dalam kutipan puisi tersebut adalah....
Kemanusiaan
Ketuhanan
Kerinduan
Kasih sayang
Keadilan
Kalau klasifikasi sorga ditentukan jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, sorga langit ke tujuh klasifikasinya
Majas yang terkandung dalam puisi tersebut yaitu....
Majas Simile
Majas Personifikasi
Majas Metonimia
Majas Hiperbola
Majas Asosiasi
Bacalah puisi tersebut dengan cermat!
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Pahlawan
Keagamaan
Politik
Kemerdekaan
Bacalah penggalan puisi berikut!
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dideskripsikan pada puisi tersebut yaitu....
Gadis yang membawa kaleng
Gadis yang selalu tersenyum
Seorang anak kecil
Seorang gadis pengemis
Gadis kecil yang berduka
Bacalah puisi berikut!
Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi dirumah berjenjang bertangga
suara kecapi dipegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara tifa di hutan kebon pala
rakyat ialah suara beraneka
(Hartoyo Andangjaya)
Makna lambang kata suara dalam puisi tersebut adalah....
Budaya
Pendapat
Bangsa
Suku Bangsa
Rakyat
SINAR
Karya: Rian Ardiani
Di sudut hitam itu
Kulihat betapa tajam sinarmu
Menusuk hati dan jiwaku
Namun, apa daya
Ketika kucoba menangkapnya
Sinar itu menghilang bagai ditelan badai
hari ini pun meredup
bagai malam ditinggalkan rembulan
tak ada harapan
tak ada sinar
dan sinar itu tak akan kembali
Suasana yang tergambar dalam puisi diatas adalah....
Kebimbangan
Kebahagiaan
Kesepian
keheningan
Kekecewaan
Bacalah teks puisi berikut dengan saksama!
Teratai
Kepada Ki Hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tiada terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun berseri, Laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia
Teruslah, o, Teratai bahagia
Berseri di kebun Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman
Sanusi Pane, 1957
Puisi tersebut menggambarkan sosok Ki Hajar Dewantara yang dikagumi oleh penyair. Dalam puisinya, kerendahan hati Ki Hajar Dewantara digambarkan laksana sekuntum bunga teratai, tersembunyi kembang indah permai. Hal itu dapat diartikan sebagai....
Seseorang yang tidak dikenal oleh banyak orang, diabaikan, atau tidak diminati tetapi gagasannya diterima secara umum bahkan diakui dunia
Seseorang yang terkenal dalam masyarakat
Seseorang yang memiliki cita-cita demi kemajuan bangsa Indonesia
Seseorang yang memiliki gagasan dalam pendidikan
Seseorang yang memiliki riwayat hidup yang menarik
Bacalah teks puisi berikut dengan saksama!
Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata kayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahun hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya merdeka
Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus.
(”Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini”, karya Taufiq Ismail)
Orang-orang yang nasibnya tidak diperhatikan oleh negara dan tidak mendapatkan kelayakan padahal sudah merdeka
Orang-orang hidup damai dan layak
Orang-orang yang bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan
Orang-orang yang mengaku sebagai pemilik republik
Orang-orang yang memiliki jiwa nasionalisme
Bacalah puisi berikut!
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarimu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris terakhir puisi tersebut menggunakan majas….
Personifikasi
Metafora
Hiperbola
Simile
Metonimia
Bacalah penggalan puisi berikut!
Setiap kali mataku terpejam (1)
Kulihat planet-planet murung dan kusam (2)
Melancar pada kisaran matahari (3)
Silau murni yang membakar (4)
Bagai api atas lilin altar (5)
(Dikutip dari “Setiap Kali Mataku Terpejam”, Dea Anugerah.)
Majas personifikasi pada kutipan puisi tersebut ditunjukkan pada baris….
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Di dapur yang riang, aroma rempah memenuhi udara,
Seperti simfoni rasa yang menggelitik indera pengecapan,
Pedas merayu lidah, manis memanjakan selera,
Menciptakan kenikmatan yang tak terlupakan dalam setiap sensasi.
Bait puisi tersebut menggunakan imaji….
Penciuman
Penglihatan
Perasaan
Pendengaran
Gerak
Bacalah teks berikut!
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengungkapkan perasaan penyairnya dengan menggunakan diksi atau pilihan kata yang indah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi diartikan sebagai ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, ritme, rima serta penyusunan larik dan baitnya. Struktur pembangun puisi ada dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Keberadaan dua struktur puisi tersebut penting agar pembaca dapat memahami maksud atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair melalui puisinya.
Apa yang membedakan struktur fisik puisi dengan struktur batin?
Struktur fisik menyangkut tampilan fisik puisi, sedangkan struktur batin menyangkut makna dan perasaan penyair.
Struktur fisik berhubungan dengan tema, sedangkan struktur batin berhubungan dengan diksi.
Struktur fisik berkaitan dengan gaya bahasa, sedangkan struktur batin berkaitan dengan tipografi.
Struktur fisik mencakup unsur-unsur intrinsik, sedangkan struktur batin mencakup unsur-unsur ekstrinsik.
Struktur fisik hanya berkaitan dengan penampilan fisik puisi, sedangkan struktur batin hanya berkaitan dengan tema.
Bacalah puisi berikut!
Tragedi Winka Dan Sihka
Sutardji Calzoum Bachri
kawin
kawin
kawin
kawin
kawin
ka
win
ka
win
ka
win
ka
win
ka
winka
winka
winka
sihka
sihka
sihka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
ka
sih
sih
sih
sih
sih
sih
ka
Ku
Unsur pembangun yang paling dominan yang tergambar dari puisi tersebut adalah….
Tipografi
Imaji
Gaya Bahasa
Tema
Nada
Bacalah puisi berikut!
Tanah Airku Puisi
Helvy Tiana Rosa
Aku telah memilih puisi
Sebagai tanah air
Tempat menanam rindu
Serta luka paling raya
Tempat mengabadikan keindahan
Dan ketidakpastian
Aku telah memilih puisi
Sebagai tanah air
Tempat mata batin setia menyala
Sampai ke relungmu
Suasana yang tergambar dalam kutipan puisi tersebut adalah....
Semangat
Kecewa
Takut
Sedih
Haru
