WorksheetsSumatif Harian
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Contoh Implementasi karakter/sikap Gotong royong dilingkungan masyarakat adalah........
Melaksanakan Sholat Jumat berjama'ah
Menghargai perbedaan adat dan istiadat di lingkungan masyarakat
Mencari Tahu tentang permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat tanpa diberikan amanat dari pemerintah
Memiliki Sikap takut berbohong karena takut akan mendapatkan karma
Apabila diberikan tugas selalu mengerjakan/menyelesaikan secara mandiri dan bertanggungjawab
Berbicara gotong royong tidak terlepas dengan aktivitas saling membantu yang terdiri dari lebih satu orang. Aktivitas gotong royong difungsikan untuk melatih .....
Keberanian
Kepribadian
Pola pikir
Kepedulian
Kekuatan
Rasa ketulusan, kesiapan dan ketegaran untuk menerima segala macam permasalahan yang dalam suatu aktivitas kerja sama dengan individu lain disebut .....
kesetaraan
saling pengertian
toleransi
saling menghargai
saling mendukung
Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang ada serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. berikut ini bunyi dari salah satu pasal yang mewujudkan kesetaraan. bunyi pernyataan di atas terdapat dalam pasal .....
Pasal 27 ayat (1)
Pasal 28D ayat (1)
Pasal 28D ayat (2)
Pasal 28H ayat (2)
Pasal 28i ayat (5)
Kerja sama yang tercipta karena adanya suatu kebiasaan yang telah turun temurun dalam masyarakat. Sebagai contohnya adalah membersihkan selokan dengan gotong royong guna mencegah terjadinya banjir dikenal dengan istilah .....
kerja sama kontrak
kerja sama tradisional
Kerja sama langsung
Kerja sama tidak langsung
Kerja sama spontan
Bentuk kerja sama yang dimana terdapat proses penerimaan hal- hal baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik dalam suatu organisasi supaya menjadi lebih seimbang tanpa adanya perbedaan disebut .....
kerukunan
bargaining
kooptasi
koalisi
joint venture
Bentuk kerja sama dalam proyek besar guna mensukseskan suatu tujuan yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda disebut dengan istilah .....
kooptasi
koalisi
joint venture
bargaining
Alat kerukunan
Gotong royong adalah nilai penting memvisualkan kebersamaan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di pedesaan dikenal sebagai masyarakat yang mempunyai ciri-ciri .....
Kehidupan yang chaos, tenang, rukun, dan pamrih
pamrih, gegabah, rukun, dan kehidupan yang damai
kehidupan yang damai, egois, angkuh, dan pamrih
tidak pamrih, suka tolong menolong, rukun, dan tenang
Tenang, tanpa pamrih, gegabah, dan angkuh
Tradisi sambatan adalah wujud dari kebudayaan yang terdapat di Indonesia. Tradisi tersebut mengangkat perilaku gotong royong dan kerja sama. Tradisi sambatan dapat ditemukan di daerah ......
Bali
Sulawesi
Kalimantan
Sumatra
Jawa
Tradisi sambatan dilakukan dengan sukarela atas pekerjaan yang dilakukan. Hal tersebut didasari dengan asas atau konsep principle of reciprocity. Konsep principle of reciprocity adalah .....
membantu tetangga yang membutuhkan maka suatu saat pasti akan dibantu ketika sedang membutuhkan
membantu tetangga yang membutuhkan maka suatu saat tetangga tidak akan membantu dengan suka rela
membantu orang lain dengan suka rela dan tanpa pamrih tidak memberikan efek apapun kepada pribadi seseorang
membantu orang lain dengan meminta upah yang banyak guna menghargai jerih payah yang dilakukan
membantu orang lain dengan mengancam pribadi lain supaya dihargai dan deiberikan sesutu yang lebih
Gotong royong adalah salah satu perilaku yang difungsikan untuk mempersatukan dan memperkokoh suatu lingkungan guna tidak terjadi perpecahan. Penyebab terjadinya perpecahan suatu bangsa dikarenakan .....
terjadinya fenomena perbandingan antara perbedaan yang terdapat dalam lingkungan masyarakat
terjadinya ketidak setaraan dalam perbedaan yang muncul dalam lingkungan kehidupan
Sikap tidak saling menghargai atas segala macam perbedaan yang ada
sikap angkuh, egois, dan individualisme yang tertanam dalam pribadi seseorang guna menuruti keinginan secara sepihak
Semua jawaban benar
Gotong royong yang terjadi dalam lingkungan masyarakat terdapat berbagai macam aktivitas di dalamnya. Salah satunya adalah komunikasi antar pribadi satu dengan lainnya. Fungsi dari aktivitas komunikasi adalah .....
mendekatkan antar tetangga satu dengan lainnya
melatih kemampuan public speaking dengan orang lain
memberikan rasa intimidasi dengan orang lain
menjauhkan antar tetangga satu dengan lainnya
memberikan tekanan yang mempengaruhi mental orang lain
Kegiatan gotong royong merupakan perwujudan nyata dari semangat kebersamaan yang tidak mengenal perbedaan. Misalnya, di daerah Sukabumi (Jawa Barat), masyarakat melaksanakan Liliuran sebagai bentuk gotong royong untuk mengelola lahan hingga panen.
Di Maluku, masyarakat melakukan Masohi, yang merupakan tolong-menolong untuk mencapai tujuan bersama, seperti membantu pembersihan lingkungan atau membangun infrastruktur desa.
Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga membangun rasa persatuan yang lebih kuat. Dari berbagai kegiatan tersebut, nilai yang paling ditekankan dalam gotong royong adalah:
Nilai kebersamaan yang dapat mengurangi rasa kesepian di masyarakat
Nilai persatuan yang mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan umum
Nilai tolong-menolong yang mendorong terciptanya rasa persaudaraan antarwarga
Nilai ekonomi yang berfokus pada hasil finansial yang didapat dari kerja sama
Nilai kekuasaan yang menonjolkan pengaruh penguasa dalam kegiatan gotong royong
Dalam kehidupan sehari-hari, nilai gotong royong sering kali tercermin dalam sikap rela berkorban dari setiap individu yang terlibat. Di banyak daerah, masyarakat mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan harta untuk kepentingan bersama tanpa mengharapkan imbalan. kepentingan pribadi
Sebagai contoh, masyarakat di daerah-daerah tertentu di Indonesia secara sukarela membantu membangun rumah warga, membersihkan fasilitas umum, atau ikut serta dalam kegiatan keagamaan. Berdasarkan penjelasan tersebut, apa yang dapat kita simpulkan mengenai makna dari nilai rela berkorban dalam konteks gotong royong?
A. Kegiatan gotong royong hanya melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang sama
Nilai rela berkorban mengajarkan bahwa kepentingan individu lebih penting daripada kepentingan kelompok
Gotong royong tidak memerlukan adanya pengorbanan, karena sudah menjadi kewajiban semua pihak
Nilai rela berkorban mengajarkan bahwa setiap individu harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok
Gotong royong lebih ditekankan pada penghargaan dan imbalan bagi mereka yang terlibat
Gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menciptakan keharmonisan sosial di tengah keberagaman yang ada.
Sebagai contoh, dalam kegiatan gotong royong, masyarakat bekerja bersama-sama tanpa memperhatikan latar belakang suku, agama, atau golongan.
Dengan demikian, melalui kegiatan seperti Ngayah di Bali, Gemohing di NTT, atau Masohi di Maluku, warga dapat meningkatkan rasa persatuan. Dalam konteks tersebut, yang menjadi manfaat utama dari semangat gotong royong adalah:
Membantu menciptakan kondisi sosial yang memisahkan antar individu berdasarkan latar belakang
Meningkatkan rasa kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar
Menjaga hak eksklusif setiap individu untuk bertindak sesuai dengan keinginan pribadi
Meningkatkan rasa persaingan antarwarga untuk mendapatkan keuntungan pribadi
Mendorong perbedaan dalam masyarakat untuk semakin berkembang
Semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang terakar kuat dalam tradisi. Dalam pelaksanaan gotong royong, tidak ada paksaan dan setiap orang ikut serta dengan sukarela untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, dalam kegiatan membangun rumah atau membersihkan desa, masyarakat saling membantu tanpa mengharapkan imbalan.
Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk pengorbanan seperti tenaga, waktu, bahkan pikiran. Dari penjelasan ini, nilai apa yang paling mendasar yang ada dalam gotong royong?
Nilai kepemilikan bersama atas semua harta benda
Nilai persaingan antarwarga dalam mencapai tujuan bersama
Nilai kebersamaan yang mendahulukan kepentingan bersama
Nilai pribadi yang mementingkan keuntungan individu dalam kegiatan gotong royong
Nilai kekuasaan yang memungkinkan orang dengan kekuasaan lebih banyak berperan
Sebagai negara dengan keberagaman yang sangat tinggi, Indonesia sangat mengandalkan semangat gotong royong untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Sebagai contoh, di banyak daerah, masyarakat melakukan kegiatan seperti Ngayah di Bali atau Gemohing di NTT, yang masing-masing menggambarkan bentuk kerja sama antarwarga.
Namun, dalam konteks modernisasi dan perubahan zaman, beberapa tantangan muncul, seperti individualisme dan kurangnya rasa tanggung jawab sosial di kalangan sebagian masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, langkah apa yang paling efektif untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di kalangan generasi muda?
Mengajarkan nilai gotong royong hanya dalam konteks tradisional dan mengabaikan perkembangan zaman
Memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan memperkuat kegiatan gotong royong dengan cara yang lebih praktis
Mengabaikan keberagaman dan menekankan pada kegiatan gotong royong yang homogen
Meningkatkan kepentingan individu lebih dari kepentingan sosial dalam kehidupan bermasyarakat
Mengurangi kegiatan gotong royong dan lebih memfokuskan pada upaya ekonomi individual
Dalam kegiatan gotong royong, terdapat nilai kebersamaan yang tercermin melalui pengorbanan individu demi kepentingan bersama.
Misalnya, dalam Ngayah di Bali atau Sabilulungan di Jawa Barat, warga dengan sukarela mengorbankan waktu dan tenaga tanpa mengharapkan imbalan pribadi. Namun, jika kita melihat fenomena yang berkembang di masyarakat perkotaan, kita sering kali menemui adanya penurunan tingkat partisipasi dalam kegiatan gotong royong.
Berdasarkan situasi ini, bagaimana cara kita dapat meningkatkan partisipasi masyarakat perkotaan dalam kegiatan gotong royong, tanpa mengurangi nilai kebersamaannya?
Dengan hanya mengadakan kegiatan gotong royong yang bersifat formal dan terstruktur
Melibatkan masyarakat perkotaan dalam perencanaan dan implementasi kegiatan gotong royong yang relevan dengan kebutuhan mereka
Membatasi kegiatan gotong royong hanya untuk kepentingan kelompok tertentu
Menghargai setiap individu berdasarkan prestasi pribadi mereka dan mengabaikan kebutuhan sosial
. Menghentikan kegiatan gotong royong karena dianggap tidak relevan di masyarakat perkotaan
Di beberapa daerah, kegiatan gotong royong sudah menjadi tradisi yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi.
Namun, dengan berkembangnya ekonomi global, pengaruh media sosial, serta perubahan gaya hidup, kegiatan gotong royong sering kali terancam punah.
Dalam hal ini, bagaimana semestinya pendidikan di sekolah dapat berperan untuk menanamkan kembali nilai gotong royong pada generasi muda agar mereka tidak hanya mengenalnya sebagai konsep, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Mengajarkan nilai gotong royong hanya dalam konteks sejarah dan mengabaikan relevansi saat ini
Memasukkan nilai gotong royong dalam kurikulum dengan menghubungkannya langsung pada kehidupan sehari-hari melalui proyek dan kegiatan praktis
Menekankan pada pencapaian individu dan tidak mengaitkan kegiatan gotong royong dengan pembelajaran
Memberikan penghargaan hanya kepada individu yang menunjukkan hasil terbaik tanpa memperhatikan
Menyederhanakan konsep gotong royong sehingga tidak terlalu membebani peserta didik dengan banyak kegiatan
Sebagai salah satu nilai luhur yang dimiliki bangsa Indonesia, gotong royong mencakup berbagai nilai penting seperti kebersamaan, persatuan, rela berkorban, dan tolong-menolong. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang terjadi ketimpangan dalam penerapan nilai-nilai ini, terutama dalam situasi yang melibatkan kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
Dalam konteks ini, bagaimana sebaiknya kita mengoptimalkan nilai gotong royong agar dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat dan meminimalkan timbulnya konflik?
Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gotong royong dengan cara memaksakan peran individu dalam kegiatan sosial
Menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel dengan mengedepankan dialog antarindividu dan kelompok untuk menemukan titik temu
Menjaga kegiatan gotong royong tetap eksklusif hanya untuk kelompok tertentu yang memiliki kepentingan serupa
Fokus pada kegiatan gotong royong yang memberikan keuntungan pribadi lebih besar daripada keuntungan sosial
Meningkatkan intervensi pemerintah dalam kegiatan gotong royong dengan kontrol ketat terhadap setiap aktivitas sosial
