wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ekonomi : APBN

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 36mins

Name
Class
Date
1.

Jika pemerintah ingin mengurangi defisit anggaran dalam APBN, kebijakan berikut yang paling logis untuk diterapkan adalah...

a)

Meningkatkan belanja subsidi

b)

Mengurangi utang negara

c)

Meningkatkan tarif pajak dan efisiensi belanja

d)

Menambah jumlah transfer ke daerah

e)

Menurunkan pajak pendapatan

2.

Salah satu komponen pendapatan negara dalam APBN berasal dari pajak, seperti Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Jika pemerintah menaikkan tarif PPN dari 10% menjadi 12%, apa dampak yang paling mungkin terjadi dalam jangka pendek?

a)

Peningkatan daya beli masyarakat

b)

Penurunan konsumsi masyarakat

c)

Pengurangan pendapatan negara

d)

Penurunan defisit anggaran

e)

Peningkatan investasi asing

3.

Pada APBN, pajak yang diterima dapat disalurkan pada berbagai proyek pembangunan. APBN dalam hal ini menjalankan fungsi ...

a)

Distribusi

b)

Stabilisasi

c)

Relokasi

d)

Pengembangan

e)

alokasi

4.

Tujuan penyusunan APBN adalah ...

a)

Memperbesar pendapatan dan pengeluaran negara dengan sebaik-baiknya

b)

Agar uang yang diterima negara dan bersumber dari pajak dapat digunakan sebaik-baiknya untuk tujuan pembangunan

c)

Agar penggunaan uang negara dapat digunakan sebaik-baiknya untuk tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat

d)

Agar penggunaan uang negara yang berasal dari tabungan dapat digunakan sebaik mungkin sesuai dengan undang-undang yang berlaku

e)

Mengatur sedemikian rupa sehingga penggajian dan pembiayaan yang dilakukan pemerintah lebih bermanfaat

5.

Pemerintah pada tahun 2025 merencanakan anggaran belanja negara sebesar Rp3.000 triliun, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.100 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp900 triliun. Jika pendapatan negara diproyeksikan sebesar Rp2.600 triliun, berapakah defisit anggaran yang akan ditanggung pemerintah?

a)

Rp300 triliun

b)

Rp400 triliun

c)

Rp500 triliun

d)

Rp600 triliun

e)

Rp900 triliun

6.

Dalam APBN, terdapat penerimaan negara dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Jika pendapatan dari PNBP sektor migas tahun 2024 adalah Rp300 triliun, sedangkan sektor nonmigas menyumbang Rp500 triliun, berapa persen kontribusi sektor migas terhadap total PNBP?

a)

30%

b)

37,5%

c)

60%

d)

62,5%

e)

75%

7.

Jika sebuah pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, dana tersebut termasuk dalam jenis belanja

a)

Belanja pegawai

b)

Belanja modal

c)

Belanja barang dan jasa

d)

Belanja tak terduga

e)

Belanja tak terkira

8.

Pendapatan negara dalam APBN 2025 terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.700 triliun dan PNBP sebesar Rp500 triliun. Jika total belanja negara mencapai Rp3.500 triliun, berapakah defisit anggarannya?

a)

Rp300 triliun

b)

Rp200 triliun

c)

Rp800 triliun

d)

Rp1.000 triliun

e)

Rp700 triliun

9.

Komponen belanja negara dalam APBN meliputi

a)

Belanja modal, belanja pegawai, dan penerimaan pajak

b)

Belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah

c)

PNBP, belanja barang, dan hibah

d)

Belanja barang, utang, dan dana hibah

e)

Utang, belanja barang dan pajak

10.

Jika APBN 2025 mencatat defisit anggaran sebesar 3% dari PDB dan nilai PDB adalah Rp20.000 triliun, berapa nilai defisit tersebut?

a)

Rp400 triliun

b)

Rp800 triliun

c)

Rp1.000 triliun

d)

Rp600 triliun

e)

Rp500 triliun

11.

Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) meliputi sumber berikut, kecuali

a)

Dividen BUMN

b)

Hasil pengelolaan sumber daya alam

c)

Pajak penghasilan (PPh)

d)

Penerimaan dari pelayanan publik

e)

PPN

12.

Jika pemerintah membutuhkan pembiayaan tambahan sebesar Rp700 triliun untuk menutup defisit anggaran, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah

a)

Meningkatkan PNBP

b)

Memotong belanja negara

c)

Menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN)

d)

Mengurangi subsidi energi

e)

Meningkatkan pajak

13.

APBN berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Dalam APBN terdapat tiga komponen utama. Manakah pernyataan berikut yang BUKAN termasuk dalam komponen APBN?

a)

Pendapatan negara

b)

Belanja negara

c)

Transfer ke daerah dan dana desa

d)

Pinjaman luar negeri

e)

Defisit anggaran

14.

Pemerintah merancang APBN dengan mempertimbangkan asas efisiensi dan efektivitas. Manakah dari situasi berikut yang menunjukkan pelaksanaan APBN yang tidak efisien?

a)

Dana kesehatan digunakan untuk pengadaan alat medis di daerah terpencil

b)

Anggaran pendidikan digunakan untuk membangun sekolah di daerah pelosok

c)

Pengadaan barang dilakukan dengan proses tender yang transparan

d)

Dana pembangunan infrastruktur terhenti karena tumpang tindih kebijakan

e)

Bantuan sosial disalurkan langsung kepada masyarakat miskin

15.

Salah satu sumber pendapatan negara dalam APBN berasal dari pajak. Namun, terkadang realisasi pajak tidak mencapai target yang ditetapkan. Faktor apa yang paling mungkin menjadi penyebab utama rendahnya realisasi pajak?

a)

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat membayar pajak

b)

Kebijakan pengurangan subsidi BBM

c)

Peningkatan pendapatan non-pajak dari BUMN

d)

Perubahan alokasi belanja kementerian

e)

Tingginya nilai belanja negara dalam sektor pertahanan

16.

Dalam APBN, belanja negara dikelompokkan menjadi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Bagaimana transfer ke daerah dapat berdampak langsung terhadap pembangunan di daerah?

a)

Dengan meningkatkan daya beli masyarakat di daerah

b)

Dengan memberikan insentif kepada pelaku usaha besar

c)

Dengan memastikan dana desa digunakan untuk kebutuhan konsumtif

d)

Dengan memotong alokasi dana daerah yang memiliki surplus anggaran

e)

Dengan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur lokal

17.

Salah satu tantangan dalam penyusunan APBN adalah defisit anggaran. Jika APBN mengalami defisit, langkah pemerintah yang paling rasional untuk menutupi kekurangan ini adalah...

a)

Menaikkan harga bahan pokok di pasar

b)

Mengurangi anggaran pendidikan dan kesehatan

c)

Meningkatkan penerimaan pajak dan utang

d)

Menghentikan seluruh proyek infrastruktur

e)

Mengurangi jumlah tenaga kerja di sektor publik

18.

Pada masa pandemi COVID-19, pemerintah memprioritaskan belanja kesehatan dan bantuan sosial dalam APBN. Namun, kondisi ini menyebabkan defisit yang meningkat. Bagaimana cara terbaik pemerintah untuk memulihkan APBN pasca-pandemi?

a)

Mengurangi belanja di sektor kesehatan dan bantuan sosial secara langsung

b)

Meningkatkan penerimaan negara melalui pajak dan investasi swasta

c)

Meminjam lebih banyak utang luar negeri untuk menyeimbangkan APBN

d)

Menunda belanja infrastruktur hingga perekonomian stabil

e)

Melakukan efisiensi belanja dan penghematan anggaran di seluruh sektor

19.

Dalam APBN, subsidi energi menyerap anggaran besar, tetapi efektivitasnya sering dipertanyakan karena dianggap tidak tepat sasaran.

Kebijakan apa yang paling tepat untuk memperbaiki pengelolaan subsidi energi?

a)

Menghapus seluruh subsidi energi tanpa kecuali

b)

Mengalihkan subsidi energi ke sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan

c)

Memberikan subsidi langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui mekanisme digital

d)

Mengurangi subsidi energi hanya untuk perusahaan besar

e)

Memberikan keleluasaan daerah dalam mengelola subsidi energi

20.

Transfer dana ke daerah (DAU dan DAK) dalam APBN sering kali tidak optimal karena kurangnya kapasitas pengelolaan di tingkat daerah.

Apa solusi terbaik untuk memastikan dana transfer ke daerah digunakan dengan efektif?

a)

Mengurangi alokasi transfer dana ke daerah yang dianggap tidak efisien

b)

Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas penggunaan dana oleh pemerintah pusat

c)

Memberikan pelatihan khusus kepada pemerintah daerah terkait manajemen anggaran

d)

Menerapkan sistem penghargaan bagi daerah yang berhasil menggunakan dana dengan baik

e)

Mengalihkan dana transfer ke sektor prioritas yang ditentukan pemerintah pusat