Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Klitih dan Sosiologi

Total questions: 80

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

2.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

3.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

4.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

5.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

6.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

7.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

8.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

9.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

10.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

11.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

12.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

13.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

14.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

15.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

16.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

17.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

18.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

19.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

20.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

21.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

22.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

23.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

24.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

25.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

26.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

27.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

28.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

29.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

30.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

31.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

32.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

33.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

34.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

35.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

36.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

37.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

38.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

39.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

40.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

41.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

42.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

43.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

44.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

45.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

46.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

47.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

48.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

49.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

50.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

51.

Fenomena klitih di Yogyakarta sering dianggap sebagai bentuk kenakalan remaja. Dari perspektif sosiologi, klitih dapat dikaitkan dengan konsep...

a)

Integrasi sosial

b)

Deprivasi relatif

c)

Mobilitas sosial horizontal

d)

Konflik antarkelompok

e)

Konsensus sosial

52.

Dalam kajian sosiologis, fenomena klitih bisa dianggap sebagai akibat dari lemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Apa yang dimaksud dengan kontrol sosial dalam konteks ini?

a)

Kemampuan pemerintah untuk menciptakan aturan hukum

b)

Upaya masyarakat untuk mengendalikan perilaku menyimpang

c)

Proses pelaksanaan sanksi formal oleh aparat penegak hukum

d)

Strategi individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

e)

Penerapan norma budaya dalam kehidupan sehari-hari

53.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa klitih terjadi akibat faktor lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya, dan komunitas. Dari perspektif sosiologi, faktor tersebut termasuk dalam...

a)

Sosialisasi primer dan sekunder

b)

Struktur sosial

c)

Pola stratifikasi sosial

d)

Diferensiasi sosial

e)

Pola interaksi kelompok

54.

Dalam teori konflik, klitih bisa dipandang sebagai gejala ketimpangan sosial. Hal ini merujuk pada...

a)

Ketidakmampuan masyarakat untuk menciptakan integrasi

b)

Perebutan sumber daya yang tidak merata

c)

Proses globalisasi yang mempercepat perubahan sosial

d)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

e)

Hancurnya nilai dan norma dalam masyarakat

55.

Fenomena klitih sering dikaitkan dengan munculnya budaya kekerasan di kalangan remaja. Dalam sosiologi, budaya kekerasan dapat berkembang melalui...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kolektif

b)

Proses imitasi dan identifikasi

c)

Penegakan hukum yang tegas

d)

Integrasi kelompok sosial yang tinggi

e)

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

56.

Dalam konteks sejarah, istilah klitih awalnya memiliki makna berbeda sebelum menjadi identik dengan kekerasan remaja. Transformasi makna ini menggambarkan konsep sosiologi tentang...

a)

Proses konstruksi sosial

b)

Dekonstruksi budaya

c)

Difusi nilai dan norma

d)

Evolusi sosial

e)

Disintegrasi kelompok

57.

Berbagai faktor seperti kemiskinan, lemahnya pendidikan, dan pengaruh teman sebaya sering disebut sebagai penyebab klitih. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Faktor struktural dan kultural

b)

Faktor internal dan eksternal

c)

Faktor mikro dan makro

d)

Faktor institusional dan individual

e)

Faktor material dan spiritual

58.

Menurut teori pelabelan (labeling theory), pelaku klitih sering kali diberi stigma negatif oleh masyarakat. Apa dampak dari pelabelan ini terhadap perilaku pelaku?

a)

Mendorong pelaku untuk memperbaiki diri

b)

Mengurangi peluang terjadinya perilaku menyimpang

c)

Memperkuat identitas menyimpang pelaku

d)

Menyebabkan pelaku menarik diri dari masyarakat

e)

Meningkatkan pengawasan terhadap pelaku

59.

Dari sudut pandang teori struktural-fungsional, fenomena klitih mencerminkan adanya disfungsi dalam masyarakat. Disfungsi tersebut terjadi ketika...

a)

Nilai dan norma tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat

b)

Struktur sosial berubah secara cepat dan tidak terarah

c)

Solidaritas organik tidak berjalan secara optimal

d)

Masyarakat kehilangan kendali terhadap proses sosialisasi

e)

Konflik antara kelompok sosial mencapai puncaknya

60.

Upaya mengatasi fenomena klitih memerlukan pendekatan multidisiplin. Dalam sosiologi, pendekatan yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini adalah...

a)

Penguatan hukum pidana dan pemberian hukuman berat

b)

Meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat

c)

Pendidikan karakter dan penguatan kontrol sosial

d)

Penegakan hukum tanpa melihat latar belakang sosial pelaku

e)

Meningkatkan akses terhadap teknologi digital

61.

Fenomena klitih di Yogyakarta memiliki akar pada disfungsi sosial yang terjadi di masyarakat. Disfungsi sosial ini ditandai dengan...

a)

Hilangnya kontrol formal di masyarakat

b)

Lemahnya struktur keluarga sebagai agen sosialisasi

c)

Ketidakseimbangan dalam distribusi kekayaan

d)

Tingginya konflik antarkelompok masyarakat

e)

Perubahan nilai yang terlalu cepat

62.

Dalam sosiologi, klitih sering dipandang sebagai hasil dari konflik budaya. Konflik budaya yang dimaksud di sini mengacu pada...

a)

Ketidaksesuaian antara nilai tradisional dan modern

b)

Perebutan kekuasaan antara elite dan masyarakat umum

c)

Dominasi budaya luar terhadap budaya lokal

d)

Perbedaan gaya hidup antargenerasi

e)

Penyebaran budaya global melalui media sosial

63.

Sebagai salah satu penyebab klitih, pengaruh kelompok sebaya menunjukkan pentingnya sosialisasi dalam membentuk perilaku individu. Sosialisasi kelompok sebaya ini sering kali menciptakan...

a)

Nilai-nilai kolektif yang positif

b)

Tekanan untuk mematuhi norma kelompok

c)

Kesadaran akan norma formal masyarakat

d)

Solidaritas sosial yang tinggi

e)

Kepatuhan terhadap hukum formal

64.

Fenomena klitih juga dipicu oleh lemahnya peran lembaga pendidikan dalam mencegah kenakalan remaja. Menurut teori sosiologi, lembaga pendidikan berfungsi untuk...

a)

Meningkatkan mobilitas sosial vertikal

b)

Menanamkan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat

c)

Menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda

d)

Mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi

e)

Menyediakan ruang ekspresi bagi siswa

65.

Berdasarkan teori strain dari Robert K. Merton, klitih dapat terjadi karena...

a)

Adanya tekanan dari keluarga untuk berprestasi

b)

Ketidakmampuan individu untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui cara yang sah

c)

Kurangnya kontrol sosial yang diberikan oleh masyarakat

d)

Pengaruh media sosial yang mempromosikan kekerasan

e)

Perubahan mendadak dalam struktur sosial masyarakat

66.

Latar belakang munculnya klitih sering dikaitkan dengan fenomena alienasi atau keterasingan individu dari masyarakat. Alienasi ini biasanya terjadi karena...

a)

Terputusnya individu dari nilai-nilai tradisional

b)

Ketidakmampuan individu untuk beradaptasi dengan perubahan sosial

c)

Dominasi kelompok mayoritas terhadap minoritas

d)

Tidak adanya peluang bagi individu untuk mengekspresikan diri

e)

Hilangnya ikatan emosional dengan keluarga dan komunitas

67.

Fenomena klitih di Yogyakarta mencerminkan adanya ketimpangan sosial yang berdampak pada perilaku menyimpang. Dalam hal ini, ketimpangan sosial dapat dilihat dari...

a)

Kurangnya fasilitas publik di lingkungan masyarakat

b)

Tingginya angka pengangguran di kalangan remaja

c)

Adanya kesenjangan antara harapan dan realitas sosial

d)

Perbedaan akses terhadap pendidikan formal

e)

Tingginya migrasi penduduk ke wilayah perkotaan

68.

Secara historis, istilah klitih awalnya digunakan untuk kegiatan positif, tetapi kemudian berkembang menjadi simbol perilaku menyimpang. Perubahan ini dapat dijelaskan melalui konsep...

a)

Konstruksi sosial

b)

Perubahan budaya

c)

Anomie

d)

Konvergensi nilai

e)

Revitalisasi norma

69.

Dalam perspektif sosiologi konflik, fenomena klitih bisa dipandang sebagai bentuk pemberontakan terhadap sistem yang dianggap tidak adil. Teori ini relevan dengan konsep...

a)

Konflik kelas dari Karl Marx

b)

Solidaritas mekanik dari Émile Durkheim

c)

Tindakan sosial dari Max Weber

d)

Teori sistem dari Talcott Parsons

e)

Disorganisasi sosial dari Clifford Shaw

70.

Upaya untuk memahami latar belakang klitih memerlukan pendekatan interdisipliner. Dalam sosiologi, pendekatan yang relevan melibatkan...

a)

Analisis terhadap struktur sosial dan dinamika kelompok

b)

Evaluasi dampak kebijakan pemerintah terhadap perilaku individu

c)

Studi mendalam tentang budaya lokal dan global

d)

Penelitian kuantitatif terhadap pola kriminalit

71.

Cara beraksi klitih di Yogyakarta sering melibatkan kekerasan spontan di ruang publik. Dalam perspektif sosiologi, tindakan semacam ini dapat dikategorikan sebagai...

a)

Perilaku menyimpang non-konformis

b)

Aksi kolektif spontan

c)

Tindakan anomik

d)

Konflik horizontal

e)

Perlawanan simbolik

72.

Berdasarkan pola beraksi klitih, para pelaku sering memilih korban secara acak dan melakukan kekerasan tanpa alasan yang jelas. Hal ini mencerminkan konsep sosiologi tentang...

a)

Disorganisasi sosial

b)

Kekerasan simbolik

c)

Penyimpangan normatif

d)

Perilaku destruktif berbasis anonim

e)

Alienasi kelompok marjinal

73.

Dalam aksi klitih, pelaku sering menggunakan jalanan sebagai arena untuk menunjukkan kekuasaan mereka. Hal ini dapat dijelaskan melalui teori konflik yang mengartikan kekerasan sebagai...

a)

Upaya merebut pengakuan sosial

b)

Bentuk protes terhadap ketimpangan sosial

c)

Ekspresi disfungsi dalam struktur sosial

d)

Cara mempertahankan identitas kelompok

e)

Mekanisme untuk menghindari kontrol sosial

74.

Fenomena klitih sering kali melibatkan kelompok kecil remaja yang beraksi di malam hari. Dalam konteks ini, apa peran utama kelompok dalam mendukung aksi tersebut?

a)

Meningkatkan keberanian individu untuk bertindak menyimpang

b)

Memfasilitasi hubungan sosial yang lebih erat

c)

Menurunkan tekanan sosial dari norma formal

d)

Menjaga keharmonisan dalam komunitas lokal

e)

Memperkuat kontrol sosial internal kelompok

75.

Penggunaan senjata tajam dalam aksi klitih menunjukkan adanya elemen agresivitas yang tinggi. Dalam sosiologi, tindakan agresif ini dapat dikaitkan dengan...

a)

Sosialisasi nilai-nilai kekerasan

b)

Pelabelan negatif oleh masyarakat

c)

Ketidakmampuan individu memahami norma hukum

d)

Dampak media dalam memperkuat budaya kekerasan

e)

Pola interaksi antara individu dan kelompok

76.

Aksi klitih sering dilakukan di tempat-tempat tertentu yang sepi atau minim pengawasan. Fenomena ini menunjukkan pentingnya pengawasan sosial dalam mencegah perilaku menyimpang, yang disebut sebagai...

a)

Teori pengendalian sosial

b)

Teori disorganisasi lingkungan

c)

Teori zona transisi

d)

Teori strain

e)

Teori subkultur

77.

Pelaku klitih sering beraksi dalam kelompok kecil dengan hierarki tertentu. Dalam konteks ini, perilaku kelompok yang mendukung penyimpangan dapat dijelaskan melalui konsep...

a)

Sosialisasi subkultur menyimpang

b)

Peneguhan norma kolektif kelompok

c)

Anomie dalam struktur sosial

d)

Konformitas terhadap norma dominan

e)

Konflik nilai dalam masyarakat

78.

Dalam beberapa kasus, aksi klitih didasari oleh kebutuhan pelaku untuk mendapatkan pengakuan dari kelompoknya. Tindakan ini dapat dianalisis menggunakan konsep...

a)

Solidaritas mekanik

b)

Tindakan instrumental

c)

Kebutuhan psikososial

d)

Identitas kolektif

e)

Kompetisi sosial

79.

Aksi klitih sering dilakukan di malam hari untuk meminimalkan risiko tertangkap oleh pihak berwenang. Pilihan waktu ini menunjukkan adanya elemen rasional dalam perilaku menyimpang, sesuai dengan konsep...

a)

Teori pilihan rasional (rational choice theory)

b)

Teori interaksionisme simbolik

c)

Teori konflik kelas

d)

Teori label sosial

e)

Teori ketergantungan sosial

80.

Dari sudut pandang teori anomie Durkheim, aksi klitih bisa dipahami sebagai hasil dari...

a)

Ketiadaan norma yang jelas dalam masyarakat

b)

Pengaruh kelompok dominan terhadap kelompok marginal

c)

Kelebihan pengendalian sosial oleh