NEW
Font size
WorksheetsPeralihan Orla ke Orba
Total questions: 10
Worksheet time: 6mins
Surat Perintah 11 Maret merupakan Surat penting yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno kepada pemimpin tertinggi TNI AD waktu itu yaitu Mayjend Soeharto (Semua pemimpin tertinggi TNI tewas terbunuh saat peristiwa G 30 September 1965). Persepsi berbeda diterima Mayjend Soeharto pada saat menerima Surat tersebut. Hal yang dilakukan pertama kali oleh Mayjend Soeharto setelah menerimakan surat tersebut adalah sebagai berikut .....
Mengamankan demonstrasi mahasiswa yang terjadi di sekitaran Monumen Nasional
Mengambil alih kekuasaan kepresidenan dari Soekarno
membubarkan Partai Komunis Indonesia besarta ormas-ormasnya
Mengamankan Menteri-Menteri Kabinet Dwikora yang dianggap bagian dari Partai Komunis Indonesia dan terlibat peristiwa G 30 September
Pasca demonstrasi besar di Jakarta khususnya wilayah Monumen Nasional (Monas) pada Januari 1966 yang terkenal dengan nama Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat yaitu Bubarkan PKI, Bersihkan Kabinet Dwikora dari PKI dan Turunkan harga), Presiden Soekarno mengambil langkah menyelamatkan menuju wilayah berikut ......
Istana Bogor
Istana Bukit Tinggi
Istana Yogyakarta
Istana Tampak Siring Bali
Pasca demonstrasi besar di Jakarta khususnya wilayah Monumen Nasional (Monas) pada Januari 1966 yang terkenal dengan nama Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat yaitu Bubarkan PKI, Bersihkan Kabinet Dwikora dari PKI dan Turunkan harga), Presiden Soekarno mengambil langkah menyelamatkan diri keluar Jakarta. Hal ini diketahui oleh Mayjend Soeharto, sehingga untuk menyelamatkan Ibukota Jakarta diperlukan surat kuasa untuk mengamankan kota Jakarta. Untuk itu Mayjend Soeharto mengirimkan 3 ajudannya untuk mendapatkan surat kuasa tersebut. Berikut yang tidak termasuk ajudan Mayjend Soeharto yang diminta untuk menemui Presiden Soekarno .....
Basuki Rahmat
M. Yusuf
Amir Machmud
Gatot Subroto
Mayjend Soeharto salah mengartikan pemberian Supersemar dari Presiden Soekarno. Hal ini tampak dari Mayjend Soekarno berani mengeluarkan Keputusan Presiden No 5 tanggal 18 Maret 1966 yang memutuskan untuk menahan 15 Menteri yang dianggap bagian dari PKI dan terlibat dalam Gerakan 30 September 1965. Untuk mengganti 15 Menteri tersebut maka Mayjend Soeharto banyak mengangkat orang terdekatnya menjadi Menteri di Kabinet yang dibuatnya yaitu Ampera. Salah satu tokoh yang diangkat menjadi Menteri adalah sebagai berikut .....
Syafruddin Prawiranegara
Otto Iskandardinata
Abdul Haris Nasution
Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Pandangan Surat Perintah 11 Maret menurut Presiden Soekarno adalah sebagai berikut, kecuali ....
Mengamankan situasi Jakarta yang kacau
Penyerahan kekuasaan kepada Mayjend Soeharto
Menjaga keamanan Istana kepresidenan di Jakarta
Menjaga stabilitas negara khususnya Ibukota Jakarta
Tindakan Soeharto yang diluar batas setelah menerima Surat Perintah 11 Maret tahun 1966 mendapatkan kekuatan politik juga dari institusi negara berikut .....
TNI Angkatan Darat
Majelis Permusyawaratan Negara sementara
Kabinet Dwikora
kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)
MPRS mencabut kekuasaan Soekarno sebagai Presiden melalui Tap MPRS No XXXIII/MPRS/1967. Secara konsitusi hal tersebut adalah ....
Tidak sesuai dengan konstitusi karena Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh MPRS
Tidak sesuai dengan konstitusi karena seharusnya dipersiapkan terlebih dahulu Pemilihan Umum untuk memilih Presiden yang baru
Sesuai konstitusi karena dalam UUD 1945 kedudukan Presiden mendapatkan mandat dari MPRS
Sesuai konstitusi karena Presiden Soekarno dianggap berbahaya bagi keselamatan negara
Pada 20 Juni - 6 Juli 1966 MPRS melaksanakan Sidang Umum IV dengan agenda sebagai berikut ....
Meminta pertanggung jawaban Presiden Soekarno atas keadaan negara Indonesia dan Presiden Soekarno menjawab dengan Pidato yang berjudul Nawaksara
Presiden soekarno diminta untuk melepas kekuasaan kepada MPRS dan menyerahkannya kepada Mayjend Soeharto
MPRS menetapkan dan mengesahkan Supersemar memiliki kekuataan hukum sehingga Mayjend Soeharto memiliki kekuatan Politik untuk menjalankan pemerintahan
Menetapkan Soeharto untuk membentuk kabinet baru untuk menggantikan kabinet Dwikora yang dibentuk sebelumnya oleh Presiden Soekarno. Kabinet tersebut diberi nama Kabinet Ampera
Tebak wajah. Tokoh berikut merupakan tokoh sentral yang membantu Presiden Soekarno dalam mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Tetapi tokoh ini merupakan Ketua MPRS yang akhirnya mengesahkan kekuasaan Soeharto menjadi Presiden dan menurunkan kekuasaan Soekarno. Tokoh yang dimaksud adalah ....
Ir. Juanda
Ali Sastroamijojo
Jend AH Nasution
Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Menurut Presiden Soekarno Gerakan 30 September yang menyudutkan diri merupakan bagian dari Subversi Nekolim. Yang dimaksud Nekolim adalah sebagai berikut .....
Negara Amerika Serikat
Negara Uni Soviet
TNI Angkatan Darat
Partai Komunis Indonesia
