WorksheetsUH PUISI XI
Total questions: 40
Worksheet time: 45mins
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.... (A. Hasyim)
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang ...
Waktu sore hari
Kehidupan malam
Suasana senja
Masa tua
Perasaan manusia
Bacalah Kutipan Puisi Berikut !
Judul: Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah dimasa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
.... (A. Hasyim)
Majas personifikasi dalam puisi di atas terdapat dalam baris ...
1 dan 2
2 dan 3
1 dan 4
3 dan 4
1 dan 3
Halaman Tak Terbatas
Bunga yang indah
......
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah
Bungaku tak pernah layu
Merekah sepanjang waktu
malah selalu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
Kumbang hinggap disana
Memiliki duri menusuk
Merebak aroma
Tumbuh di halaman
Berwarna-warna indah
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
....
Tema puisi tersebut adalah ...
Persahabatan
Kegelisahan
Perdamaian
Kelelahan
Kepercayaan
... Wahai sahabat
Untuk selamanya
Kita percaya
Tebarkan arah jangan pernah lelah
Untukmu sahabat
....
Suasana yang tergambar pada puisi tersebut adalah ...
Semangat
Tegang
Sedih
Sunyi
Gembira
Bungaku Bersemi Kembali
Bungaku kini bersemi kembali
setelah seminggu terkurung di lembah sunyi
kini bertunas lagi daunnya yang dulu menguning dan ...
rantingnya yang dulu kering
kini segar kembali
Tidak sia-sia
kusiram bungaku hingga bersemi dan mekar kembali
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah ...
Berjatuhan
Bermunculan
Berguguran
Berterbangan
Berserakan
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru buundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
............................
(Toto Sudarto Bahtiar)
Puisi di atas menuturkan tentang ...
Seseorang yang sedang berjuang di medan perang
Pemimpin perang sedang memimpin pertempuran
Kematian seorang pejuang karena tertembak
Seseorang yang terbaring sakit karena tertembak di medan pertempuran
Pejuang yang berjuang pada pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945
Pahlawan Tak Dikenal
Sepuluh tahun yang lalu, dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru buundar di dadanya
Senyum bekunya berkata, kita sedang perang
Dia tidak tahu bilamana ia datang
Kedua tangannya memeluk senapan
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur, sayang
............................
(Toto Sudarto Bahtiar)
Rima puisi Pahlawan Tak Dikenal bait pertama adalah ...
a-b-a-b
b-a-a-a
a-b-b-a
a-a-b-a
a-b-c-d
Cermatilah puisi karya W.S. Rendra
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya!
Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
Citraan yang dominan pada puisi tersebut adalah ...
Penglihatan
Perabaan
Pendengaran
Penciuman
Perasaan
Bacalah puisi di bawah ini dengan saksama!
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karanganan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang tertembak mati tadi siang
Karya Taufik Ismail
Makna lambang kata "Pita Hitam" dalam puisi tersebut adalah tanda ....
Bersedih
Berduka
Berdoa
Bermohon
Berharap
Di bawah ini yang merupakan bagian dari unsur fisik yang paling tepat adalah:
Tipografi, diksi, Imaji, dan tema
Imaji, kata konkret, nada dan suasana
Perasaan, bahasa figuratif, dan rima
Diksi, tipografi, Imaji, dan rima
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
emosi
1. ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Puisi tersebut menimbulkan citraan . . . .
Penglihatan
Perabaan
Penciuman
Pendengaran
Pengecapan
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku hilang, tanpa jiwa
Permasalahan yang diangkat dalam penggalan puisi tersebut tentang ....
kemanusiaan
anak kecil
nasib jelek
kesewenang-wenangan
ketimpangan hidup
Di bawah ini dalah unsur-unsur batin pada puisi kecuali:
Imaji
Tema
perasaan
Amanat
Berikut aspek yang harus diperhatikan ketika membaca puisi kecuali:
Lafal/vokal
Intonasi
Notasi
Ekspresi
Puisi terbagi menjadi 2, yaitu puisi baru dan puisi lama. Yang termasuk puisi lama adalah ....
lagu
pantun
puisi
cerpen
Yang paling jelas membedakan puisi dengan karya sastra lain seperti prosa dan drama adalah pada ....
diksi
gaya bahasa
pengimajian
tipografi
Contoh kata konkret adalah ....
cinta
marah
wajah
kasih sayang
Perhatikan kutipan puisi berikut:
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu."
Puisi di atas merupakan karya dari...
Chairil Anwar
Sapardi Djoko Damono
W.S. Rendra
Taufik Ismail
a) buah
b) pucuk
c) batu
d) ranting
e) debu
f) ombak
g) Putik
Kata kunci di atas yang dapat dibuat puisi dengan tema hutan adalah . . . .
C – E – A – B
F – G – A – D
G – A – C – B
A – B – D – G
Bacalah bait puisi berikut dengan cermat.
Lama nian berpangku tangan
Asyik terlena didaduh ombak
Mari kita sama serentak
Atur barisan kejar tujuan
Makna baris pertama pada bait puisi tersebut adalah . . . .
Terlalu lama bermalas-malasan
Sangat lama melamun
Cepat sekali beristirahat
Terlalu cepat bermalas-malasan
Berdiri beriringan dijalan yang gersang
Deru suara tornton besar kepalang
Membuat salju debu kian berhabur
Pepohonan disekitar kehilangan wajahnya
Puisi di atas pada baris ke-4 menggunakan majas . . . .
Hiperbola
Personifikasi
Simile
Metafora
Sunyinya malam penuh kegelapan
Lolongan serigala menambah gemetaran
Gemuruh angin menyapu dedaunan pohon besar
Aku tersesat tak bisa pulang
Setapak jalan pun tak nampak mata
Perasaan si penyair adalah . .
Bahagia
Ketakutan
Kegelisahan
Kesedihan
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun larik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
Prosa
Karya sastra
Puisi
Cerita pendek
senja yang pilu
membuat hari kian membiru
langit tampak keruh
mengantar kepergianmu pahlawanku
gerimis jatuh membasahi pucuk sunyi
melagukan nada-nada lara hati
saat doa-doa ikut tertanam
bersama bayangmu yang kian tenggelam.
tema puisi tersebut adalah ....
Perjuangan
Politik
Pahlawan
Keagamaan
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa.
Gadis kecil yang dibicarakan pada puisi tersebut yaitu ..
gadis yang membawa kaleng
seorang anak kecil
gadis yang selalu tersenyum
seorang gadis pengemis
Pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya disebut ...
Imaji
Tema
Tipografi
Diksi
Nada yang menggambarkan suasana hati yang sedih disebut .....
Nada sinis
Nada melankolik
Nada romantik
Nada patriotik
Mengubah puisi menjadi sebuah lagu disebut .......
Dramatikal puisi
Deklamasi puisi
Pidato
Musikalisasi puisi
Bacalah puisi berikut!
Kita Adalah Pemilih Syah Republik Ini
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
berarti hancur
apakah akan kita jual keyakinan kita
dalam pengabdian tanpa harga
akan maukah kita duduk satu meja
dengan para pembunuh tahun yang lalu
dalam setiap kalimat yang berakhiran
“Duli Tuanku!”
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu,
Yang di tepi jalan mengacungkan tangan untuk oplet
dan bus yang penuh
Kita adalah berpuluh juta yang bertahan hidup
sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya
merdeka
Kita yang tak punya dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara
Tidak ada lagi pilihan
Kita harus berjalan terus
(Karya: Taufiq Ismail dari Tirani dan Benteng, 1993)
Suasana yang terdapat dalam puisi tersebut adalah ....
perjuanan
tak ada pilihan
semangat
tidak gentar
emosional
Cermati puisi berikut!
tiba-tiba malam menggumpal tebal
sedang bulan datang terlambat
sejenak kau mencicipi gulita
…
dan waktu membeku
terperangkap kental kopimu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi penggalan puisi tersebut adalah...
terasa begitu dingin
yang larut dalam gelas kapal api
hingga lewat tengah malam
gelap tanpa cahaya rembulan
tak terasa hingga tertidur
Jalan Segara
Di sinilah penembakan kepengecutan
dilakukan
Ketika pawai bergerak
Dalam panas matahari
Dan pelor membayar pajak
Negeri ini
Ditembuskan ke punggung
Anak-anak sendiri
(Taufiq Ismail)
Maksud isi puisi tersebut adalah
kepengecutan para pemimpin negara
adanya kejadian brutal dan keji yang dilakukan dengan semena-mena
kesengsaraan anak-anak akibat penembakan di mana-mana
penembakan anak-anak yang tidak bersalah
penyiksaan terhadap warga yang tidak membayar pajak
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
pada sore hari
bola matanya yang indah
indahnya menjalani kehidupan
mengagumi wanita yang dicintai
yang tidak termasuk majas hiperbola adalah...
Suara yang menggelegar penuhi semesta
Sakit menahan ribuan sayatan pisau berkarat
Dingin angin pagi menusuk tulang ini
Pudar cahaya dunia
Dengan adanya irama, puisi yang ditulis dapat disajikan dengan indah, sehingga mampu memengaruhi ketertarikan pembaca atau pendengar terhadap puisi. Berdasarkan pernyataan tersebut, pengertian irama adalah....
Karya sasrta hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia.
Penyusunan bunyi dari kata-kata dalam sebuah puisi.
Pergantian, keras lembut, lambat cepat, panjang pendek, atau tinggi rendahnya pengucapan kata dalam puisi.
Hasil dari upaya memilih kata kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa.
Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair
Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....
Pembacaan Puisi
Antologi Puisi
Kumpulan Puisi
Penilaian Puisi
Buku Puisi
Suatu karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam. Makna diungkapkan dengan memadatkan berbagai....
Kata
Bahasa Kias
Unsur Bahasa
Kata Imajinatif
Nilai Puisi
Asmarandana
Ia dengar kapak sayap kelelawar dan guyur sisa/ hujan dari daun/
karena angin pada kemuning. Ia dengar resah kuda/ serta langkah
(Goenawan Muhammad, Antologi Asmarandana,1992)
Pada puisi diatas termasuk dalam pencitraan ...
Pendengaran
Penglihatan
Penciuman
Perabaan
Pengecapan
Memahami isi puisi adalah upaya awal yang harus dilakukan oleh pembaca puisi untuk mengungkap makna yang…
Menarik
Tersurat
Tersirat
Indah
