NEW
Font size
WorksheetsManggalaning Yajna
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Orang-orang yang memiliki kekuatan yang baik dalam menggerakkan upacara Yajña sehingga pelaksanaan Yajña berjalan dengan baik karena dilandasi ketulusikhlasan disebut
Sattwika Yajna
Rajasika Yajna
Manggalaning Yajna
Madyaning Yajna
Unsur-unsur pelaksanaan yajna menurut Rg Weda VIII.40.IV yaitu
Sradha, Sreya, Lascarya, Karya
Karya, Sreya, Budhi , Bhakti
Karya, Daksina, Lascarya, Mantra
Karya, Sreya, Mantra, Daksina
Sreya termasuk salah satu unsur pelaksanaan yajna, yang artinya
Perbuatan
Kesadaran
Ketulusikhlasan
Persembahan
Ajaran agama Hindu dianut oleh beragam suku di Indonesia tidak saja dari Bali, tapi juga dari etnis yang lain dalam pelaksanaan Yajña yang menjadi perhatian dari Manggalling Yajña yang disebut dengan
Desa, kala, adat
Desa, kala, puspam
Desa, kala, Patra
Desa, adat, patra
Tiga unsur yang terlibat dalam upacara Yajña itu yang disebut dengan
Tri Manggalaning Yajna
Tri Madyaning Yajna
Tri Utamaning Yajna
Tri Nistaning Yajna
Penyelenggara suatu pelaksanaan Yajna disebut
Pemangku
Yajamana
Sadhaka
Sarati
Orang yang bertugas membuat sarana upacara yajna disebut
Sang Widya
Sang Sadhaka
Sang Yajus
Sang Yajamana
Kualitas pelaksanaan yajna disebutkan dalam kitab
Bhagawadgita XVII.11.12.13
Bhagawadgita XVIII.11.12.13
Rg.Weda VIII.40.IV
Bhagawadgita XVI.11.12.13
Unsur-unsur pelaksanaan yajna yang meliputi Karya, Sreya, Budhi dan Bhakti terdapat dalam kitab
Rg.Weda VIII.40.IV
Rg.Weda VIII.40.VI
Rg.Weda VII.40.IV
Rg.Weda VII.40.VI
Kualitas dari pelaksanaan yajna yang tidak berdasarkan atas aturan yajna dan tidak sesuai dengan sastra Weda disebut
Sattwika yajna
Tamasika yajna
Rajasika yajna
Madya yajna
Satwika Yajña adalah kualitas Yajña yang dilakukan dengan...
Mengindahkan sastra Weda
Penuh kemewahan
Hati yang tidak tulus
Sastra weda dan penuh kemewahan
Suatu Yajña dilakukan harus yang dilandasi pada kepercayaan atau keyakinan bahwa yang dijelaskan Yajña itu dilakukan karena memang diajarkan dalam kitab suci. Hal tersebut adalah salah satu syarat Satwika Yajna yaitu
Lascarya
Daksina
Sradha
Mantra
Yajña hendaknya diyakini dan dilaksanakan sebagai kewajiban suci disebut dengan istilah
Yatrawyam
Sradawyam
Yastawyam
Yamanawyam
Setiap pelaksanaan Yajña yang satwika haruslah ada acara membagi-bagikan makanan dengan keikhlasan sesuai dengan kemampuan. Membagi-bagikan makanan dalam bhagavadgita disebut
Sristannanam
Srawanam
Rajasewanam
Smaranam
Pelaksanaan Yajña yang baik adalah ketika Yajña yang dilangsungkan tidak dimaksudkan untuk pamer kemewahan atau pamer kewibawaan untuk mencari pujian atau popularitas disebut dengan
Nasmita
Lascarya
Amanastuti
Daksina
Sarana ”Banten” disebut “Upakara”. Upakara sendiri berasal dari kata “Upa” yang berarti dekat, dan “Kara” yang berarti
Kreativitas
Tangan
Wajah
Kayu
Upacara berasal dari kata “Upa” yang berarti dekat dan “Cara” berarti
Tanggung jawab
Harmonis
Kewajiban
Tingkah laku
Unsur penting yang tidak bisa ditinggalkan dalam pembuatan upakara. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Bhagawadgita, IX.26, yaitu
Daun, Bunga, Buah, Dupa
Daun, Bunga, Buah, Air
Daun, Bija, Buah, Bunga
Daun, Air Bija, Buah
Sadhaka berasal dari urat kata Sanskerta Sadh, yang berarti
Memimpin
Meresapi
Memuja
Menyelesaikan
Berdasarkan tingkat penyuciannya, rohaniawan dalam agama Hindu dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu golongan...
Eka jati dan Tri Jati
Eka Jati dan Catur Jati
Eka Jati dan Dwi Jati
Dwi Jati dan Tri Jati
