wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL PKN

Total questions: 35

Worksheet time: 1hrs 8mins

Name
Class
Date
1.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya "Berbeda-beda tetapi tetap satu." Semboyan ini pertama kali ditemukan dalam kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular pada abad ke-14. Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan keberagaman yang ada di Indonesia namun tetap terjalin persatuan. Konsep ini diterima sebagai semboyan negara Indonesia untuk menyatukan bangsa yang beragam. Arti semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah . . . .

a)

a. Berbeda-beda tetapi tetap satu

b)

b. Satu bangsa dalam satu tujuan

c)

c. Bersatu dalam keragaman

d)

d. Terpisah tapi satu

e)

e. Hidup dalam keberagaman

2.

Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" berasal dari bahasa ​ (a)   . Semboyan ini tercantum dalam Kitab ​ (b)   . Pada masa itu, semboyan ini digunakan untuk menyatukan berbagai suku bangsa, agama, dan budaya yang ada di Nusantara. Semboyan ini menggambarkan semangat persatuan dalam keragaman Indonesia. Tokoh yang pertama kali mengungkapkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” adalah ​ (c)   .

Choose from the below words
Sansekerta
Pallawa
Sutasoma
Mpu Tantular
3.

"Bhinneka Tunggal Ika" mengandung filosofi bahwa walaupun terdapat perbedaan dalam suku, budaya, agama, dan ras, semua elemen tersebut tetap menjadi satu kesatuan. Dalam konteks sejarah Indonesia, semboyan ini mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dalam keberagaman. Semboyan ini pertama kali digunakan pada masa kerajaan Majapahit. Filosofi ini masih relevan hingga saat ini, sebagai dasar dalam menjaga kerukunan antar warga negara Indonesia. Pesan utama dari semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" adalah . . .  .

a)

a. "Bhinneka Tunggal Ika" adalah semboyan yang mengajarkan untuk mengakui adanya perbedaan dan tetap menghargainya.

b)

b. "Bhinneka Tunggal Ika" hanya berlaku untuk suku bangsa Jawa yang ingin hidup damai.

c)

c. "Bhinneka Tunggal Ika" digunakan untuk menekankan pentingnya perbedaan dalam kehidupan bernegara.

d)

d. "Bhinneka Tunggal Ika" pertama kali digunakan oleh penjajah Belanda di Indonesia.

e)

e. "Bhinneka Tunggal Ika" hanya mengacu pada agama-agama besar di Indonesia.

4.

​ (a)   sebagai dasar negara mengajarkan pentingnya ​ (b)   dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks ekonomi, gotong royong diwujudkan dalam bentuk saling membantu antara sesama masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Konsep ini mengutamakan kerjasama antar individu maupun kelompok tanpa ada unsur pemaksaan.​ (c)   menekankan pada distribusi kekayaan yang adil serta pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Bentuk perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila adalah menekankan pada kerjasama antar individu dan kelompok untuk kesejahteraan bersama.

Choose from the below words
Pancasila
gotong royong
Kerjasama
Ekonomi Pancasila
5.

Salah satu prinsip ekonomi Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam hal ini, gotong royong diimplementasikan dengan cara menjaga keseimbangan antara sektor publik dan privat. Usaha ekonomi di negara ini harus dilaksanakan dengan mengedepankan kepentingan bersama, bukan hanya untuk kepentingan individu atau golongan tertentu. Ekonomi Pancasila berusaha mengurangi kesenjangan sosial melalui kerjasama antar sesama warga negara. Penerapan gotong royong dapat diwujudkan dalam ekonomi Pancasila adalah . . . .

a)

Gotong royong diwujudkan dengan mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan tertentu.

b)

Gotong royong dilaksanakan dengan menjaga keseimbangan antara sektor publik dan privat untuk mencapai keadilan sosial.

c)

Ekonomi Pancasila hanya menekankan pada usaha pemerintah dalam mencapai kesejahteraan

d)

Gotong royong hanya dapat dilakukan di sektor industri besar saja

e)

Gotong royong dalam ekonomi Pancasila lebih bersifat individual dan tidak melibatkan kelompok

6.

Perhatikan soal nomor 6 - 35, jawaban lebih dari satu

Di kelas, Budi selalu memperhatikan teman-temannya yang memiliki keyakinan agama yang berbeda. Saat ada teman yang sedang merayakan hari besar agama mereka, Budi selalu mengucapkan selamat dan ikut merayakan dengan cara yang sesuai dengan kebudayaannya. Ia percaya bahwa setiap agama harus dihargai dan diterima dengan baik. Budi juga mengajak teman-temannya untuk saling berbagi cerita tentang agama masing-masing dengan sikap saling menghormati. Tindakan Budi yang mencerminkan penerapan sila pertama Pancasila adalah . . . .

a)

Budi mengucapkan selamat hari besar agama teman-temannya

b)

Budi hanya merayakan hari besar agama teman-temannya yang seagama dengannya

c)

Budi mengajak teman-temannya untuk saling berbagi cerita tentang agama masing-masing

d)

Budi menunjukkan sikap saling menghormati perbedaan agama di sekolah

e)

Budi tidak peduli dengan keyakinan agama teman-temannya

7.

Saat pelajaran agama di kelas, Guru mengajak semua siswa untuk saling menghargai perbedaan agama yang ada. Walaupun ada perbedaan keyakinan di antara siswa, mereka semua diajarkan untuk saling memahami dan tidak menghakimi. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan agamanya dengan bebas dan dihormati. Guru juga selalu menekankan bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Hal yang mencerminkan penerapan sila pertama dalam pelajaran agama tersebut adalah . . . .

a)

Siswa saling mendengarkan dan menghargai pandangan agama teman-temannya

b)

Guru mengajarkan agar siswa saling menghakimi pandangan agama yang berbeda

c)

Siswa diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pandangan agama mereka masing-masing

d)

Guru mengajarkan agar setiap agama dihargai dan dipahami

e)

Siswa saling menghormati dan tidak menilai agama yang dipahami

8.

Pada saat kegiatan olahraga, Andi dan teman-temannya yang berbeda agama bermain bersama dengan semangat. Mereka tidak membedakan satu sama lain berdasarkan agama yang dianut. Andi selalu mengingatkan teman-temannya untuk tidak membicarakan agama dengan cara yang bisa menyinggung perasaan orang lain. Andi percaya bahwa persatuan dan rasa saling menghormati adalah hal yang penting di dalam kehidupan bersama. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari Andi adalah . . . .

a)

Andi bermain bersama teman-temannya tanpa membedakan agama

b)

Andi mengingatkan teman-temannya untuk tidak menyinggung perasaan agama lain

c)

Andi tidak peduli dengan agama teman-temannya saat bermain

d)

Andi hanya bermain dengan teman yang seagama dengannya

e)

Andi mengajak teman-temannya yang seagama untuk bermain bersama

9.

Saat ada kegiatan gotong royong di sekolah, Farah selalu mengajak teman-temannya yang berbeda agama untuk bekerja sama. Walaupun ada perbedaan keyakinan di antara mereka, Farah meyakini bahwa kerja sama antar agama dapat menciptakan kedamaian. Farah selalu memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam kegiatan tersebut. Dia juga berharap setiap teman merasa dihargai dan diterima meskipun memiliki agama yang berbeda. Tindakan yang menunjukkan penerapan sila pertama dalam kegiatan gotong royong adalah . . . .

a)

Farah mengajak teman-temannya yang berbeda agama untuk bekerja sama

b)

Farah mendiskriminasikan teman-temannya yang tidak seagama dengannya

c)

Farah memastikan semua teman dihargai dan diterima tanpa memandang agama

d)

Farah hanya bekerja sama dengan teman yang seagama dengannya

e)

Farah memaksakan teman-temannya untuk mengikuti agamanya agar bisa bekerja bersama

10.

Di sekolah, Rina selalu berusaha untuk tidak membeda-bedakan teman-temannya berdasarkan agama mereka. Ia percaya bahwa setiap orang berhak untuk menjalankan keyakinannya dengan bebas tanpa merasa tertekan atau dihina. Rina selalu mendukung teman-temannya yang sedang merayakan hari besar agama mereka, dan ia ikut memberikan dukungan moral. Ia mengajak teman-temannya untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan meskipun ada perbedaan agama. Tindakan yang menunjukkan penerapan sila pertama dalam kehidupan Rina adalah . . . .

a)

Rina mendukung teman-temannya yang merayakan hari besar agama mereka

b)

Rina mengajak teman-temannya untuk saling menghormati meskipun ada perbedaan agama

c)

Rina hanya mendukung teman yang seagama dengannya saat merayakan hari besar

d)

Rina menghargai kebebasan agama teman-temannya tanpa membeda-bedakan

e)

Rina memaksakan teman-temannya untuk mengikuti agamanya agar bisa merayakan bersama

11.

Di kelas, Liza selalu berusaha membantu teman-temannya yang kesulitan dalam belajar. Suatu hari, teman sekelasnya yang bernama Ana kesulitan memahami materi matematika. Liza dengan sabar menjelaskan ulang pelajaran tersebut dan memberikan contoh agar Ana bisa lebih mudah memahami. Liza merasa bahwa setiap teman berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan adil, tanpa memandang latar belakang atau kemampuan mereka. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila kedua Pancasila dalam kehidupan Liza adalah . . . .

a)

Liza membantu teman yang kesulitan belajar dengan sabar dan penuh perhatian

b)

Liza hanya membantu teman yang seagama dengannya dalam belajar

c)

Liza memberikan kesempatan belajar yang adil bagi semua teman tanpa membedakan apapun

d)

Liza mengabaikan teman yang kesulitan karena merasa mereka tidak pantas mendapat bantuan

e)

Liza memilih untuk hanya membantu teman yang sudah memiliki kemampuan lebih

12.

Selama kegiatan gotong royong di sekolah, Joko melihat ada teman-temannya yang lebih banyak bekerja, sementara ada yang hanya duduk-duduk. Joko merasa bahwa semua orang harus diberi kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, sehingga dia mendekati teman-temannya yang tidak aktif dan memberitahukan bahwa setiap orang harus bekerja bersama-sama. Joko juga menekankan pentingnya saling menghormati satu sama lain dan bekerja tanpa melihat perbedaan. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila kedua Pancasila dalam kegiatan gotong royong tersebut adalah . . . .

a)

Joko mengajak semua teman untuk berpartisipasi dan bekerja bersama tanpa diskriminasi

b)

Joko hanya memberi kesempatan bekerja kepada teman yang seagama dengannya

c)

Joko menegur teman-temannya yang tidak bekerja, tetapi tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi

d)

Joko mengajak semua teman untuk berpartisipasi tanpa melihat perbedaan latar belakang

e)

Joko membiarkan teman-temannya yang tidak aktif karena merasa tidak perlu campur

13.

Pada saat pertemuan OSIS, Rina mengusulkan agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri menjadi pengurus. Walaupun ada beberapa siswa yang datang dari keluarga kurang mampu, Rina tetap mengingatkan bahwa setiap orang berhak memiliki kesempatan yang sama. Rina juga menyarankan agar semua calon pengurus dipilih berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan berdasarkan latar belakang keluarga atau status sosial. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila kedua Pancasila dalam proses pemilihan pengurus OSIS adalah . . . .

a)

Rina mengusulkan agar setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri tanpa memandang status sosial

b)

Rina hanya memberi kesempatan kepada siswa yang berasal dari keluarga mampu untuk mencalonkan diri

c)

Rina mengingatkan bahwa pemilihan pengurus harus berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan latar belakang keluarga

d)

Rina memberikan kesempatan hanya kepada siswa yang paling populer untuk mencalonkan diri

e)

Rina memprioritaskan siswa yang seagama dengannya untuk mencalonkan diri

14.

Ketika kelas diadakan pembagian tugas, Rudi menyadari bahwa beberapa temannya tampak canggung dan ragu untuk berbicara. Rudi mengajak mereka untuk berbicara dan memberikan pendapat, karena dia percaya bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengungkapkan pemikirannya. Rudi selalu memastikan bahwa semua suara didengar dan dihargai, tanpa membedakan siapa pun, baik berdasarkan gender, agama, atau latar belakang. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila kedua Pancasila dalam sikap Rudi adalah . . . .

a)

Rudi mengajak teman-temannya untuk berbicara dan memberi pendapat tanpa membedakan siapa pun

b)

Rudi hanya mendengarkan pendapat teman yang seagama dengannya

c)

Rudi menghargai semua suara teman-temannya dan memastikan tidak ada yang terabaikan

d)

Rudi lebih mengutamakan pendapat teman yang berasal dari keluarga kaya

e)

Rudi tidak peduli dengan pendapat teman-temannya yang berbeda agama

15.

Di sekolah, Dinda sering melihat teman-temannya diperlakukan tidak adil karena berbeda suku dan agama. Sebagai ketua kelas, Dinda selalu memastikan bahwa tidak ada diskriminasi dalam kegiatan kelas dan setiap siswa diberi perlakuan yang adil. Dinda juga mengingatkan teman-temannya untuk selalu menghormati perbedaan dan menyikapi setiap orang dengan penuh rasa hormat. Dinda berusaha menjadi contoh dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila kedua Pancasila dalam peran Dinda adalah . . . .

a)

Dinda hanya mendukung teman yang seagama dan sependapat dengannya

b)

Dinda hanya berbicara dengan teman yang seagama dengannya

c)

Dinda mengabaikan teman-temannya yang berbeda suku atau atau agama

d)

Dinda memastikan tidak ada diskriminasi dalam perlakuan terhadap teman-temannya yang berbeda suku dan agama

e)

Dinda berusaha memberikan perlakuan yang adil dan penuh rasa hormat kepada semua teman tanpa membedakan suku dan agama

16.

Di sekolah, Andi dan teman-temannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Meskipun ada perbedaan latar belakang, mereka selalu bekerja sama dengan baik dalam setiap kegiatan. Ketika ada proyek kelompok, Andi memastikan setiap anggota kelompok saling menghargai pendapat dan kontribusi satu sama lain. Andi percaya bahwa persatuan Indonesia dapat terwujud apabila setiap orang berperan aktif tanpa membeda-bedakan asal usul mereka. Sikap yang Andi yang mencerminkan sila Persatuan Indonesia adalah . . . .

a)

Andi tidak peduli dengan perbedaan asal usul teman-temannya dalam proyek kelompok

b)

Andi menghargai pendapat teman-temannya yang berasal dari daerah yang berbeda

c)

Andi mengabaikan perbedaan latar belakang teman-temannya dan lebih mementingkan hasil akhir

d)

Andi memastikan semua teman bekerja sama dan berperan aktif tanpa melihat latar belakang

e)

Andi hanya bekerja sama dengan teman-teman yang berasal dari daerah yang sama dengannya

17.

Selama upacara bendera, Arief melihat ada teman sekelasnya yang berasal dari daerah yang jauh dan merasa canggung dengan lingkungan barunya. Arief segera mendekatinya dan mengajak teman baru tersebut berbicara serta ikut bergabung dalam kegiatan bersama. Arief percaya bahwa dengan saling menyambut teman dari berbagai daerah, mereka bisa mempererat persatuan dan menjaga keharmonisan di kelas. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam kehidupan Arief adalah . . . . .

a)

Arief mengajak teman baru untuk bergabung dalam kegiatan bersama dan saling berinteraksi

b)

Arief tidak peduli dengan perasaan teman baru yang berasal dari daerah berbeda

c)

Arief hanya berinteraksi dengan teman yang berasal dari daerah yang sama dengannya

d)

Arief memastikan teman baru merasa diterima dan dihargai dalam lingkungan sekolah

e)

Arief membiarkan teman baru merasa canggung dan tidak membantu mereka

18.

Pada kegiatan pramuka, Rina dan teman-temannya terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda. Saat ada lomba antar kelompok, mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan tanpa membedakan siapa pun. Rina selalu menekankan pentingnya kebersamaan dan saling menghormati perbedaan dalam mencapai tujuan bersama. Rina percaya bahwa persatuan Indonesia bisa tercipta jika semua elemen masyarakat berkolaborasi dengan baik. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam kegiatan pramuka adalah . . . .

a)

Rina menekankan pentingnya kebersamaan dan saling menghormati dalam kelompok

b)

Rina membatasi komunikasi dengan teman yang berasal dari suku yang berbeda

c)

Rina mendorong teman-temannya untuk bekerja sama meskipun ada perbedaan suku, agama, dan budaya

d)

Rina tidak peduli dengan keberagaman dalam kelompok

e)

Rina hanya berbicara dengan teman yang seagama dan sebudaya dengannya

19.

Saat kegiatan OSIS, Dito mengusulkan agar seluruh siswa dari berbagai latar belakang dibagi dalam kelompok yang beragam untuk setiap kegiatan. Dia percaya bahwa dengan mengenal lebih dekat satu sama lain, persatuan antar siswa dapat tercipta. Dito juga memastikan bahwa setiap siswa diberikan kesempatan yang sama dalam menyampaikan pendapat dan berkontribusi pada kegiatan. Hal ini membuat kegiatan di OSIS menjadi lebih inklusif dan memperkuat persatuan di sekolah. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam kegiatan OSIS adalah . . . .

a)

Dito mengusulkan agar siswa dari berbagai latar belakang bekerja sama dalam kelompok yang beragama

b)

Dito hanya memilih siswa yang berasal dari latar belakang yang sama untuk bekerja sama

c)

Dito memastikan semua siswa diberi kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kegiatan

d)

Dito membatasi partisipasi siswa berdasarkan suku dan agama mereka

e)

Dito lebih memilih untuk bekerja sama dengan teman-teman yang sudah dikenal saja

20.

Di kelas, Lila menyadari ada beberapa teman yang berasal dari daerah terpencil dan merasa kesulitan beradaptasi dengan teman-temannya yang berasal dari kota besar. Lila kemudian mengajak mereka untuk berbicara dan menceritakan pengalaman mereka, serta mengajak teman-temannya untuk lebih menghargai latar belakang budaya yang berbeda. Lila percaya bahwa dengan memahami satu sama lain, persatuan Indonesia akan semakin kokoh. Tindakan yang mencerminkan penerapan sila ketiga Pancasila dalam sikap Lila adalah . . . .

a)

Lila mengajak teman-temannya untuk lebih menghargai latar belakang budaya yang berbeda

b)

Lila membantu teman-temannya untuk beradaptasi tanpa membedakan asal daerah

c)

Lila hanya berinteraksi dengan teman-temannya yang berasal dari daerah yang sama

d)

Lila mendiskriminasi teman yang berasal dari daerah terpencil

e)

Lila tidak peduli dengan kesulitan teman yang berasal dari daerah berbeda

21.

Di sekolah, sering kali siswa diminta untuk memilih perwakilan kelas yang akan mewakili mereka dalam berbagai kegiatan. Proses pemilihan ini dilakukan dengan cara berdiskusi dan musyawarah bersama. Setiap siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya sebelum pemilihan dilakukan. Setelah semua suara terkumpul, perwakilan yang dipilih adalah yang mendapat dukungan terbanyak dari teman-teman sekelas. Berdasarkan pernyataan di atas, pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan perwakilan dalam kehidupan sehari hari adalah  . . . .

a)

Setiap siswa diberi kesempatan yang sama untuk memilih perwakilan tanpa melalui musyawarah

b)

Pemilihan perwakilan dilakukan secara langsung tanpa diskusi terlebih dahulu

c)

Musyawarah dilakukan untuk mencapai keputusan yang terbaik, dengan mempertimbangkan pendapat dari semua siswa

d)

Keputusan akhir dalam memilih perwakilan hanya bergantung pada suara terbanyak

e)

Hanya siswa dengan suara terbanyak yang dapat menjadi perwakilan tanpa melibatkan musyawarah

22.

Dalam rapat komite kelas, beberapa masalah di kelas dibahas, seperti masalah kebersihan dan kegiatan ekstra kurikuler. Setiap siswa diberi kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya, dan setelah itu, semua pendapat dibahas untuk mencari solusi bersama. Rapat diakhiri dengan pemilihan ketua yang baru berdasarkan musyawarah dan mufakat. Pernyataan berikut yang mencerminkan sila ke 4 adalah . . . .

a)

Musyawarah dilakukan untuk mendengarkan pendapat masing-masing siswa secara bebas

b)

Setiap siswa diminta untuk memilih ketua tanpa perlu berdiskusi

c)

Keputusan rapat diambil berdasarkan kesepakatan bersama setelah mendengarkan berbagai pandangan

d)

Hanya perwakilan kelas yang dapat memberikan pendapat dalam rapat

e)

Keputusan yang diambil lebih mengutamakan suara terbanyak

23.

Pada kegiatan lomba antar kelas, panitia meminta pendapat dari setiap kelas mengenai jenis lomba yang diinginkan. Setelah mendengarkan semua pendapat, panitia memutuskan lomba yang akan dilaksanakan dengan musyawarah. Walaupun ada beberapa pendapat yang berbeda, keputusan akhir diambil berdasarkan mufakat bersama. Hal yang dapat kita simpulkan dari penerapan prinsip sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat permusyawaratan perwakilan dalam kegiatan tersebut adalah . . . .

a)

Setiap pendapat dari kelas dihargai dan dipertimbangkan dengan serius

b)

Keputusan hanya diambil dari pendapat yang paling banyak disetujui

c)

Proses pengambilan keputusan hanya melibatkan panitia tanpa melibatkan perwakilan kelas

d)

Musyawarah digunakan untuk mencapai keputusan yang menguntungkan bagi semua pihak

e)

Pendapat yang berbeda tidak dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan

24.

Dalam suatu kegiatan olahraga antar kelas, perwakilan kelas mengadakan rapat untuk menentukan jenis olahraga yang akan dipertandingkan. Semua perwakilan kelas diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, dan keputusan akhir diambil dengan cara musyawarah mufakat. Setiap keputusan yang diambil didasarkan pada kehendak mayoritas yang telah dipertimbangkan dengan matang. Sikap yang menunjukkan sila ke 4 adalah . . . .

a)

Hanya perwakilan yang setuju dengan keputusan akhir yang diakui

b)

Semua perwakilan kelas dapat mengemukakan pendapat dengan bebas tanpa paksaan

c)

Keputusan yang diambil hanya berdasarkan pada hasil suara terbanyak tanpa musyawarah

d)

Musyawarah digunakan untuk mencapai mufakat bersama, meski ada pendapat yang berbeda

e)

Setiap keputusan selalu mengutamakan pendapat perwakilan yang paling berpengalaman

25.

Ketika kelas memutuskan untuk mengadakan kegiatan amal, semua siswa diminta untuk menyampaikan pendapat tentang kegiatan yang akan dilakukan. Beberapa pendapat berbeda tentang jenis kegiatan yang diinginkan. Setelah berdiskusi, keputusan akhirnya diambil dengan cara musyawarah dan mufakat, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan setiap siswa. Sikap yang menunjukkan sila ke 4 sesuai ilustrasi tersebut adalah . . . .

a)

Keputusan diambil dengan cara memilih suara terbanyak

b)

Setiap siswa memiliki hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya

c)

Pendapat dari semua siswa didengarkan dan dipertimbangkan secara adil

d)

Setiap siswa memiliki hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya

e)

Proses pengambilan keputusan hanya mengutamakan pendapat siswa yang paling berpengalaman

26.

Setiap tahun, di sekolah diadakan acara donor darah. Semua siswa dipersilakan untuk ikut berpartisipasi, dan mereka yang belum cukup umur atau tidak dapat mendonorkan darah diberikan kesempatan untuk membantu dalam bentuk lain, seperti menjadi relawan untuk mendampingi atau membantu menyebarkan informasi tentang kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu sesama tanpa membedakan siapa yang terlibat. Sikap yang mencerminkan penerapan sila ke 5 adalah . . . .

a)

Semua siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara tersebut sesuai dengan kemampuan mereka

b)

Hanya siswa yang bisa mendonorkan darah yang diizinkan ikut dalam kegiatan

c)

Setiap siswa dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuannya, baik mendonorkan darah atau menjadi relawan

d)

Siswa yang tidak dapat mendonorkan darah tidak diberi kesempatan untuk berpartisipasi

e)

Kegiatan ini hanya diperuntukkan bagi siswa yang sudah cukup umur dan sehat

27.

Pesantren mengadakan program pendidikan yang sama bagi semua santri tanpa memandang latar belakang sosial mereka. Namun, untuk memastikan keadilan, pesantren menyediakan beasiswa bagi siswa yang membutuhkan untuk mendukung biaya pendidikan mereka, seperti biaya buku dan perlengkapan belajar. Semua santri diberi kesempatan untuk mengikuti ujian dan mendapatkan pendidikan yang setara tanpa diskriminasi. Sikap yang mencerminkan penerapan sila ke 5 adalah . . . .

a)

Semua santri diberi kesempatan yang sama untuk menerima pendidikan tanpa dibedakan berdasarkan kemampuan ekonomi

b)

Beasiswa hanya diberikan kepada santri yang tidak mampu secara finansial

c)

Beasiswa diberikan hanya kepada santri yang memiliki prestasi akademik yang tinggi

d)

Santri yang lebih mampu secara ekonomi tidak diberikan kesempatan yang sama dengan yang kurang mampu

e)

Semua santri dapat mengakses fasilitas pendidikan yang sama tanpa memandang status sosial mereka

28.

Sekolah mengadakan pelatihan keterampilan seperti desain grafis dan menulis untuk semua siswa. Pelatihan ini terbuka tanpa biaya bagi siswa yang ingin belajar tetapi tidak mampu membayar. Selain itu, sekolah juga menyediakan fasilitas komputer untuk siswa yang tidak memiliki perangkat untuk mengikuti pelatihan. Tujuannya adalah agar semua siswa dapat memperoleh keterampilan yang sama tanpa ada yang merasa terhambat oleh keterbatasan ekonomi. Pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam pelatihan keterampilan ini adalah . . . .

a)

Pelatihan keterampilan hanya dapat diikuti oleh siswa yang memiliki perangkat komputer pribadi

b)

Sekolah menyediakan fasilitas untuk memastikan semua siswa bisa mengikuti pelatihan meskipun tidak memiliki perangkat

c)

Hanya siswa yang sudah menguasai keterampilan dasar yang diperbolehkan mengikuti pelatihan

d)

Semua siswa diberikan kesempatan untuk mengakses pelatihan tanpa terkendala biaya dan perangkat

e)

Pelatihan hanya tersedia untuk siswa yang memiliki prestasi tinggi di bidang tertentu

29.

Di sekolah, ada sebuah klub kegiatan yang memerlukan biaya untuk pendaftaran. Untuk menghindari adanya diskriminasi terhadap siswa yang tidak mampu, klub menyediakan beberapa beasiswa untuk menanggung biaya pendaftaran bagi siswa yang membutuhkan. Semua siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan permohonan beasiswa ini, dengan proses yang terbuka dan adil. Pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kasus tersebut adalah . . . .

a)

Beasiswa diberikan kepada siswa yang menunjukkan prestasi terbaik dalam bidang tertentu

b)

Semua siswa yang membutuhkan diberikan fasilitas untuk mengajukan permohonan beasiswa tanpa diskriminasi

c)

Hanya siswa dari keluarga sangat miskin yang diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa

d)

Klub hanya menerima siswa yang memiliki dana cukup untuk mendafftar

e)

Pembagian beasiswa dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial siswa

30.

1.     Sekolah mengadakan acara perpisahan kelas yang dihadiri oleh semua siswa. Namun, untuk memastikan acara dapat diikuti oleh semua siswa, tanpa terkendala biaya, sekolah mengadakan penggalangan dana yang bersifat sukarela. Setiap siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan finansial mereka, dan semua yang ikut berkontribusi dapat menikmati acara tersebut bersama tanpa ada yang merasa tertinggal. Pernyataan yang paling tepat mengenai penerapan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kasus tersebut adalah . . . .

a)

Siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka

b)

Acara hanya diadakan untuk siswa yang mampu membayar kontribusi lebih

c)

Setiap siswa berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka tanpa ada paksaan

d)

Siswa dari keluarga kaya diberi kontribusi lebih banyak untuk acara tersebut

e)

Siswa yang tidak membayar kontribusi tidak dapat ikut serta dalam acara

31.

Di sekolah, terdapat berbagai macam latar belakang budaya, agama, dan suku dari para siswa. Untuk mempererat hubungan antar siswa yang berbeda-beda, diadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Setiap siswa, terlepas dari latar belakangnya, ikut berpartisipasi dengan penuh semangat. Kegiatan ini bertujuan agar semua siswa saling mengenal dan bekerja sama dalam mewujudkan kebersihan dan kenyamanan sekolah. Penerapan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman adalah . . . .

a)

Siswa dari kelompok agama tertentu hanya bekerja sama dengan teman dari agama yang sama

b)

Setiap siswa berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tanpa memandang latar belakang suku atau agama mereka

c)

Kegiatan gotong royong hanya diikuti oleh siswa yang berasal dari kelompok suku mayoritas

d)

Kegiatan gotong royong dilakukan hanya di kalangan siswa yang memiliki teman dengan latar belakang serupa

e)

Kegiatan ini menjadi sarana untuk membangun kebersamaan dan saling menghormati antar siswa yang berbeda

32.

Sekolah mengadakan acara berbagi makanan khas daerah, yang melibatkan seluruh siswa untuk memperkenalkan keberagaman kuliner dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap siswa diminta untuk membawa makanan khas dari daerah asal mereka, dan berbagi dengan teman-temannya. Selama acara, siswa saling menikmati makanan dari berbagai suku dan budaya. Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap perbedaan yang ada. Penerapan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman adalah . . . .

a)

Setiap siswa hanya berpartisipasi dengan membawa makanan dari daerah mereka masing-masing

b)

Semua siswa, terlepas dari asal daerah, membawa dan berbagi makanan dengan teman-teman dari daerah lain

c)

Makanan yang dibawa oleh siswa harus berasal dari satu daerah tertentu agar acara berjalan lancar

d)

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang budaya lain sambil berkolaborasi

e)

Hanya siswa yang memiliki latar belakang budaya tertentu yang boleh ikut serta dalam acara ini

33.

Di kelas, terdapat beberapa siswa yang memiliki kemampuan akademik yang berbeda-beda. Untuk meningkatkan pemahaman bersama, guru mengadakan kelompok belajar yang terdiri dari siswa dengan kemampuan yang beragam. Setiap siswa saling membantu dalam memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas bersama. Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda, mereka tetap dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. Penerapan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman adalah . . . .

a)

Kelompok belajar hanya diikuti oleh siswa yang memiliki nilai tertinggi di kelas

b)

Siswa yang lebih pintar mengajar siswa yang lebih lemah tanpa melibatkan siswa lainnya

c)

Setiap siswa bekerja sama dalam kelompok belajar, berbagi pengetahuan tanpa membedakan kemampuan akademik mereka

d)

Siswa yang tidak pintar diminta untuk tidak ikut serta dalam kelompok belajar ini

e)

Semua siswa, baik yang pintar maupun yang kurang pintar, ikut berkontribusi dalam kelompok belajar

34.

1.     Sekolah mengadakan kegiatan seni budaya yang melibatkan siswa dari berbagai latar belakang etnis. Dalam acara ini, setiap kelompok diminta untuk menampilkan kesenian khas dari daerah masing-masing, tetapi mereka juga diminta untuk mempelajari kesenian daerah lain dan melakukan kolaborasi antar kelompok. Melalui kegiatan ini, siswa saling mengenal dan menghargai kebudayaan yang berbeda, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan persatuan. Penerapan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman adalah . . . .

a)

Setiap kelompok hanya menampilkan kesenian dari daerah mereka sendiri

b)

Siswa diminta untuk mempelajari kesenian dari daerah lain dan berkolaborasi dalam menampilkan pertunjukan

c)

Setiap kelompok hanya melakukan pertunjukan kesenian dari daerah yang dianggap populer

d)

Kolaborasi antara kelompok berbeda etnis untuk menampilkan kesenian bersama merupakan bentuk gotong royong

e)

Kegiatan ini hanya melibatkan kelompok yang berasal dari suku atau budaya yang lebih dominan.Setiap kelompok hanya menampilkan kesenian dari daerah mereka sendiri

35.

Dalam sebuah kegiatan olahraga antar kelas, setiap siswa diminta untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, voli, dan bulu tangkis. Setiap kelas terdiri dari siswa dengan beragam latar belakang budaya, dan mereka bekerja sama untuk meraih kemenangan bersama. Melalui kegiatan ini, siswa dapat merasakan semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Penerapan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keragaman adalah . . . .

a)

Setiap siswa hanya bermain di cabang olahraga yang mereka kuasai

b)

Semua siswa, tanpa membedakan latar belakang mereka, bekerja sama untuk meraih kemenangan dalam tim

c)

Hanya siswa yang memiliki keterampilan olahraga yang diikutsertakan dalam pertandingan

d)

Siswa dari satu kelas yang memiliki latar belakang serupa berkolaborasi untuk menang dalam pertandingan

e)

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa persatuan di antara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda