wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Asesmen Diagnostik Kelas XI Materi Konflik Sosial

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Aku bisa muncul karena perbedaan pendapat, ambisi yang sama, atau perjuangan keras. Aku sering membawa ketegangan, tapi terkadang menghasilkan perubahan. Tanpaku, dunia mungkin akan terasa datar dan tanpa dinamika. Apakah aku?

a)

Persaingan

b)

Konflik

c)

Kekerasan

d)

Pertikaian

e)

Pertentangan

2.

Aku terjadi ketika dua pihak atau lebih memiliki tujuan atau kebutuhan yang berbeda, sehingga memicu ketegangan karena masing-masing ingin mempertahankan posisinya. Situasi ini sering muncul dalam organisasi, bisnis, atau politik. Apakah aku?

a)

Konflik Kepentingan

b)

Konflik Golongan

c)

Konflik Gender

d)

Konflik Rasial

e)

Konflik Di Permukaan

3.

Aku muncul ketika ketegangan yang semula tersembunyi akhirnya mencuat ke permukaan dan dapat disaksikan oleh orang lain. Biasanya aku disertai ekspresi langsung, baik melalui perkataan, tindakan, maupun perlawanan terbuka. Meski tampak meresahkan, kehadiranku justru dapat memicu solusi yang lebih jelas. Apakah aku?

a)

Konflik Laten

b)

Konflik Vertikal

c)

Konflik Manifes

d)

Konflik Struktural

e)

Konflik Menifase

4.

Aku muncul bukan karena perbedaan tujuan atau kepentingan yang nyata, melainkan karena adanya kebutuhan untuk meluapkan emosi yang terpendam. Dalam diriku, terkadang pihak yang tidak bersalah dijadikan pelampiasan sebagai kambing hitam untuk meredakan ketegangan. Meski aku terlihat seperti pertikaian serius, aku sebenarnya tidak menyelesaikan masalah apapun. Apakah aku?

a)

Konflik realistis

b)

Konflik struktural

c)

Konflik perspektif

d)

Konflik nonrealistis

e)

Konflik Devian

5.

Aku adalah jenis konflik yang terjadi karena perbedaan pandangan, keyakinan, atau nilai-nilai mendasar yang dianut oleh individu maupun kelompok. Aku sering muncul dalam ranah politik, agama, atau sistem pemerintahan, dan dapat berlangsung dalam waktu yang panjang karena melibatkan keyakinan yang sulit diubah. Apakah aku?

a)

Konflik berdasarkan kepentingan ekonomi

b)

Konflik berdasarkan sosial budaya

c)

Konflik berdasarkan struktural

d)

Konflik berdasarkan kepentingan ranah sosial

e)

Konflik berdasarkan konteks ideologi

6.

Aku adalah konsep yang menjelaskan bagaimana konflik kecil atau nonrealistis justru dapat mencegah terjadinya konflik besar yang destruktif. Seperti uap dalam panci yang dilepaskan sedikit demi sedikit agar tidak meledak, aku memungkinkan ketegangan sosial diredakan sebelum mencapai titik bahaya. Apakah aku?

a)

Teori katup penyelamat

b)

Teori konflik laten

c)

Teori keseimbangan sosia

d)

Teori konflik realistis

e)

Teori Kambing Hitam

7.

Aku adalah konflik yang terjadi antara kelompok yang berbeda identitas budaya, tradisi, atau keturunan. Meski terkadang bermula dari masalah ekonomi atau politik, aku biasanya semakin memanas karena prasangka dan stereotip yang diwariskan secara turun-temurun. Bentukku sering muncul dalam masyarakat yang multietnis dan multikultural. Apakah aku?

a)

Konflik ideologi

b)

Konflik struktural antar kelas

c)

Konflik rasial antar suku

d)

Konflik ekonomi lintas budaya

e)

Konflik agama

8.

Aku adalah jenis konflik yang tampak jelas tetapi sering kali tidak berakar pada perbedaan kepentingan yang mendalam. Aku biasanya muncul karena miskomunikasi sederhana yang salah diartikan, namun dapat berkembang menjadi pertikaian yang lebih serius jika tidak segera diselesaikan. Dibandingkan konflik yang berbasis ideologi atau nilai, aku cenderung lebih cepat diredakan jika komunikasi yang benar dilakukan. Apakah aku?

a)

Konflik ideologis yang kompleks

b)

Konflik realistis yang mendasar

c)

Konflik laten yang tersembunyi

d)

Konflik di permukaan

e)

Konflik struktural antar kelompok

9.

Aku lahir di tengah situasi yang penuh tekanan dan kebuntuan. Meski aku bukan pelaku utama masalah, aku sering kali hadir sebagai "solusi sementara" untuk mengalihkan perhatian dan meredakan kemarahan. Ironisnya, mereka yang menyebut namaku justru tidak menyentuh akar persoalan, hanya mencari sosok yang bisa disalahkan tanpa perlawanan. Apakah aku?

a)

Teori konflik laten yang tersembunyi

b)

Teori kambing hitam sebagai mekanisme pelampiasan

c)

Teori disonansi sosial akibat ketegangan kelompok

d)

Teori katup penyelamat yang menghindari ledakan konflik

e)

Teori kompensasi emosional dalam konflik

10.

Aku terjadi dalam keheningan tanpa saksi. Aku muncul saat seseorang merasa terjebak antara keputusan yang bertentangan, nilai-nilai yang saling berbenturan, atau emosi yang sulit dikendalikan. Aku sering menjadi pergulatan paling sulit karena lawanku adalah diriku sendiri. Apakah aku?

a)

Konflik interpersonal

b)

Konflik intrapersonal

c)

Konflik laten

d)

Konflik struktural

e)

Konflik Pribadi

11.

Aku adalah jalan yang sering dipilih ketika logika dan komunikasi tidak lagi menjadi pilihan. Aku bisa hadir dalam bentuk fisik, verbal, atau simbolik, meninggalkan luka yang sulit hilang. Meski tampak seperti solusi instan, kehadiranku justru sering memperburuk keadaan. Apakah aku?

a)

Konflik laten yang tersembunyi

b)

Kekerasan sebagai bentuk ekspresi konflik

c)

Tindakan preventif untuk mencegah konflik

d)

Mediasi paksa untuk meredakan konflik

e)

Tekanan emosional dalam negosiasi

12.

Aku hadir ketika dinamika masyarakat bergerak maju, membawa nilai dan pola baru yang tak selalu disambut baik. Mereka yang nyaman dengan kondisi lama merasa terancam, sementara yang mendukungku menganggap perubahan adalah keniscayaan. Bentrok antara tradisi dan modernitas membuat keberadaanku sering kali menjadi akar pertikaian. Apakah aku?

a)

Konflik ideologis yang berakar pada nilai budaya

b)

Ketidaksetaraan akses terhadap sumber daya

c)

Perubahan sosial yang memicu konflik sosial

d)

Fragmentasi budaya dalam masyarakat

e)

Pergeseran norma akibat globalisasi

13.

Aku hadir saat upaya mencari jalan damai dilakukan di tengah perselisihan. Aku bisa muncul dalam bentuk negosiasi, mediasi, atau kompromi, dengan tujuan mengakhiri pertikaian dan menciptakan harmoni. Meski tidak selalu sempurna, keberadaanku sering kali menjadi harapan bagi pihak-pihak yang berseteru. Apakah aku?

a)

Eskalasi Konflik

b)

Konflik Laten

c)

Resolusi Konflik

d)

Ketegangan Sosial

e)

Mediasi Agresif

14.

Aku adalah titik diam dalam konflik yang terus berlangsung. Kedua pihak kehabisan daya untuk menang, tetapi tak ada yang rela mundur. Ketegangan tetap ada meski tidak ada pergerakan maju maupun penyelesaian yang jelas. Dalam kondisi ini, negosiasi pun sering gagal karena posisi yang saling mengunci. Apakah aku?

a)

Deadlock yang memicu eskalasi konflik

b)

Mediasi yang berakhir tanpa hasil

c)

Stalemate sebagai kebuntuan dalam konflik

d)

Kompromi yang tidak efektif

e)

Konflik laten yang terus membara

15.

Aku hadir ketika dua pihak yang berselisih sudah tidak bisa mencapai kesepakatan sendiri. Dalam situasi ini, mereka menyerahkan keputusan akhir kepada pihak ketiga yang netral dan memiliki wewenang penuh untuk membuat putusan yang harus dipatuhi. Meski tidak selalu disukai kedua belah pihak, aku sering kali menjadi jalan keluar terakhir. Apakah aku?

a)

Mediasi

b)

Konsiliasi

c)

Negosiasi

d)

Arbitrasi

e)

AJUDIKASI

16.

Aku adalah jalan akhir ketika semua upaya damai gagal dan konflik harus diselesaikan secara formal. Keputusan tentang sengketa akan diberikan oleh pihak yang memiliki kewenangan hukum, dan keputusan itu bersifat mengikat. Biasanya aku terjadi di ruang yang penuh formalitas dan dipimpin oleh orang yang berwenang. Apakah aku?

a)

Ajudikasi

b)

Arbitrasi

c)

Konsiliasi

d)

Mediasi

e)

Stalemate

17.

Aku muncul ketika dua pihak yang berseteru akhirnya bersedia mengurangi tuntutan masing-masing demi mencapai kesepakatan bersama. Meski tidak ada yang sepenuhnya menang atau puas, keberadaanku sering dianggap solusi terbaik untuk menjaga hubungan tetap harmonis. Apakah aku?

a)

Arbitrasi

b)

Kompromi

c)

Ajudikasi

d)

Konsiliasi

e)

KONFERSI

18.

Aku bukan sekadar upaya mengakhiri pertikaian, tetapi sebuah proses yang mendalam untuk mengubah pola hubungan, struktur sosial, dan persepsi yang menjadi akar konflik. Tujuanku bukan hanya perdamaian sementara, melainkan menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan. Aapakah aku?

a)

Resolusi Konflik

b)

Pencegahan Konflik

c)

Manajemen Konflik

d)

Transformasi Konflik

e)

Konsiliasi Pasif Konflik

19.

Aku adalah konflik yang tidak tampak di permukaan, tetapi diam-diam tumbuh di bawah sadar individu atau kelompok. Meski belum meledak menjadi pertikaian terbuka, keberadaanku dapat dirasakan melalui ketegangan atau perasaan tidak nyaman. Jika dibiarkan, aku berpotensi menjadi konflik besar. Apakah aku?

a)

Konflik manifest

b)

Konflik laten

c)

Konflik ideologis

d)

Konflik interpersonal

e)

Konflik struktural

20.

Aku adalah salah satu sumber utama konflik ketika kelompok yang berbeda nilai, norma, dan tradisi tidak saling memahami. Aku bisa memicu kesalahpahaman, stereotip, dan ketegangan dalam interaksi sosial. Namun, jika dikelola dengan baik, keberadaanku dapat menjadi kekayaan dan harmoni antar kelompok. Apakah aku?

a)

Perbedaan ideologi

b)

Perbedaan status sosial

c)

Perbedaan kebudayaan

d)

Perbedaan kepentingan ekonomi

e)

Perbedaan kepemimpinan