Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTBK Literasi Bahasa Indonesia

Total questions: 20

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

“Subsidi BBM juga menciptakan ketidakadilan” dan “penikmat subsidi BBM adalah kelompok rakyat menengah ke atas”.

Kata subsidi pada teks di atas memiliki makna ....

a)

penggantian

b)

pinjaman

c)

murah

d)

bantuan

e)

keringanan

2.

Perhatikan teks berikut!

(1) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo memprediksikan akan terjadi hujan deras disertai dengan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam tiga hari ke depan sehingga masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dengan fenomena alam ini. (2) BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, waspadai hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang sampai dengan sore hari di wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, dan Bondowoso. (3) BMKG juga merilis perkiraan kondisi cuaca maritim perairan Jawa Timur dengan arah angin didominasi dari Timur-Tenggara; Kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur 21 knots (39 km/jam) dan Selat Hindia selatan Jatim sebesar 25 knots (45 km/jam). (4) Ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0,3-1 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.5-2.5 meter, sedangkan di Selat Hindia selatan Jatim antara 2-5 meter. (5) BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter di Perairan selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia selatan Jatim.

Makna kata intensitas adalah ….

a)

kondisi suatu fenomena

b)

tingkat cuaca hujan

c)

keadaan tingkatan

d)

ukuran cuaca

e)

banyaknya air

3.

Perhatikan teks berikut!

(1) Kebudayaan Jawa merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang ada di Indonesia. (2) Kebudayaan Jawa dengan keanekaragamannya banyak mengilhami masyarakat Jawa dalam tindakan maupun perilaku keberagamannya. (3) Masyarakat Jawa memiliki keunikan tersendiri. (4) Salah satu dari sekian banyak kebudayaan Jawa adalah perkawinan adat masyarakat Jawa. (5) Perkawinan adat Jawa terkenal dengan kerumitan acaranya, mulai dari praperkawinan sampai acara prosesi kegiatan seremoni digelar, dan diteruskan pascaperkawinan, mereka mengadakan perilaku tertentu menurut kebiasaan setempat. (6) Dalam masyarakat Jawa, upacara perkawinan dianggap penting, karena makna utama dari upacara perkawinan adalah pembentukan somah baru (keluarga baru, rumah baru) yang mandiri. (7) Selain makna tersebut, perkawinan juga dimaknai sebagai jalan pelebaran tali persaudaraan. (8) Di samping itu terdapat makna lain, bahwa pernikahan merupakan lambang persatuan antara suami istri. (9) Bila dipandang dari sudut kebudayaan manusia, maka pernikahan merupakan pengaturan manusia yang bersangkutpaut dengan kebutuhan biologisnya. (10) Berbagai cara masyarakat Jawa merefleksikan kehidupannya dalam upacara perkawinan, di antaranya melalui ungkapan pasemon dalam bentuk kain sindur ketika pesta perkawinan berlangsung.

(11) Menurut pandangan syari’ah Islam, pernikahan merupakan suatu perjanjian yang kuat antara seorang lelaki dengan seorang perempuan. (12) Keanekaragaman tradisi dan budaya bangsa Indonesia, terutama tradisi dan budaya Jawa bila ditelusuri dari perkembangan sejarah yang ada, merupakan sumber inspirasi yang tak ternilai harganya karena mengandung nilai-nilai filosofi yang tinggi, dan berisi pranata sosial bermasyarakat. (13) Sangat disayangkan apabila warga negara Indonesia sendiri kurang menghargai, memelihara, serta melestarikan tradisi dan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyangnya. (14) Tradisi dan kebudayaan luhur bangsa ini tentunya patut dijaga di tengah-tengah arus budaya modern dari Barat dan budaya asing lainnya yang gencar masuk.

Isi paragraf yang sesuai dengan teks di atas adalah ….

a)

Kebudayaan Jawa banyak mengilhami masyarakat Jawa dalam tindakan maupun perilaku keberagamannya

b)

Dengan kerumitan adat Jawa, banyak masyarakat Jawa yang meninggalkan tradisi-tradisi Jawa

c)

Warga Indonesia sangat menghargai kearifan lokal setiap daerah

d)

Perkawinan merupakan ibadah sunah yang ingin dilakukan setiap orang

e)

Prosesi perkawinan adat Jawa begitu sederhana dan khidmat

4.

Cermati teks berikut !

(1) Pemerintah Jepang menggelontorkan paket stimulus dengan total nilai 73,6 triliun yen atau setara dengan US$ 707 miliar. (2) Nilai stimulus yang bila dirupiahkan mencapai Rp10 kuadriliun (asumsi Rp136 per yen) itu adalah paket stimulus yang pertama dikeluarkan Yoshihide Suga sejak menjabat perdana menteri. (3) Selain paket stimulus, pemerintah Jepang juga menyiapkan sejumlah langkah fiskal lain seperti pinjaman, investasi, dan pengeluaran sekitar 40 triliun yen. (4) Draf paket stimulus menunjukkan bahwa sebagian belanja akan dibiayai oleh 19,2 triliun yen dari anggaran tambahan ketiga. (5) Suga juga menjelaskan, paket stimulus itu akan mencakup dukungan untuk fasilitas medis dan rumah bagi para lansia, serta untuk pekerjaan dan arus kas perusahaan.

(6) Pada kuartal ketiga lalu, angka pertumbuhan ekonomi di Jepang naik seiring penurunan angka infeksi. (7) Pengeluaran konsumen yang cenderung menurun membantu mendorong pemulihan di musim panas. (8) Jika pembatasan sukarela atas pergerakan dan aktivitas terus muncul kembali di kota-kota Jepang, efek pada pengeluaran diperkirakan bakal semakin dalam. (9) Selain itu, Suga juga menghadapi tantangan untuk menunjukkan bahwa dia berhasil mempertahankan momentum ekonomi sekaligus menahan virus hingga opsi vaksin tersedia. (10) Suga juga dihadapkan pada tantangan menggenjot belanja konsumen. (11) Oleh karena itu, program subsidi perjalanan terus dipertahankan sebagai salah satu kebijakan stimulusnya meski mendapat kecaman karena berpotensi memperburuk penyebaran virus Covid-19.

Kata fiskal yang digunakan oleh kalimat (3) memiliki makna ....

a)

Aspek kesejahteraan masyarakat dalam perekonomian

b)

Hal-hal yang berkaitan dengan keuangan negara khususnya bunga dan laba

c)

Sektor yang berkaitan dengan kebijakan dan kesejahteraan sosial

d)

Hal-hal yang berkaitan dengan pajak atau pendapatan negara

e)

Kebijakan yang berkaitan erat dengan perekonomian dan rencana keuangan

5.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 sampai dengan 9!

(1) Setelah Adam Air hilang di perairan Majene, saya masih tak ragu terus membeli tiketnya untuk perjalanan dalam negeri. (2) Saya lihat begitupun ratusan orang yang selalu memenuhi rute perjalanan saya. (3) Pada satu pramugari cantik saya berkesan simpati, “Tampaknya kecelakaan tak memengaruhi penumpang, ya?” Ia tersenyum. (4) Tambah cantik pasti. (5) “Biasa saja, pak. Tak berubah.” (6) Saya pun menikmati segelas plastik air mineral, jatah umum penerbangan murah ini.

(7) Namun kemudian, setelah Adam Air kembali celaka, patah badan di Juanda Surabaya, saya pikir saya tak sendiri, untuk berpikir ulang menggunakan maskapai itu. Saya banting stir. (8) Cari yang lain. (9) Dua kali saya sudah ganti. (10) Menghibur diri secara mistik, “Biarlah Tuhan menjaga keamanan saya.” (11) Inilah cara kita, lari dari ketidakmestian teknologis akibat kelalaian, kebodohan, ketidakpedulian para penanggungjawab penerbangan negeri ini.

(12) Tapi kini, setelah burung besar paling berwibawa, Garuda pun, jatuh terbakar di Yogya, saya pun berhenti mencari ganti alternatif. (13) Tidak maskapai lain. (14) Tidak lewat udara, tidak darat, tidak pula laut. (15) Semua moda transportasi yang tersedia di tiga matra itu telah membuat saya merasa terancam dengan pasti. (16) Saya takkan melewati pintu dengan ular kobra tidur melintang di tengahnya.

(17) Kalau akhirnya saya menunda –mungkin sementara– semua perjalanan jarak jauh saya, mungkin bukan hanya lantaran dunia perhubungan material kita kian tragik penanganannya. (18) Tapi hal itu sudah semakin tegas memperlihatkan buruk dan bebalnya para pengelola sistem transportasi terpenting itu. (19) Tak seperti bencana alam, situasi kritis dunia transportasi ini sebagian besar adalah karya manusia, sebagaimana semua moda dan sistemnya dibuahkan dari pikiran manusia juga.

Teks di atas merupakan jenis karya sastra ….

a)

drama

b)

cerpen

c)

puisi

d)

opini

e)

artikel

6.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 sampai dengan 9!

(1) Setelah Adam Air hilang di perairan Majene, saya masih tak ragu terus membeli tiketnya untuk perjalanan dalam negeri. (2) Saya lihat begitupun ratusan orang yang selalu memenuhi rute perjalanan saya. (3) Pada satu pramugari cantik saya berkesan simpati, “Tampaknya kecelakaan tak memengaruhi penumpang, ya?” Ia tersenyum. (4) Tambah cantik pasti. (5) “Biasa saja, pak. Tak berubah.” (6) Saya pun menikmati segelas plastik air mineral, jatah umum penerbangan murah ini.

(7) Namun kemudian, setelah Adam Air kembali celaka, patah badan di Juanda Surabaya, saya pikir saya tak sendiri, untuk berpikir ulang menggunakan maskapai itu. Saya banting stir. (8) Cari yang lain. (9) Dua kali saya sudah ganti. (10) Menghibur diri secara mistik, “Biarlah Tuhan menjaga keamanan saya.” (11) Inilah cara kita, lari dari ketidakmestian teknologis akibat kelalaian, kebodohan, ketidakpedulian para penanggungjawab penerbangan negeri ini.

(12) Tapi kini, setelah burung besar paling berwibawa, Garuda pun, jatuh terbakar di Yogya, saya pun berhenti mencari ganti alternatif. (13) Tidak maskapai lain. (14) Tidak lewat udara, tidak darat, tidak pula laut. (15) Semua moda transportasi yang tersedia di tiga matra itu telah membuat saya merasa terancam dengan pasti. (16) Saya takkan melewati pintu dengan ular kobra tidur melintang di tengahnya.

(17) Kalau akhirnya saya menunda –mungkin sementara– semua perjalanan jarak jauh saya, mungkin bukan hanya lantaran dunia perhubungan material kita kian tragik penanganannya. (18) Tapi hal itu sudah semakin tegas memperlihatkan buruk dan bebalnya para pengelola sistem transportasi terpenting itu. (19) Tak seperti bencana alam, situasi kritis dunia transportasi ini sebagian besar adalah karya manusia, sebagaimana semua moda dan sistemnya dibuahkan dari pikiran manusia juga.

Kata tunjuk “itu” pada kalimat (15) merujuk kepada ….

a)

Garuda

b)

Adam Air

c)

Di Yogya

d)

Maskapai lain

e)

Tidak lewat udara, darat, atau laut

7.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 sampai dengan 9!

(1) Setelah Adam Air hilang di perairan Majene, saya masih tak ragu terus membeli tiketnya untuk perjalanan dalam negeri. (2) Saya lihat begitupun ratusan orang yang selalu memenuhi rute perjalanan saya. (3) Pada satu pramugari cantik saya berkesan simpati, “Tampaknya kecelakaan tak memengaruhi penumpang, ya?” Ia tersenyum. (4) Tambah cantik pasti. (5) “Biasa saja, pak. Tak berubah.” (6) Saya pun menikmati segelas plastik air mineral, jatah umum penerbangan murah ini.

(7) Namun kemudian, setelah Adam Air kembali celaka, patah badan di Juanda Surabaya, saya pikir saya tak sendiri, untuk berpikir ulang menggunakan maskapai itu. Saya banting stir. (8) Cari yang lain. (9) Dua kali saya sudah ganti. (10) Menghibur diri secara mistik, “Biarlah Tuhan menjaga keamanan saya.” (11) Inilah cara kita, lari dari ketidakmestian teknologis akibat kelalaian, kebodohan, ketidakpedulian para penanggungjawab penerbangan negeri ini.

(12) Tapi kini, setelah burung besar paling berwibawa, Garuda pun, jatuh terbakar di Yogya, saya pun berhenti mencari ganti alternatif. (13) Tidak maskapai lain. (14) Tidak lewat udara, tidak darat, tidak pula laut. (15) Semua moda transportasi yang tersedia di tiga matra itu telah membuat saya merasa terancam dengan pasti. (16) Saya takkan melewati pintu dengan ular kobra tidur melintang di tengahnya.

(17) Kalau akhirnya saya menunda –mungkin sementara– semua perjalanan jarak jauh saya, mungkin bukan hanya lantaran dunia perhubungan material kita kian tragik penanganannya. (18) Tapi hal itu sudah semakin tegas memperlihatkan buruk dan bebalnya para pengelola sistem transportasi terpenting itu. (19) Tak seperti bencana alam, situasi kritis dunia transportasi ini sebagian besar adalah karya manusia, sebagaimana semua moda dan sistemnya dibuahkan dari pikiran manusia juga.

Penggunaan tanda petik pada kalimat (3) dan (5) adalah ….

a)

Tanda petik dipakai untuk mengapit judul artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

b)

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari naskah atau bahan tertulis lain.

c)

Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

d)

Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan.

e)

Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, dan sinetron

8.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 sampai dengan 9!

(1) Setelah Adam Air hilang di perairan Majene, saya masih tak ragu terus membeli tiketnya untuk perjalanan dalam negeri. (2) Saya lihat begitupun ratusan orang yang selalu memenuhi rute perjalanan saya. (3) Pada satu pramugari cantik saya berkesan simpati, “Tampaknya kecelakaan tak memengaruhi penumpang, ya?” Ia tersenyum. (4) Tambah cantik pasti. (5) “Biasa saja, pak. Tak berubah.” (6) Saya pun menikmati segelas plastik air mineral, jatah umum penerbangan murah ini.

(7) Namun kemudian, setelah Adam Air kembali celaka, patah badan di Juanda Surabaya, saya pikir saya tak sendiri, untuk berpikir ulang menggunakan maskapai itu. Saya banting stir. (8) Cari yang lain. (9) Dua kali saya sudah ganti. (10) Menghibur diri secara mistik, “Biarlah Tuhan menjaga keamanan saya.” (11) Inilah cara kita, lari dari ketidakmestian teknologis akibat kelalaian, kebodohan, ketidakpedulian para penanggungjawab penerbangan negeri ini.

(12) Tapi kini, setelah burung besar paling berwibawa, Garuda pun, jatuh terbakar di Yogya, saya pun berhenti mencari ganti alternatif. (13) Tidak maskapai lain. (14) Tidak lewat udara, tidak darat, tidak pula laut. (15) Semua moda transportasi yang tersedia di tiga matra itu telah membuat saya merasa terancam dengan pasti. (16) Saya takkan melewati pintu dengan ular kobra tidur melintang di tengahnya.

(17) Kalau akhirnya saya menunda –mungkin sementara– semua perjalanan jarak jauh saya, mungkin bukan hanya lantaran dunia perhubungan material kita kian tragik penanganannya. (18) Tapi hal itu sudah semakin tegas memperlihatkan buruk dan bebalnya para pengelola sistem transportasi terpenting itu. (19) Tak seperti bencana alam, situasi kritis dunia transportasi ini sebagian besar adalah karya manusia, sebagaimana semua moda dan sistemnya dibuahkan dari pikiran manusia juga.

Penggunaan konjungsi yang kurang tepat terdapat pada kalimat ….

a)

(19)

b)

(17)

c)

(12)

d)

(11)

e)

(7)

9.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 5 sampai dengan 9!

(1) Setelah Adam Air hilang di perairan Majene, saya masih tak ragu terus membeli tiketnya untuk perjalanan dalam negeri. (2) Saya lihat begitupun ratusan orang yang selalu memenuhi rute perjalanan saya. (3) Pada satu pramugari cantik saya berkesan simpati, “Tampaknya kecelakaan tak memengaruhi penumpang, ya?” Ia tersenyum. (4) Tambah cantik pasti. (5) “Biasa saja, pak. Tak berubah.” (6) Saya pun menikmati segelas plastik air mineral, jatah umum penerbangan murah ini.

(7) Namun kemudian, setelah Adam Air kembali celaka, patah badan di Juanda Surabaya, saya pikir saya tak sendiri, untuk berpikir ulang menggunakan maskapai itu. Saya banting stir. (8) Cari yang lain. (9) Dua kali saya sudah ganti. (10) Menghibur diri secara mistik, “Biarlah Tuhan menjaga keamanan saya.” (11) Inilah cara kita, lari dari ketidakmestian teknologis akibat kelalaian, kebodohan, ketidakpedulian para penanggungjawab penerbangan negeri ini.

(12) Tapi kini, setelah burung besar paling berwibawa, Garuda pun, jatuh terbakar di Yogya, saya pun berhenti mencari ganti alternatif. (13) Tidak maskapai lain. (14) Tidak lewat udara, tidak darat, tidak pula laut. (15) Semua moda transportasi yang tersedia di tiga matra itu telah membuat saya merasa terancam dengan pasti. (16) Saya takkan melewati pintu dengan ular kobra tidur melintang di tengahnya.

(17) Kalau akhirnya saya menunda –mungkin sementara– semua perjalanan jarak jauh saya, mungkin bukan hanya lantaran dunia perhubungan material kita kian tragik penanganannya. (18) Tapi hal itu sudah semakin tegas memperlihatkan buruk dan bebalnya para pengelola sistem transportasi terpenting itu. (19) Tak seperti bencana alam, situasi kritis dunia transportasi ini sebagian besar adalah karya manusia, sebagaimana semua moda dan sistemnya dibuahkan dari pikiran manusia juga.

Penulisan kata yang kurang tepat pada kalimat (11) adalah ....

a)

Penanggungjawab

b)

Ketidakpedulian

c)

Kelalaian

d)

Penerbangan

e)

Kebodohan

10.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 10-12!

(1) Ditolaknya relaksasi pajak nol persen serta kondisi pandemi Covid-19 yang belum rampung sampai saat ini, membuat performa penjualan mobil secara nasional belum optimal. (2) Berkaca dari kondisi tersebut, ditambah dengan resesi ekonomi yang terjadi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya melakukan revisi target penjualan yang awalnya 600.000 unit hingga akhir 2020. (3) "Meski sekarang ini ada indikasi ke arah positif, namun memang harus diakui kondisinya masih berat. (4) Jadi sekarang (target) kita di 525.000 unit, karena memang recovery-nya ini lambat ya," ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara. (5) Menurut Kukuh, penetapan rivisi target yang dilakukan saat awal pada kisaran 600.000 unit hingga akhir 2020, dilakukan dengan prediksi masalah Covid-19 dapat terkendali setidaknya pada pertengahan tahun. (6) Namun kenyataannya, Covid-19 masih terus berlanjut. (7) Apalagi pada beberapa bulan lalu kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara ketat yang membuat penjualan kembali melambat. (8) Hingga bulan kesembilan, penjualan mobil secara ritel diangkat 407.830 unit. (9) Lalu dari data yang diberikan Pt astra daihatsu motor (ADM) beberapa hari lalu, pada Oktober naik dikisaran 450.000 unit, dan 420.000 unit untuk wholesales.

Penulisan Pt astra daihatsu motor seharusnya ….

a)

Pt Astra Daihatsu Motor

b)

PT astra daihatsu motor

c)

PT Astra Daihatsu Motor

d)

PT ASTRA DAIHATSU MOTOR

e)

pt astra daihatsu motor

11.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor10-12!

(1) Ditolaknya relaksasi pajak nol persen serta kondisi pandemi Covid-19 yang belum rampung sampai saat ini, membuat performa penjualan mobil secara nasional belum optimal. (2) Berkaca dari kondisi tersebut, ditambah dengan resesi ekonomi yang terjadi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya melakukan revisi target penjualan yang awalnya 600.000 unit hingga akhir 2020. (3) "Meski sekarang ini ada indikasi ke arah positif, namun memang harus diakui kondisinya masih berat. (4) Jadi sekarang (target) kita di 525.000 unit, karena memang recovery-nya ini lambat ya," ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara. (5) Menurut Kukuh, penetapan rivisi target yang dilakukan saat awal pada kisaran 600.000 unit hingga akhir 2020, dilakukan dengan prediksi masalah Covid-19 dapat terkendali setidaknya pada pertengahan tahun. (6) Namun kenyataannya, Covid-19 masih terus berlanjut. (7) Apalagi pada beberapa bulan lalu kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara ketat yang membuat penjualan kembali melambat. (8) Hingga bulan kesembilan, penjualan mobil secara ritel diangkat 407.830 unit. (9) Lalu dari data yang diberikan Pt astra daihatsu motor (ADM) beberapa hari lalu, pada Oktober naik dikisaran 450.000 unit, dan 420.000 unit untuk wholesales.

Makna kata “resesi” pada kalimat (2) adalah ….

a)

Menaiknnya kegiatan dagang

b)

Menurunnya kegiatan dagang

c)

Menurunnya usaha

d)

Kegiatan berdagang yang berlebih

e)

Berwirausaha dengan tinggi

12.

Cermati teks berikut untuk menjawab soal nomor 10-12!

(1) Ditolaknya relaksasi pajak nol persen serta kondisi pandemi Covid-19 yang belum rampung sampai saat ini, membuat performa penjualan mobil secara nasional belum optimal. (2) Berkaca dari kondisi tersebut, ditambah dengan resesi ekonomi yang terjadi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya melakukan revisi target penjualan yang awalnya 600.000 unit hingga akhir 2020. (3) "Meski sekarang ini ada indikasi ke arah positif, namun memang harus diakui kondisinya masih berat. (4) Jadi sekarang (target) kita di 525.000 unit, karena memang recovery-nya ini lambat ya," ujar Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara. (5) Menurut Kukuh, penetapan rivisi target yang dilakukan saat awal pada kisaran 600.000 unit hingga akhir 2020, dilakukan dengan prediksi masalah Covid-19 dapat terkendali setidaknya pada pertengahan tahun. (6) Namun kenyataannya, Covid-19 masih terus berlanjut. (7) Apalagi pada beberapa bulan lalu kembali diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara ketat yang membuat penjualan kembali melambat. (8) Hingga bulan kesembilan, penjualan mobil secara ritel diangkat 407.830 unit. (9) Lalu dari data yang diberikan Pt astra daihatsu motor (ADM) beberapa hari lalu, pada Oktober naik dikisaran 450.000 unit, dan 420.000 unit untuk wholesales.

Kata yang tidak baku terdapat pada kalimat ….

a)

(5)

b)

(4)

c)

(3)

d)

(2)

e)

(1)

13.

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 13-15!

(1) Menurut Amnesty International, ranah kekerasan dan pelecehan online terhadap perempuan adalah semua jenis tindakan kekerasan dan pelecehan yang diciptakan lingkungan daring yang tidak bersahabat dengan tujuan mempermalukan, mengintimidasi, atau merendahkan perempuan. (2) Hal tersebut dapat dikelompokkan dalam enam kategori, yakni ancaman kekerasan, diskriminasi, pelecehan daring, mengungkap dokumen pribadi, menyebarkan gambar bersifat pornografi, dan membagikan gambar pribadi tanpa persetujuan orang yang bersangkutan.

(3) Sebanyak 52 persen perempuan—termasuk remaja perempuan—di 183 negara yang disurvei mengakui pernah mengalami kekerasan online. (4) Bentuk kekerasan yang paling banyak dialami adalah penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan mereka. (5) Kasus-kasus lain adalah mendapat pesan kasar atau memalukan, memperoleh bahasa yang mengancam, serta pelecehan seksual.

(6) Menurut catatan Komnas Perempuan, kekerasan berbasis gender online adalah bentuk baru tindak kekerasan yang dilakukan secara online, khususnya menggunakan media sosial. (7) Bentuk kekerasan antara lain pelecehan seksual, ancaman, dan intimidasi penyebaran foto atau video dengan konten pornografi. (8) Kasus kekerasan berbasis gender online cukup menjadi perhatian di Indonesia, terutama sejak informasi teknologi berkembang pesat setidaknya sepuluh tahun terakhir. (9) Angka kasus kekerasan berbasis gender online pada 2020 meningkat menjadi 281 kasus dibandingkan pada 2019 dengan 97 kasus.

(10) Menurut Komnas Perempuan, ada sejumlah kesulitan untuk menangani persoalan ini. (11) Tantangannya mulai dari sulitnya mencari lembaga penerima rujukan layanan kekerasan berbasis gender online hingga korban yang malah rentan dikriminalisasi.  (12) Kesulitan mendapatkan lembaga itu disebabkan oleh minimnya kapasitas lembaga. (13) Adapun kriminalisasi korban kerap dilakukan lewat celah di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi. (14) Kekerasan berbasis gender online menimbulkan akibat yang tidak bisa dianggap remeh karena melibatkan multiefek yang sangat merugikan. (15) Praktik kekerasan daring dapat mengakibatkan kerugian fisik, seksual, psikologis, ekonomi, serta mengikis harga diri. (16) Beberapa perempuan bahkan meninggalkan dunia digital setelah mengalami kekerasan.

Sumber: Kompas.com, dengan perubahan

Kata mereka yang digunakan pada kalimat (4) merujuk pada ....

a)

Seluruh perempuan yang disurvei

b)

52 persen perempuan perempuan yang ikut survei

c)

Seluruh perempuan yang mengalami kekerasan di 183 negara 

d)

Seluruh perempuan di 183 negara

e)

Remaja perempuan yang disurvei

14.

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 13-15!

(1) Menurut Amnesty International, ranah kekerasan dan pelecehan online terhadap perempuan adalah semua jenis tindakan kekerasan dan pelecehan yang diciptakan lingkungan daring yang tidak bersahabat dengan tujuan mempermalukan, mengintimidasi, atau merendahkan perempuan. (2) Hal tersebut dapat dikelompokkan dalam enam kategori, yakni ancaman kekerasan, diskriminasi, pelecehan daring, mengungkap dokumen pribadi, menyebarkan gambar bersifat pornografi, dan membagikan gambar pribadi tanpa persetujuan orang yang bersangkutan.

(3) Sebanyak 52 persen perempuan—termasuk remaja perempuan—di 183 negara yang disurvei mengakui pernah mengalami kekerasan online. (4) Bentuk kekerasan yang paling banyak dialami adalah penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan mereka. (5) Kasus-kasus lain adalah mendapat pesan kasar atau memalukan, memperoleh bahasa yang mengancam, serta pelecehan seksual.

(6) Menurut catatan Komnas Perempuan, kekerasan berbasis gender online adalah bentuk baru tindak kekerasan yang dilakukan secara online, khususnya menggunakan media sosial. (7) Bentuk kekerasan antara lain pelecehan seksual, ancaman, dan intimidasi penyebaran foto atau video dengan konten pornografi. (8) Kasus kekerasan berbasis gender online cukup menjadi perhatian di Indonesia, terutama sejak informasi teknologi berkembang pesat setidaknya sepuluh tahun terakhir. (9) Angka kasus kekerasan berbasis gender online pada 2020 meningkat menjadi 281 kasus dibandingkan pada 2019 dengan 97 kasus.

(10) Menurut Komnas Perempuan, ada sejumlah kesulitan untuk menangani persoalan ini. (11) Tantangannya mulai dari sulitnya mencari lembaga penerima rujukan layanan kekerasan berbasis gender online hingga korban yang malah rentan dikriminalisasi.  (12) Kesulitan mendapatkan lembaga itu disebabkan oleh minimnya kapasitas lembaga. (13) Adapun kriminalisasi korban kerap dilakukan lewat celah di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi. (14) Kekerasan berbasis gender online menimbulkan akibat yang tidak bisa dianggap remeh karena melibatkan multiefek yang sangat merugikan. (15) Praktik kekerasan daring dapat mengakibatkan kerugian fisik, seksual, psikologis, ekonomi, serta mengikis harga diri. (16) Beberapa perempuan bahkan meninggalkan dunia digital setelah mengalami kekerasan.

Sumber: Kompas.com, dengan perubahan

Pemaparan mengenai dampak dari KBGO terdapat pada paragraf ....

a)

Pertama

b)

Kedua

c)

Ketiga

d)

Keempat

e)

Kelima

15.

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 13-15!

(1) Menurut Amnesty International, ranah kekerasan dan pelecehan online terhadap perempuan adalah semua jenis tindakan kekerasan dan pelecehan yang diciptakan lingkungan daring yang tidak bersahabat dengan tujuan mempermalukan, mengintimidasi, atau merendahkan perempuan. (2) Hal tersebut dapat dikelompokkan dalam enam kategori, yakni ancaman kekerasan, diskriminasi, pelecehan daring, mengungkap dokumen pribadi, menyebarkan gambar bersifat pornografi, dan membagikan gambar pribadi tanpa persetujuan orang yang bersangkutan.

(3) Sebanyak 52 persen perempuan—termasuk remaja perempuan—di 183 negara yang disurvei mengakui pernah mengalami kekerasan online. (4) Bentuk kekerasan yang paling banyak dialami adalah penyebaran foto atau video pribadi tanpa persetujuan mereka. (5) Kasus-kasus lain adalah mendapat pesan kasar atau memalukan, memperoleh bahasa yang mengancam, serta pelecehan seksual.

(6) Menurut catatan Komnas Perempuan, kekerasan berbasis gender online adalah bentuk baru tindak kekerasan yang dilakukan secara online, khususnya menggunakan media sosial. (7) Bentuk kekerasan antara lain pelecehan seksual, ancaman, dan intimidasi penyebaran foto atau video dengan konten pornografi. (8) Kasus kekerasan berbasis gender online cukup menjadi perhatian di Indonesia, terutama sejak informasi teknologi berkembang pesat setidaknya sepuluh tahun terakhir. (9) Angka kasus kekerasan berbasis gender online pada 2020 meningkat menjadi 281 kasus dibandingkan pada 2019 dengan 97 kasus.

(10) Menurut Komnas Perempuan, ada sejumlah kesulitan untuk menangani persoalan ini. (11) Tantangannya mulai dari sulitnya mencari lembaga penerima rujukan layanan kekerasan berbasis gender online hingga korban yang malah rentan dikriminalisasi.  (12) Kesulitan mendapatkan lembaga itu disebabkan oleh minimnya kapasitas lembaga. (13) Adapun kriminalisasi korban kerap dilakukan lewat celah di UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi. (14) Kekerasan berbasis gender online menimbulkan akibat yang tidak bisa dianggap remeh karena melibatkan multiefek yang sangat merugikan. (15) Praktik kekerasan daring dapat mengakibatkan kerugian fisik, seksual, psikologis, ekonomi, serta mengikis harga diri. (16) Beberapa perempuan bahkan meninggalkan dunia digital setelah mengalami kekerasan.

Sumber: Kompas.com, dengan perubahan

Teks di atas memihak pada ...

a)

KBGO

b)

Korban KBGO

c)

Perempuan korban KBGO

d)

Pelecehan online

e)

Kekerasan online

16.

Penulisan kata baku berikut ini benar, kecuali ….

a)

autentik

b)

tolok ukur

c)

survei

d)

reklame

e)

detil

17.

Kata besutan pada kalimat "Film komedi besutan Seth Rogen ini mengisahkan tentang usaha badan intelegen AS, CIA, untuk membunuh pemimpin besar Korea Utara, Kim Jong Un." sama artinya dengan ...

a)

arahan

b)

pimpinan

c)

buatan

d)

ciptaan

e)

aturan

18.

Kata arena memiliki arti yang sama dengan ...kecuali

a)

gelanggang

b)

area

c)

bidang

d)

wilayah

19.

Bentuk kata yang baku dari pilihan kata berikut adalah ...

a)

satria

b)

kesatria

c)

kesetria

d)

ksatria

e)

satrio

20.

Kata berikut yang merupakan kata sifat adalah

a)

ego

b)

egoisme

c)

sekuler

d)

sekulerisme

e)

ideologi