WorksheetsKUIS BULAN K3 UP3 TAHUNA
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Dalam Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3, perusahaan dengan jumlah pekerja lebih dari berapa orang wajib menerapkan SMK3?
50 orang
100 orang
150 orang
200 orang
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012, apa yang harus dilakukan perusahaan dalam mengidentifikasi bahaya di lingkungan kerja?
Melakukan penilaian risiko dan tindakan pengendalian
Mengabaikan potensi bahaya kecil yang jarang terjadi
Hanya mengandalkan laporan kecelakaan yang sudah terjadi
Menggunakan pendekatan reaktif setelah kecelakaan terjadi
Apa tujuan utama dari prinsip Zero Harm dalam SMK3 berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja?
Mengurangi risiko kecelakaan hingga tingkat minimal
Menghapuskan sepenuhnya potensi bahaya di tempat kerja
Meningkatkan keuntungan perusahaan
Menghindari audit K3 dari pemerintah
Apa peran utama penguatan kapasitas SDM dalam mendukung SMK3 menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan?
Meningkatkan kompetensi pekerja dalam memahami risiko kerja
Memastikan pekerja tetap bekerja dalam kondisi berisiko tinggi
Mengurangi kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan
Meningkatkan jumlah jam kerja tanpa kompensasi
Dalam SMK3, pendekatan yang digunakan untuk mencapai Zero Loss berfokus pada...
Eliminasi total terhadap penyebab kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Peningkatan target produksi tanpa memperhitungkan risiko K3
Mengabaikan kejadian near miss jika tidak menimbulkan korban
Mengurangi biaya investasi pada program keselamatan
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018, aspek utama dalam pelaksanaan audit SMK3 meliputi...
Jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan dalam satu divisi
Lama bekerja seorang karyawan di perusahaan
Kepatuhan terhadap kebijakan, implementasi, dan evaluasi SMK3
Tingkat kehadiran karyawan dalam kegiatan non-K3
Apa konsekuensi bagi perusahaan yang tidak menerapkan SMK3 sesuai regulasi yang berlaku?
Hanya teguran tertulis tanpa konsekuensi lebih lanjut
Kenaikan upah pekerja yang terkena risiko kecelakaan
Tidak ada dampak hukum yang berarti
Sanksi administratif dan pidana sesuai peraturan perundang-undangan
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970, siapa yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan K3 di tempat kerja?
Hanya petugas K3 yang ditunjuk
Pengusaha, pekerja, dan pemerintah
Hanya manajer dan direksi perusahaan
Hanya pekerja dengan risiko tinggi
Apa indikator utama keberhasilan implementasi SMK3 dalam suatu perusahaan?
Tidak adanya inspeksi dari dinas ketenagakerjaan
Jumlah pekerja tetap konstan dalam lima tahun
Adanya laporan kecelakaan tanpa tindak lanjut
Penurunan angka kecelakaan kerja dan peningkatan produktivitas
Setiap tahun, Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada tanggal
11 Januari s.d 14 Februari
12 Januari s.d 12 Februari
14 Januari s.d 12 Februari
11 s.d 12 Februari
Dalam PP No. 50 Tahun 2012, SMK3 harus dievaluasi secara berkala setiap...
1 tahun
2 tahun
3 tahun
5 tahun
Dalam konteks Zero Harm, bagaimana pendekatan Hierarki Pengendalian Risiko digunakan?
Mengutamakan alat pelindung diri sebagai solusi utama
Menghindari identifikasi bahaya untuk mengurangi biaya
Eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administrasi, alat pelindung diri
Menunda pengendalian risiko hingga terjadi kecelakaan
Dalam konteks SMK3, bagaimana sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi risiko kerja yang paling signifikan?
Mengabaikan laporan risiko kecil dari pekerja
Mengandalkan pengalaman pekerja tanpa analisis lebih lanjut
Menunggu sampai kecelakaan terjadi dan baru mengevaluasi
Melakukan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC)
Dalam ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen K3, apa prinsip utama yang diterapkan dalam pendekatan K3 modern?
Perbaikan berkelanjutan berbasis risiko (risk-based approach)
Mengutamakan aspek finansial di atas keselamatan pekerja
Menggunakan metode tradisional tanpa evaluasi berkala
Hanya fokus pada regulasi pemerintah tanpa inovasi
Apa alasan utama pelaksanaan pelatihan K3 bagi pekerja baru dalam sebuah perusahaan?
Memperlambat proses produksi dengan sesi pelatihan yang panjang
Meningkatkan jumlah pekerja yang siap menghadapi bahaya tanpa perlindungan
Memastikan pekerja memahami prosedur keselamatan dan risiko kerja
Menghindari pertanggungjawaban perusahaan dalam kecelakaan kerja
