wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tema 1-2 An-Naziat

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Dalam Q.S. An-Nazi’at ayat 1-5, Allah Swt. bersumpah dengan menyebut tugas-tugas malaikat. Apa tujuan Allah bersumpah dalam ayat ini?

a)

Agar manusia tahu bahwa kiamat hanya akan terjadi jika malaikat bekerja.

b)

Agar manusia yakin bahwa hari kiamat pasti terjadi.

c)

Agar manusia tidak takut dengan datangnya hari kiamat.

d)

Agar manusia tahu bahwa malaikat memiliki kekuatan seperti manusia.

2.

Dalam ayat pertama, wan-nâzi‘âti gharqâ, Allah bersumpah dengan malaikat yang mencabut nyawa orang kafir dengan keras. Mengapa nyawa mereka dicabut dengan cara ini?

a)

Karena orang kafir sering berbuat baik, jadi sulit dipisahkan dari dunia.

b)

Karena orang kafir sangat mencintai dunia, sehingga nyawanya sulit lepas dengan tenang.

c)

Karena Allah Swt. ingin memberi kesempatan mereka untuk bertaubat.

d)

Karena nyawa orang kafir lebih kuat dibandingkan nyawa orang mukmin.

3.

Dalam ayat ketiga disebutkan was-sâbiḫâti sab-ḫâ, yaitu malaikat yang cepat dalam menjalankan tugasnya. Apa pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini?

a)

Kita harus meniru malaikat, melakukan tugas dengan cepat dan sungguh-sungguh.

b)

Kita tidak perlu berusaha keras dalam hidup, karena malaikat sudah mencatat semua perbuatan kita.

c)

Kita harus sering berdoa kepada malaikat agar mereka membantu kita dalam kesulitan.

d)

Kita harus tahu semua nama malaikat supaya bisa meminta bantuan mereka.

4.

Dalam ayat keempat disebut fas-sâbiqâti sabqâ, yang artinya malaikat selalu cepat menjalankan perintah Allah. Bagaimana kita bisa meniru sikap ini dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Menunda pekerjaan supaya bisa dikerjakan nanti saja.

b)

Melakukan kebaikan segera tanpa menunda-nunda.

c)

Hanya beribadah jika sedang ada masalah.

d)

Memilih amal ibadah yang ringan saja supaya tidak capek.

5.

Dalam ayat kelima, fal-mudabbirâti amrâ, Allah menyebut malaikat yang mengatur urusan dunia. Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari ayat ini?

a)

Semua yang terjadi di dunia sudah diatur oleh Allah melalui malaikat-Nya.

b)

Segala sesuatu terjadi secara kebetulan tanpa aturan dari Allah.

c)

Manusia bisa menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan Allah.

d)

Malaikat memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan takdir manusia.

6.

Dalam ayat ke-6 disebutkan "yauma tarjufur-râjifah", yang artinya pada hari itu alam semesta akan terguncang. Apa yang menyebabkan guncangan dahsyat ini?

a)

Gunung meletus dan gempa bumi besar.

b)

Ledakan matahari yang sangat kuat.

c)

Tiupan pertama sangkakala oleh malaikat Israfil.

d)

Kekuatan manusia yang terlalu besar.

7.

Pada ayat ke-7 disebutkan "tatba‘uhar-râdifah", yang berarti tiupan pertama akan diikuti oleh tiupan kedua. Apa yang terjadi setelah tiupan kedua?

a)

Alam semesta kembali normal seperti sebelumnya.

b)

Semua manusia dibangkitkan dari kubur.

c)

Manusia berubah menjadi makhluk lain.

d)

Orang-orang musyrik langsung masuk surga.

8.

Dalam ayat ke-8 disebutkan bahwa pada hari itu "qulûbuy yauma'idziw wâjifah", yaitu hati manusia merasa sangat takut. Mengapa mereka sangat ketakutan?

a)

Karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.

b)

Karena mereka sadar bahwa kiamat benar-benar terjadi dan mereka akan dihisab.

c)

Karena mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

d)

Karena mereka ingin kembali ke dunia tetapi tidak bisa.

9.

Pada ayat ke-9 disebutkan bahwa "abshâruhâ khâsyi‘ah", yang artinya pandangan mereka tertunduk. Apa maksud dari kondisi ini?

a)

Mereka merasa lelah setelah dibangkitkan dari kubur.

b)

Mereka malu dan takut karena mengetahui bahwa amal mereka akan diperhitungkan.

c)

Mereka masih mengantuk setelah bangun dari tidur panjang di kubur.

d)

Mereka merasa senang karena akan mendapatkan surga.

10.

Dalam ayat 10-11, orang-orang musyrik berkata, "Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?" Mengapa mereka meragukan kebangkitan setelah mati?

a)

Karena mereka tidak pernah percaya pada janji Allah tentang hari kiamat.

b)

Karena mereka tidak memahami bagaimana Allah bisa membangkitkan mereka kembali.

c)

Karena mereka merasa kehidupan dunia sudah cukup bagi mereka.

d)

Karena mereka pikir tubuh mereka sudah hancur dan tidak mungkin kembali hidup.

11.

Pada ayat ke-12, orang-orang musyrik berkata, "Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan." Mengapa mereka menganggap kebangkitan itu merugikan?

a)

Karena mereka tidak ingin hidup lagi di dunia.

b)

Karena mereka tahu bahwa mereka akan menerima balasan atas dosa-dosanya.

c)

Karena mereka ingin mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup lebih baik.

d)

Karena mereka tidak mau menjalani proses kebangkitan yang menyakitkan.

12.

Dalam ayat ke-13, Allah menyebutkan bahwa kebangkitan manusia "hanyalah dengan sekali tiupan." Apa yang bisa kita pelajari dari ayat ini?

a)

Allah Maha Kuasa, sehingga membangkitkan manusia bukanlah hal yang sulit bagi-Nya.

b)

Tiupan itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membangkitkan semua manusia.

c)

Kebangkitan manusia hanya terjadi bagi orang-orang tertentu saja.

d)

Allah perlu banyak usaha untuk membangkitkan manusia kembali.

13.

Pada ayat ke-14 disebutkan bahwa setelah tiupan sangkakala, "mereka hidup kembali di bumi (yang baru)." Apa yang dimaksud dengan "bumi yang baru"?

a)

Bumi yang telah diperbarui dengan teknologi canggih.

b)

Bumi yang sudah dihancurkan lalu dibangun kembali.

c)

Padang Mahsyar, tempat semua manusia dikumpulkan untuk dihisab.

d)

Surga yang diciptakan khusus untuk manusia yang dibangkitkan.

14.

Al dan teman-temannya sedang berdiskusi tentang hari kiamat. Salah satu temannya, Rian, berkata, "Aku tidak percaya kalau manusia bisa hidup kembali setelah mati, apalagi kalau tubuhnya sudah jadi tulang belulang." Aldi lalu menjelaskan bahwa dalam Q.S. An-Nazi'at ayat 10-11, orang-orang musyrik juga berkata seperti itu.

Menurut ayat tersebut, mengapa orang-orang musyrik ragu akan kebangkitan manusia setelah mati?

a)

Karena mereka mengira dunia ini akan kekal selamanya.

b)

Karena mereka tidak pernah melihat contoh nyata orang mati yang hidup kembali.

c)

Karena mereka yakin bahwa setelah mati, manusia akan berubah menjadi malaikat.

d)

Karena mereka percaya bahwa semua manusia akan langsung masuk surga.

15.

Saat pelajaran agama, Pak Ansyah bertanya kepada murid-muridnya, "Jika hari kiamat tiba, apa yang akan terjadi pertama kali?" Lalu, Dinda menjawab, "Akan ada tiupan pertama yang mengguncangkan alam semesta!"

Jawaban Dinda sesuai dengan Q.S. An-Nazi'at ayat 6, yang menyebutkan bahwa pada hari itu...

a)

Manusia akan langsung dikumpulkan di Padang Mahsyar.

b)

Semua orang yang beriman akan langsung masuk surga.

c)

Alam semesta akan terguncang karena tiupan sangkakala pertama.

d)

Dunia akan perlahan berubah menjadi lebih baik.

16.

وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ

a)

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,

b)

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,

c)

demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah

d)

(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,

17.

وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ

a)

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,

b)

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,

c)

demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah

d)

(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,

18.

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ

a)

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,

b)

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,

c)

demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah

d)

(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,

19.

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ

a)

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,

b)

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,

c)

demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah

d)

(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,

20.

فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ

a)

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),

b)

(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).

c)

(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

d)

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;

21.

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ

a)

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),

b)

(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).

c)

(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

d)

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;

22.

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ

a)

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),

b)

(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).

c)

(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

d)

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;

23.

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ

a)

dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia),

b)

(kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).

c)

(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

d)

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;

24.

اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ

a)

pandangannya tertunduk.

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”

25.

يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ

a)

pandangannya tertunduk.

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”

26.

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ

a)

pandangannya tertunduk.

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”

27.

قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

a)

pandangannya tertunduk.

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”

28.

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ

a)

pandangannya tertunduk.

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan.

29.

فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ

a)

Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru).

b)

Mereka (di dunia) berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?

c)

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)

d)

(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan.

30.

Q.S An-Nazi'at artinya?

a)

Berita besar

b)

Malaikat pencabut nyawa

c)

Malaikat pencabut paku

d)

Malaikat bukan pencabut nyawa