Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Sejarah Perkembangan Hadis

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Pada masa Rasulullah ﷺ, hadis disampaikan secara lisan oleh para sahabat. Namun, ada sahabat yang menulis hadis dengan izin beliau. Mengapa mayoritas hadis tetap diriwayatkan secara lisan dan tidak langsung dibukukan?

a)

Karena masyarakat Arab saat itu lebih mengutamakan hafalan daripada tulisan

b)

Rasulullah ﷺ melarang penulisan hadis secara mutlak

c)

Tidak ada alat tulis yang cukup untuk mencatat semua hadis

d)

Para sahabat lebih fokus pada menghafal Al-Qur’an daripada hadis

e)

Tulisan di masa itu belum berkembang sehingga sulit memahami hadis dalam bentuk tertulis

2.

Siapakah khalifah yang pertama kali secara resmi memerintahkan kodifikasi hadis karena khawatir akan hilangnya riwayat hadis akibat wafatnya para perawi terpercaya?

a)

Abu Bakar Ash-Shiddiq

b)

Umar bin Khattab

c)

Utsman bin Affan

d)

Ali bin Abi Thalib

e)

Umar bin Abdul Aziz

3.

Apa tujuan utama kodifikasi hadis yang dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz?

a)

Mempermudah masyarakat dalam menghafal hadis

b)

Mencegah munculnya hadis palsu dan menjaga kemurnian riwayat

c)

Menggantikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum utama

d)

Menyatukan semua hadis dalam satu kitab agar lebih praktis

e)

Mengurangi ketergantungan umat Islam pada ulama dalam memahami hadis

4.

Mengapa menghafal hadis tetap menjadi tradisi penting meskipun hadis telah dikodifikasi dalam bentuk kitab?

a)

Menghafal lebih mudah dibandingkan membaca kitab hadis

b)

Untuk menjaga sanad dan matan hadis dari perubahan serta penyimpangan

c)

Karena kitab hadis hanya tersedia untuk kalangan tertentu

d)

Agar setiap ulama memiliki otoritas lebih dalam meriwayatkan hadis

e)

Karena penulisan hadis sering mengalami kesalahan cetak

5.

Pada masa periwayatan hadis secara lisan, ada beberapa sahabat yang menulis hadis dengan izin Nabi ﷺ. Apa dampak dari penulisan ini terhadap perkembangan hadis?

a)

Memudahkan penyebaran hadis ke berbagai wilayah Islam

b)

Menjadi dasar bagi kodifikasi hadis di masa berikutnya

c)

Mencegah perbedaan dalam periwayatan hadis

d)

Menggantikan metode hafalan dalam menjaga hadis

e)

Memastikan bahwa hadis tidak akan pernah berubah

6.

Salah satu tantangan besar dalam kodifikasi hadis adalah munculnya hadis-hadis palsu (maudhu’). Apa metode utama yang digunakan ulama hadis untuk mendeteksi hadis palsu?

a)

Membandingkan hadis tersebut dengan isi Al-Qur’an

b)

Melihat apakah hadis tersebut bertentangan dengan logika dan akal sehat

c)

Mengkaji sanad dan meneliti kredibilitas perawinya melalui ilmu Jarh wa Ta’dil

d)

Mengelompokkan hadis berdasarkan tingkat kepopulerannya di kalangan ulama

e)

Meneliti apakah hadis tersebut telah dikutip dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim

7.

ada masa kejayaan ilmu hadis, ulama mengembangkan metode i’tibar untuk memperkuat keabsahan suatu hadis. Apa yang dimaksud dengan metode ini?

a)

Mencari hadis lain yang memiliki sanad dan matan serupa sebagai penguat

b)

Menganalisis perbedaan antara hadis yang diriwayatkan oleh berbagai perawi

c)

Menguji hafalan perawi dengan membandingkan dengan kitab hadis utama

d)

Membandingkan hadis dengan Al-Qur’an untuk memastikan kesesuaiannya

e)

Menyesuaikan hadis dengan pemikiran ulama fiqih untuk menentukan hukumnya

8.

Salah satu metode verifikasi hadis adalah tahammul wa ada' al-hadith yang berkaitan dengan cara penerimaan dan penyampaian hadis. Manakah bentuk periwayatan hadis yang paling kuat dalam metode ini?

a)

Mendengar langsung dari seorang guru dan menghafalnya

b)

Mendengar langsung dari seorang guru dan menghafalnya

c)

Menerima hadis melalui surat dari seorang ulama terpercaya

d)

Menyampaikan hadis dengan makna yang sama meskipun redaksinya berbeda

e)

Mengutip hadis yang telah dipublikasikan dalam kitab terkenal

9.

Dalam perkembangan hadis, muncul istilah hadis syadz yang memiliki kelemahan dalam periwayatannya. Apa yang menyebabkan suatu hadis dikategorikan sebagai hadis syadz?

a)

Memiliki perawi yang tsiqah tetapi bertentangan dengan riwayat lain yang lebih kuat

b)

Sanadnya terputus pada salah satu perawi

c)

Hanya diriwayatkan oleh satu orang tanpa ada pendukung lain

d)

Memiliki matan yang berbeda dari hadis-hadis lain dalam kitab hadis utama

e)

Mengandung unsur cerita yang sulit diterima oleh logika manusia

10.

Para ulama hadis membagi hadis berdasarkan kuantitas periwayatnya. Apa perbedaan utama antara hadis mutawatir dan hadis mashhur?

a)

Hadis mutawatir memiliki lebih banyak jalur periwayatan dibandingkan hadis mashhur

b)

Hadis mashhur lebih diutamakan dalam hukum Islam dibanding hadis mutawatir

c)

Hadis mutawatir selalu diriwayatkan oleh sahabat, sedangkan hadis mashhur oleh tabi’in

d)

Hadis mashhur memiliki satu jalur periwayatan yang kuat, sedangkan hadis mutawatir tidak

e)

Hadis mutawatir lebih sering digunakan dalam ilmu fiqih dibanding hadis mashhur