wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Peran Surveilans Gizi dalam Pencegahan Stunting

Total questions: 20

Worksheet time: 5hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Dalam konteks pencegahan stunting, surveilans gizi harus dapat menghubungkan data antropometri dengan…

a)

A. Faktor lingkungan, sosial-ekonomi, dan pola asuh

b)

B. Tingkat konsumsi makanan cepat saji masyarakat

c)

C. Kecepatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah

d)

D. Ketersediaan obat-obatan medis di fasilitas kesehatan

2.

Manakah kelompok sasaran prioritas dalam intervensi gizi spesifik yang dipantau oleh surveilans gizi untuk mencegah stunting?

a)

A. Remaja putri dan wanita usia subur

b)

B. Lansia dengan masalah kesehatan kronis

c)

C. Ibu hamil dan anak-anak di bawah dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan/HPK)

d)

D. Pekerja pabrik dengan risiko kekurangan gizi

3.

Makanan pada gambar tersebut berperan dalam pencegahan stunting karena…

a)

A. Hanya enak dimakan tetapi tidak berpengaruh pada kesehatan

b)

B. Bisa menggantikan semua jenis makanan lainnya

c)

C. Tidak memiliki manfaat dalam pertumbuhan anak

d)

D. Mengandung gizi seimbang yang mendukung pertumbuhan anak

4.

Apa yang menjadi indikator utama dalam surveilans gizi untuk mendeteksi stunting pada anak?

a)

A. Berat badan anak saja

b)

B. Indeks Massa Tubuh (IMT) orang tua

c)

C. Jumlah asupan kalori harian tanpa melihat pertumbuhan

d)

D. Tinggi badan menurut usia (TB/U)

5.

Bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan efektivitas surveilans gizi?

a)

A. Mempermudah pengumpulan dan pengolahan data

b)

B. Mempercepat diseminasi informasi

c)

C. Meningkatkan akurasi data

d)

D. Mengintegrasikan data surveilans dengan sistem kesehatan digital

6.

Apa yang menjadi kelemahan utama dalam implementasi surveilans gizi di daerah terpencil?

a)

A. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang gizi

b)

B. Keterbatasan tenaga kesehatan dan infrastruktur

c)

C. Tidak adanya anggaran dari pemerintah

d)

D. Minimnya data tentang gizi masyarakat

7.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan surveilans gizi dalam pencegahan stunting?

a)

A. Peningkatan jumlah rumah sakit gizi

b)

B. Penurunan prevalensi stunting di suatu wilayah

c)

C. Penurunan angka konsumsi makanan bergizi

d)

D. Peningkatan angka kemiskinan

8.

Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting?

a)

A. Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, infeksi pada ibu, kehamilan remaja, dan rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan

b)

B. Pemberian makanan tambahan (PMT) secara merata kepada seluruh balita di Indoensia.

c)

C. Pelatihan intensif untuk semua kader posyandu tentang cara mengukur tinggi badan anak

d)

D. Kampanye nasional untuk mempromosikan produk susu formula tertentu

9.

Selain status gizi, data apa yang penting dalam surveilans gizi untuk mencegah stunting?

a)

A. Riwayat penyakit infeksi

b)

B. Tingkat pendapatan keluarga

c)

C. Preferensi makanan anak

d)

D. Jumlah anak dalam satu keluarga

10.

Makanan mana yang paling dianjurkan untuk mencegah stunting sejak dalam kandungan?

a)

A. Makanan cepat saji

b)

B. Sayuran hijau dan susu

c)

C. Minuman bersoda

d)

D. Permen dan keripik

11.

Siapa yang memiliki peran utama dalam mengoordinasikan surveilans gizi di Indonesia?

a)

A. Kementerian Sosial

b)

B. Kementerian Perdagangan

c)

C. Kementrian Kesehatan

d)

D. Kementerian Pendidikan

12.

Strategi apa yang paling efektif untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menjalankan surveilans gizi secara optimal?

a)

A. Menggunakan tenaga relawan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan dalam surveilans gizi

b)

B. Memprioritaskan surveilans gizi hanya di daerah dengan prevalensi stunting tinggi

c)

C. Mengadakan pelatihan berbasis teknologi dan peningkatan keterampilan tenaga kesehatan secara berkelanjutan

d)

D. Mengurangi kompleksitas indikator gizi agar lebih mudah dipahami oleh tenaga kesehatan di daerah

13.

Dalam upaya pencegahan stunting berbasis surveilans gizi, intervensi paling tepat untuk anak usia 6-23 bulan adalah…

a)

A. Meningkatkan konsumsi susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif

b)

B. Mengutamakan suplementasi zat besi tanpa memperhatikan pola makan

c)

C. Pemberian MP-ASI berkualitas dengan mempertimbangkan kecukupan zat gizi

d)

D. Menghentikan pemantauan setelah anak mencapai usia satu tahun

14.

Apa yang sebaiknya dilakukan jika hasil surveilans gizi menunjukkan adanya peningkatan kasus stunting di suatu wilayah?

a)

A. Melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencari penyebabnya

b)

B. Meningkatkan intervensi gizi di wilayah tersebut

c)

C. Melakukan evaluasi terhadap program-program yang sudah berjalan

d)

D. Mengoptimalkan koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat

15.

Apa yang dimaksud dengan "pemantauan pertumbuhan" dalam konteks surveilans gizi?

a)

A. Mengukur tinggi badan anak secara berkala

b)

B. Mengukur berat badan anak secara berkala

c)

C. Mengukur dan memantau pertumbuhan anak secara berkala untuk mendeteksi masalah gizi sejak dini

d)

D. Mengukur lingkar kepala anak secara berkala

16.

Mengapa koordinasi lintas sektor penting dalam surveilans gizi?

a)

A. Karena sektor kesehatan tidak mampu menangani gizi sendiri

b)

B. Karena faktor gizi dipengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan

c)

C. Karena anggaran kesehatan tidak cukup untuk menangani stunting

d)

D. Karena surveilans gizi hanya berjalan efektif jika dikendalikan pemerintah

17.

Apa tujuan utama surveilans gizi dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia?

a)

A. Mengumpulkan data tentang pola makan masyarakat secara umum

b)

B. Memantau status gizi anak dan mengidentifikasi risiko stunting secara dini

c)

C. Menentukan jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi di daerah perkotaan

d)

D. Mengurangi angka kemiskinan di daerah pedesaan

18.

Mengapa penting untuk memantau asupan zat gizi mikro dalam surveilans gizi?

a)

A. Kekurangan zat gizi mikro dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan

b)

B. Zat gizi mikro hanya dibutuhkan oleh anak-anak yang mengalami gizi buruk

c)

C. Surveilans gizi hanya fokus pada makronutrien

d)

D. Zat gizi mikro tidak memiliki dampak signifikan terhadap stunting

19.

Apa manfaat dari kegiatan yang ditunjukkan dalam gambar?

a)

A. Meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi seimbang untuk pencegahan stunting

b)

B. Mengurangi angka kelahiran dengan edukasi kesehatan

c)

C. Membantu ibu ibu mendapatkan finansial

d)

D. Mengajarkan cara memasak makanan cepat saji yang sehat

20.

Metode surveilans gizi yang paling sering digunakan untuk mengumpulkan data tentang asupan makanan adalah...

a)

A. Survei rumah tangga

b)

B. Metode wawancara dan catatan makanan harian

c)

C. Rekam Medis

d)

D. Pemeriksaan fisik secara langsung