NEW
Font size
WorksheetsQUIZ TM 3 (Kep Kritis) Reg 1 dan Reg 2
Total questions: 12
Worksheet time: 8mins
Seorang pasien pria berusia 55 tahun dengan riwayat DM Tipe 2 dan hipertensi dirawat di ruang ICU dengan diagnosis ARDS. Pasien mengalami takipnea, penggunaan otot bantu nafas, nafas cuping hidung (+), dan penurunan saturasi oksigen mencapai 50% dengan PaO2 PaO2: 52 mmHg meskipun telah diberikan oksigen via NRBM 14 L/menit. Apa intervensi utama yang harus dilakukan untuk menangani masalah ini?
Evaluasi status oksigenasi dengan gas darah arteri
Kolaborasi pemberian ventilasi mekanik
Penggantian terapi oksigen menggunakan ventury mask
Pemberian antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi
Evaluasi dan pemberian terapi diuretik untuk mengurangi edema paru
Ny.W yang berusia 60 tahun mengalami ARDS pasca-operasi besar, pasien tidak memiliki Riwayat gangguan kardiovaskular. Pasien mengalami edema paru yang signifikan. Apa intervensi mandiri keperawatan yang paling penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut?
Pemberian diuretik untuk mengatasi edema
Mobilisasi dini pasien
Pemantauan ketat suhu tubuh
Terapi oksigen dengan ventury mask
Pengaturan ke prone position secara berkala
Seorang pasien dengan ARDS mengalami penurunan tekanan darah yang tajam (80/50 mmHg), peningkatan frekuensi napas (RR > 40x/menit), dan peningkatan laktat serum. Apa penyebab yang paling mungkin dari perubahan ini?
Sepsis akibat infeksi sekunder
Pneumotoraks akibat tekanan ventilator yang tinggi
Hipoksia berat yang menyebabkan disfungsi organ
Overhidrasi yang memperburuk edema paru
Reaksi terhadap obat sedasi yang diberikan
Seorang pria 45 tahun dengan ARDS menunjukkan tanda-tanda kegagalan organ multipel. Untuk memantau fungsi ginjal pasien, indikator laboratorium yang paling relevan adalah?
Kadar hemoglobin
Kadar albumin serum
Kreatinin serum
Bilirubin total
Kadar glukosa darah
Seorang pasien dengan ARDS mengalami gangguan ventilasi dan oksigenasi yang tidak membaik meskipun sudah diberikan terapi oksigen. Apa strategi ventilasi yang paling efektif untuk meningkatkan oksigenasi dan mengurangi beban kerja pernapasan?
Ventilasi dengan PEEP (Positive End-Expiratory Pressure)
Ventilasi bertekanan negatif
Ventilasi dengan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)
Ventilasi dengan mode pressure support
Ventilasi bertekanan positif
Seorang pria berusia 70 tahun dengan riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengalami perburukan kondisi pernapasan dan dipindahkan ke ICU. Pasien tampak gelisah, menggunakan otot aksesori untuk bernapas, frekuensi napas 38x/menit, dan spO2 96% dengan oksigen NRBM 13L/menit. Pemeriksaan auskultasi menunjukkan suara napas lemah dengan wheezing (+/+). Berdasarkan data tersebut, diagnosis keperawatan yang paling tepat adalah?
Gangguan pertukaran gas
Bersihan jalan napas tidak efektif
Gangguan ventilasi spontan
Pola napas tidak efektif
Risiko gangguan ventilasi spontan
Seorang pasien dengan ARDS mengalami hipotensi (80/50 mmHg), edema paru, edema perifer dan peningkatan kadar laktat serum. Apa intervensi kolaboratif keperawatan yang paling tepat untuk menangani kondisi ini?
Pemberian kortikosteroid
Pemberian vasopressor
Pemberian antibiotik
Pemberian cairan resusitasi
Pemberian diuretik
Pasien dengan ARDS mengalami hipoksemia yang terus berlanjut meskipun sudah mendapatkan ventilasi mekanis dengan PEEP 6 cmH2O. Apa penyebab potensial yang harus dievaluasi lebih lanjut?
Emboli paru yang menghambat aliran darah ke paru-paru
Penurunan compliance paru akibat fibrosis atau edema
Disfungsi jantung yang menyebabkan gagal jantung kanan
Pneumonia nosokomial sebagai komplikasi dari perawatan ICU
Pneumonia komunal tahap awal inflamasi
Seorang pasien dengan ARDS mengalami peningkatan tekanan intratoraks yang dapat memperburuk hipoksia. Posisi mana yang paling efektif untuk meningkatkan oksigenasi?
Supine dengan elevasi kepala tempat tidur 30°
Semi-Fowler untuk meningkatkan ekspansi paru
Prone position untuk meningkatkan perfusi ke zona paru yang lebih baik
Lateral untuk mengurangi beban pada paru
Trendelenburg untuk meningkatkan perfusi serebral
Pasien dengan ARDS menunjukkan gejala delirium dan gangguan kesadaran. Apa langkah pertama yang harus diambil untuk mengelola kondisi ini?
Penilaian status neurologis
Penambahan dosis antibiotik
Evaluasi fungsi hati
Pemberian obat penenang
Pemberian oksigen tambahan
Tn. AD (40 tahun) dirawat di ICU karena mengalami sesak napas berat. Pasien telah diberikan oksigen menggunakan high-flow nasal cannula (HFNC), tetapi tetap mengalami hipoksemia. Hasil analisis gas darah menunjukkan pH: 7.38, PaO2: 50 mmHg, saturasi O2: 58%, dengan tanda-tanda takipnea dan penggunaan otot aksesori. Apa diagnosis keperawatan yang paling sesuai untuk kasus ini?
Gangguan ventilasi spontan
Gangguan pertukaran gas
Gangguan sirkulasi spontan
Pola napas tidak efektif
Bersihan jalan napas tidak efektif
Tn. RS (50 tahun) dirawat karena mengalami sesak napas yang semakin memberat. Pasien telah diberikan oksigen menggunakan venturi mask 50%, tetapi masih tampak takipnea dengan frekuensi napas 36x/menit. Hasil analisis gas darah menunjukkan pH: 7.33, PaO2: mmHg, PaCO2 50 mmHg dan saturasi O2: 92%, dan pasien tampak menggunakan otot aksesori saat bernapas. Apa diagnosis keperawatan yang paling sesuai untuk kasus ini?
Gangguan ventilasi spontan
Gangguan pertukaran gas
Risiko gangguan sirkulasi spontan
Pola napas tidak efektif
Bersihan jalan napas tidak efektif
