WorksheetsLATIHAN SOAL US KELAS XII WAJIB
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Cermati paragraf berikut!
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Bacalah paragraf esai berikut!
Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....
Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.
Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.
Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.
Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.
Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.
Cermati kutipan berikut!
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewatdi muka rrumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, akuyang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu.Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman, “Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkankeindahan.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟
yang jarang ditemukandalam cerita lain.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak me-narik si pembaca dantidak bermakna.
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kataasing lainnya.
Simaklah kutipan esai berikut dengan saksama!
Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.
Hal yang diungkapkan dalam esai di atas adalah …
Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan ekonomi kita akhir-akhir ini.
Pendidikan dan kesehatan semakin tidak dijangkau oleh petani.
Petani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.
Kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.
Petani kecil selalu mendapatkan perhatian penuh untuk memperoleh kredit dari pemerintah.
Cermati penjelasan buku sastra berikut!
Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti oleh kalimat-kalimat lain yang bernasib sama. Puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dalam majas. Akibatnya, cerpen agak panjang karya Nirwan Dewanto ini terbata-bata dalam membentuk cerita. Padahal, di situ ada cerita. Sebuah interpretasi ulang dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Pasalnya, uraian Nirwan gagal menampilkan kejernihan peristiwa. Ada kabul tebal pada tiap kalimat Nirwan. Kabut yang menutupi peristiwa.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah …
Kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto ini berbelit-belit sehingga tidak menarik.
Kalimat yang berlarut-larut dengan majas dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto membuat cerita menjadi indah.
Cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto mengandung kabut tebal berupa majas, tetapi peristiwa yang disajikan menjadi jelas sehingga menjadikan suatu karya yang menarik.
Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti kalimat-kalimat puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dengan majas yang berakibat cerpen agak panjang dan terbata-bata dalam membentuk cerita.
Cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto mengandung majas, tetapi peristiwa yang disajikan menjadi suatu karya yang menarik.
Perhatikan paragraf berikut!
Masih dengan gaya menulis khas Andrea yang penuh humor dan sindiran sosial, Sirkus Pohon ini secara umum menceritakan soal kehidupan masyarakat di Tanjong Lantai, Belitung dengan kondisi perekonomian menengah ke bawah. Seorang pemuda bernama Sobri berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, susah baginya sebagai seorang yang tamat SMP saja tidak, untuk mendapat pekerjaan yang sesuai dengan harapannya. Tapi ia tidak lantas menyerah, pertemuannya dengan Dinda membuatnya terus semangat untuk mencari pekerjaan dengan gaji tetap.
Bisa dikatakan Sirkus Pohon ini novel yang “ramai”. Banyak tokoh yang dimunculkan. Banyak humor dan sindiran sosial yang diangkat, dan bisa membuat pembaca tertawa sekaligus terharu ketika mengikuti kisah masing-masing tokohnya. It’s a good novel to read.
Kalimat kritik sastra yang mengungkapkan kelebihan novel sesuai penjelasan tersebut adalah …
Novel Sirkus Pohon menyajikan cerita dengan latar kehidupan dengan kondisi perekonomian menengah ke bawah.
Novel Sirkus Pohon memunculkan banyak tokoh, penuh humor dan sindiran sosial sehingga membuat pembaca tertawa dan terharu.
Novel Sirkus Pohon menceritakan tokoh yang semangat untuk mendapatkan pekerjaan sejak pertemuannya dengan Dinda.
Pembaca akan terus mengikuti alur cerita Novel Sirkus Pohon karena menarik dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Novel Sang Sirkus Pohon memunculkan humor sehingga membuat pembaca tertawa dan terharu.
Berikut ini merupakan perbedaan antara kritik dan esai, kecuali…
Objek bahasan kritik umumnya suatu karya (baik senin, musik, sastra, film, dll), sedangkan esai objeknya berupa fenomena yang ada di kehidupan.
Kritik membutuhkan ulasan tentang deskripsi karya yang dibahas, sedangkan esai tidak.
Kritik wajib menyuguhkan data, sedangkan esai tidak selalu.
Kritik menyajikan pendapat, sedangkan esai argumen.
Kritik dan Esai isi opininya berupa subjektif dari data penulis.
Cermati penggalan teks berikut!
(1)Menurut seorang pengembang, pengembangan agrobisnis dan agroindustri merupakan tuntutan perkembangan logis. (2)Pengembangan telah dilanjutkan sebagai wujud kesinambungan penganekaragaman dan pengalaman pertanian. (3)Telah pula dilaksanakan pengembangan di beberapa wilayah. (4)Hasil yang dicapai mengesankan dan memuaskan.
Kalimat yang berupa opini terdapat pada kalimat ...
nomor (1) dan (2)
nomor (1) dan (3)
nomor (1) dan (4)
nomor (2) dan (4)
nomor (2) dan (3)
Bacalah dengan cermat!
Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
Harimau-Harimau, karya Muchtar Lubis
Masalah yang diungkapkan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
pengobatan
pengorbanan
kesetiakawanan
penderitaan
kebudayaan
Bacalah dengan cermat!
Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.
Nilai sosial yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
membuat ramuan obat tradisional
membaca mantra-mantra dalam melakukan pengobatan
menuangkan ramuan obat ke dalam mangkok batok kelapa
memberikan pertolongan kepada orang yang sedang sakit
melakukan pengobatan dengan cara tradisional
Bacalah dengan cermat!
Novel Perahu Kertas karya Dewi lestari, yang akrab dipanggil Dee,memberikan banyak pandangan hidup untuk menerima kenyataan dan pengorbanan. Di tangan Dee, cerita cinta menjadi sangat bermakna, tanpa tendensi. Dee dengan tulus menceritakan cinta yang apa adanya. Alur yang progresif dan sedikit flash back menjadikan enak dibaca.Beberapa kata sangat menusuk pembaca. Pembaca menjadi larut dalam novel itu. Ceritanya benar-benar natural, tetapi unik. Pembaca akan rugi jika membaca Perahu Kertas hanya setengah-setengah.
Kalimat resensi berupa keunggulan novel yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah...
Dee adalah nama lain dari Dewi Lestari.
Dewi Lestari dalam novelnya Perahu Kertas mengungkapkan cerita cinta yang sebenarnya.
Novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari melarutkan pembaca dalam memahami cerita yang natural dan unik.
Pembaca harus membaca secara keseluruhan
Dewi Lestari memberikan pandangan hidup.
Bacalah teks berikut dengan saksama !
Cara menutup cerita membuat pembaca mengulang kembali agar dapat mengerti dan menikmati cerita yang disampaikan. Pembaca bertanya-tanya tentang akhir cerita selanjutnya. Banyaknya bahasa Melayu yang digunakan membuat pembaca tidak mengerti. Pemakaian ungkapan dan kiasan dalam kalimat membuat cerita agak terasa berat. Untuk dapat memahami cerita ini pembaca terpaksa berpikir lebih mendalam
Kalimat resensi yang menyatakan kelemahan novel dalam petikan tersebut adalah ....
Cerita ini perlu berkali-kali dibsca untuk dapat memahaminya
Ungkspan yang sering digunakan menjenuhkan pembaca
Cerita kurang dapat dipahami karena jalan cerita tidak jelas
Terdapatnya bahasa yang kurang dipahami pada masa kini
Perlu pemikiran dan konsentrasi untuk memahami cerita
Dokter Sukartono yang beristrikan Sumartini, rumah tangganya dilanda krisis. Keduanya sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik. Tini seorang wanita cantik, lincah, sibuk dengan keorganisasiannya. Sedangkan Tono sebagai dokter sibuk mengurusi pasiennya. Bila Tono pulang ke rumah, tidak pernah mendapatkan sambutan ramah dan istrinya (Tini). Tono menuduh Tini sebagai seorang istri yang tidak setia, Tini dianggap angkuh, tidak mau menuruti perintah suami. Keduanya sama-sama egois tidak ada yang mau mengalah.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah….
Cerita ini tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, karena dalam rumah tangga yang harmonis harus ada saling pengertian.
Tema cerita berkisar krisis sosial manusia golongan intelektual yaitu seorang dokter tidak dapat mengatasi kehidupan rumah tangganya.
Pelukisan ceritanya sedemikian realistis cenderung kepada ekspresionisme, ini terlihat pada pelukisan keadaan secara blak-blakan antara tokoh Tono dan Tini.
Dalam novel ini dijelaskan bagaimana sikap tokoh aku yang selalu berusaha mencintai istrinya dengan baik, lemah lembut, sabar.
Seharusnya kaum intelektual memberikan contoh yang baik kepada generasi muda bukan memberikan contoh yang negatif.
Salah satu ciri kalimat opini berikut ini adalah ....
dapat dibuktikan kebenarannya
memiliki data yang akurat
memiliki narasumber yang dapat dipercaya
bersifat subjektif
menunjukkan peristiwa yang telah terjadi
Elaborasi terhadap kata-kata yang marak dilakukan oleh para penyair di tahun 1970-an. Berbagai
upaya pembebasan kata serta pemanfaatan musikalitas serta kandungan nuansa kata didapat dari
akar tradisi. Di awal tahun 1980-an mulai dianggap selesai atau telah sampai pada titik jenuh. Tahun
1980-an perhatian utama para penyair cenderung beralih pada imaji.
Berdasarkan kutipan teks tersebut, penilaian penulis terhadap teks didasarkan pada ....
data berdasarkan karya sastra yang diterbitkan pada tahun 70 sampai dengan 80-an
fakta yang didasari oleh penelitian pustaka
pendapat sastrawan angkatan 70-an
sudut pandang pengarang
sudut pandang pribadi penulis
(1)Melihat fakta-fakta tersebut, sungguh berat dibayangkan bagaimana bencana letusan Krakatau Purba
itu terjadi. (2)Sebuah letusan yang sangat dahsyat hingga memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.
(3)Setelah meletusnya gunung Krakatau Purba, maka setelah berabad-abad kemudian munculah Gunung
Rakata (awal dari Gunung Krakatau). (4)Gunung ini muncul dari pulau Rakata, yaiu satu dari tiga pulau
sisa letusan Krakatau Purba. (5)Gunung Rakat pun semakin tumbuh karena dorongan proses vulcanologi
yang membuat gunung tersebut terbuat dari batuan basaltik. Setelah itu, munculah dua gunung api
dari tengah kawah yang bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan. Kedua gunung tersebut
kemudian menjadi satu dengan Gunung Rakata. Gabungan ketiga gunung inilah yang disebut dengan
Gunung Krakatau.
Berdasakan kutipan di atas, yang termasuk dalam kalimat fakta yaitu...
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Pernah mendengar istilah generasi milenial? Meskipun tak terlalu paham artinya, istilah itu telah masuk dalam percakapan sehari-hari. Sebagai gambaran singkat, generasi milenial, yang juga memiliki sebutan Generasi Y, adalah kelompok manusia yang lahir pada tahun 1980—1997. Mereka disebut milenial karena satu-satunya generasi yang pernah melewati milenium kedua sejak teori generasi ini dikenalkan pertama kali oleh Karl Mannheim pada 1923.
Simpulan yang tepat berdasarkan kutipan esai tersebut adalah ...
Generasi milineal adalah istilah yang sering terdengar dalam percakapan sehari-hari.
Generasi milenial adalah kelompok manusia yang mempunyai nama lain Generasi Y.
Generasi milenial adalah ungkapan untuk menyebutkan sekumpulan orang yang lahir pada tahun
1980 hingga 1997.
Ciri-ciri generasi milenal, yaitu lahir pada tahun 1980—1997 dan pernah melewati milenium
kedua.
Generasi milineal adalah kelompok manusia yang lahir pada tahun 1980-an.
Berikut kalimat yang merupakan keterangan aposisi adalah....
Dunia sedang memburu pajak atas keuntungan yang diraih perusahaan teknologi raksasa
(seperti Google, Facebook, Amazon, dan Apple) sehingga perusahaan yang berbisnis secara
digital dan lintas negara kini diincar pajaknya.
Hingga sekarang, perusahaan-perusahaan ini pun, berdasarkan peraturan itu, tidak boleh dipajaki
di setiap negara walau mereka memiliki penjualan besar di banyak negara lewat model digital.
Peraturan pajak itu menegaskan, perusahaan hanya bisa dipajaki oleh negara yang menjadi
markas perusahaan tersebut.
Perusahaan penjual merek-merek mobil mewah dan produk-produk mewah lewat internet juga
akan dikenai pajak.
Selama ini perusahaan-perusahaan kategori tersebut diuntungkan dengan peraturan pajak
antarnegara yang ditorehkan pada 1920-an.
(1)Gaya Bahasa pada novel ini santai dan mudah dimengerti. (2)Dengan menggunakan sudut pandang
orang pertama, pembaca dapat hanyut ke dalam cerita. (3)Selain itu, percakapan antartokoh juga terasa
natural. (4)Penambahan gambar pada novel itu membuat ilustrasi novel menjadi lengkap. (5)Namun, ada
ketidakkonsistenan dalam penggunaan diksi pada novel Dilan, seperti penggunaan kata tidak,
enggak, dan gak dalam narasi.
kata teknis ada pada kutipan kalimat nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (4)
(1) dan (3)
(1)Gaya Bahasa pada novel ini santai dan mudah dimengerti. (2)Dengan menggunakan sudut pandang
orang pertama, pembaca dapat hanyut ke dalam cerita. (3)Selain itu, percakapan antartokoh juga terasa
natural. (4)Penambahan gambar pada novel itu membuat ilustrasi novel menjadi lengkap. (5)Namun, ada
ketidakkonsistenan dalam penggunaan diksi pada novel Dilan, seperti penggunaan kata tidak,
enggak, dan gak dalam narasi.
Verba mental ada pada kutipan kalimat nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (4)
(1) dan (3)
