WorksheetsQUIZ FORMULASI & TEKNOLOGI SEDIAAN EMULSI
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
1. Apa definisi dari homogenisasi pada emulsi?
A. Proses memisahkan dua cairan yang dapat bercampur
B. Proses mencampurkan dua cairan yang tidak dapat bercampur
C. Proses memanaskan dua cairan yang dapat bercampur
D. Proses mendinginkan dua cairan yang dapat bercampur
E. Proses menguapkan dua cairan yang tidak dapat bercampur
2. Apa tujuan utama dari homogenisasi?
A. Membuat emulsi yang tidak stabil
B. Membuat emulsi yang stabil
C. Memisahkan cairan yang sudah tercampur
D. Meningkatkan viskositas cairan
E. Menurunkan viskositas cairan
3. Nama alat tersebut adalah ...., digunakan untuk .....
Homogenizer Mixer Tank, Sediaan Emulsi
Homogenizer Mixer Tank, Sediaan Suppositoria
Homogenizer Mixer Tank, Sediaan Tablet
Homogenizer Mixer Tank, Sediaan Kapsul
Homogenizer Mixer Tank, Sediaan Salep
4. Apa yang dapat mempengaruhi stabilitas emulsi?
A. Suhu dan pH
B. Hanya suhu
C. Hanya pH
D. Jenis wadah yang digunakan
E. Semua di atas
5. Proses apa yang digunakan untuk meningkatkan homogenitas emulsi?
A. Distilasi
B. Filtrasi
C. Dekantasi
D. Kristalisasi
E. Emulsifikasi
6. Apa yang dimaksud dengan stabilitas emulsi?
A. Kemampuan emulsi untuk tetap terpisah
B. Kemampuan emulsi untuk tetap homogen dalam jangka waktu tertentu
C. Kemampuan emulsi untuk berubah warna
D. Kemampuan emulsi untuk menguap dengan cepat
E. Kemampuan emulsi untuk mengendap
7. Apa yang menjadi faktor utama dalam pemilihan emulsifier?
A. Warna emulsifier
B. Aroma emulsifier
C. Kemampuan emulsifier untuk menurunkan tegangan permukaan
D. Biaya dan ketersediaan
E. Ukuran partikel emulsifier
8. Apa yang dimaksud dengan fase kontinu dalam emulsi?
A. Fase yang terdispersi dalam emulsi
B. Fase yang mengendap di bagian bawah wadah
C. Fase yang mendominasi dan mengelilingi fase lainnya
D. Fase yang tidak dapat bercampur dengan fase lainnya
E. Fase yang menguap saat pemanasan
9. Apa yang dimaksud dengan emulsi minyak dalam air?
A. Campuran air dan minyak dengan air sebagai fase kontinu
B. Campuran minyak dan air tanpa stabilisator
C. Campuran air dan alkohol
D. Campuran minyak dan air dengan minyak sebagai fase kontinu
E. Campuran dua jenis minyak yang berbeda
10. Ketidakstabilan emulsi dimana globul-globul
bergabung sehingga terjadi flokulasi. Globul-globul
yang lebih besar ini bergabung dan membentuk barrier
film dan tidak bisa direhomogenisasi kembali. Proses
ini disebut….
A. Creaming
B. Breaking
C. Koalesens
D. Inversi Fasa
E. Deflokulasi
11. Gambar berikut merupakan uji sifat fisik sediaan emulsi berupa ....
A. Organoleptis
B. Homogenitas
C. pH (derajat keasaman)
D. Tipe Emulsi
E. Stabilitas sentrifugasi
12. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengukur ukuran globul (droplet) dalam sediaan emulsi adalah...
A. Spektrofotometri UV-Vis
B. Kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC)
C. Particle Size Analyzer
D. Difraksi sinar-X
E. KLT Densitometer
13. Pemilihan jenis surfaktan dalam formulasi emulsi sangat dipengaruhi oleh...
A. Ukuran partikel zat aktif
B. Nilai HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance)
C. Waktu penyimpanan emulsi
D. Tekanan osmotik sistem
E. Derajat ionisasi zat aktif
Fungsi zat pengawet (Preservatif) dalam formulasi sediaan emulsi adalah...
A. Menurunkan viskositas sistem
B. Menghambat pertumbuhan mikroorganisme
C. Meningkatkan tegangan antar muka
D. Mempercepat pemisahan fase
E. Mengurangi kestabilan emulsi
Jenis emulsi yang biasanya digunakan untuk formulasi kosmetik dan farmasi topikal adalah...
A. Emulsi minyak dalam air (O/W)
B. Emulsi air dalam minyak (W/O)
C. Mikroemulsi
E. Semua jawaban benar
16. Metode yang digunakan untuk pembuatan emulsi dengan ukuran globul yang lebih kecil dan stabil adalah...
A. Metode mortir dan stamper
B. Homogenisasi bertekanan tinggi
C. Metode granulasi basah
D. Metode pemadatan langsung
E. Evaporasi pelarut
17. Nanoemulsi merupakan sistem dispersi yang memiliki ukuran droplet dalam rentang...
A. 10-500 nm
B. 500-1000 nm
C. 1-5 µm
D. 5-10 µm
E. 10-100 µm
18. Keunggulan utama nanoemulsi dibandingkan emulsi konvensional adalah...
A. Memiliki viskositas lebih tinggi
B. Stabilitas fisik lebih rendah
C. Meningkatkan bioavailabilitas zat aktif
D. Memerlukan surfaktan dalam jumlah lebih sedikit
E. Tidak memerlukan energi tinggi dalam pembuatannya
19. Salah satu aplikasi utama dari nanoemulsi dalam industri farmasi adalah...
A. Sediaan tablet konvensional
B. Peningkatan kelarutan obat yang sulit larut dalam air
C. Pembuatan kapsul gelatin keras
D. Formulasi suppositoria
E. Pembuatan sediaan serbuk efervesen
Perhatikan gambar tersebut, bahan pada gambar merupakan bagian dari formula emulsi dengan fungsi .....
A. Fase Minyak
B. Fase Air
C. Emulgator
D. Pengawet
E. Corigen Coloris
Apa peran surfaktan dalam stabilitas emulsi?
Surfaktan mengubah warna emulsi menjadi lebih cerah.
Surfaktan meningkatkan stabilitas emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan dan mencegah penggabungan droplet.
Surfaktan meningkatkan viskositas emulsi.
Surfaktan mempercepat penggabungan droplet.
Surfaktan bukan bagian dari formula sediaan emulsi
Mengapa Nilai HLB penting dalam formulasi emulsi?
Nilai HLB menentukan kecocokan emulsifier untuk stabilitas emulsi.
Nilai HLB berfungsi sebagai pengawet emulsi
Nilai HLB menentukan warna emulsi.
Nilai HLB tidak berpengaruh pada sistem emulsi
Nilai HLB mengukur viskositas emulsi
Apa yang dimaksud dengan stabilitas emulsi?
Stabilitas emulsi adalah kemampuan untuk mengubah warna emulsi.
Stabilitas emulsi adalah proses pengemulsian bahan.
Stabilitas emulsi adalah kemampuan emulsi untuk tetap homogen dan tidak terpisah.
Stabilitas emulsi hanya berlaku untuk minyak dan air.
Uji stabilitas tidak perlu dilakukan
Apa yang terjadi pada emulsi jika Nilai HLB tidak sesuai?
Emulsi menjadi lebih kental dan tidak dapat digunakan.
Emulsi akan berwarna gelap
Emulsi menjadi tidak stabil dan dapat terpisah.
Emulsi akan meningkatkan daya tahan terhadap suhu tinggi.
Emulsi akan menjadi lebih stabil dan tidak terpengaruh.
Jelaskan perbedaan antara emulsi minyak dalam air dan air dalam minyak!
Emulsi minyak dalam air tidak dapat terbentuk tanpa pengadukan.
Emulsi minyak dalam air memiliki air sebagai fase terdispersi dan minyak sebagai fase kontinu.
Emulsi minyak dalam air memiliki minyak sebagai fase terdispersi dan air sebagai fase kontinu, sedangkan emulsi air dalam minyak memiliki air sebagai fase terdispersi dan minyak sebagai fase kontinu.
Emulsi air dalam minyak memiliki kedua fase yang sama.
Emulsi o/w membutuhkan surfaktan, sedangkan emulsi w/o tidak membutuhkan surfaktan
