wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KELOMPOK 5

Total questions: 15

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang menjadi penyebab utama ketidaksempurnaan derajat pass-through suku bunga di Indonesia?

a)

Perbankan bersikap adaptif dan cenderung backward looking dalam menetapkan suku bunga

b)

Bank Indonesia tidak memiliki wewenang dalam menentukan suku bunga acuan

c)

Pemerintah mengontrol langsung suku bunga perbankan

d)

Pasar keuangan Indonesia tidak terpengaruh oleh perubahan suku bunga acuan

2.

Bagaimana perilaku perbankan dalam merespons perubahan BI rate menurut materi di atas?

a)

Saat BI rate turun, perbankan langsung memangkas suku bunga kredit dengan cepat

b)

Saat BI rate naik, perbankan cenderung lambat menaikkan suku bunga kredit

c)

Saat BI rate naik, perbankan langsung menaikkan suku bunga kredit secara cepat (pass-through sempurna)

d)

Perbankan selalu menyesuaikan suku bunganya secara proporsional terhadap perubahan BI rate

3.

Mengapa struktur industri perbankan yang oligopolistik menghambat penurunan suku bunga kredit?

a)

Bank-bank kecil tidak memiliki peran dalam menentukan suku bunga kredit

b)

Bank-bank besar yang mendominasi pasar tidak memiliki insentif untuk menurunkan suku bunga terlebih dahulu

c)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melarang bank menurunkan suku bunga

d)

Bank Indonesia mengontrol langsung suku bunga kredit bank komersial

4.

Apa tantangan utama dalam penerapan kebijakan Operasi Pasar Terbuka (OPT) oleh Bank Indonesia berdasarkan materi di atas?

a)

OPT dapat secara langsung menurunkan suku bunga kredit dengan cepat dan efektif

b)

OPT harus memilih antara menjaga stabilitas inflasi atau memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga

c)

OPT tidak memiliki pengaruh terhadap suku bunga perbankan

d)

OPT hanya berfungsi untuk meningkatkan suku bunga deposito tanpa mempengaruhi suku bunga pinjaman

5.

Apa salah satu penyebab utama lambatnya penurunan suku bunga kredit di Indonesia?

a)

Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan masih sangat rendah

b)

Pemerintah tidak berperan dalam pengaturan suku bunga perbankan

c)

Perbankan tidak mengalami kendala likuiditas dalam menyalurkan kredit

d)

Perbankan lebih cepat merespons kenaikan suku bunga acuan dibandingkan penurunannya

6.

Mengapa proyek infrastruktur dianggap sebagai hambatan dalam percepatan penurunan suku bunga kredit?

a)

Proyek infrastruktur umumnya berisiko tinggi dan berspektrum jangka panjang

b)

Proyek infrastruktur tidak memerlukan pendanaan dari sektor perbankan

c)

Pemerintah telah melarang perbankan untuk membiayai proyek infrastruktur

d)

Suku bunga kredit perbankan tidak dipengaruhi oleh investasi di sektor infrastruktur

7.

Mengapa kenaikan peringkat surat utang Indonesia ke kategori investment grade belum dapat langsung menurunkan suku bunga kredit perbankan?

a)

Dana asing yang masuk umumnya berbentuk dana jangka panjang yang sulit digunakan untuk kredit jangka pendek

b)

Sumber dana dari luar negeri tidak dapat menjadi substitut sempurna bagi dana domestik

c)

Perbankan tidak membutuhkan pendanaan dari luar negeri untuk menyalurkan kredit

d)

BI Repo Rate sudah turun drastis, sehingga tidak ada pengaruh dari kenaikan peringkat utang

8.

Apa tantangan utama yang harus dihadapi OJK dalam menurunkan suku bunga pinjaman di Indonesia?

a)

Kenaikan BI Repo Rate yang terus berlanjut sejak awal tahun

b)

Kurangnya koordinasi antara BI dan OJK dalam menetapkan suku bunga kredit

c)

Dominasi pasar oleh bank-bank kecil yang tidak memiliki pengaruh besar terhadap pasar kredit

d)

Fluktuasi inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed

9.

Mengapa bank-bank besar terutama bank BUMN memiliki peran penting dalam menurunkan suku bunga kredit?

a)

Karena mereka memiliki akses terhadap sumber dana termurah dari luar negeri

b)

Karena pasar kredit perbankan di Indonesia bersifat oligopolistik, sehingga kebijakan mereka akan memengaruhi bank lain

c)

Karena hanya bank BUMN yang diwajibkan oleh OJK untuk menurunkan suku bunga kredit

d)

Karena bank-bank besar lebih fleksibel dalam menyesuaikan suku bunga tanpa memengaruhi likuiditasnya

10.

Apa tujuan utama dari kebijakan capping suku bunga deposito yang diterapkan oleh OJK?

a)

Membantu bank kecil agar dapat bersaing dengan bank besar

b)

Mencegah pemilik dana besar memindahkan simpanannya ke luar negeri

c)

Menekan suku bunga kredit agar penyaluran kredit lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi

d)

Meningkatkan daya tarik investasi di sektor pasar modal

11.

Mengapa kebijakan capping suku bunga deposito justru berdampak negatif terhadap bank BUKU III dan IV?

a)

Karena pemilik dana besar lebih memilih memindahkan simpanannya ke bank kecil atau ke pasar modal yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi

b)

Karena bank BUKU III dan IV tidak mampu bersaing dalam penghimpunan dana dibandingkan bank syariah

c)

Karena bank kecil lebih agresif dalam memberikan suku bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan bank besar

d)

Karena kebijakan ini membatasi jumlah kredit yang dapat disalurkan oleh bank BUKU III dan IV

12.

Apa dampak negatif dari inkonsistensi kebijakan OJK dalam menerapkan dan merelaksasi capping suku bunga?

a)

Meningkatkan daya saing bank kecil terhadap bank besar

b)

Mendorong efisiensi perbankan nasional secara menyeluruh

c)

Mengurangi tingkat suku bunga kredit dengan cepat

d)

Membuat kebijakan OJK dianggap sebagai langkah sementara dan tidak kredibel oleh pelaku pasar

13.

Apa alasan utama Bank Indonesia mengganti JIBOR overnight dengan Indonia?

a)

JIBOR overnight terlalu transparan dan merugikan bank kecil

b)

JIBOR overnight memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan suku bunga Indonia

c)

JIBOR overnight tidak dapat digunakan sebagai acuan dalam pasar modal

d)

JIBOR overnight tidak mencerminkan kondisi likuiditas yang sesungguhnya karena didominasi oleh bank tertentu

14.

Apa manfaat utama dari penerapan Indonia dalam sistem perbankan?

a)

Membantu bank kecil mendominasi pasar uang antarbank

b)

Menghilangkan kebutuhan pasar uang antarbank dalam transaksi likuiditas

c)

Menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui mekanisme transaksi lindung nilai (hedging)

d)

Mengurangi ketergantungan perbankan terhadap suku bunga acuan BI 7-DRRR

15.

Apa tantangan utama dalam penerapan Indonia sebagai instrumen suku bunga PUAB?

a)

Bank-bank cenderung memilih tenor transaksi yang paling aman, sehingga suku bunga tidak mencerminkan kondisi likuiditas yang sebenarnya

b)

Indonia hanya dapat digunakan oleh bank asing, sehingga tidak efektif untuk pasar domestik

c)

Bank Indonesia kehilangan kendali atas suku bunga pasar uang antarbank

d)

Indonia menyebabkan suku bunga overnight naik drastis tanpa kendali