WorksheetsPendalaman Alkitab (Budi Pekerti)
Total questions: 16
Worksheet time: 25mins
Dalam Kejadian 37:5-11, Yusuf menceritakan dua mimpinya kepada saudara-saudaranya dan ayahnya. Apa makna utama dari kedua mimpi tersebut dalam konteks rencana Allah bagi kehidupan Yusuf?
Yusuf akan menjadi penguasa atas Mesir dan menindas saudara-saudaranya
Yusuf akan menjadi lebih bijaksana daripada saudara-saudaranya
Yusuf akan ditinggikan oleh Allah untuk menyelamatkan keluarganya dari kelaparan
Yusuf harus berhati-hati dalam berbicara agar tidak menimbulkan bahaya
Dalam Kejadian 37:25-28, saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada orang Ismael yang kemudian membawanya ke Mesir. Mengapa tindakan ini, meskipun tampak jahat, namun tetap sejalan dengan rencana Allah?
Karena Allah ingin mengajarkan Yusuf bagaimana menghadapi penderitaan sebelum menjadi pemimpin
Karena hal itu memungkinkan Yusuf untuk akhirnya menyelamatkan keluarganya dari kelaparan
Karena Allah ingin menunjukkan bahwa hukuman atas dosa selalu datang cepat
Karena Allah menghendaki Yusuf untuk belajar mengandalkan manusia lebih dari pada-Nya
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
Kitab yang menyatakan ayat ini dengan benar adalah .....
Imamat 6:1-3
Matius 6:1-3
Keluaran 20:12
Efesus 6: 1-3
Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sering kali dihadapkan pada berbagai situasi di mana mereka harus menunjukkan sikap sopan kepada orang tua. Salah satu contoh sikap sopan yang diajarkan dalam Alkitab adalah dengan menaati perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Berdasarkan ajaran ini, bagaimana seharusnya seorang anak berpikir ketika orang tua memberikan nasihat atau teguran yang bertujuan baik?
Mengabaikan nasihat tersebut jika merasa tidak sesuai dengan keinginan pribadi
Mendengarkan dengan penuh hormat, meski terkadang sulit untuk diterima
Membantah dengan nada tinggi jika merasa sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan sendiri
Hanya mengikuti nasihat orang tua ketika ada keuntungan pribadi yang bisa diperoleh
Dalam Efesus 6:1-3, Alkitab mengajarkan bahwa anak-anak harus menaati dan menghormati orang tua mereka karena hal itu merupakan perintah yang penting dan disertai janji berkat, yaitu kebahagiaan dan umur panjang di bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk penghormatan kepada orang tua dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika seorang anak tidak setuju dengan keputusan orang tua, bagaimana sikap yang paling tepat untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun kepada mereka?
Menghindari pembicaraan dengan orang tua dan mencari keputusan sendiri tanpa berdiskusi
Menyampaikan pendapat dengan nada yang lembut dan tetap menghormati keputusan orang tua
Marah dan bijaksana kejam agar orang tua memahami bahwa anak juga memiliki pendapat
Mengabaikan keputusan orang tua dan tetap melakukan apa yang dianggap benar oleh diri sendiri
Perintah untuk menaati dan menghormati orang tua dalam Efesus 6:1-3 menunjukkan bahwa orang percaya harus hidup dalam (a) dan ketaatan kepada Tuhan.
Pelajaran dari Kisah Yusuf
Kisah Yusuf di Mesir memberikan banyak pelajaran berharga tentang ketekunan dan integritas. Yusuf, yang dijual sebagai budak, akhirnya dibeli oleh Potifar, seorang pejabat tinggi Mesir. Meskipun dalam posisi yang sulit, Yusuf tetap bekerja dengan tekun dan jujur. Keberhasilannya diakui oleh Potifar, yang kemudian memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk mengelola rumah tangganya. Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan kejujuran dapat membawa kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar.
Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Istri Potifar mencoba merayu Yusuf, tetapi dia menolak dengan tegas. Yusuf menyadari bahwa melakukan dosa terhadap Allah dan mengkhianati kepercayaan tuannya adalah tindakan yang salah. Meskipun terus-menerus dibujuk, Yusuf tetap teguh pada prinsipnya. Ini mengajarkan pentingnya mempertahankan integritas meskipun dalam situasi yang menggoda.
Ketika Yusuf difitnah oleh istri Potifar, dia akhirnya dipenjara. Namun, bahkan di penjara, Tuhan tetap menyertai Yusuf dan memberkatinya. Kepala penjara melihat kejujuran dan kemampuan Yusuf, sehingga mempercayakan semua urusan penjara kepadanya. Ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi ketidakadilan, tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran akan membawa berkat dan pengakuan.
Kisah Yusuf mengajarkan bahwa dalam setiap situasi, baik atau buruk, penting untuk tetap setia dan jujur. Keberhasilan sejati datang dari ketekunan dan integritas, bukan dari jalan pintas atau kompromi moral. Yusuf adalah contoh bagaimana iman dan kerja keras dapat mengatasi rintangan dan membawa kepada kesuksesan yang sejati.
Apa yang dilakukan Yusuf ketika dijual sebagai budak di Mesir?
Dia bekerja dengan tekun dan jujur.
Dia mencoba melarikan diri.
Dia mengeluh kepada Potifar.
Dia menyerah pada nasibnya.
Bagaimana Yusuf menanggapi rayuan istri Potifar?
Dia menolak dengan tegas.
Dia menerima rayuan tersebut.
Dia melaporkan kepada Potifar.
Dia meninggalkan rumah Potifar.
Apa yang terjadi pada Yusuf setelah difitnah oleh istri Potifar?
Dia dipenjara.
Dia diusir dari rumah Potifar.
Dia diangkat menjadi pejabat tinggi.
Dia melarikan diri ke tanah lain.
Pasangkan pernyataan di Kolom A dengan jawaban yang sesuai di Kolom B berdasarkan tberdasarkan Keluaran 2:1-10.
Seorang bayi laki-laki dari keturunan Lewis lahir dan disimpan selama tiga bulan.
Nama bayi tersebut adalah Musa.
Orang yang menemukan bayi dalam peti pandan di Sungai Nil.
Putri Firaun yang menemukannya.
Nama ibu dari bayi tersebut yang menyusui di tepi sungai.
Yokhebed, ibunya yang menyembunyikannya.
Tempat di mana bayi itu dibesarkan setelah ditemukan.
Di rumah Firaun, di istana Mesir.
Peristiwa yang terjadi setelah bayi itu diangkat dari sungai.
Dia menjadi pemimpin bangsa Israel di kemudian hari.
Susunlah kata-kata berikut agar membentuk ayat yang benar sesuai dengan Amsal 16: 32
Orang yang sabar
melebihi seorang pahlawan,
orang yang
menguasai dirinya
melebihi orang yang merebut kota.
Jangan seorangpun menganggap dirimu rendah karena engkau (a) jadilah (b) bagi orang-oranng percaya dalam (c) dalam (d) dalam (e) dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah (a) Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: "Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, (b) Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, (c) Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup (d)
Kelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing
Nehemia
Yakub
Daniel
Yusuf
Musa
Yekobe
Putri Firaun
Firaun
Rizky
Hawa
Aisha
Rani
Budi
Joni
Siti
Harimau
Singa
Burung
Kucing
Anjing
Daniel 3: 1-30
1.Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
2
Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu.
3
Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
4
Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring: "Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa:
5
demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu;
6
siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"
7
Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu.
8
Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi.
9
Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar: "Ya raja, kekallah hidup tuanku!
10
Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu,
11
dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
12
Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan."
13
Sesudah itu Nebukadnezar memerintahkan dalam marahnya dan geramnya untuk membawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadap. Setelah orang-orang itu dibawa menghadap raja,
14
berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
15
Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
16
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
17
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
19
Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
20
Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
21
Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana, topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
22
Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.
23
Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.
24
Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25
Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26
Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
27
Dan para wakil raja, para penguasa, para bupati dan para menteri raja datang berkumpul; mereka melihat, bahwa tubuh orang-orang ini tidak mempan oleh api itu, bahwa rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka.
28
Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.
29
Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."
30
Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.
Menurut pendapatmu, apa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam Daniel 3? Jelaskan?
Jelaskan bagaimana Raja Nebukadnezar bereaksi setelah mengetahui bahwa ada orang yang tidak mau menyembah patung emasnya. Apa hukuman yang diberikan kepada mereka?
Bagaiamana Menurut pendapatmu dengan budi pekerti atau ibadah setiap pagi sebelum belajar? apakah kamu suka atau tidak, berikan alasannya
Buatlah gambar tentang yang kamu rasakan pagi

