NEW
Font size
WorksheetsUTS Tata Kelola Korporat Genap 24/25
Total questions: 25
Worksheet time: 50mins
Berikut pernyataan tentang makna CG yang kurang tepat:
Sistem dan perangkat organisasi untuk menjamin terjaganya kepentingan berbagai pihak
Process by which companies are directed and controlled
Pengendalian secara internal (Dewan Komisaris) dan mekanisme pasar (market)
Menekankan pada pengarahan dan evaluasi
CG menjaga keharmonisan hubungan antara, kecuali:
Investor dan manajer pada sebuah korporasi dalam ekonomi berbasis pasar
Tujuan pemegang saham, manajer, BoD, dan karyawan
Tujuan ekonomi dan sosial
Tujuan individu dan tujuan bersama
Konflik kepentingan di perusahaan secara psikologis didasarkan pada asumsi bahwa manusia bersifat oportunistik. Definisi oportunistik adalah:
Memanfaatkan peluang dengan penekanan pada eksploitasi kepentingan bersama
Egoistis memaksakan kepentingan diri sendiri
Memperoleh keuntungan dari keadaan/posisi tertentu dengan merugikan pihak lain
Mengutamakan tujuan materialistis dalam berbagai penyelenggaraan proyek
Agency problems diuraikan berikut ini, kecuali
Hubungan antara shareholders dan management yang memiliki kepentingan masing-masing
Self-interest human behavior yang mendasari prinsip individualism
Organisasi sebagai legal person yang bertugas memuaskan kepentingan pemiliknya
Masalah keagenan yang timbul akibat perluasan tugas principal
Pernyataan yang berkaitan dengan perspektif stakeholding, kecuali
Peningkatan kemakmuran pemangku kepentingan secara luas
Korporasi sebagai "entitas sosial" yang menyadari tanggun jawab sosialnya
Berjalannya etika bisnis menyangkut hubungan korporasi dengan pihak lainnya
Pertimbangan manajemen terhadap kepentingan pemegang saham dalam pengambilan keputusan
Praktik CG di berbagai negara mengakomodasi:
Kesesuaian dengan konteks spesifik lingkungan masing-masing negara
Bersifat sama karena berpedoman pada "one size fits for all"
Bersifat berbeda karena menganut prinsip "One size does not fits all"
Sesuai dengan konteks dan isyarat dinamika aspek politik dan budaya di tiap-tiap negara
Sistem CG di negara Anglo-Saxon, kecuali:
Pengendalian utama korporasi didasarkan pada mekanisme pasar (market oriented)
Kepemilikan korporasi yang menyebar dan menguatnya supremasi nilai bagi pemegang saham
CG berpola "comply or explain"
One tier board model
Uraian mengenai resource dependence theory, kecuali:
Upaya memonitor agen karena memiliki keahlian dan informasi yang lebih baik
Keterbatasan organisasi yang menyebabkan ketergantungan terhadap kebutuhan sumber daya atau resource pihak lain
Sustainabilitas organisasi diperoleh dari upaya mempertahankan sumber daya dari organisasi lainnya di dalam industri
Mengutamakan peranan manajemen dalam bernegosiasi ketergantungan terhadap kebutuhan sumber daya
Pernyataan yang berkaitan dengan contingency theory, kecuali:
Pembatasan risiko perusahaan berdasarkan biaya transaksi yang efisien
Cara terbaik mengelola perusahaan berdasarkan karakteristik lingkungan di setiap organisasi
Respon organisasi berbeda sesuai dengan struktur dan kondisi masing-masing
Menurunkan agency theory, transaction cost economics, dan resource dependence theory
Penerapan CG di Indonesia ditandai dengan hal-hal berikut, kecuali:
Perusahaan privat atau gopublic, diatur dan dimiliki oleh keluarga pendiri
Mekanisme pasar (market) sebagai upaya pengendalian manajemen dapat diandalkan
Kepercayaan tinggi terhadap sumber pembiayaan eksternal melalui pinjaman bank
Cek and balance melalui peran aktif board of director
Kelemahan dan kunci permasalahan CG di Indonesia:
Belum adanya legal culture yang memperhatikan nilai budaya Indonesia
Faktor ikatan kekeluargaan dengan pemegang saham mengurangi profesionalitas
Mekanisme low-cost yang menyebabkan kerugian dalam jangka panjang
Keputusan secara teknis mengandalkan mekanisme pasar (market)
Peran dan fungsi BoD:
Memiliki akuntabilitas menjamin sustainabilitas perusahaan kepada pihak-pihak yang memiliki legitimasi
Monitoring manajemen dan para eksekutif secara internal
Memberikan arahan dan supervisi kepada manajemen atau eksekutif perusahaan
Mendukung kepentingan pemegang saham
Berikut ini pernyataan yang benar mengenai etika
Etika lebih luas daripada moral
Psikologi ego mengungkapkan tindakan yang harus dilakukan untuk menolong orang lain.
Tingkatan moral lebih mendalam daripada etika dan berlaku universal
Altruisme merupakan tindakan individu yang mengutamakan kepentingan pribadi
Seorang manajer keuangan berkesempatan untuk melakukan penyelewengan keuangan. Tindakan ini secara sederhana merupakan pencurian dalam skala organisasi. Selain melanggar hukum, pencurian juga bertentangan dengan :
Etika
Moral
Ethos
Prinsip
Paradox of information technology, merupakan:
Pesatnya perkembangan teknologi tidak diimbangi oleh kemampuan sumber daya manusia di perusahaan
Aplikasi teknologi informasi yang semakin mempersulit dan menurunkan kinerja perusahaan
Penggunaan teknologi informasi yang mengakibatkan hilangnya fungsi pengawasan dari manusia
Otomatisasi teknologi dalam perusahaan yang mendapatkan pertentangan dari sumber daya manusia
Etika profesi akuntan termasuk dalam klasifikasi tingkat etika:
Micro-level
Middle-level
Meso-level
Macro-level
Tone at the top merupakan:
Setiap keputusan bergantung dan mengutamakan pemegang saham
Keseimbangan peran dan fungsi antara direksi dan komisaris dalam menjalankan sustainabilitas perusahaan
Gaya kepemimpinan atau ritme budaya kerja yang menunjukkan keberhasilan
Kemampuan direksi dalam menjalankan perusahaan dan mempengaruhi operasionalisasi perusahaan
Window dressing adalah:
Keyakinan investor dalam menanamkan modal investasi yang menguntungkan perusahaan
Strategi mempercantik laporan keuangan atau kinerja perusahaan
Memperbaiki tampilan perusahaan melalui kecermatan pada celah-celah hukum dan ekonomi
Peluang direksi untuk merubah visi dan misi perusahaan melalui penguasaan informasi
Say on pay merupakan:
Mekanisme pemegang saham mengumumkan kesesuaian kompensasi bagi direksi.
Tindakan direksi yang membuka informasi berdasarkan gaji yang dibayarkan
Penjualan informasi perusahaan dari orang dalam kepada eksternal
Semakian tinggi bayaran direksi, maka akan semakin transparan kepada pemeganga saham.
Pelaksanan kode etik tidak dapat dilakukan melalui:
Pengawasan terhadap implementasi program
Peningkatan jumlah komisaris independen
Audit etika oleh komite
Revisi pedoman kode etik secara rutin
Pada organisasi nonprofit, berikut hal yang dapat diimplementasikan:
Pengelolaan organisasi berdasarkan agency theory
Seluruh pihak yang berkepentingan dapat turut andil dalam pengambilan keputusan
Seluruh pihak yang berkepentingan dapat turut mengawasai jalannya organisasi
Pengelolaan organisasi berdasarkan stakeholder theory
Kemampuan perusahaan untuk mengidentifikasi dan memastikan standar dan nilai-nilai etika diimplementasikan disebut
Ethics of corporate governance
Corporate of ethics
Governance of corporate ethics
Ethics of code corporate
Alasan perusahaan menerapkan kode etik, kecuali:
Keterpaksaan untuk memenuhi persyaratan hukum yang berlaku
Mencegah penuntutan dengan menunjukkan bukti bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban integritas dan tanggungjawabnya
Keyakinan perusahaan untuk memanfaatkan alokasi waktu kerja secara efisien
Pelaksanaan kewajiban instrinsik perusahaan untuk memastikan implementasi standar etika perusahaan yang bernilai
Pelaksanaan etika dalam tata kelola di Asia-Pasific, kecuali:
Australia dan Singapura cenderung ke shareholder
China, India dan Jepang cenderung ke stakeholder
Norma sosial, ranah politik, dan nilai-nilai budaya berpengaruh pada tata kelola
Etika di tata kelola ditujukan untuk memberantas korupsi
Pelaksanaan etika dalam tata kelola di Latin Amerika, kecuali:
Pelaksanaan shareholder model secara eksklusive
Pelaksanaan stakeholder model secara inklusive
Kepemilikan terkonsentrasi pada elit yang kuat atau keluarga yang berpengaruh
Sistem pengawasan eksternal yang belum dilaksanakan secara efektif
