NEW
Font size
WorksheetsQuiz Sistem Respirasi
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Struktur utama yang berperan dalam pertukaran gas di paru-paru adalah:
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Alveoli
Nasofaring
Epitel yang melapisi sebagian besar mukosa sistem respirasi adalah:
Epitel skuamosa berlapis
Epitel kolumnar bersilia pseudostratifikasi
Epitel kuboid sederhana
Epitel transisional
Epitel skuamosa sederhana
Sel utama yang berperan dalam produksi surfaktan di alveolus adalah:
Sel alveolar tipe II
Sel alveolar tipe I
Sel basal
Sel goblet
Sel silindris bersilia
Struktur yang menjadi penghalang antara udara dan darah dalam alveolus disebut:
Lamina propria
Epitel respiratori
Membran darah-udara
Lamina basalis
Pleura viseral
Fungsi utama sel goblet dalam sistem respirasi adalah:
Menyediakan pertukaran gas
Menghasilkan mukus untuk menangkap partikel asing
Menyokong struktur bronkiolus
Menyerap nutrisi
Menghasilkan surfaktan
Organ yang menghubungkan laring dengan bronkus adalah:
Nasofaring
Laring
Trakea
Epiglotis
Tonsil
Struktur yang membentuk batas atas laring adalah:
Kartilago krikoid
Kartilago tiroid
Epiglotis
Kartilago arytenoid
Kartilago cuneiformis
Kartilago yang paling besar dalam laring adalah:
Kartilago epiglotis
Kartilago tiroid
Kartilago krikoid
Kartilago arytenoid
Kartilago cuneiformis
Bronkus yang lebih pendek, lebih lebar, dan lebih vertikal adalah:
Bronkus primer kanan
Bronkus primer kiri
Bronkus sekunder kanan
Bronkus sekunder kiri
Bronkiolus terminalis
Bagian paru-paru yang memiliki tiga lobus adalah:
Paru kiri
Paru kanan
Trakea
Pleura viseralis
Pleura parietalis
Fungsi utama sistem pernapasan adalah:
Memproduksi hormon
Mengambil O₂ dan mengeluarkan CO₂
Menghasilkan surfaktan
Mengatur suhu tubuh
Menghasilkan suara
Inspirasi terjadi ketika:
Tekanan atmosfer < tekanan intraalveolus
Tekanan atmosfer > tekanan intraalveolus
Tekanan intrapleura meningkat
Otot pernapasan berelaksasi
Trakea menyempit
Hukum yang menjelaskan hubungan tekanan dan volume gas dalam sistem respirasi adalah:
Hukum Fick
Hukum Boyle
Hukum Dalton
Hukum Henry
Hukum LaPlace
Faktor yang mempengaruhi elastisitas paru adalah:
Jumlah alveolus
Serat elastin dalam jaringan paru
Konsentrasi CO₂ dalam darah
Jumlah leukosit dalam paru
Volume darah dalam alveolus
Surfaktan berfungsi untuk:
Meningkatkan ketegangan permukaan alveolus
Menurunkan tegangan permukaan alveolus
Meningkatkan resistensi jalan napas
Memfasilitasi penyebaran oksigen
Menyempitkan bronkiolus
Rentang pH darah normal adalah:
6,5 - 7,0
7,35 - 7,45
7,8 - 8,2
6,8 - 7,2
7,0 - 7,5
Asidosis respiratorik dapat terjadi akibat:
Hiperventilasi
Hipoventilasi
Penurunan kadar CO₂ dalam darah
Peningkatan kadar bikarbonat
Alkalosis metabolik
Buffer utama dalam darah untuk menjaga keseimbangan asam-basa adalah:
Buffer bikarbonat
Buffer fosfat
Buffer protein
Buffer hemoglobin
Buffer karbonat tulang
Efek Bohr menjelaskan bahwa:
Afinitas hemoglobin terhadap O₂ menurun jika pH darah turun
Afinitas hemoglobin terhadap O₂ meningkat jika pH darah turun
CO₂ meningkatkan ikatan hemoglobin dengan oksigen
CO₂ diangkut dalam darah sebagai bikarbonat
Tekanan parsial oksigen lebih rendah di alveolus dibanding jaringan
Pusat respirasi di otak terletak di:
Korteks serebri
Medula oblongata
Hipotalamus
Cerebellum
Ganglia basal
Sel yang berfungsi sebagai makrofag dalam alveolus disebut:
Sel alveolar tipe I
Sel debu (makrofag alveolar)
Sel basal
Sel goblet
Sel Clara
Lapisan yang melapisi pleura viseral dan parietal adalah:
Epitel skuamosa sederhana
Epitel kuboid berlapis
Epitel kolumnar bersilia
Epitel transisional
Epitel pseudostratifikasi
Struktur yang mencegah kolapsnya alveolus saat ekspirasi adalah:
Mukus
Surfaktan
Silia
Pleura
Makrofag
Perbedaan utama antara bronkus dan bronkiolus adalah:
Bronkiolus lebih besar dari bronkus
Bronkus tidak memiliki kartilago
Bronkiolus tidak memiliki kartilago
Bronkus berperan dalam pertukaran gas
Bronkiolus memiliki epitel berlapis
Lapisan otot yang mengatur diameter bronkiolus adalah:
Otot rangka
Otot polos
Otot jantung
Otot lurik
Otot diafragma
Struktur yang berfungsi menutup laring saat menelan makanan adalah:
Kartilago tiroid
Epiglotis
Kartilago krikoid
Pita suara
Kartilago arytenoid
Bronkus lobaris bercabang menjadi:
Bronkus segmentalis
Bronkus tersier
Bronkiolus terminalis
Bronkiolus respiratorius
Trakea
Bagian paru yang mengandung hilus tempat masuknya bronkus dan pembuluh darah adalah:
Apex
Radix pulmonis
Basis paru
Pleura viseralis
Pleura parietalis
Arteri yang membawa darah tidak teroksigenasi ke paru adalah:
Arteri pulmonalis
Vena pulmonalis
Arteri bronkialis
Arteri aorta
Arteri subklavia
Lobus pada paru kanan dipisahkan oleh:
Fissura horizontalis dan fissura obliqua
Fissura obliqua dan fissura medial
Fissura interlobaris dan fissura eksterna
Fissura horizontalis dan fissura transversal
Fissura kosta dan fissura pleura
Proses pertukaran O₂ dan CO₂ antara alveolus dan darah kapiler paru disebut:
Ventilasi
Difusi
Perfusi
Transport gas
Ekspirasi
Alveolus memiliki jaringan kapiler yang sangat tipis untuk:
Meningkatkan produksi surfaktan
Memudahkan pertukaran gas
Menurunkan tekanan oksigen
Meningkatkan tekanan karbon dioksida
Menjaga kelembapan paru
Pernapasan normal pada manusia menggunakan hukum:
Hukum Fick
Hukum Boyle
Hukum Dalton
Hukum LaPlace
Hukum Henry
Otot utama yang berperan dalam inspirasi adalah:
Diafragma
Otot interkostalis interna
Otot serratus anterior
Otot abdominal
Otot transversus thoracis
Otot yang aktif saat ekspirasi pasif adalah:
Tidak ada, ekspirasi pasif terjadi akibat recoil elastis paru
Otot diafragma
Otot sternokleidomastoideus
Otot serratus posterior superior
Otot interkostalis eksternal
Asidosis respiratorik disebabkan oleh:
Retensi CO₂ akibat hipoventilasi
Peningkatan ekskresi bikarbonat
Peningkatan ekskresi ion hidrogen
Hiperventilasi
Penurunan kadar asam laktat
Alkalosis respiratorik dapat terjadi karena:
Penurunan kadar bikarbonat
Hiperventilasi yang menyebabkan pengeluaran CO₂ berlebihan
Retensi ion hidrogen
Peningkatan tekanan intrapleura
Peningkatan kadar asam laktat
Buffer utama dalam darah yang menjaga pH stabil adalah:
Sistem buffer bikarbonat
Sistem buffer fosfat
Sistem buffer protein
Sistem buffer hemoglobin
Sistem buffer karbonat
Ion yang berperan utama dalam asidosis metabolik adalah:
H⁺
Na⁺
K⁺
Cl⁻
Ca²⁺
Kondisi yang menyebabkan kompensasi asidosis metabolik adalah:
Retensi bikarbonat oleh ginjal
Hiperventilasi untuk menurunkan CO₂
Hipoventilasi untuk meningkatkan CO₂
Retensi natrium oleh ginjal
Peningkatan kadar glukosa darah
Struktur yang membentuk membran darah-udara adalah:
Epitel kuboid bersilia, sel goblet, dan kapiler
Sel alveolar tipe I, membran basal gabungan, dan endotel kapiler
Sel alveolar tipe II dan bronkiolus respiratorius
Makrofag alveolar dan pleura viseral
Otot polos bronkus dan epitel respiratori
Fungsi utama sel Clara di bronkiolus terminalis adalah:
Menghasilkan mukus
Menghasilkan surfaktan bronkiolar
Berperan dalam pertukaran gas
Menjadi bagian dari membran darah-udara
Memfasilitasi vasodilatasi kapiler pulmonal
Alveolus dipisahkan oleh:
Pleura
Septum interalveolar
Lamina propria
Epitel kuboid bersilia
Membran basalis
Pleura yang menempel pada permukaan paru disebut:
Pleura parietalis
Pleura viseralis
Pleura mediastinalis
Pleura diafragmatika
Pleura pulmonalis
Jaringan ikat elastis dalam alveolus berperan untuk:
Mempercepat pertukaran gas
Membantu alveolus kembali ke bentuk semula setelah inspirasi
Memproduksi surfaktan
Menurunkan tekanan oksigen
Memfasilitasi pembentukan sel alveolar tipe II
Trakea berakhir dengan percabangan menjadi:
Bronkiolus terminalis
Bronkiolus respiratorius
Bronkus utama kanan dan kiri
Alveoli
Bronkus sekunder
Struktur yang berperan dalam produksi suara adalah:
Epiglotis
Pita suara (vocal cord)
Kartilago krikoid
Kartilago tiroid
Bronkus utama
Struktur yang berfungsi menjaga lumen trakea tetap terbuka adalah:
Pleura viseral
Otot polos
Kartilago hialin berbentuk C
Jaringan ikat elastis
Mukosa bersilia
Otot yang mengatur diameter lumen bronkiolus adalah:
Otot rangka
Otot jantung
Otot polos
Otot diafragma
Otot vokalis
Struktur yang lebih banyak mengandung kartilago dibanding yang lain adalah:
Trakea
Bronkiolus
Alveolus
Pleura
Bronkiolus respiratorius
Proses yang terjadi selama inspirasi adalah:
Diafragma berkontraksi dan tekanan intrapulmonal meningkat
Diafragma berkontraksi dan tekanan intrapulmonal menurun
Otot pernapasan berelaksasi dan tekanan intrapulmonal meningkat
Otot interkostalis internal berkontraksi dan tekanan intrapulmonal menurun
Trakea mengalami penyempitan untuk meningkatkan aliran udara
Volume udara yang masuk dan keluar paru-paru dalam satu siklus pernapasan normal disebut:
Volume residu
Volume tidal
Kapasitas vital
Volume cadangan inspirasi
Volume cadangan ekspirasi
Proses yang mengontrol frekuensi dan kedalaman napas terutama diatur oleh:
Lobus frontal
Pusat respirasi di medula oblongata
Hipotalamus
Sistem saraf simpatik
Korteks serebri
Efek Haldane menjelaskan bahwa:
Oksigen lebih mudah dilepaskan pada kondisi asidosis
Hb lebih mudah melepaskan CO₂ jika O₂ meningkat
CO₂ lebih mudah dilepaskan pada kondisi alkalosis
Oksigen tidak mempengaruhi pengikatan hemoglobin
Hb tidak berperan dalam transportasi gas
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yang ditandai dengan destruksi alveolus adalah:
Asma
Bronkitis kronis
Emfisema
Pneumonia
Fibrosis paru
Mekanisme utama ginjal dalam mengkompensasi asidosis metabolik adalah:
Menurunkan produksi bikarbonat
Meningkatkan ekskresi ion hidrogen dan reabsorpsi bikarbonat
Menurunkan ekskresi ion hidrogen
Menurunkan produksi asam karbonat
Meningkatkan ekskresi ion klorida
Perubahan pernapasan yang terjadi akibat peningkatan kadar CO₂ dalam darah adalah:
Hiperventilasi
Hipoventilasi
Bradipnea
Apnea
Hipoekspirasi
Kondisi yang dapat menyebabkan alkalosis metabolik adalah:
Hipoventilasi
Gagal ginjal
Muntah berkepanjangan yang menyebabkan kehilangan H⁺
Akumulasi asam laktat
Retensi CO₂
Pengaturan keseimbangan asam-basa oleh paru-paru terjadi melalui:
Regulasi kadar CO₂ dalam darah
Ekskresi asam laktat
Reabsorpsi ion bikarbonat
Pengeluaran ion hidrogen melalui urin
Pengaturan kadar klorida dalam darah
Salah satu contoh gangguan keseimbangan asam-basa akibat gangguan paru-paru adalah:
Asidosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Asidosis metabolik
Hiperventilasi akibat gangguan ginjal
Hipoalbuminemia
