wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan PTS Bahasa Indonesia SMK

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah penggalan cerpen berikut untuk menjawab pertanyaan!

"Lima tahun sudah Rina merantau ke kota. Setiap hari ia bekerja keras sebagai pembantu rumah tangga, menghemat setiap rupiah untuk dikirimkan ke desa. Malam ini, sambil memandang foto ibunya yang sudah renta, ia tersenyum getir. Gajinya baru saja dipotong lagi karena tuduhan tak berdasar. 'Tak apa,' bisiknya, 'yang penting Ibu bisa beli obat.'"

 Tema yang paling tepat untuk penggalan cerpen di atas adalah...

a)

Kesenangan dalam bekerja

b)

Konflik antarpekerja

c)

Pengorbanan seorang anak untuk orang tua 

d)

Keindahan kehidupan kota

e)

Persahabatan di perantauan

2.

Bacalah penggalan cerpen berikut untuk menjawab pertanyaan!

"Lima tahun sudah Rina merantau ke kota. Setiap hari ia bekerja keras sebagai pembantu rumah tangga, menghemat setiap rupiah untuk dikirimkan ke desa. Malam ini, sambil memandang foto ibunya yang sudah renta, ia tersenyum getir. Gajinya baru saja dipotong lagi karena tuduhan tak berdasar. 'Tak apa,' bisiknya, 'yang penting Ibu bisa beli obat.'"

Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui cerpen tersebut adalah...

a)

Foto keluarga dapat menghilangkan rasa lelah

b)

Pekerja rumah tangga selalu diperlakukan tidak adil

c)

Merantau adalah pilihan yang salah

d)

Seorang anak rela berkorban demi kebahagiaan orang tua 

e)

Hidup di kota penuh dengan kesenangan

3.

Bacalah puisi berikut untuk menjawab pertanyaan!


"Senja di Pelabuhan

Kau datang lagi, seperti janji
Menghantar dingin yang merayap pelan
Memeluk tubuh letihku
Dengan bayang-bayangmu yang panjang

Perahu-perahu tak lagi bersandar
Hanya angin yang masih setia
Membisikkan nama-nama yang telah pergi
Dan ombak pun menangis sunyi"

(Karya: Chairil Anwar)

Diksi (pilihan kata) yang menunjukkan kesan kesepian dalam puisi tersebut adalah...

a)

“Hanya angin yang masih setia”

b)

"bayang-bayangmu yang panjang"

c)

"Menghantar dingin"

d)

"Kau datang lagi"

e)

"ombak pun menangis sunyi" 

4.

Bacalah puisi berikut untuk menjawab pertanyaan!


"Senja di Pelabuhan

Kau datang lagi, seperti janji
Menghantar dingin yang merayap pelan
Memeluk tubuh letihku
Dengan bayang-bayangmu yang panjang

Perahu-perahu tak lagi bersandar
Hanya angin yang masih setia
Membisikkan nama-nama yang telah pergi
Dan ombak pun menangis sunyi"

(Karya: Chairil Anwar)

Majas yang dominan digunakan dalam puisi tersebut adalah...

a)

Asosiasi

b)

Metafora

c)

Litotes

d)

Hiperbola

e)

Personifikasi

5.

Bacalah puisi berikut dengan saksama, kemudian pilihlah jawaban yang paling tepat menggambarkan suasana dalam puisi tersebut!


"Senja di Pelabuhan"
Karya: Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Suasana yang tergambar dalam puisi tersebut adalah...

a)

Sepi – karena tidak ada aktivitas dan kehidupan

b)

Penuh harapan – karena ada kapal yang akan berlayar

c)

Menakutkan – karena suasana gelap dan mencekam

d)

Romantis – karena bercerita tentang cinta

e)

Riang – karena menggambarkan keramaian Pelabuhan

6.

Pilihlah jawaban yang paling tepat untuk melengkapi dialog yang rumpang!

Naskah Drama  “Konflik di Bengkel”
Tokoh:

Aris (mekanik senior)

Budi (mekanik junior)

Adegan:
(Di bengkel otomotif, Budi terlihat bingung menghadapi mesin yang sedang diperbaiki)

Aris: "Sudah dua jam kamu kerjakan mesin itu, kenapa belum selesai juga?"
Budi: "Maaf Pak, saya masih kesulitan menemukan masalahnya..."
Aris: "_________________________"

 

Dialog yang paling tepat untuk melengkapi ucapan Aris adalah...

a)

“Kalau tidak mampu ya jangan beli”

b)

"Besok jangan datang lagi ya!"

c)

"Kamu memang tidak berbakat jadi mekanik!"

d)

"Coba periksa sistem pengapiannya dulu, biasanya masalah ada di situ."

e)

"Ya sudah, pulang saja kalau begitu!"

7.

Ciri utama yang membedakan drama dengan puisi dan prosa adalah...

a)

Menggunakan dialog dan tindakan secara langsung

b)

Selalu ditulis dalam bentuk bait dan rima

c)

Menceritakan kisah panjang dengan deskripsi detail

d)

Hanya terdiri dari ungkapan perasaan pribadi

e)

Tidak memiliki alur cerita

8.

Bacalah kutipan drama berikut dengan cermat untuk menjawab pertanyaan!

Latar: Ruang keluarga di rumah Pak Budi, malam hari
Tokoh:

·       Pak Budi (ayah, 50 tahun)

·       Ibu Sinta (ibu, 45 tahun)

·       Rina (anak sulung, 22 tahun)

·       Doni (anak bungsu, 17 tahun)

Adegan:
(Rina sedang memegang surat penerimaan kerja di luar kota, sambil gugup menghadapi ayahnya)

Rina: "Ayah, Ibu... aku diterima kerja di Jakarta. Gajinya lumayan, bisa membantu adik-adik sekolah."

Pak Budi: (menghempaskan koran ke meja) "Tidak boleh! Anak perempuan tidak pantas hidup sendiri di kota besar!"

Ibu Sinta: (menghela napas) "Budi, biarkan dia mencoba. Rina sudah dewasa..."

Pak Budi: "Diam! Aku yang menentukan apa yang terbaik untuk anak-anakku!"

Doni: (berbisik pada Rina) "Kak, jangan dengarkan Ayah. Aku mendukungmu."

Rina: (dengan air mata) "Tapi Ayah, ini kesempatan emas. Aku janji akan berhati-hati."

Pak Budi: "Sudah! Pokoknya tidak boleh! Lebih baik kau membantu ibumu di warung!"

Watak Pak Budi dalam drama tersebut adalah...

a)

Progresif - karena mendukung kemajuan anaknya

b)

Peduli - karena ingin yang terbaik untuk keluarga

c)

Otoriter - karena memaksakan kehendak tanpa kompromi

d)

Pluralis - karena menghargai perbedaan pendapat

e)

Pengecut - karena takut kehilangan anak

9.

Bacalah kutipan drama berikut dengan cermat untuk menjawab pertanyaan !

Latar: Ruang keluarga di rumah Pak Budi, malam hari
Tokoh:

·       Pak Budi (ayah, 50 tahun)

·       Ibu Sinta (ibu, 45 tahun)

·       Rina (anak sulung, 22 tahun)

·       Doni (anak bungsu, 17 tahun)

Adegan:
(Rina sedang memegang surat penerimaan kerja di luar kota, sambil gugup menghadapi ayahnya)

Rina: "Ayah, Ibu... aku diterima kerja di Jakarta. Gajinya lumayan, bisa membantu adik-adik sekolah."

Pak Budi: (menghempaskan koran ke meja) "Tidak boleh! Anak perempuan tidak pantas hidup sendiri di kota besar!"

Ibu Sinta: (menghela napas) "Budi, biarkan dia mencoba. Rina sudah dewasa..."

Pak Budi: "Diam! Aku yang menentukan apa yang terbaik untuk anak-anakku!"

Doni: (berbisik pada Rina) "Kak, jangan dengarkan Ayah. Aku mendukungmu."

Rina: (dengan air mata) "Tapi Ayah, ini kesempatan emas. Aku janji akan berhati-hati."

Pak Budi: "Sudah! Pokoknya tidak boleh! Lebih baik kau membantu ibumu di warung!"

Watak Rina yang tergambar dari percakapan tersebut adalah...

a)

Pemberontak - karena ingin melawan orang tua

b)

Penakut - karena menangis menghadapi ayahnya

c)

Egois - karena hanya memikirkan dirinya sendiri

d)

Pembohong - karena menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ditepati

e)

Mandiri - karena berani merantau untuk masa depan

10.

Perhatikan kutipan puisi berikut: 

"Di jalan penuh duri, aku tetap melangkah, meraih mimpi di ujung senja."

Makna kiasan "meraih mimpi di ujung senja" adalah…. 

a)

Berjalan di sore hari 

 

b)

Menghentikan perjuangan

c)

Mencari sesuatu di senja hari 

d)

Menghindari tantangan hidup 

e)

  Berusaha mencapai tujuan di akhir kehidupan 

11.

Perhatikan kutipan puisi berikut:  

“Di bawah purnama yang sendu, daun-daungugur satu per satu.”

Unsur intrinsik yang terlihat dalam kutipantersebut adalah....

a)

Tema

b)

Suasana

c)

Latar tempat

d)

Sudut pandang

e)

Alur

12.

Jika Anda diminta membuat puisi bertema "persahabatan," bait pertama yang paling sesuai adalah....

a)

"Di lembah sepi, aku berjalan sendiri." 

b)

“Senja tak lagi memeluk mimpi."

c)

“Tanganmu erat menggenggam langkahku yang lelah."

d)

"Langit malam penuh taburan bintang." 

e)

"Daun gugur menandai perpisahan." 

13.

Bacalah kutipan berikut:

"Kami hanya debu,

Tertiup ke sana ke mari tanpa arah,

Namun kami juga badai,

Menghancurkan tembok yang menindas kami."

 

Dalam konteks pergerakan sosial, bagaimana interpretasi Anda terhadap simbol "debu" dan "badai" dalam puisi tersebut?

a)

Debu melambangkan kelemahan, badai melambangkan kekuatan kolektif

b)

Debu melambangkan kebebasan, badai melambangkan anarki

 

c)

Debu melambangkan kehancuran, badai melambangkan perlawanan

d)

Debu melambangkan ketidakberdayaan, badai melambangkan kekacauan

e)

Debu melambangkan masa lalu, badai melambangkan masa depan

14.

Perhatikan kutipan naskah drama berikut:

"Ibu: Mengapa kamu meninggalkan kuliah begitu saja?

Andi: Karena aku lelah menjadi apa yang Ibu inginkan, bukan diriku sendiri."

 

Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam kutipan tersebut adalah....

a)

Latar tempat

b)

Konflik

c)

Sudut Pandang

d)

Amanat

e)

Alur

15.

Jika Anda diminta membuat dialog pendek untuk drama bertema "kesetiaan dalam persahabatan," dialog berikut yang paling tepat adalah...

a)

"Aku tidak akan meninggalkanmu, bahkan saat dunia melawan kita."

b)

 "Kamu memang teman terbaik, tapi aku harus berjalan sendiri sekarang."

c)

"Mungkin persahabatan kita tidak berarti lagi."

d)

"Aku harap kita tetap bersama, meski hanya dalam kenangan."

e)

"Kamu tahu aku selalu mendukungmu, selama itu menguntungkanku."

16.

Perhatikan kutipan naskah drama berikut:

"Rina: Ayah, aku ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Ini kesempatan yang baik untuk masa depanku."

Pak Budi: "Tidak! Kamu harus tetap di sini dan membantu keluarga!"

Unsur intrinsik yang paling terlihat dalam kutipan tersebut adalah....

a)

Alur

b)

Amanat

c)

Karakter

d)

Dialog

e)

Konflik

17.

Jika Anda diminta membuat puisi bertema "cinta," bait pertama yang paling sesuai adalah....

a)

"Kisah kita terukir dalam waktu."

b)

"Di antara bintang, kita bertemu."

c)

"Cinta adalah perjalanan tanpa akhir."

d)

"Kau adalah cahaya dalam gelapku."

e)

"Hati ini bergetar saat kau tersenyum."

18.

Perhatikan kutipan puisi berikut: 

"Di tengah malam yang sunyi, bintang-bintang berbisik lembut, mengingatkan kita akan cinta yang abadi."

Makna kiasan "cinta yang abadi" dalam puisi tersebut adalah…. 

a)

Cinta yang datang dan pergi

b)

Cinta yang tidak akan pernah pudar

c)

Cinta yang hanya diungkapkan dengan kata-kata

d)

Cinta yang hanya ada di malam hari

e)

Cinta yang penuh dengan kesedihan

19.

Bacalah kutipan drama berikut dengan cermat untuk menjawab pertanyaan!

Latar: Ruang keluarga di rumah Pak Budi, malam hari
Tokoh:

·       Pak Budi (ayah, 50 tahun)

·       Ibu Sinta (ibu, 45 tahun)

·       Rina (anak sulung, 22 tahun)

·       Doni (anak bungsu, 17 tahun)

Adegan:
(Rina sedang memegang surat penerimaan kerja di luar kota, sambil gugup menghadapi ayahnya)

Rina: "Ayah, Ibu... aku diterima kerja di Jakarta. Gajinya lumayan, bisa membantu adik-adik sekolah."

Pak Budi: (menghempaskan koran ke meja) "Tidak boleh! Anak perempuan tidak pantas hidup sendiri di kota besar!"

Ibu Sinta: (menghela napas) "Budi, biarkan dia mencoba. Rina sudah dewasa..."

Pak Budi: "Diam! Aku yang menentukan apa yang terbaik untuk anak-anakku!"

Doni: (berbisik pada Rina) "Kak, jangan dengarkan Ayah. Aku mendukungmu."

Rina: (dengan air mata) "Tapi Ayah, ini kesempatan emas. Aku janji akan berhati-hati."

Pak Budi: "Sudah! Pokoknya tidak boleh! Lebih baik kau membantu ibumu di warung!"

Konflik utama dalampenggalan teks tersebut adalah...

a)

Rina bingung memilih pekerjaan di Jakarta atau membantu ibu di warung.

b)

Pertengkaran antara Pak Budi dan Doni

c)

Doni tidak setuju dengan sikap Rina yang ingin merantau.

d)

Ibu Sinta mendukung Rina sepenuhnya tanpa syarat.

e)

Pertentangan antara Rina dan ayahnya mengenai keputusan Rina bekerja di Jakarta.

20.

Bacalah kutipan drama berikut dengan cermat untuk menjawab pertanyaan!

Latar: Ruang keluarga di rumah Pak Budi, malam hari
Tokoh:

·       Pak Budi (ayah, 50 tahun)

·       Ibu Sinta (ibu, 45 tahun)

·       Rina (anak sulung, 22 tahun)

·       Doni (anak bungsu, 17 tahun)

Adegan:
(Rina sedang memegang surat penerimaan kerja di luar kota, sambil gugup menghadapi ayahnya)

Rina: "Ayah, Ibu... aku diterima kerja di Jakarta. Gajinya lumayan, bisa membantu adik-adik sekolah."

Pak Budi: (menghempaskan koran ke meja) "Tidak boleh! Anak perempuan tidak pantas hidup sendiri di kota besar!"

Ibu Sinta: (menghela napas) "Budi, biarkan dia mencoba. Rina sudah dewasa..."

Pak Budi: "Diam! Aku yang menentukan apa yang terbaik untuk anak-anakku!"

Doni: (berbisik pada Rina) "Kak, jangan dengarkan Ayah. Aku mendukungmu."

Rina: (dengan air mata) "Tapi Ayah, ini kesempatan emas. Aku janji akan berhati-hati."

Pak Budi: "Sudah! Pokoknya tidak boleh! Lebih baik kau membantu ibumu di warung!"

Konflik eksternal dalam teks ini ditunjukkan melalui...

a)

Perdebatan Rina dengan dirinya sendiri tentang risiko merantau.

b)

Pertengkaran fisik antara Pak Budi dan Doni.

c)

Perbedaan pendapat antara anggota keluarga (Rina vs. Pak Budi).

d)

Kritik tetangga terhadap rencana Rina.

e)

Ibu Sinta menangis karena tidak ingin Rina pergi.