NEW
Font size
WorksheetsLiterasi Bahasa Indonesia 1
Total questions: 15
Worksheet time: 30mins
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
1. Apa isu utama dalam teks tersebut?
Kewajiban penyimpanan pendapatan ekspor di dalam negeri
Pengenaan tarif terhadap produk etanol dari AS
Kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia
Pemberlakuan tarif impor oleh Presiden AS terhadap Indonesia
Hubungan diplomatik antara AS dan Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
2. Apa alasan utama Trump menetapkan tarif impor 32% terhadap Indonesia?
A. Indonesia memberlakukan kebijakan ekspor yang menguntungkan
B. AS mengalami defisit perdagangan dengan Indonesia
C. Indonesia mengenakan tarif tinggi atas produk AS dan menerapkan kebijakan non-tarif
D. Produk Indonesia lebih murah daripada produk AS
E. Hubungan bilateral antara Indonesia dan AS memburuk
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
3. Apa yang dimaksud dengan “tarif resiprokal” dalam konteks paragraf pertama?
A. Tarif yang diberlakukan secara sepihak oleh AS
B. Tarif yang berlaku untuk seluruh negara mitra dagang
C. Tarif yang ditetapkan berdasarkan prinsip balas dendam
D. Tarif yang diberlakukan karena negara lain melakukan hal serupa
E. Tarif yang menguntungkan kedua belah pihak
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
4. Apa yang dikeluhkan Trump mengenai kebijakan Indonesia terhadap produk etanol dari AS?
A. Produk etanol Indonesia dikenakan tarif tinggi di AS
B. Indonesia tidak membuka pasar etanol untuk AS
C. Indonesia mengenakan tarif lebih tinggi dari AS terhadap produk serupa
D. Produk etanol dari AS tidak laku di Indonesia
E. Indonesia tidak memiliki regulasi etanol yang jelas
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
5. Apa yang menjadi contoh kebijakan non-tarif yang dikritik Trump?
A. Pemberlakuan sanksi terhadap perusahaan AS
B. Pengenaan pajak karbon
C. Rezim perizinan impor yang kompleks
D. Penetapan kuota impor
E. Kebijakan perdagangan bebas
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
6. Apa arti pernyataan “defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS” menurut konteks?
A. AS mengalami kerugian dalam seluruh kerja sama ekspor
B. AS mengimpor lebih banyak daripada mengekspor ke banyak negara
C. Semua negara sengaja merugikan perdagangan AS
D. Negara mitra dagang menghambat ekspor AS
E. Produk AS kalah bersaing dengan produk asing
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
7. Kapan tarif dasar 10% akan mulai diberlakukan menurut teks?
A. 2 April 2025
B. 5 April 2025
C. 9 April 2025
D. 1 Mei 2025
E. Segera setelah pengumuman
A
B
C
D
E
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan tarif impor barang asal Indonesia sebesar 32 persen. Tarif terbaru tersebut merupakan tarif timbal balik atau resiprokal, karena Indonesia juga mengenakan tarif terhadap produk-produk dari Negeri Paman Sam yang masuk ke tanah air.
Akibat kebijakan itu, Indonesia menjadi negara ke delapan dengan tarif impor tertinggi. Lantas, mengapa Trump menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran kenaikan tarif impor? Berdasarkan pernyataannya melalui laman Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, Trump menyebut tarif impor terhadap produk etanol dari AS sebagai alasannya, di mana Indonesia membebankan tarif sebesar 30 persen. Dia mengatakan tarif tersebut jauh lebih besar daripada yang ditetapkan pemerintah AS untuk produk serupa, yaitu 2,5 persen.
Selain itu, Trump juga mempermasalahkan kebijakan non-tarif. Dia menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di banyak sektor, perizinan impor yang buruk, hingga program Presiden RI Prabowo Subianto yang mewajibkan perusahaan sumber daya alam (SDA) untuk menyimpan pendapatan ekspor di rekening dalam negeri. “Indonesia menerapkan persyaratan konten lokal (TKDN) di berbagai sektor, rezim perizinan impor yang kompleks, dan mulai tahun ini, mengharuskan perusahaan SDA agar memindahkan seluruh pendapatan ekspor ke dalam negeri untuk transaksi senilai US$ 250.000 atau lebih,” kata Trump dalam keterangannya.
Adapun kebijakan tarif Trump itu akan diberlakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berupa tarif dasar 10 persen untuk semua negara mulai efektif pada Sabtu, 5 April 2025. Lalu, tarif khusus untuk sejumlah negara akan mulai diterapkan pada Rabu, 9 April 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas defisit perdagangan yang terjadi dengan semua mitra dagang AS, termasuk Indonesia.
8. Apa dampak langsung dari kebijakan tarif Trump terhadap Indonesia?
A. Indonesia akan mendapat lebih banyak investasi asing
B. Ekspor Indonesia ke AS kemungkinan akan menurun
C. AS akan mengekspor lebih banyak barang ke Indonesia
D. Produk Indonesia menjadi lebih murah di pasar AS
E. Indonesia akan menghentikan seluruh ekspor ke AS
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
9. Apa isu utama dalam teks berita di atas?
A. Libur panjang Lebaran 2025 berdampak pada perdagangan valas
B. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan
C. Depresiasi nilai tukar rupiah akibat tarif impor AS
D. Peningkatan harga dolar AS terhadap seluruh mata uang dunia
E. Intervensi Bank Indonesia di pasar saham
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
10. Apa tujuan Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar NDF?
A. Menstabilkan nilai tukar rupiah dari tekanan global
B. Menghentikan depresiasi mata uang negara lain
C. Menghentikan perdagangan valas saat Lebaran
D. Menghentikan pengaruh tarif AS terhadap perekonomian global
E. Mendorong investor asing masuk ke Indonesia
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
11. Apa penyebab utama depresiasi rupiah dalam teks?
A. Penurunan ekspor Indonesia ke AS
B. Kebijakan Bank Sentral AS
C. Kenaikan suku bunga The Fed
D. Implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara
E. Keterbatasan cadangan devisa Indonesia
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
12. Apa arti Non-Deliverable Forward (NDF) berdasarkan konteks?
A. Transaksi jual beli saham di bursa asing
B. Kontrak perdagangan mata uang di pasar luar negeri
C. Penetapan kurs resmi oleh bank sentral
D. Sistem pembayaran lintas negara
E. Program subsidi dari pemerintah untuk eksportir
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
13. Kapan BI mulai melakukan intervensi agresif di pasar domestik?
A. Jumat, 4 April 2025
B. Senin, 7 April 2025
C. Selasa, 8 April 2025
D. Rabu, 9 April 2025
E. Kamis, 10 April 2025
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
14. Mengapa pasar dalam negeri tidak bereaksi langsung terhadap depresiasi rupiah pada awal April 2025?
A. Karena Bank Indonesia belum mengeluarkan kebijakan moneter
B. Karena pemerintah belum mengumumkan data ekspor
C. Karena perdagangan dalam negeri masih libur Lebaran
D. Karena pasar domestik tidak tergantung pada nilai tukar
E. Karena nilai tukar NDF tidak mempengaruhi rupiah
A
B
C
D
E
Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mengambil langkah intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah di pasar NDF sempat tembus Rp17.000 per dolar AS akibat implementasi tarif impor dari AS ke sejumlah negara. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.562 per dolar AS pada 27 Maret 2025 atau sebelum libur panjang Lebaran 2025. Di sepanjang kuartal I/2025, rupiah mengalami depresiasi dalam sebesar 2,25% dengan sempat menyentuh level tertinggi pada 25 Maret 2025 Rp16.612 per dolar AS. Usai Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif impor ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) yang diperdagangkan di pasar luar negeri terpukul menyentuh level Rp17.006 per dolar AS pada Jumat (4/4/2025) pukul 20.53 WIB. Pagi ini, nilai tukar rupiah di pasar NDF atau off shore masih merosot 288 poin atau 1,73% ke level Rp16.940,5 per dolar AS. Adapun, pasar dalam negeri (on shore) masih tutup karena libur Lebaran 2025 sejak 28 Maret 2025 hingga 7 April 2025.
Bank Indonesia pun mengeluarkan pernyataan bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini memutuskan bank sentral melakukan intervensi rupiah di pasar NDF dalam rangka menstabilkan nilai tukar dari tekanan global. Langkah itu diambil bank sentral untuk menjaga nilai tukar rupiah tidak terjatuh makin dalam ketika perdagangan kembali dibuka besok, Selasa (8/4/2025). "Intervensi di pasar off-shore (Non-Deliverable Forward/NDF) dilakukan Bank Indonesia secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York," tulis Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (7/4/2025). Adapun, BI juga akan melanjutkan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai pembukaan perdagangan besok, Selasa (8/4/2025) dengan intervensi di pasar valas spot dan DNDF serta pembelian SBN di pasar sekunder. Tak berhenti sampai di situ, BI juga disebut akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam negeri. Ramdan mengatakan sejumlah langkah ini diambil BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dan menjaga kepercayaan pelaku pasar. Tak hanya Indonesia, depresiasi nilai tukar juga terjadi di sejumlah negara lain. Data Bloomberg pada Senin (7/4/2025) pukul 14.50 WIB menunjukkan baht Thailand melemah 0,71%, dolar Taiwan turun 0,30%, dan yuan China turun 0.37%. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,90%.
Depresiasi mata uang negara berkembang ini terjadi seiring dengan pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada sejumlah negara mitra dagangnya. Sejauh ini, pemerintah RI belum akan mengambil langkah balasan untuk tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump sebesar 32% untuk Indonesia tersebut.
15. Apa bentuk intervensi BI selain di pasar NDF yang disebut dalam teks?
A. Penurunan tarif ekspor
B. Penjualan surat berharga negara
C. Intervensi di pasar valas spot dan pembelian SBN di pasar sekunder
D. Penambahan beban pajak transaksi valuta asing
E. Kenaikan suku bunga pinjaman
A
B
C
D
E
