WorksheetsQuiz EBI Tema 6 MBSR
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Prinsip akuntansi yang mengharuskan laporan keuangan disajikan secara jujur dan tanpa manipulasi disebut:
Konsistensi
Kejujuran (Honesty)
Materialitas
Konservatisme
Standar akuntansi yang umum digunakan di Indonesia adalah:
GAAP
SAK (Standar Akuntansi Keuangan)
IFRS
ISO 9001
Kasus Enron (2001) merupakan contoh pelanggaran etika dalam hal:
Penghindaran pajak
Manipulasi laporan keuangan
Penggelapan aset kecil
Pelanggaran hak karyawan
Auditor eksternal bertugas untuk:
Menyusun laporan keuangan perusahaan
Memeriksa kewajaran laporan keuangan secara independen
Mengelola arus kas perusahaan
Menentukan besaran pajak perusahaan
Konflik kepentingan dalam pelaporan keuangan sering terjadi antara:
Karyawan dan pelanggan
Manajemen dan pemegang saham
Pemasok dan distributor
Pemerintah dan kompetitor
Tujuan utama transparansi keuangan adalah:
Meningkatkan laba perusahaan
Membangun kepercayaan stakeholders
Mengurangi beban pajak
Mempercepat proses audit
Salah satu contoh pelanggaran konsistensi dalam akuntansi adalah:
Mengubah metode depresiasi tanpa alasan yang jelas
Membayar pajak tepat waktu
Menghindari penggunaan standar IFRS
Melaporkan pendapatan yang realistis
Kewajiban moral akuntan dalam pencatatan keuangan adalah:
Memastikan informasi akurat dan tidak menyesatkan
Meningkatkan keuntungan perusahaan semaksimal mungkin
Menyembunyikan kerugian dari pemegang saham
Mengikuti instruksi atasan tanpa pertimbangan etika
Tindakan mencatat pendapatan fiktif untuk meningkatkan laba termasuk jenis fraud:
Penggelapan aset
Manipulasi laporan keuangan
Korupsi
Pencurian data
Faktor utama yang mendorong kecurangan akuntansi menurut Fraud Triangle adalah:
Pressure, Opportunity, Rationalization
Profit, Power, Prestige
Greed, Fear, Ignorance
Legal, Illegal, Ethical
Contoh asset misappropriation adalah:
Karyawan mencuri kas kecil perusahaan
Manajer memanipulasi neraca
Perusahaan menghindari pajak
Auditor menerima suap
Whistleblowing system adalah upaya pencegahan fraud dengan cara:
Memberikan saluran pelaporan pelanggaran secara anonim
Meningkatkan gaji karyawan
Menghukum semua karyawan tanpa investigasi
Mengurangi frekuensi audit
Kasus WorldCom (2002) melibatkan kecurangan dengan cara:
Mengkapitalisasi biaya operasional sebagai investasi
Menjual aset tanpa pencatatan
Tidak membayar gaji karyawan
Memalsukan dokumen impor
Tindakan pencegahan fraud yang efektif adalah:
Pemisahan tugas (segregation of duties)
Memberikan bonus besar kepada auditor
Mengurangi transparansi laporan
Menghapus dokumen keuangan lama
Kecurangan akuntansi dapat merugikan pihak berikut, kecuali:
Pemegang saham
Karyawan
Pelaku fraud itu sendiri
Pemerintah
Contoh rationalization dalam fraud adalah:
"Perusahaan tidak akan rugi karena jumlahnya kecil"
"Saya dipaksa oleh atasan"
"Saya tidak tahu ini melanggar hukum"
"Ini adalah praktik umum di industri"
Perbedaan tax avoidance dan tax evasion adalah:
Tax avoidance legal, tax evasion ilegal
Tax avoidance ilegal, tax evasion legal
Keduanya legal dengan syarat tertentu
Keduanya ilegal
Dampak negatif penggelapan pajak bagi negara adalah:
Pembangunan infrastruktur terhambat
Meningkatnya nilai saham perusahaan
Bertambahnya kepercayaan investor
Menurunnya inflasi
Contoh praktik perpajakan yang etis adalah:
Memanfaatkan insentif pajak sesuai ketentuan
Menyembunyikan pendapatan di rekening offshore
Memalsukan bukti transaksi
Menunda pembayaran pajak tanpa alasan
Cooperative compliance dalam perpajakan berarti:
Kerja sama sukarela dengan otoritas pajak untuk transparansi
Menolak pemeriksaan pajak
Membayar pajak hanya saat diperiksa
Menggunakan jasa konsultan untuk menghindari pajak
Kasus Panama Papers (2016) berkaitan dengan:
Penggunaan rekening offshore untuk penghindaran pajak
Manipulasi laporan laba rugi
Pencurian dana CSR
Pemalsuan tanda tangan direktur
Kewajiban moral perusahaan dalam membayar pajak adalah:
Kontribusi untuk pembangunan publik
Menghindari sanksi hukum semata
Meningkatkan citra perusahaan secara instan
Memenuhi permintaan pemegang saham
Insentif pajak yang diberikan pemerintah bertujuan untuk:
Mendorong kepatuhan dan investasi
Mengurangi transparansi keuangan
Mempermudah praktik penggelapan
Menghukum perusahaan yang rugi
Pelanggaran dalam pelaporan pajak dapat menyebabkan:
Denda atau tuntutan pidana
Peningkatan kredit usaha
Penghargaan dari otoritas pajak
Pembebasan dari audit
Perusahaan yang transparan dalam perpajakan akan mendapatkan manfaat berupa:
Kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat
Kemudahan dalam melakukan fraud
Pembebasan dari semua kewajiban pajak
Penurunan standar akuntansi
Prinsip utama akuntansi syariah yang melarang ketidakpastian (gharar) dan judi (maysir) bertujuan untuk:
Meningkatkan laba perusahaan
Menjamin keadilan dan kejujuran transaksi
Mempermudah proses audit
Mengurangi beban pajak
Berikut yang bukan termasuk transaksi syariah adalah:
Mudharabah (bagi hasil)
Riba (bunga)
Murabahah (jual beli dengan markup)
Musyarakah (kemitraan)
PSAK Syariah adalah standar akuntansi yang diterbitkan oleh:
Bank Indonesia
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)
Perbedaan mendasar antara akuntansi syariah dan konvensional terletak pada:
Dasar hukum dan tujuan pelaporan
Penggunaan mata uang digital
Metode penghitungan depresiasi
Frekuensi pelaporan keuangan
Lembaga yang bertugas mengawasi kepatuhan syariah pada bank syariah adalah:
BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)
Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Kementerian Keuangan
OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
Prinsip etika akuntansi yang mengharuskan laporan bebas dari kesalahan material adalah:
Kerahasiaan
Integritas
Kompetensi
Objektivitas
Contoh pelanggaran etika dalam pencatatan keuangan adalah:
Mengakui pendapatan sebelum transaksi selesai (earnings management)
Membayar pajak tepat waktu
Menggunakan standar akuntansi yang berlaku
Melakukan audit internal
Tindakan menyembunyikan transaksi non-syariah dalam laporan keuangan syariah termasuk pelanggaran prinsip:
Transparansi
Konservatisme
Materialitas
Konsistensi
Berikut yang bukan tantangan etika dalam akuntansi syariah adalah:
Tekanan untuk memanipulasi laporan
Konflik kepentingan auditor
Kepatuhan terhadap zakat
Penggunaan rekening offshore
Auditor syariah harus independen untuk memastikan:
Laporan keuangan bebas dari bias dan kepatuhan syariah
Laba perusahaan maksimal
Tidak ada kewajiban zakat
Transaksi berbasis bunga diizinkan
Zakat dalam laporan keuangan syariah harus dicatat sebagai:
Kewajiban sosial perusahaan
Pendapatan non-halal
Biaya administrasi
Cadangan laba
Laporan keuangan syariah wajib mencantumkan:
Pernyataan kepatuhan syariah dari DPS
Daftar pemegang saham mayoritas
Nilai tukar mata uang asing
Rincian gaji direksi
Transaksi mudharabah (bagi hasil) dicatat dalam laporan keuangan sebagai:
Pendapatan bagi hasil (profit-sharing)
Pendapatan bunga
Hutang jangka pendek
Biaya operasional
Tujuan pemisahan pendapatan halal dan non-halal dalam laporan keuangan syariah adalah:
Memastikan transparansi dan kepatuhan syariah
Mengurangi beban pajak
Mempermudah proses merger
Menyembunyikan kerugian
Jika sebuah perusahaan syariah melakukan transaksi riba, konsekuensi syariah-nya adalah:
Laporan keuangan dianggap tidak sah oleh DPS
Perusahaan tetap boleh beroperasi
Hanya dikenakan denda ringan
Tidak berpengaruh pada audit
