wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Dampak Penjajahan di Indonesia

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Dampak sosial dari penerapan sistem kerja paksa (seperti tanam paksa) oleh penjajah terhadap masyarakat adalah...

a)

Meningkatnya taraf hidup petani pribumi

b)

Banyaknya tenaga kerja yang dipaksa bekerja tanpa upah yang layak

c)

Penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih baik bagi rakyat

d)

Terbentuknya masyarakat yang sejahtera dan mandiri

2.

Komoditi yang termasuk dalam dampak ekonomi saat penjajahan Hindia Belanda adalah...

a)

Teh, kopi, tebu, dan lada.

b)

Jagung, ketela, wortel, dan timun.

c)

Padi, ubi, singkong, dan tembakau.

d)

Tembakau, kina, cengkih, dan gaharu.

3.

Salah satu dampak sosial dari penjajahan terhadap struktur sosial masyarakat jajahan adalah...

a)

Terbentuknya kelas menengah yang berkuasa

b)

Pembentukan sistem kelas sosial yang lebih egaliter

c)

Meningkatnya kesejahteraan sosial bagi masyarakat pribumi

d)

Penurunan mobilitas sosial antara golongan yang berbeda

4.

Salah satu dampak penjajahan terhadap urbanisasi di negara jajahan adalah...

a)

Terjadinya pemerataan pembangunan di desa dan kota

b)

Pertumbuhan kota-kota besar yang dijadikan pusat pemerintahan dan perdagangan

c)

Pengurangan jumlah penduduk perkotaan karena migrasi ke desa

d)

Meningkatnya jumlah desa yang menjadi pusat industri

5.

Dampak budaya akibat penjajahan yang paling jelas terlihat adalah...

a)

Masyarakat pribumi memiliki kebebasan untuk mengembangkan budaya sendiri

b)

Penjajahan menyebabkan keragaman budaya semakin berkembang

c)

Pendidikan budaya lokal semakin berkembang dan mendapatkan perhatian

d)

Adanya asimilasi budaya antara penjajah dan masyarakat pribumi, namun dengan dominasi budaya penjajah

6.

Salah satu dampak positif dari mobilitas sosial akibat penjajahan adalah...

a)

Terbentuknya sistem kasta yang semakin menguat

b)

Meningkatnya kesempatan bagi pribumi untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan di kota

c)

Masyarakat pribumi menjadi lebih terisolasi dari perkembangan dunia luar

d)

Terbentuknya kelas sosial yang tertutup, menghambat perubahan sosial

7.

Salah satu dampak positif dari penjajahan terhadap kesehatan di negara jajahan adalah...

a)

Masyarakat pribumi mendapatkan akses kesehatan yang lebih merata

b)

Pembukaan rumah sakit dan fasilitas medis yang modern di kota-kota besar

c)

Terbentuknya sistem pengobatan tradisional yang lebih baik dan lebih luas

d)

Semua orang mendapat pelatihan kebersihan dan kesehatan secara merata

8.

Pada gambar diatas merupakan salah satu contoh organisasi pergerakan pada masa Hindia Belanda yang bernama...

a)

Max Havelaar

b)

STOVIA

c)

Indische Partij

d)

Boedi Oetomo

9.

Tokoh pada gambar diatas merupakan tokoh yang menentang kebijakan rasial di masa Hindia Belanda sekaligus pendiri Indo Europe Verbond (IEV), nama tokoh tersebut ialah...

a)

Boedi Oetomo

b)

Karel Zaalberg

c)

Ki Hadjar Dewantara

d)

Ir. Soekarno

10.

Apa dampak positif bagi sistem pendidikan Indonesia selama masa jajahan Kolonialisme Hindia Belanda?

a)

Penjajahan sepenuhnya menghancurkan sistem pendidikan lokal yang sudah ada

b)

Penjajahan memperkenalkan pendidikan Barat yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi sebagian pribumi

c)

Pendidikan hanya tersedia untuk kalangan penjajah dan tidak untuk raky

d)

 Penjajahan tidak membawa perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia

11.

Contoh makanan yang berasal dari pengaruh kolonialisme Belanda adalah...

a)

Rawon

b)

Nastar

c)

Lontong

d)

Semanggi

12.

Lembaga yang disebut sebagai “Dewan Rakyat” pada saat masa kolonialisme Belanda adalah...

a)

Boedi Oetomo

b)

Sarekat Islam

c)

Woetboek

d)

Volksraad

13.

Salah satu dampak positif dari penjajahan Belanda terhadap perkembangan budaya di Indonesia adalah..

a)

Penyebaran agama Islam yang lebih luas

b)

Meningkatnya percampuran budaya Indonesia dengan budaya Barat

c)

Pembentukan kebudayaan Indonesia yang lebih homogen

d)

Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kebudayaan lokal

14.

Pada masa penjajahan Belanda, kebijakan ekonomi kolonial lebih berfokus pada...

a)

Pemberdayaan ekonomi lokal

b)

Pengembangan industri dalam negeri

c)

Penguasaan dan eksploitasi sumber daya alam Indonesia

d)

Pemerataan distribusi hasil bumi

15.

Sistem Tanam Paksa yang ditetapkan oleh pemerintah kolonialisme terjadi pada tahun..

a)

1990

b)

1830-1870

c)

1940-1942

d)

1923-1934

16.

Pada masa penjajahan Belanda, yang menjadi tujuan utama dari kebijakan tanam paksa adalah...

a)

Mengembangkan sistem pertanian Indonesia untuk kebutuhan lokal

b)

Menambah keuntungan yang sebanyak-banyaknya bagi Belanda

c)

Meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia

d)

Membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur pertanian

17.

Salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam bidang kesehatan di Indonesia adalah...

a)

Mengirim tenaga medis dari Belanda untuk mengobati semua rakyat Indonesia

b)

Menyediakan layanan kesehatan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia

c)

Mendirikan beberapa rumah sakit untuk kalangan Eropa dan golongan pribumi tertentu

d)

Meningkatkan pelatihan untuk tenaga medis pribumi secara luas

18.

Salah satu contoh bentuk diskriminasi rasial yang dilakukan penjajah Belanda di Indonesia adalah...

a)

Pemberian hak pilih yang setara antara pribumi dan Eropa

b)

Pembentukan kelas sosial yang memisahkan golongan pribumi dan golongan Eropa

c)

Pembukaan kesempatan yang sama untuk pendidikan bagi semua golongan

d)

Penyebaran kebudayaan Eropa kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia

19.

Akibat dari munculnya sentimen rasial, pada masa penjajahan Belanda, golongan pribumi sering kali dianggap...

a)

Sebagai mitra yang setara dalam pembangunan

b)

Sebagai golongan yang rendah dan tidak berpendidikan

c)

Sebagai pelaku utama dalam kebijakan ekonomi kolonial

d)

Sebagai pekerja yang memiliki hak yang sama dengan penjajah

20.

Kota-kota besar yang berkembang selama penjajahan Belanda, seperti Batavia (Jakarta) dan Surabaya, menjadi pusat:

a)

Pendidikan dan kebudayaan

b)

Pemerintahan dan administrasi kolonial

c)

Keagamaan dan penyebaran agama

d)

Pertanian dan perdagangan hasil bumi