WorksheetsUTS Perencanaan Geometrik Jalan
Total questions: 17
Worksheet time: 9mins
Yang termasuk bangunan pelengkap jalan adalah:
Marka jalan dan patok kilometer
Flyover dan terowongan
Trotoar dan rambu lalu lintas
Lampu lalu lintas dan halte
Syarat konstruksi jalan raya yang baik harus:
Memiliki aspal berkualitas tinggi
Aman dan nyaman untuk dilalui
Dilalui oleh kendaraan berat
Memiliki marka jalan yang banyak
Jalan umum adalah jalan yang dibangun oleh:
Kementerian saja
Instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan umum
Swasta untuk keperluan bisnis
Pemerintah pusat untuk jalan tol
Jalan arteri primer memiliki ciri-ciri:
Digunakan untuk jalan lokal
Perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, jumlah jalan masuk dibatasi
Digunakan oleh kendaraan roda dua saja
Tidak memiliki batas kecepatan
Parameter kendaraan rencana ditentukan berdasarkan:
Jumlah kendaraan pribadi yang lewat
Fungsi jalan dan jenis kendaraan dominan
Panjang total jalan
Tingkat kerusakan jalan
Tingkat pelayanan jalan ditentukan berdasarkan faktor-faktor berikut, kecuali:
Kecepatan kendaraan
Kepadatan lalu lintas
Jenis marka jalan
Hambatan lalu lintas
Jarak pandang henti adalah:
Jarak yang dibutuhkan untuk melihat marka jalan
Jarak maksimum pandangan saat berkabut
Jarak yang diperlukan untuk menghentikan kendaraan secara aman
Jarak tempuh dari satu tikungan ke tikungan berikutnya
Kecepatan rencana jalan dipilih berdasarkan:
Kecepatan kendaraan tercepat
Fungsi jalan dan kondisi medan
Kecepatan tertinggi mobil sport
Jumlah kendaraan yang lewat per hari
Alinyemen horisontal merujuk pada:
Kemiringan jalan terhadap arah vertikal
Bentuk jalan bila dilihat dari atas (rencana garis tengah jalan)
Kekuatan material jalan
Posisi marka jalan terhadap trotoar
Alinyemen horisontal terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
Tikungan dan tanjakan
Lajur cepat dan lajur lambat
Jalan lurus dan tikungan
Median jalan dan bahu jalan
Alinyemen vertikal menggambarkan:
Fungsi jalan pada berbagai cuaca
Ketebalan perkerasan jalan
Bentuk jalan dilihat dari samping (ketinggian dan kemiringan jalan)
Letak drainase jalan
Daerah pengawasan jalan berada:
Di atas jembatan
Di luar daerah manfaat jalan, dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu dari sumbu jalan
Di tengah jalan
Hanya di zona pejalan kaki
Fungsi alinyemen vertikal sangat penting karena:
Menentukan warna marka jalan
Mempengaruhi desain jembatan saja
Mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan kendaraan saat menanjak atau menurun
Hanya relevan untuk jalan bebas hambatan
Perubahan ketinggian dan kelandaian jalan tergambar dalam:
Peta situasi
Denah marka
Alinyemen vertikal
Gambar potongan bahu jalan
Apa yang dimaksud dengan trase dalam perencanaan jalan?
Jalur kendaraan sementara
Garis kontur untuk perkerasan jalan
Rangkaian garis lurus yang menghubungkan titik-titik rencana lokasi jalan
Jalur alternatif jalan darurat
Jalan ekonomis biasanya memenuhi syarat:
Dibangun di wilayah berbukit
Memiliki jarak terpendek dengan kelandaian minimum
Berdekatan dengan jalan tol
Melewati hutan lindung
Interaksi antara kecepatan rencana dan radius tikungan pada alinyemen horisontal harus diatur dengan hati-hati karena:
Kecepatan tinggi memerlukan radius tikungan yang lebih besar untuk menghindari kendaraan tergelincir
Radius kecil membuat jalan terlihat lebih estetis
Radius besar hanya berlaku untuk kendaraan berat
Kecepatan rencana tidak relevan dalam desain tikungan
