Font size
WorksheetsPokok Bahasan Omnibus Law
Total questions: 88
Worksheet time: 57mins
Sebutkan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam gambar ini!
Sejarah Omnibus Law
Teknik Pembuatan Batik
Proses Fotosintesis
Struktur Atom
Sebutkan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam gambar ini!
Proses Pembentukan Undang-Undang
Sistem Pemerintahan Kerajaan
Sejarah Perang Dunia II
Struktur Organisasi Sekolah
Sebutkan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam gambar ini!
Proses UU Cipta Kerja
Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Sistem Pemerintahan Kerajaan Majapahit
Perkembangan Teknologi Informasi
Sebutkan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam gambar ini!
Klaster UU Cipta Kerja
Klaster Pendidikan Nasional
Klaster Kesehatan Masyarakat
Klaster Teknologi Informasi
Sebutkan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam gambar ini!
Analisis Pencabutan UU No. 13 Tahun 2003
Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi
Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan
Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
Berdasarkan Black Law Dictionary Ninth Edition Bryan A. Garner, apa arti dari istilah yang berkaitan dengan 'relating to or dealing with numerous object or item at once; including many thing or having various purposes'?
Berkaitan dengan menangani banyak objek atau item sekaligus; termasuk banyak hal atau memiliki berbagai tujuan.
Berkaitan dengan hukum pidana yang berat.
Berkaitan dengan perjanjian yang mengikat secara internasional.
Berkaitan dengan hak milik atas tanah secara eksklusif.
Menurut Pierre Trudeau Menteri Hukum AS Tahun 1967, apa isi dari Criminal Law Amendement Bill?
Berdasarkan Pendapat Lainnya, menurut The Duhaim Legal Dictionary, apa yang dimaksud dengan rancangan undang-undang yang diajukan ke legislatif yang memuat lebih dari satu substansi atau beberapa hal kecil yang digabungkan menjadi satu untuk kemudahan?
A draft law before a legislature which contain more than one substantive matter, or several minor matters, which have been combined into one bill, ostensibly for the sake of convenience.
A regulation that is enforced without legislative approval and contains only a single subject.
A legal document that is used solely for administrative purposes and does not require legislative review.
A proposal submitted to the judiciary containing multiple unrelated legal cases for simultaneous consideration.
Berdasarkan Pendapat Lainnya, menurut Pierre Trudeau Menteri Hukum AS Tahun 1967, bagaimana definisi undang-undang yang memuat banyak hal dan memuat subjek, isu, atau program yang tidak berkaitan satu sama lain?
Undang-undang yang memuat banyak hal dan memuat subjek, isu, atau program yang tidak berkaitan satu sama lain.
Undang-undang yang hanya memuat satu subjek utama.
Undang-undang yang mengatur tentang tata cara peradilan saja.
Undang-undang yang hanya berlaku di satu wilayah tertentu.
Siapa yang memberikan opini tentang Omnibus Law dalam slide ini?
Ima Mayasari
Budi Santoso
Rina Kartika
Andi Wijaya
Menurut Ima Mayasari, di mana Omnibus Law lahir?
Negara Civil Law
Negara Common Law
Indonesia
Negara Asia
Sebutkan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pembentukan UU menurut Maria Farida!
asas-asasnya
jumlah pasalnya
nama pembuatnya
tahun pembuatannya
Menurut Maria Farida, landasan apa saja yang harus diperhatikan dalam pembentukan UU?
filosofis, sosiologis, dan yuridis
ekonomis, politis, dan budaya
teknis, administratif, dan praktis
historis, geografis, dan demografis
Eksistensi UU yang pasalnya dicabut atau dipindahkan harus diperhatikan dalam pembentukan UU.
Benar
Salah
Penyederhanaan UU menurut Maria Farida adalah UU payung.
Benar
Salah
Kapan percepatan pembangunan infrastruktur yang menghadapi hambatan regulasi dimulai menurut gambar?
Januari 2017
Maret 2016
20 Oktober 2019
Desember 2015
Sebutkan dua hambatan utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur pada Maret 2016!
Reformasi Hukum Tahap II yang berfokus pada penataan regulasi terjadi pada bulan _________?
Januari 2017
Maret 2018
Desember 2016
Juli 2019
Siapa saja yang terlibat dalam pembahasan Omnibus Law pada 20 Oktober 2019 menurut gambar?
Pejabat pemerintah dan opini akademisi
Mahasiswa dan buruh
Pengusaha dan masyarakat umum
Tokoh agama dan pelajar
Sebutkan salah satu tujuan dari investasi dan lapangan kerja yang berkaitan dengan regulasi!
Penyederhanaan regulasi untuk mengatasi kendala regulasi
Meningkatkan tarif pajak untuk semua perusahaan
Membatasi jumlah tenaga kerja asing tanpa alasan jelas
Menambah prosedur birokrasi dalam perizinan
Apa tujuan investasi dan lapangan kerja yang berkaitan dengan proses legislasi?
Sebutkan tujuan implementasi Omnibus Law lintas lembaga!
Agar tidak timbul ego lembaga dengan menerbitkan peraturan bersama sebagai solusi
Untuk memperbanyak peraturan yang tumpang tindih antar lembaga
Agar setiap lembaga dapat berjalan sendiri tanpa koordinasi
Supaya proses birokrasi menjadi lebih rumit
Berdasarkan survei dari World Economic Forum, faktor apa yang menjadi penghambat bisnis dengan skor tertinggi?
Inflasi
Korupsi
Infrastruktur tidak memadai
Tarif pajak
Berdasarkan survei dari World Economic Forum, berapakah skor yang didapatkan oleh faktor 'Inefisiensi birokrasi' sebagai penghambat bisnis?
11.1
8.5
14.3
6.7
Berdasarkan survei dari World Economic Forum, faktor 'Akses ke pembiayaan' memiliki skor _______ sebagai penghambat bisnis.
9.2
7.5
5.8
11.0
Berdasarkan survei dari World Economic Forum, manakah di bawah ini yang termasuk faktor penghambat bisnis dengan skor di bawah 5?
Infrastruktur tidak memadai
Kebijakan kurs asing
Instabilitas pemerintah
Etos kerja buruh
Cocokkan faktor penghambat bisnis berikut dengan skor yang sesuai:
13.8
1
6.4
2
4.3
3
3.3
4
Salah satu sebab korupsi menjadi penghambat investasi adalah biaya ekonomi yang tinggi.
Benar
Salah
Salah satu sebab korupsi menjadi penghambat investasi adalah distribusi ekonomi tidak merata.
Benar
Salah
Salah satu sebab korupsi menjadi penghambat investasi adalah menciptakan ketidakpastian hukum.
Benar
Salah
Salah satu sebab korupsi menjadi penghambat investasi adalah persaingan tidak sehat.
Benar
Salah
Cocokkan sebab korupsi berikut dengan penjelasannya:
Sumber daya tidak digunakan secara optimal
Biaya ekonomi yang tinggi
Biaya yang harus dikeluarkan lebih besar
Alokasi sumber daya tidak efisien
Ketimpangan dalam pembagian hasil ekonomi
Distribusi ekonomi tidak merata
Persaingan bisnis menjadi tidak adil
Persaingan tidak sehat
Sebutkan empat tahapan dalam proses pembentukan UU!
Perencanaan, Penyusunan, Pembahasan, Pengesahan
Perencanaan, Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi
Perencanaan, Pengesahan, Peninjauan, Pelaporan
Perencanaan, Penyusunan, Penetapan, Evaluasi
Menurut Pasal 66 dan 67 UU 12/2011, sebutkan dua tingkat pembicaraan dalam proses pembentukan UU!
1. Rapat gabungan komisi, badan legislasi, rapat badan anggaran, rapat khusus; 2. Rapat paripurna
1. Rapat pleno dan rapat komisi; 2. Rapat konsultasi
1. Rapat kerja dan rapat dengar pendapat; 2. Rapat koordinasi
1. Rapat internal dan rapat eksternal; 2. Rapat musyawarah
Apa hak masyarakat menurut BAB XI Pasal 96 dalam proses pembentukan UU?
Tahapan pertama dalam proses pembentukan UU adalah ...
Penyusunan
Pembahasan
Perencanaan
Pengesahan
Sebutkan landasan yang memenuhi landasan fundamental dalam pembentukan Undang-Undang!
Filosofis
Ekonomis
Teknologis
Sosiologis
Landasan apa yang sesuai dengan UU/UUD yang sederajat dalam pembentukan Undang-Undang?
Yuridis
Ekonomis
Sosiologis
Politis
Landasan apa yang mempertimbangkan apakah pantas diundangkan di tengah pandemi dan PHK dalam pembentukan Undang-Undang?
Sosiologis
Yuridis
Ekonomis
Politis
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
kejelasan tujuan
asas kekeluargaan
asas keadilan sosial
asas musyawarah
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat.
keseimbangan antara hak dan kewajiban.
perlindungan terhadap minoritas.
pengakuan terhadap hukum adat.
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
dapat dilaksanakan
tidak dapat dipertanggungjawabkan
tidak transparan
tidak adil
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
kedayagunaan dan kehasilgunaan
asas kekeluargaan
asas keadilan sosial
asas musyawarah
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
kejelasan rumusan
asas kekeluargaan
asas keadilan sosial
asas musyawarah
Sebutkan salah satu asas yang tercantum dalam Pasal 5 UU Nomor 12 Tahun 2011!
keterbukaan
diskriminasi
ketertutupan
ketidakadilan
Apakah sudah sesuai dengan pasal 66 dan 67 UU 12/2011?
(a)
Public Hearing Harus Dilaksanakan Minimal berapa kali?
10 kali
25 kali
79 kali
100 kali
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 1 adalah _________.
Penyederhanaan perizinan tanah
Ketenagakerjaan
Kemudahan berusaha
Pengadaan lahan
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 2 adalah _________.
Persyaratan investasi
Ketenagakerjaan
Kemudahan berusaha
Pengadaan lahan
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 3 adalah _________.
Ketenagakerjaan
Persyaratan investasi
Pengadaan lahan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 4 adalah _________.
Kemudahan dan perlindungan UMKM
Ketenagakerjaan
Pengenaan Sanksi
Pengadaan lahan
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 5 adalah _________.
Kemudahan berusaha
Ketenagakerjaan
Pengenaan Sanksi
Pengadaan lahan
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 6 adalah _________.
Dukungan Riset dan Inovasi
Ketenagakerjaan
Pengadaan lahan
Kemudahan berusaha
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 7 adalah _________.
Administrasi Pemerintahan
Ketenagakerjaan
Kemudahan berusaha
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 8 adalah _________.
Pengenaan Sanksi
Ketenagakerjaan
Kemudahan berusaha
Pengadaan lahan
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 9 adalah _________.
Kemudahan Proyek Pemerintah
Ketenagakerjaan
Pengenaan Sanksi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Pengadaan lahan Klaster Omnibus Law nomor 10 adalah _________.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Ketenagakerjaan
Administrasi Pemerintahan
Pengenaan Sanksi
Isilah titik-titik berikut dengan nama klaster Omnibus Law yang sesuai: 1. Penyederhanaan perizinan tanah 2. Persyaratan investasi 3. Ketenagakerjaan 4. Kemudahan dan perlindungan UMKM 5. Kemudahan berusaha 6. Dukungan Riset dan Inovasi 7. Administrasi Pemerintahan 8. Pengenaan Sanksi 9. Kemudahan Proyek Pemerintah 10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) 11. Klaster Omnibus Law nomor 11 adalah _________.
Pengadaan lahan
Ketenagakerjaan
Persyaratan investasi
Kemudahan berusaha
'Political Review (Administrative Review) tanpa judicial review' adalah:
Peninjauan kembali oleh lembaga politik tanpa melibatkan pengadilan
Peninjauan kembali oleh pengadilan
Peninjauan kembali oleh masyarakat
Peninjauan kembali oleh lembaga swadaya masyarakat
Pasal 6 dalam dokumen pada gambar membahas tentang peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha. Sebutkan salah satu poin yang termasuk dalam Pasal 6 tersebut!
penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko
penetapan tarif pajak ekspor yang tinggi
pengurangan insentif investasi asing
pembatasan jumlah tenaga kerja asing
Undang-undang sapu jagat adalah istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang _______ dengan berbagai macam topik dan dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas dan/atau mencabut sejumlah undang-undang lain.
bersentuhan
berlawanan
berbeda
berseberangan
Berikut ini yang bukan merupakan bagian dari Pasal 6 tentang peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha adalah:
penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko
penyederhanaan persyaratan Perizinan Berusaha
pengetatan persyaratan investasi
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Pendanaan Investasi' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Pendanaan Investasi adalah upaya penyediaan dana untuk mendukung kegiatan investasi, yang diatur dalam Omnibus Law Perpajakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pendanaan Investasi adalah pajak tambahan yang dikenakan pada setiap transaksi investasi di Indonesia.
Pendanaan Investasi adalah larangan bagi investor asing untuk menanamkan modal di sektor tertentu.
Pendanaan Investasi adalah program pengurangan pajak untuk perusahaan yang tidak melakukan investasi.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Sistem Teritori' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Sistem Teritori adalah sistem perpajakan di mana pajak hanya dikenakan atas penghasilan yang diperoleh di dalam negeri, bukan dari luar negeri.
Sistem Teritori adalah sistem perpajakan di mana pajak dikenakan atas seluruh penghasilan baik dari dalam maupun luar negeri.
Sistem Teritori adalah sistem perpajakan yang hanya berlaku untuk perusahaan multinasional.
Sistem Teritori adalah sistem perpajakan yang membebaskan seluruh penghasilan dari pajak.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Subjek Pajak Orang Pribadi' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Subjek Pajak Orang Pribadi adalah individu yang dikenakan kewajiban pajak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Subjek Pajak Orang Pribadi adalah badan usaha yang membayar pajak atas keuntungan perusahaan.
Subjek Pajak Orang Pribadi adalah pemerintah yang mengelola penerimaan pajak negara.
Subjek Pajak Orang Pribadi adalah organisasi internasional yang bebas pajak di Indonesia.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Kepatuhan Wajib Pajak' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Kepatuhan Wajib Pajak adalah tingkat ketaatan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai peraturan yang berlaku.
Kepatuhan Wajib Pajak adalah pemberian insentif pajak kepada wajib pajak yang patuh.
Kepatuhan Wajib Pajak adalah proses pengajuan banding atas pajak yang dikenakan.
Kepatuhan Wajib Pajak adalah pengurangan tarif pajak untuk usaha kecil menengah.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Keadaan Iklim Berusaha' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Keadaan Iklim Berusaha adalah kondisi lingkungan usaha yang dipengaruhi oleh regulasi, termasuk perpajakan, yang mendukung atau menghambat kegiatan bisnis.
Keadaan Iklim Berusaha adalah tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk investasi asing.
Keadaan Iklim Berusaha adalah jumlah pajak yang harus dibayar oleh perusahaan setiap tahun.
Keadaan Iklim Berusaha adalah program insentif pajak untuk usaha kecil menengah.
Jelaskan apa yang dimaksud dengan 'Fasilitas' dalam konteks Omnibus Law Perpajakan.
Fasilitas adalah kemudahan atau insentif yang diberikan oleh pemerintah dalam bidang perpajakan untuk mendukung kegiatan ekonomi.
Fasilitas adalah pajak tambahan yang dibebankan kepada wajib pajak dalam Omnibus Law.
Fasilitas adalah sanksi administratif yang diberikan kepada pelanggar pajak.
Fasilitas adalah prosedur pelaporan pajak yang dipersulit oleh pemerintah.
Pasal 112 mengubah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang _________
Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM)
Pajak Penghasilan (PPh)
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
Bea Materai
Menurut Pasal 4A Ayat 3 Huruf a, jenis jasa yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah:
Jasa pendidikan
Jasa tertentu dalam kelompok jasa pelayanan kesehatan medis
Jasa transportasi
Jasa konstruksi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa pelayanan kesehatan medis
Jasa periklanan
Jasa konstruksi
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa pelayanan sosial
Jasa periklanan
Jasa konsultasi manajemen
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa pengiriman surat dengan perangko
Jasa periklanan
Jasa konsultasi hukum
Jasa konstruksi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa keuangan
Jasa konstruksi
Jasa perhotelan
Jasa transportasi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn:
Jasa asuransi
Jasa perhotelan
Jasa transportasi udara
Jasa telekomunikasi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa keagamaan
Jasa periklanan
Jasa konstruksi
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa pendidikan
Jasa perhotelan
Jasa periklanan
Jasa hiburan
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa kesenian dan hiburan
Jasa periklanan
Jasa pengangkutan
Jasa konsultasi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan
Jasa periklanan
Jasa konsultasi manajemen
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri
Jasa perhotelan
Jasa periklanan
Jasa konsultasi hukum
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa tenaga kerja
Jasa periklanan
Jasa pengiriman barang
Jasa konsultasi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa perhotelan
Jasa konsultasi
Jasa periklanan
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum
Jasa periklanan
Jasa pengacara
Jasa konsultan
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa penyediaan tempat parkir
Jasa perhotelan
Jasa telekomunikasi
Jasa periklanan
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam
Jasa periklanan
Jasa konsultasi hukum
Jasa pengiriman barang
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa pengiriman uang dengan wesel pos
Jasa periklanan
Jasa konsultasi manajemen
Jasa konstruksi
Sebutkan salah satu jenis jasa yang tidak dikenai PPn: ____________
Jasa boga atau katering
Jasa periklanan
Jasa pengacara
Jasa konstruksi
