NEW
Font size
WorksheetsLimited Edition
Total questions: 10
Worksheet time: 18mins
1 Bersekolah sesungguhnya adalah proses pembelajaran menjadi manusia seutuhnya yang beradab dan berbudaya. 2 Manusia sejatinya berguna dan bermakna bagi manusia lainnya sehingga sekolah merupakan salah satu sarana efektif untuk membangun karakter generasi muda yang sadar lingkungan. 3 Sekolah yang sadar bahwa kebutuhan memelihara lingkungan ialah upaya baik demi masa depan.
4 Untuk mewujudkan sekolah sadar lingkungan, setidaknya diperlukan perhatian terhadap inisiatif, pelembagaan, dan partisipasi. 5 Pertama, inisiatif dari semua warga sekolah perlu ditumbuhkan demi terciptanya budaya sekolah yang sadar lingkungan. 6 nisiatif yang dibarengi komitmen bisa menjadi kunci keberhasilan untuk menumbuhkan budaya sadar lingkungan. 7 Inisiatif dapat datang dari mana saja. 8 Namun, tak ada salahnya jika secara kolektif, pengelola sekolah memulai/menginisiasi kesadaran lingkungan. 9 Dengan segala kewenangan yang dimiliki, biasanya ide dan upaya membangun kesadaran lingkungan menjadi lebih diperhatikan daripada yang dimunculkan oleh individu-individu di sekolah.
10 Kedua, pelembagaan dapat dilakukan dengan menempatkan sekolah sebagai ajang kerja sama antarpersonal di sekolah untuk mewujudkan budaya sekolah yang sejalan dengan tujuan SDGs 2030, terutama yang berkaitan dengan tumbuhnya kesadaran lingkungan. 11 Pelembagaan upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan menjadi hal yang penting karena menjalankan serta mengampanyekan program lingkungan sehat. 12 Misalnya, pengelolaan sampah (manajemen sampah), budaya hemat energi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sekolah, instalasi pengolahan air limbah/IPAL (walaupun dalam skala kecil), pemilahan sampah organik dan anorganik, atau pembuatan resapan biopori. 13 Prinsipnya adalah memastikan bahwa upaya membangun kesadaran lingkungan dikelola dan dijalankan sebagai bagian kehidupan di sekolah serta memberi peluang lebih besar tumbuhnya kesadaran lingkungan bagi seluruh entitas sekolah.
14 Ketiga, partisipasi seluruh entitas sekolah. 15 Inisiatif dan pelembagaan semestinya menjadi penyebab partisipasi/keterlibatan semua pihak di sekolah dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. 16 Semua pihak mesti berpartisipasi, termasuk pemangku kepentingan terkait (Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat sekitar sekolah, dan lain-lain). 17 Lebih dari itu, pemahaman dan ikhtiar yang sama serta komitmen yang kuat menambah peluang terwujudnya sekolah sadar lingkungan. 18 Sekolah yang sehat, baik dari aspek manajemen pengelolaan sekolah yang berbasis lingkungan hidup maupun aspek lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang bertujuan membangun kesadaran manusia, dituntut agar berperilaku sehat, sadar, peduli, dan cinta akan lingkungan di sekitarnya.
--
Topik yang dibicarakan pada bacaan di atas adalah ....
sinergitas penanganan lingkungan sekolah
sekolah sebagai sarana membangun karakter
upaya mewujudkan sekolah sadar lingkungan
pelembagaan upaya sadar lingkungan di sekolah
fungsi pendidikan sekolah dalam sadar lingkungan
1 Bersekolah sesungguhnya adalah proses pembelajaran menjadi manusia seutuhnya yang beradab dan berbudaya. 2 Manusia sejatinya berguna dan bermakna bagi manusia lainnya sehingga sekolah merupakan salah satu sarana efektif untuk membangun karakter generasi muda yang sadar lingkungan. 3 Sekolah yang sadar bahwa kebutuhan memelihara lingkungan ialah upaya baik demi masa depan.
4 Untuk mewujudkan sekolah sadar lingkungan, setidaknya diperlukan perhatian terhadap inisiatif, pelembagaan, dan partisipasi. 5 Pertama, inisiatif dari semua warga sekolah perlu ditumbuhkan demi terciptanya budaya sekolah yang sadar lingkungan. 6 nisiatif yang dibarengi komitmen bisa menjadi kunci keberhasilan untuk menumbuhkan budaya sadar lingkungan. 7 Inisiatif dapat datang dari mana saja. 8 Namun, tak ada salahnya jika secara kolektif, pengelola sekolah memulai/menginisiasi kesadaran lingkungan. 9 Dengan segala kewenangan yang dimiliki, biasanya ide dan upaya membangun kesadaran lingkungan menjadi lebih diperhatikan daripada yang dimunculkan oleh individu-individu di sekolah.
10 Kedua, pelembagaan dapat dilakukan dengan menempatkan sekolah sebagai ajang kerja sama antarpersonal di sekolah untuk mewujudkan budaya sekolah yang sejalan dengan tujuan SDGs 2030, terutama yang berkaitan dengan tumbuhnya kesadaran lingkungan. 11 Pelembagaan upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan menjadi hal yang penting karena menjalankan serta mengampanyekan program lingkungan sehat. 12 Misalnya, pengelolaan sampah (manajemen sampah), budaya hemat energi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sekolah, instalasi pengolahan air limbah/IPAL (walaupun dalam skala kecil), pemilahan sampah organik dan anorganik, atau pembuatan resapan biopori. 13 Prinsipnya adalah memastikan bahwa upaya membangun kesadaran lingkungan dikelola dan dijalankan sebagai bagian kehidupan di sekolah serta memberi peluang lebih besar tumbuhnya kesadaran lingkungan bagi seluruh entitas sekolah.
14 Ketiga, partisipasi seluruh entitas sekolah. 15 Inisiatif dan pelembagaan semestinya menjadi penyebab partisipasi/keterlibatan semua pihak di sekolah dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. 16 Semua pihak mesti berpartisipasi, termasuk pemangku kepentingan terkait (Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat sekitar sekolah, dan lain-lain). 17 Lebih dari itu, pemahaman dan ikhtiar yang sama serta komitmen yang kuat menambah peluang terwujudnya sekolah sadar lingkungan. 18 Sekolah yang sehat, baik dari aspek manajemen pengelolaan sekolah yang berbasis lingkungan hidup maupun aspek lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang bertujuan membangun kesadaran manusia, dituntut agar berperilaku sehat, sadar, peduli, dan cinta akan lingkungan di sekitarnya.
--
Yang tergolong kalimat tidak baku pada teks di atas adalah kalimat ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 6
4 dan 8
5 dan 10
1 Bersekolah sesungguhnya adalah proses pembelajaran menjadi manusia seutuhnya yang beradab dan berbudaya. 2 Manusia sejatinya berguna dan bermakna bagi manusia lainnya sehingga sekolah merupakan salah satu sarana efektif untuk membangun karakter generasi muda yang sadar lingkungan. 3 Sekolah yang sadar bahwa kebutuhan memelihara lingkungan ialah upaya baik demi masa depan.
4 Untuk mewujudkan sekolah sadar lingkungan, setidaknya diperlukan perhatian terhadap inisiatif, pelembagaan, dan partisipasi. 5 Pertama, inisiatif dari semua warga sekolah perlu ditumbuhkan demi terciptanya budaya sekolah yang sadar lingkungan. 6 nisiatif yang dibarengi komitmen bisa menjadi kunci keberhasilan untuk menumbuhkan budaya sadar lingkungan. 7 Inisiatif dapat datang dari mana saja. 8 Namun, tak ada salahnya jika secara kolektif, pengelola sekolah memulai/menginisiasi kesadaran lingkungan. 9 Dengan segala kewenangan yang dimiliki, biasanya ide dan upaya membangun kesadaran lingkungan menjadi lebih diperhatikan daripada yang dimunculkan oleh individu-individu di sekolah.
10 Kedua, pelembagaan dapat dilakukan dengan menempatkan sekolah sebagai ajang kerja sama antarpersonal di sekolah untuk mewujudkan budaya sekolah yang sejalan dengan tujuan SDGs 2030, terutama yang berkaitan dengan tumbuhnya kesadaran lingkungan. 11 Pelembagaan upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan menjadi hal yang penting karena menjalankan serta mengampanyekan program lingkungan sehat. 12 Misalnya, pengelolaan sampah (manajemen sampah), budaya hemat energi, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di sekolah, instalasi pengolahan air limbah/IPAL (walaupun dalam skala kecil), pemilahan sampah organik dan anorganik, atau pembuatan resapan biopori. 13 Prinsipnya adalah memastikan bahwa upaya membangun kesadaran lingkungan dikelola dan dijalankan sebagai bagian kehidupan di sekolah serta memberi peluang lebih besar tumbuhnya kesadaran lingkungan bagi seluruh entitas sekolah.
14 Ketiga, partisipasi seluruh entitas sekolah. 15 Inisiatif dan pelembagaan semestinya menjadi penyebab partisipasi/keterlibatan semua pihak di sekolah dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. 16 Semua pihak mesti berpartisipasi, termasuk pemangku kepentingan terkait (Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat sekitar sekolah, dan lain-lain). 17 Lebih dari itu, pemahaman dan ikhtiar yang sama serta komitmen yang kuat menambah peluang terwujudnya sekolah sadar lingkungan. 18 Sekolah yang sehat, baik dari aspek manajemen pengelolaan sekolah yang berbasis lingkungan hidup maupun aspek lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang bertujuan membangun kesadaran manusia, dituntut agar berperilaku sehat, sadar, peduli, dan cinta akan lingkungan di sekitarnya.
--
Ketidaklengkapan struktur didapati pada kalimat ....
12 dan 14
13 dan 15
14 dan 15
15 dan 16
16 dan 17
1Wilayah NKRI membentang dari Sabang sampai Merauke dengan bentuk kepulauan. 2Di antara ribuan pulau tersebut, terbentang lautan yang mencapai dua per tiga wilayah Indonesia. 3Maka dari itu, Indonesia juga disebut negara bahari. 4Secara administratif, Indonesia terdiri atas 34 provinsi yang terbagi menjadi kabupaten dan kota. 5Setiap wilayah memiliki ciri-ciri tersendiri yang berpengaruh langsung terhadap kondisi lingkungan, termasuk flora dan fauna. 6Kondisi letak daerah dan geografis secara tidak langsung juga membentuk keberagaman warga negara atau penduduk yang mendiaminya dengan berbagai aspek kehidupannya. 7Keberagaman wilayah dan lingkungan Indonesia ini memiliki keindahan yang luar biasa, sehingga banyak lokasi wilayah di Indonesia yang menjadi objek wisata. 8Setiap wilayah mempunyai keunggulan tersendiri, seperti keindahan pesisir pantai, terumbu karang, biota laut, pesawahan, hutan, perkebunan, pegunungan, padang rumput, perkotaan, hingga daerah industri.
--
(Sumber: https://www.kompas.com/)
--
Berdasarkan tulisan di atas, Indonesia memiliki keberagaman pada aspek ....
budaya
suku
hayati
lingkungan
abiotik
1Wilayah NKRI membentang dari Sabang sampai Merauke dengan bentuk kepulauan. 2Di antara ribuan pulau tersebut, terbentang lautan yang mencapai dua per tiga wilayah Indonesia. 3Maka dari itu, Indonesia juga disebut negara bahari. 4Secara administratif, Indonesia terdiri atas 34 provinsi yang terbagi menjadi kabupaten dan kota. 5Setiap wilayah memiliki ciri-ciri tersendiri yang berpengaruh langsung terhadap kondisi lingkungan, termasuk flora dan fauna. 6Kondisi letak daerah dan geografis secara tidak langsung juga membentuk keberagaman warga negara atau penduduk yang mendiaminya dengan berbagai aspek kehidupannya. 7Keberagaman wilayah dan lingkungan Indonesia ini memiliki keindahan yang luar biasa, sehingga banyak lokasi wilayah di Indonesia yang menjadi objek wisata. 8Setiap wilayah mempunyai keunggulan tersendiri, seperti keindahan pesisir pantai, terumbu karang, biota laut, pesawahan, hutan, perkebunan, pegunungan, padang rumput, perkotaan, hingga daerah industri.
--
(Sumber: https://www.kompas.com/)
--
Kalimat yang ditulis tidak sesuai dengan ejaan yang benar adalah kalimat ....
1 dan 3
2 dan 4
2 dan 7
3 dan 5
6 dan 8
Dalam pidato perdana pasca-pengukuhannya di lembaga pemberi pinjaman krisis global itu, Georgieva menyatakan bahwa ekonomi global saat ini berada dalam kondisi perlambatan yang tersinkronisasi.
--
Pertimbangkan apakah bagian yang bergaris bawah TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (B, C, D, atau E)!
TIDAK PERLU DIPERBAIKI
pasca pengukuhannya
pascapengukuhannya
pasca Pengukuhannya
Pasca-pengukuhannya
Analisis terbaru IMF juga menunjukkan bahwa efek kumulatif dari perang dagang dapat mengurangi output produk domestik bruto (PDB) global sebesar USD700 miliar atau sekitar 0,8 persen tahun depan. Angka ini, dalam hitungan IMF, sekitaran ukuran seluruh perekonomian negara Swiss.
--
Perbaikan yang tepat kalimat bercetak tebal agar menjadi kalimat baku adalah ...
Angka ini, dalam hitungan IMF sekitaran ukuran seluruh perekonomian negara Swiss.
Angka ini, dalam hitungan IMF, sekitaran ukuran seluruh perekonomian Negara Swiss.
Dalam hitungan IMF, angka ini sekitaran ukuran seluruh perekonomian negara Swiss.
Angka ini, dalam hitungan IMF, sekitar ukuran seluruh perekonomian negara Swiss.
Dalam hitungan IMF, angka ini sekitar ukuran seluruh perekonomian Negara Swiss.
1 Ekosistem adalah suatu kesatuan yang dibentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik). 2 Ekosistem memiliki ciri-ciri lingkungan fisik, ciri-ciri lingkungan kimia, tipe vegetasi/tumbuhan, dan tipe hewan yang spesifik. 3 Ciri-ciri lingkungan fisik dan kimia tersebut beragam sehingga menyebabkan jenis makhluk hidup yang menempatinya juga beragam.
4 Dalam ekosistem, faktor abiotik mempengaruhi faktor biotik, seperti iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasaman. 5 Lalu, faktor abiotik yang bervariasi tersebut menimbulkan kondisi berbeda pula pada setiap ekosistem.
6 Secara garis besar, ada dua jenis ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (ekosistem terestrial) dan ekosistem perairan (ekosistem akuatik). 7 Ekosistem darat terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra. 8 Bioma diartikan sebagai kesatuan antara iklim dominan dan vegetasi serta hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut. 9 Bisa juga diartikan suatu daratan luas yang memiliki karakteristik komponen biotik dan abiotik. 10 Sementara, ekosistem perairan terbagi atas ekosistem air tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.
--
Bentukan kata yang tidak tepat terdapat pada kalimat ....
1
2
3
4
5
(1) Dalam ekosistem, faktor abiotik memengaruhi faktor biotik, seperti iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasaman. (2) Lalu, faktor abiotik yang … tersebut menimbulkan kondisi berbeda pula pada setiap ekosistem.
(3) Secara garis besar, ada dua jenis ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (ekosistem terestrial) dan ekosistem perairan (ekosistem akuatik). (4) Ekosistem darat terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra. (5) Bioma diartikan sebagai kesatuan antara iklim dominan dan vegetasi serta hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut. (6) Bisa juga diartikan suatu daratan luas yang memiliki karakteristik komponen biotik dan abiotik. (7) Sementara itu, ekosistem perairan terbagi atas ekosistem air tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.
--
Yang termasuk kalimat tidak baku dalam paragraf ke-2 adalah kalimat ….
3
4
5
6
7
(1) Dalam ekosistem, faktor abiotik memengaruhi faktor biotik, seperti iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan tingkat keasaman. (2) Lalu, faktor abiotik yang ….... tersebut menimbulkan kondisi berbeda pula pada setiap ekosistem.
(3) Secara garis besar, ada dua jenis ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (ekosistem terestrial) dan ekosistem perairan (ekosistem akuatik). (4) Ekosistem darat terbagi atas beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan gugur, bioma hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra. (5) Bioma diartikan sebagai kesatuan antara iklim dominan dan vegetasi serta hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut. (6) Bisa juga diartikan suatu daratan luas yang memiliki karakteristik komponen biotik dan abiotik. (7) Sementara itu, ekosistem perairan terbagi atas ekosistem air tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang.
--
Bentukan kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada kalimat (2) adalah ….
berada
terdapat
bervariasi
menentukan
diutamakan
