NEW
Font size
Worksheetsuts Ekowisata Bahari
Total questions: 79
Worksheet time: 39mins
Apa definisi ekowisata menurut The International Ecotourism Society (1990)?
Perjalanan ke kota-kota besar untuk berbelanja
Perjalanan bertanggung jawab ke kawasan alami untuk konservasi dan kesejahteraan masyarakat lokal
Wisata dengan menggunakan transportasi mewah seperti kapal pesiar
Aktivitas rekreasi di taman hiburan
Eksploitasi sumber daya alam untuk keuntungan ekonomi
Berikut yang termasuk dalam prinsip ekowisata adalah…
Eksploitasi sumber daya alam maksimal
Partisipasi masyarakat lokal dalam perencanaan
Pembangunan hotel berbintang di kawasan konservasi
Mengutamakan kepentingan investor asing
Menghindari edukasi lingkungan
Perbedaan wisata dan pariwisata terletak pada…
Wisata hanya mencakup transportasi, pariwisata mencakup akomodasi
Wisata bersifat sementara, pariwisata bersifat permanen
Pariwisata mencakup semua aspek perjalanan, wisata hanya aktivitas kunjungan
Wisata hanya untuk orang kaya, pariwisata untuk semua kalangan
Tidak ada perbedaan signifikan
Menurut IUOTO, pelancong adalah wisatawan yang…
Tinggal lebih dari 24 jam di destinasi
Tinggal kurang dari 24 jam di destinasi
Hanya mengunjungi kota-kota besar
Tidak membelanjakan uang selama perjalanan
Hanya melakukan perjalanan bisnis
Karakteristik ekowisata "nature based" berarti…
Berfokus pada pembangunan infrastruktur modern
Mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik utama
Menghindari kawasan alami untuk mengurangi risiko
Hanya melibatkan wisatawan asing
Tidak mempertimbangkan konservasi
Prinsip konservasi dalam ekowisata mencakup…
Eksploitasi sumber daya alam tanpa batas
Pelestarian lingkungan alam dan budaya lokal
Pembangunan masif di kawasan pesisir
Mengabaikan hak masyarakat adat
Fokus pada keuntungan finansial jangka pendek
Tujuan utama ekowisata adalah…
Meningkatkan jumlah wisatawan tanpa batas
Meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan
Membangun resort mewah di kawasan terumbu karang
Mengurangi partisipasi masyarakat lokal
Menghilangkan kearifan lokal
Prinsip partisipasi masyarakat dalam ekowisata berarti…
Masyarakat hanya sebagai penonton
Masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan dan pengembangan
Investasi sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat
Wisatawan tidak berinteraksi dengan masyarakat lokal
Masyarakat dilarang memanfaatkan sumber daya alam
Salah satu kriteria pembangunan berkelanjutan menurut Kementerian Lingkungan Hidup adalah…
Pemborosan sumber daya alam
Peningkatan polusi udara
Penggunaan sumber daya yang dapat diperbarui
Eksploitasi sumber daya unreplaceable
Mengabaikan dampak sosial
Sasaran pembangunan berkelanjutan meliputi…
Pemerataan manfaat antar generasi
Eksploitasi sumber daya alam untuk generasi saat ini
Mengurangi kualitas hidup generasi mendatang
Menghilangkan keanekaragaman hayati
Fokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek
Dampak positif ekowisata bagi masyarakat lokal adalah…
Penurunan kualitas lingkungan
Peningkatan pendapatan ekonomi
Hilangnya budaya tradisional
Eksploitasi tenaga kerja
Pembangunan infrastruktur yang merusak alam
Contoh destinasi ekowisata bahari di Indonesia adalah…
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Nasional Komodo
Mall Grand Indonesia
Gunung Bromo
Monumen Nasional
Menurut Martha Honey (1999), ekowisata harus…
Berdampak besar dan masif
Skala kecil dan berkelanjutan
Menurut Martha Honey (1999), ekowisata harus…
Berdampak besar dan masif
Skala kecil dan berdampak rendah
Mengabaikan pendidikan wisatawan
Tidak melibatkan masyarakat lokal
Fokus pada destinasi perkotaan
Pendekatan keberlanjutan ekologi dalam ekowisata mencakup…
Memelihara keanekaragaman hayati
Menghilangkan habitat alami
Meningkatkan polusi laut
Membatasi akses masyarakat lokal
Mengutamakan pembangunan fisik
Faktor yang mendorong perlunya pembangunan berkelanjutan adalah…
Eksploitasi sumber daya tanpa batas
Alasan moral, ekologi, dan ekonomi
Kepentingan politik jangka pendek
Mengabaikan kesejahteraan masyarakat
Fokus pada industri massal
Undang-undang yang mengatur sistem kepariwisataan di Indonesia adalah…
UU No. 10 Tahun 2009
UU No. 5 Tahun 1990
UU No. 20 Tahun 2003
UU No. 12 Tahun 2011
UU No. 8 Tahun 1999
Tantangan utama dalam pengembangan ekowisata bahari adalah…
Kurangnya minat wisatawan
Konflik antara konservasi dan kepentingan ekonomi
Tidak adanya destinasi alam di Indonesia
Masyarakat menolak partisipasi
Semua destinasi sudah tercemar
Peran pemerintah dalam ekowisata berkelanjutan adalah…
Mengeksploitasi sumber daya alam
Membuat kebijakan yang mendukung konservasi
Mengabaikan masyarakat lokal
Fokus pada pariwisata massal
Menutup akses wisatawan ke kawasan alami
Contoh kegiatan ekowisata yang sesuai prinsip berkelanjutan adalah…
Membangun hotel di atas terumbu karang
Wisata snorkeling dengan edukasi konservasi
Menangkap ikan dengan bahan peledak
Membuang sampah plastik ke laut
Menggunakan kapal besar di area sensitif
Menurut WTO, pariwisata berkelanjutan harus…
Memenuhi kebutuhan saat ini tanpa merusak masa depan
Mengeksploitasi sumber daya untuk keuntungan cepat
Mengabaikan kesejahteraan masyarakat lokal
Fokus pada pembangunan infrastruktur mewah
Menghilangkan kawasan konservasi
Destinasi ekowisata bahari di Indonesia yang terkenal dengan konservasi penyu adalah…
Pantai Kuta, Bali
Pantai Tanjung Tinggi, Belitung
Pantai Sangalaki, Kalimantan Timur
Pantai Parangtritis, Jogyakarta
Pantai Tirtamaya, Indramayu
Contoh kegiatan ekowisata bahari yang mendukung konservasi terumbu karang adalah…
Memancing dengan jaring besar
Snorkeling dengan pemandu lokal yang mengedukasi
Membuang jangkar kapal di atas terumbu karang
Mengumpulkan karang untuk dijual sebagai suvenir
Membangun dermaga beton di area karang
Taman Nasional Wakatobi di Sulawesi Tenggara terkenal sebagai destinasi ekowisata karena…
Memiliki pusat perbelanjaan mewah
Keanekaragaman hayati laut dan terumbu karang
Infrastruktur hotel berbintang lima
Aktivitas jet ski yang intensif
Tambang emas bawah laut
Masalah utama yang dihadapi destinasi ekowisata bahari di Indonesia adalah…
Kurangnya minat wisatawan domestik
Sampah plastik dan kerusakan ekosistem laut
Terlalu banyak aturan konservasi
Tidak ada masyarakat lokal yang terlibat
Semua destinasi sudah terlalu mahal
Contoh partisipasi masyarakat lokal dalam ekowisata bahari adalah…
Menjual suvenir dari kulit penyu
Menjadi pemandu wisata atau homestay
Membuang limbah ke laut
Menebang hutan mangrove untuk kayu bakar
Menggunakan bom ikan untuk menangkap ikan
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 mengatur tentang…
Pembangunan hotel di kawasan konservasi
Sistem kepariwisataan berkelanjutan
Eksploitasi sumber daya mineral laut
Larangan wisatawan asing ke Indonesia
Penggunaan kapal pesiar di laut lepas
Menurut UU No. 10 Tahun 2009, pariwisata berkelanjutan harus memprioritaskan…
Keuntungan ekonomi jangka pendek
Keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan
Pembangunan infrastruktur masif
Eksploitasi sumber daya alam
Mengabaikan hak masyarakat adat
Instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas konservasi kawasan ekowisata bahari adalah…
Kementerian Perindustrian
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kementerian Perdagangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kementerian Pertahanan
Program "Bulan Cinta Laut" yang digagas KKP bertujuan untuk…
Meningkatkan ekspor ikan
Membersihkan sampah laut dan edukasi konservasi
Membangun resort mewah di pesisir
Menjual kawasan laut ke investor asing
Melarang semua aktivitas nelayan
Kriteria kawasan yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata bahari menurut peraturan Indonesia adalah…
Memiliki potensi kerusakan lingkungan tinggi
Memiliki keunikan alam dan budaya yang dilindungi
Hanya boleh dikunjungi wisatawan asing
Tidak melibatkan masyarakat lokal
Sudah tercemar limbah industri
Dampak negatif pariwisata massal terhadap ekowisata bahari adalah…
Meningkatnya kesadaran lingkungan
Kerusakan ekosistem laut akibat aktivitas manusia
Partisipasi masyarakat lokal yang tinggi
Pengurangan sampah plastik
Konservasi terumbu karang yang lebih baik
Solusi untuk mengurangi sampah plastik di destinasi ekowisata bahari adalah…
Membuang sampah ke laut lepas
Menggunakan kemasan sekali pakai
Program "zero waste" dan edukasi pengunjung
Menutup kawasan wisata
Mengimpor sampah dari negara lain
Upaya melibatkan masyarakat adat dalam ekowisata bahari dapat dilakukan dengan…
Mengabaikan kearifan lokal mereka
Memberikan pelatihan dan kesempatan berbisnis
Melarang mereka memasuki kawasan wisata
Membangun hotel tanpa konsultasi dengan mereka
Menghapus tradisi budaya setempat
Teknologi yang dapat mendukung ekowisata bahari berkelanjutan adalah…
Kapal besar berbahan bakar fosil
Drone untuk pemantauan kerusakan terumbu karang
Alat penangkap ikan dengan listrik
Pembuangan limbah industri ke laut
Penggunaan plastik sekali pakai
Indikator keberhasilan ekowisata bahari berkelanjutan adalah…
Peningkatan jumlah wisatawan tanpa batas
Keseimbangan antara konservasi, ekonomi, dan sosial
Penurunan partisipasi masyarakat lokal
Eksploitasi sumber daya alam yang masif
Hilangnya keanekaragaman hayati
Kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal termasuk dalam kategori dampak:
Fisik langsung
Kimia tidak langsung
Biologis jangka panjang
Sosial ekonomi
Budaya lokal
Pembuangan limbah cair dari penginapan pantai dapat menyebabkan:
Peningkatan keanekaragaman hayati
Eutrofikasi perairan
Penurunan suhu air laut
Pertumbuhan terumbu karang
Peningkatan kecerahan air
Aktivitas snorkeling yang tidak terkendali dapat mengakibatkan:
Stimulasi pertumbuhan karang
Pemutihan karang (coral bleach
Aktivitas snorkeling yang tidak terkendali dapat mengakibatkan:
Stimulasi pertumbuhan karang
Pemutihan karang (coral bleaching)
Peningkatan populasi ikan
Penurunan keasinan air
Akresi pantai
Konsep "carrying capacity" dalam ekowisata bahari mengacu pada:
Jumlah maksimal wisatawan yang dapat ditampung tanpa merusak lingkungan
Kapasitas kapal yang boleh beroperasi
Besarnya investasi yang diperlukan
Jumlah spesies ikan yang boleh ditangkap
Luasan kawasan yang harus dikomersialkan
Pembentukan zona inti konservasi dalam kawasan ekowisata bertujuan untuk:
Memperluas area pembangunan resort
Melindungi habitat sensitif dari aktivitas manusia
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Memperbolehkan penangkapan ikan komersial
Mengurangi jumlah wisatawan
Sistem "closed season" pada lokasi ekowisata bahari diterapkan untuk:
Memberi waktu pemulihan ekosistem
Meningkatkan harga paket wisata
Mengurangi jumlah pekerja lokal
Membatasi jenis wisatawan
Memperbanyak kapal pesiar
Parameter berikut yang termasuk indikator kesehatan ekosistem lamun adalah:
Warna pasir pantai
Kepadatan daun per meter persegi
Ketinggian ombak
Jumlah hotel di pesisir
Harga tiket masuk
Pengukuran kecerahan perairan penting untuk menilai:
Potensi wisata bahari
Tingkat sedimentasi
Jumlah spesies burung pantai
Nilai ekonomi kawasan
Kecepatan arus laut
Kondisi mangrove yang sehat ditunjukkan oleh:
Adanya jalan setapak untuk wisatawan
Rapatnya kanopi dan banyaknya akar tunjang
Banyaknya sampah plastik yang terjebak
Pengurangan luas area secara berkala
Dominasi satu spesies tumbuhan
Peraturan tentang jarak minimal pembangunan hotel dari garis pantai bertujuan untuk:
Memperindah pemandangan pantai
Mencegah abrasi dan intrusi air laut
Meningkatkan nilai properti
Memudahkan akses wisatawan
Mengurangi biaya konstruksi
Larangan penggunaan sunscreen tertentu di kawasan terumbu karang didasarkan pada kandungan:
Oxybenzone yang merusak karang
Mineral yang menguntungkan ikan
Vitamin untuk biota laut
Zat yang meningkatkan kecerahan air
Senyawa penyubur lamun
Program sertifikasi ekowisata bahari (ECO Certification) penting untuk:
Membatasi jumlah operator wisata
Menjamin praktik berkelanjutan
Menaikkan harga tiket masuk
Mengurangi jenis aktivitas wisata
Memprioritaskan wisatawan asing
Penggunaan AUV (Autonomous Underwater Vehicle) dalam ekowisata bahari bermanfaat untuk:
Memantau kondisi terumbu karang tanpa gangguan
Menangkap ikan secara masif
Membangun infrastruktur bawah laut
Mengangkut wisatawan ke lokasi terpencil
Membersihkan sampah dasar laut
Sistem pemantauan real-time kualitas air bermanfaat untuk:
Menentukan harga tiket masuk
Mengevaluasi dampak aktivitas wisata
Membatasi jumlah spesies ikan
Mengontrol cuaca
Memprediksi gelombang tsunami
Aplikasi mobile yang menunjukkan zona sensitif di kawasan ekowisata membantu:
Meningkatkan jumlah selfie wisatawan
Mengarahkan wisatawan untuk menghindari area rentan
Memperjualbelikan terumbu karang
Menghitung keuntungan operator wisata
Mempromosikan hotel mewah
Program "homestay berbasis masyarakat" dalam ekowisata bahari bertujuan untuk:
Menggantikan fungsi hotel berbintang
Memberi manfaat ekonomi langsung pada masyarakat
Program "homestay berbasis masyarakat" dalam ekowisata bahari bertujuan untuk:
Menggantikan fungsi hotel berbintang
Memberi manfaat ekonomi langsung pada masyarakat
Mengurangi interaksi wisatawan-lokal
Memusatkan akomodasi di satu area
Membatasi gaya hidup tradisional
Pelibatan masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan konservasi penting karena:
Mereka memiliki pengetahuan lokal tentang ekosistem
Untuk menghilangkan peran pemerintah
Agar bisa mematok harga semaunya
Mengurangi kebutuhan akan penelitian ilmiah
Menghapus aturan konservasi
Sistem bagi hasil dari tiket masuk kawasan konservasi untuk masyarakat lokal merupakan contoh:
Ekstraksi sumber daya alam
Keberlanjutan ekonomi
Komersialisasi budaya
Sentralisasi pengelolaan
Pembatasan akses publik
Keberhasilan ekowisata bahari di Raja Ampat ditunjukkan oleh:
Pembangunan resort mewah di setiap pulau
Sistem kuota kunjungan dan partisipasi masyarakat
Penangkapan ikan komersial yang meningkat
Pemindahan penduduk lokal
Komersialisasi situs budaya
Masalah utama di Gili Trawangan sebagai destinasi ekowisata adalah:
Terlalu banyak aturan konservasi
Overkapasitas wisatawan dan kerusakan terumbu
Kurangnya minat wisatawan
Tidak ada masyarakat lokal yang terlibat
Air laut terlalu jernih
Program "Biorock" di Pemuteran, Bali merupakan contoh:
Rehabilitasi terumbu karang dengan teknologi
Pembangunan dermaga mewah
Penangkapan ikan berkelanjutan
Konversi hutan mangrove
Eksploitasi pasir pantai
Ancaman terbesar bagi ekowisata bahari di era perubahan iklim adalah:
Penurunan minat wisatawan
Pemutihan karang massal (mass bleaching)
Berkurangnya hotel berbintang
Transportasi laut yang mahal
Kurangnya tenaga pemandu
Strategi adaptasi kawasan ekowisata terhadap kenaikan muka air laut adalah:
Membangun tembok laut beton
Relokasi seluruh fasilitas ke daratan
Rehabilitasi mangrove sebagai buffer alami
Menutup kawasan wisata permanen
Mengimpor pasir untuk reklamasi
Konsep "regenerative tourism" dalam ekowisata bahari berarti:
Wisata yang meninggalkan dampak positif bagi lingkungan
Membatasi wisatawan berdasarkan negara asal
Mengganti seluruh ekosistem dengan buatan
Memprioritaskan keuntungan ekonomi semata
Menghilangkan semua aktivitas manusia di laut
Indikator keberhasilan ekowisata bahari berkelanjutan yang paling tepat adalah:
Keseimbangan antara konservasi, ekonomi, dan sosial
Peningkatan jumlah wisatawan tanpa batas
Pembangunan infrastruktur masif
Komersialisasi seluruh kawasan
Penurunan partisipasi masyarakat lokal
Menurut data presentasi, Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki panjang garis pantai sebesar:
1.240 km
1.740 km
2.000 km
2.500 km
3.000 km
Pulau Hari di Sulawesi Tenggara dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis:
Budaya tradisional
Konservasi terumbu karang dan pulau kecil
Industri perikanan komersial
Resort mewah internasional
Tambang bawah laut
Wahana rehabilitasi terumbu karang berbasis ekowisata di Pulau Pramuka memanfaatkan energi:
Angin
Matahari
Gelombang laut
Diesel
Nuklir
Faktor utama yang menentukan daya dukung perairan untuk ekowisata bahari adalah:
Jumlah hotel berbintang
Kapasitas ekosistem menyerap dampak aktivitas wisata
Harga tiket masuk
Ketersediaan transportasi udara
Popula
daya dukung perairan untuk ekowisata bahari adalah:
Jumlah hotel berbintang
Kapasitas ekosistem menyerap dampak aktivitas wisata
Harga tiket masuk
Ketersediaan transportasi udara
Popularitas di media sosial
Dalam pemetaan kesesuaian wisata bahari, parameter yang TIDAK termasuk adalah:
Kedalaman perairan
Kecepatan arus
Harga homestay
Kecerahan air
Substrat dasar laut
Strategi pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan mencakup:
Eksploitasi sumber daya maksimal
Pemetaan potensi dan pembangunan berbasis data
Pembatasan partisipasi masyarakat lokal
Penghapusan zona konservasi
Penggunaan alat tangkap destruktif
Contoh prinsip "kepemilikan lokal" dalam ekowisata bahari adalah:
Investor asing menguasai 100% kawasan
Masyarakat memiliki hak mengelola sumber daya wisata
Pembangunan tanpa konsultasi masyarakat
Larangan masyarakat memanfaatkan kawasan
Pengelolaan sepenuhnya oleh pemerintah pusat
Lembaga yang TIDAK termasuk mitra kerja pengelolaan ekowisata di Muaragembong adalah:
Universitas
Industri pariwisata mapan
Perusahaan tambang batubara
LSM lingkungan
Kantor wisata pemerintah
Aspek gender dalam partisipasi masyarakat berarti:
Hanya laki-laki yang boleh bekerja di sektor wisata
Kesetaraan peran perempuan dan laki-laki dalam pengelolaan
Larangan perempuan terlibat dalam keputusan
Prioritas pada tenaga kerja asing
Pembagian wilayah berdasarkan jenis kelamin
Ilustrasi Biorock dalam presentasi menunjukkan contoh penerapan teknologi untuk:
Reklamasi pantai
Rehabilitasi terumbu karang
Pembangkit listrik tenaga ombak
Budidaya rumput laut
Pembersihan sampah plastik
Keunggulan operasional wahana berbasis energi matahari adalah:
Meningkatkan polusi udara
Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
Mempercepat kerusakan terumbu karang
Membatasi akses masyarakat lokal
Menurunkan biaya perawatan kapal
Menurut presentasi, tantangan utama pengembangan ekowisata bahari di Indonesia adalah:
Kurangnya sumber daya alam
Belum optimalnya pemanfaatan potensi sebagai keunggulan kompetitif
Terlalu banyak regulasi konservasi
Tidak adanya minat wisatawan
Dominasi hotel berbintang internasional
Strategi pemasaran ekowisata bahari yang berkelanjutan harus memprioritaskan:
Jumlah wisatawan sebanyak-banyaknya
Keseimbangan antara promosi dan daya dukung lingkungan
Pembangunan infrastruktur mewah
Eksploitasi budaya lokal untuk atraksi
Penurunan harga tiket secara drastis
Peringkat global kekayaan SDA Indonesia menurut data presentasi bersumber dari:
FAO dan Worldometers
WHO dan UNESCO
IMF dan World Bank
NASA dan NOAA
Greenpeace dan WWF
Pernyataan yang sesuai dengan kesimpulan presentasi adalah:
Ekowisata bahari telah menjadi penopang utama ekonomi nasional
Pengembangan masih membutuhkan strategi untuk mencapai keberlanjutan
Potensi bahari Indonesia sudah tidak relevan di pasar global
Partisipasi masyarakat harus dihilangkan
Konservasi menghambat pertumbuhan ekonomi
