wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz EBI Tema 10 MBSR

Total questions: 35

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan relativisme budaya dalam konteks etika bisnis internasional?

a)

Standar etika harus seragam di semua negara.

b)

Etika bisnis disesuaikan dengan norma dan nilai lokal.

c)

Perusahaan mengabaikan budaya lokal untuk efisiensi.

d)

Hanya hukum internasional yang berlaku.

2.

Menurut Hofstede’s Cultural Dimensions, negara dengan high power distance cenderung:

a)

Menolak hierarki dalam perusahaan.

b)

Menerima ketimpangan kekuasaan sebagai hal wajar.

c)

Mengutamakan kesetaraan gender.

d)

Menghindari negosiasi bisnis.

3.

Contoh praktik bisnis yang dianggap etis di satu negara tetapi tidak etis di negara lain adalah:

a)

Memberi bonus kinerja.

b)

Memberi "hadiah" kepada pejabat untuk mempercepat izin (guanxi).

c)

Menerapkan standar lingkungan yang ketat.

d)

Membuka cabang di luar negeri.

4.

Kasus IKEA di Rusia yang membatalkan investasi karena tuntutan suap menunjukkan:

a)

Komitmen pada standar etika universal.

b)

Ketidakmampuan beradaptasi dengan budaya lokal.

c)

Penolakan terhadap globalisasi.

d)

Kurangnya riset pasar.

5.

Budaya low-context dalam komunikasi bisnis ditandai dengan:

a)

Ketergantungan pada hubungan personal.

b)

Pesan tersirat dan tidak langsung.

c)

Kontrak tertulis dan eksplisit.

d)

Negosiasi yang berlarut-larut.

6.

Apa dampak utama perbedaan standar etika dalam bisnis internasional?

a)

Meningkatkan keuntungan perusahaan.

b)

Menyebabkan konflik antara kepatuhan lokal dan global.

c)

Menghilangkan persaingan bisnis.

d)

Mempercepat proses produksi.

7.

Di Jepang, hubungan bisnis sering dibangun berdasarkan kepercayaan jangka panjang. Hal ini mencerminkan dimensi budaya Hofstede yaitu:

a)

Individualisme.

b)

Kolektivisme.

c)

Avoidance of uncertainty.

d)

Masculinity.

8.

Contoh perusahaan yang menghadapi kritik karena perbedaan standar etika antara negara asal dan operasionalnya adalah:

a)

Nike di Indonesia.

b)

Tesla di Norwegia.

c)

Amazon di Kanada.

d)

Google di Australia.

9.

Apa alasan utama perusahaan multinasional kesulitan menerapkan standar etika yang seragam?

a)

Teknologi yang tidak memadai.

b)

Tekanan dari pemegang saham.

c)

Perbedaan hukum dan budaya di tiap negara.

d)

Kurangnya sumber daya manusia.

10.

Universalisme etika dalam bisnis internasional berarti:

a)

Menyesuaikan etika dengan budaya lokal.

b)

Menerapkan standar etika yang sama di semua negara.

c)

Mengabaikan hukum internasional.

d)

Hanya mematuhi hukum negara asal.

11.

Apa yang dimaksud dengan race to the bottom dalam globalisasi ekonomi?

a)

Perusahaan bersaing meningkatkan standar buruh dan lingkungan.

b)

Perusahaan pindah ke negara dengan regulasi paling longgar untuk menekan biaya.

c)

Meningkatnya kolaborasi antarnegara untuk keberlanjutan.

d)

Penurunan jumlah perusahaan multinasional.

12.

Kasus Rana Plaza (2013) di Bangladesh menunjukkan tantangan etika berupa:

a)

Eksploitasi tenaga kerja dan standar keselamatan rendah.

b)

Praktik monopoli oleh perusahaan global.

c)

Pelanggaran hak kekayaan intelektual.

d)

Penyalahgunaan data konsumen.

13.

Greenwashing adalah praktik di mana perusahaan:

a)

Meningkatkan produksi ramah lingkungan.

b)

Memberi klaim palsu tentang keberlanjutan.

c)

Menolak menggunakan energi terbarukan.

d)

Menutup pabrik yang mencemari lingkungan.

14.

Apa dampak utama dumping lingkungan?

a)

Meningkatkan daya saing ekonomi.

b)

Kerusakan ekosistem di negara berkembang.

c)

Penurunan angka kemiskinan global.

d)

Meningkatkan standar hidup buruh.

15.

Nestlé dikritik karena mempromosikan susu formula di Afrika pada 1970-an. Masalah etika yang muncul adalah:

a)

Pelanggaran hak paten.

b)

Eksploitasi sumber daya alam.

c)

Bahaya kesehatan bagi bayi karena air tidak bersih.

d)

Manipulasi harga pasar.

16.

Apa penyebab utama eksploitasi tenaga kerja dalam rantai pasok global?

a)

Tingginya permintaan konsumen.

b)

Lemahnya penegakan hukum di negara berkembang.

c)

Kurangnya teknologi produksi.

d)

Rendahnya tingkat pendidikan buruh.

17.

Contoh tantangan etika dalam ekonomi digital adalah:

a)

Penggunaan data pribadi tanpa izin oleh perusahaan teknologi.

b)

Peningkatan upah buruh pabrik.

c)

Penurunan jumlah startup.

d)

Larangan impor produk elektronik.

18.

Apa solusi untuk mencegah race to the bottom dalam standar buruh?

a)

Meningkatkan outsourcing ke negara upah rendah.

b)

Menerapkan sertifikasi internasional seperti Fair Trade.

c)

Mengurangi transparansi rantai pasok.

d)

Menghindari kerja sama dengan LSM.

19.

Kasus Volkswagen Dieselgate (2015) melibatkan pelanggaran etika berupa:

a)

Penipuan emisi kendaraan.

b)

Eksploitasi buruh anak.

c)

Suap kepada pemerintah.

d)

Monopoli pasar otomotif.

20.

Globalisasi ekonomi memperparah ketimpangan karena:

a)

Perusahaan multinasional menguasai pasar lokal.

b)

Semua negara menerima manfaat secara merata.

c)

Tidak ada regulasi internasional.

d)

Buruh di negara maju diupah lebih rendah.

21.

OECD Guidelines for Multinational Enterprises bertujuan untuk:

a)

Mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.

b)

Menghapuskan perusahaan multinasional.

c)

Membatasi perdagangan internasional.

d)

Meningkatkan tarif impor.

22.

UN Global Compact fokus pada isu-isu seperti:

a)

Hak asasi manusia, lingkungan, dan anti-korupsi.

b)

Promosi monopoli bisnis.

c)

Penghapusan pajak perusahaan.

d)

Pembatasan migrasi tenaga kerja.

23.

ISO 26000 adalah standar internasional tentang:

a)

Kualitas produk.

b)

Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

c)

Hak paten teknologi.

d)

Ekspor bahan mentah.

24.

Transparency International dikenal karena menerbitkan:

a)

Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index).

b)

Daftar perusahaan terbesar di dunia.

c)

Laporan pertumbuhan ekonomi global.

d)

Standar upah minimum internasional.

25.

Sanksi yang diterapkan Uni Eropa terhadap produk terkait deforestasi bertujuan untuk:

a)

Mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

b)

Mengurangi impor dari negara berkembang.

c)

Menghambat inovasi teknologi.

d)

Meningkatkan harga produk konsumen.

26.

Peran International Labour Organization (ILO) adalah:

a)

Menetapkan standar ketenagakerjaan global.

b)

Mengatur harga komoditas internasional.

c)

Membatasi perdagangan bebas.

d)

Memberi pinjaman kepada perusahaan.

27.

Contoh keberhasilan intervensi organisasi internasional adalah:

a)

Pelarangan pekerja anak di industri karpet oleh ILO.

b)

Penurunan upah buruh di Asia Tenggara.

c)

Peningkatan praktik greenwashing.

d)

Pembubaran perusahaan multinasional.

28.

Apa kelemahan utama dari standar sukarela seperti ISO 26000?

a)

Tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

b)

Terlalu fokus pada keuntungan perusahaan.

c)

Hanya berlaku untuk negara maju.

d)

Menghambat inovasi bisnis.

29.

Glencore didenda $1,1 miliar oleh AS pada 2022 karena pelanggaran:

a)

Suap di beberapa negara.

b)

Manipulasi pasar saham.

c)

Eksploitasi sumber daya alam.

d)

Pelanggaran hak cipta.

30.

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB relevan dengan etika bisnis karena:

a)

Menjadi dasar untuk melindungi hak buruh dan konsumen.

b)

Mendorong praktik monopoli.

c)

Menghapuskan tanggung jawab perusahaan.

d)

Hanya berlaku untuk pemerintah.

31.

Jika sebuah perusahaan AS beroperasi di India dan menghadapi tuntutan suap, apa tindakan paling etis menurut OECD Guidelines?

a)

Membayar suap untuk menjaga kelancaran bisnis.

b)

Menolak dan melaporkan melalui mekanisme compliance.

c)

Menutup operasi di India.

d)

Mengabaikan tuntutan tersebut.

32.

Upaya untuk menyelaraskan standar etika global dan budaya lokal disebut:

a)

Universalisme.

b)

Relativisme budaya.

c)

Hybrid approach.

d)

Isolasionisme.

33.

Manakah yang BUKAN tantangan etika dalam globalisasi?

a)

Eksploitasi tenaga kerja.

b)

Peningkatan standar lingkungan.

c)

Dumping lingkungan.

d)

Ketimpangan ekonomi.

34.

Organisasi mana yang paling aktif dalam memerangi korupsi bisnis internasional?

a)

World Trade Organization (WTO).

b)

Transparency International.

c)

International Monetary Fund (IMF).

d)

World Health Organization (WHO).

35.

Kasus fast fashion yang menggunakan buruh murah di negara berkembang mencerminkan masalah:

a)

Race to the bottom.

b)

Greenwashing.

c)

Universalisme etika.

d)

Kebijakan proteksionisme.