NEW
Font size
WorksheetsReview Komputasi Awan - 2TRKA
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Sebuah perusahaan ingin memigrasikan seluruh lingkungan pengembangannya ke infrastruktur virtual. Mereka mempertimbangkan antara hypervisor Tipe 1 dan Tipe 2. Jika keputusan akhir mengutamakan performa maksimal dan efisiensi sumber daya dalam skala besar, pilihan mana yang paling tepat dan mengapa?
Tipe 1, karena dapat berjalan di atas sistem operasi host yang ringan
Tipe 1, karena berjalan langsung di atas perangkat keras fisik tanpa lapisan OS
Tipe 2, karena lebih fleksibel dan mendukung lebih banyak sistem operasi guest
Tipe 2, karena mendukung virtualisasi nested secara default
Dalam skenario di mana host menjalankan lebih dari 5.000 instans aplikasi ringan yang perlu diisolasi tetapi tetap berbagi kernel OS, teknologi manakah yang paling sesuai dan mengapa?
Mesin virtual, karena menyediakan sistem operasi lengkap per instans
Hypervisor Tipe 1, karena dapat menangani beban tinggi dengan efisien
Kontainer, karena menyediakan isolasi dan overhead rendah
Hypervisor Tipe 2, karena lebih fleksibel di atas OS host
Apa risiko utama yang secara konseptual melekat ketika terjadi pembaruan kernel pada host yang menjalankan banyak kontainer?
Semua kontainer menjadi lebih aman secara otomatis
Setiap kontainer harus diperbarui secara individual
Kontainer tidak terpengaruh karena memiliki kernel sendiri
Semua kontainer akan terpengaruh oleh pembaruan tersebut
Bagaimana hubungan antara namespace dan keamanan isolasi dalam konteks virtual machine menurut materi?
Namespace digunakan untuk mempercepat proses boot VM
Namespace bertugas menyatukan semua mesin virtual dalam satu ruang
Namespace memungkinkan sistem operasi host mengisolasi tiap mesin virtual
Namespace hanya relevan dalam konteks container, bukan VM
Dalam perbandingan arsitektur, mengapa sistem kontainer cenderung lebih cocok digunakan untuk implementasi microservices daripada mesin virtual?
Karena kontainer memiliki HAL (Hardware Abstraction Layer) khusus
Karena kontainer menyimpan OS lengkap dalam setiap instans
Karena kontainer dijalankan oleh hypervisor secara langsung
Karena kontainer memungkinkan eksekusi paralel aplikasi dengan isolasi ringan
Apa perbedaan konseptual utama antara virtual machine dan container terkait pengelolaan sistem operasi?
VM hanya membutuhkan kernel dari host
Container menyertakan sistem operasi lengkap
VM memiliki OS sendiri, container berbagi kernel host
Container tidak bisa berjalan tanpa hypervisor
Dalam konteks virtualisasi, bagaimana hypervisor Tipe 1 memastikan efisiensi sumber daya dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang menggunakan sistem fisik terpisah untuk setiap sistem operasi?
Dengan memungkinkan beberapa mesin virtual berbagi sumber daya fisik melalui pengelolaan hypervisor.
Dengan menghilangkan kebutuhan akan CPU virtual dan memori untuk mesin virtual
Dengan menjalankan sistem operasi host yang mengisolasi setiap mesin virtual secara independen
Dengan mengemulasi perangkat keras untuk setiap mesin virtual tanpa berbagi sumber daya fisik.
Jika sebuah perusahaan ingin mengurangi konsumsi daya pusat data sambil mempertahankan isolasi aplikasi yang kuat, pendekatan mana yang paling sesuai berdasarkan dokumen?
Menggunakan kontainer untuk semua aplikasi tanpa virtualisasi.
Mengkonsolidasikan server fisik ke mesin virtual menggunakan hypervisor Tipe 1.
Menjalankan hypervisor Tipe 2 untuk mendukung pengujian aplikasi.
Menggunakan sistem fisik terpisah untuk setiap aplikasi.
Seorang pengembang ingin menyebarkan aplikasi mikro yang skalabel dengan cepat di lingkungan cloud. Berdasarkan dokumen, mengapa kontainer lebih disukai dibandingkan mesin virtual untuk kasus ini?
Kontainer hanya mendukung aplikasi monolitik dengan desain tradisional.
Kontainer memerlukan hypervisor untuk mengelola sumber daya aplikasi.
Kontainer mendukung ribuan instans dengan overhead rendah dan waktu start cepat.
Kontainer memiliki waktu boot lebih lama tetapi isolasi lebih kuat.
Dalam skenario di mana sebuah perusahaan perlu menjalankan beberapa sistem operasi yang berbeda pada server yang sama, pendekatan mana yang paling sesuai berdasarkan dokumen?
Menggunakan kontainer untuk mengisolasi setiap sistem operasi.
Menggunakan hypervisor Tipe 1 untuk menjalankan mesin virtual dengan sistem operasi berbeda.
Menggunakan hypervisor Tipe 2 untuk fleksibilitas penggunaan.
Menggunakan sistem manajemen kontainer untuk berbagi kernel host.
Bagaimana virtualisasi mendukung pengembangan perangkat lunak dengan cara yang tidak dapat dicapai oleh sistem fisik tradisional?
Dengan menyediakan perangkat keras fisik terpisah untuk setiap lingkungan pengembangan.
Dengan mengurangi kebutuhan akan isolasi lingkungan pengembangan.
Dengan mengharuskan pengembang menginstal sistem operasi baru untuk setiap pengujian
Dengan memungkinkan pengujian pada mesin virtual yang telah dikonfigurasi sebelumnya.
Jika sebuah organisasi ingin meminimalkan kompleksitas instalasi sambil tetap mendukung pengujian aplikasi, pendekatan mana yang paling sesuai berdasarkan dokumen?
Menggunakan hypervisor Tipe 1 seperti VMware vSphere/ESXi.
Menggunakan kontainer tanpa runtime seperti Docker.
Menggunakan hypervisor Tipe 2 seperti Oracle VirtualBox.
Menggunakan sistem fisik terpisah untuk setiap pengujian.
Apa implikasi dari ketergantungan sistem operasi host pada hypervisor Tipe 2 dalam konteks pengelolaan sumber daya?
Hypervisor Tipe 2 tidak memerlukan sumber daya tambahan dari sistem operasi host.
Hypervisor Tipe 2 memberikan isolasi yang lebih kuat dibandingkan Tipe 1.
Hypervisor Tipe 2 tidak mendukung pengelolaan beberapa mesin virtual.
Hypervisor Tipe 2 dapat mengalami penurunan performa karena lapisan sistem operasi tambahan.
Dalam konteks konsolidasi server, bagaimana virtualisasi membantu mengurangi pembangkitan panas di pusat data?
Dengan mengurangi jumlah server fisik melalui penggunaan mesin virtual.
Dengan menjalankan kontainer tanpa isolasi sumber daya.
Dengan meningkatkan jumlah server fisik yang digunakan.
Dengan menghilangkan kebutuhan akan hypervisor di server.
Bagaimana virtualisasi mendukung compartmentalization tanpa memerlukan perangkat keras tambahan?
Dengan menjalankan setiap aplikasi pada server fisik terpisah.
Dengan membagi mesin fisik menjadi beberapa mesin virtual terisolasi.
Dengan menghilangkan kebutuhan akan isolasi antar aplikasi.
Dengan menggunakan kontainer untuk berbagi sumber daya tanpa isolasi.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar tentang isolasi dalam kontainer?
Kontainer tidak dapat berjalan secara bersamaan pada host yang sama.
Kontainer hanya mendukung isolasi aplikasi jika menggunakan hypervisor tipe 1.
Kontainer mendukung isolasi satu atau beberapa aplikasi, tetapi perubahan di seluruh sistem akan terlihat di setiap kontainer.
Kontainer tidak mendukung isolasi aplikasi atau proses.
Manakah dari pernyataan berikut yang benar tentang penggunaan kernel dalam kontainer?
Setiap kontainer memiliki kernel sendiri yang terpisah dari host.
Kernel host digunakan bersama oleh semua kontainer yang berjalan di sistem tersebut.
Kernel kontainer hanya dapat diperbarui secara manual oleh administrator.
Kernel kontainer tidak mendukung peningkatan otomatis karena sifatnya yang statis.
Apa yang membedakan kontainer dari mesin virtual dalam hal isolasi?
Kontainer tidak dapat berjalan secara bersamaan pada host yang sama.
Kontainer berbagi kernel host, sedangkan mesin virtual memiliki kernel sendiri.
Kontainer memerlukan hypervisor untuk menjaga isolasi antar aplikasi.
Kontainer tidak mendukung isolasi aplikasi atau proses.
Manakah dari pernyataan berikut yang salah tentang hypervisor tipe 2?
Hypervisor tipe 2 berjalan di atas sistem operasi host.
Hypervisor tipe 2 lebih mudah digunakan dan diinstal dibandingkan tipe 1.
Hypervisor tipe 2 umumnya digunakan di pusat data perusahaan karena performanya yang tinggi.
Hypervisor tipe 2 menyebabkan penurunan performa karena tambahan lapisan sistem operasi host.
Dalam konteks pengaturan jaringan pada VM Ubuntu untuk menjalankan Docker, mengapa perintah sudo netplan apply dijalankan sebelum memeriksa koneksi internet?
Untuk menginstal Docker pada sistem operasi Ubuntu.
Untuk menghapus cache jaringan yang tersimpan di sistem.
Untuk mengaktifkan Open vSwitch pada VM Ubuntu.
Untuk memperbarui konfigurasi jaringan dan memastikan konektivitas.
Jika seorang pengembang ingin memastikan bahwa kontainer WordPress dan MySQL berjalan dengan benar setelah dibuat, langkah apa yang harus diambil berdasarkan dokumen?
Mengakses shell kontainer WordPress dan menjalankan perintah mysql -u root -p.
Menjalankan perintah sudo docker container list untuk memeriksa daftar kontainer.
Memeriksa IP Address host dengan ip a show enp0s3 sebelum membuat kontainer.
Menginstal ulang Docker dengan sudo apt install docker.io -y.
Bagaimana perintah sudo docker run -d --name=cont-wordpress -p 80:80 wordpress berkontribusi pada efisiensi penyebaran aplikasi WordPress?
Dengan menghapus kebutuhan untuk konfigurasi database MySQL.
Dengan menginstal dependensi WordPress secara otomatis pada host.
Dengan membuat kontainer yang terisolasi dan langsung memetakan port 80 ke host.
Dengan mengatur WordPress untuk berjalan tanpa port forwarding.
Dalam konteks inisialisasi WordPress, mengapa IP Address host digunakan sebagai Database Host saat mengisi informasi database?
Untuk memungkinkan WordPress berkomunikasi dengan kontainer MySQL melalui jaringan host.
Untuk memetakan port 3306 dari kontainer MySQL ke host.
Untuk menggantikan nama database dengan IP Address.
Untuk menghindari penggunaan username dan kata sandi
Mengapa perintah sudo docker run dengan opsi -d digunakan saat membuat kontainer WordPress?
Untuk mengatur kontainer agar hanya berjalan sekali.
Untuk menghapus kontainer setelah selesai dijalankan.
Untuk menghentikan kontainer setelah pembuatan.
Untuk menjalankan kontainer di background tanpa interaksi langsung.
Jika seorang pengembang ingin memastikan bahwa postingan WordPress dapat dilihat oleh pengguna melalui browser, apa yang harus dilakukan setelah mempublikasikan postingan?
Mengakses IP Address VM di browser untuk melihat halaman utama WordPress.
Mengubah konfigurasi port forwarding pada kontainer WordPress.
Membuat pengguna baru di MySQL untuk mengakses postingan.
Menginstal ulang kontainer WordPress dengan postingan baru.
Jika Anda mendapati error saat menghubungkan WordPress ke MySQL dengan pesan "Access denied for user", kemungkinan besar kesalahan terletak pada...
Penggunaan IP publik dalam kolom Database Host
Konfigurasi docker-compose.yml tidak disimpan
Tidak menjalankan FLUSH PRIVILEGES; setelah membuat user
Penggunaan port 8080 alih-alih 3306
Dalam konteks penggunaan Docker untuk WordPress dan MySQL, mengapa disarankan membuat user MySQL yang dapat diakses dari % daripada localhost?
Untuk menghindari konflik port antara WordPress dan MySQL
Karena Docker Container memiliki namespace jaringan terpisah
Agar bisa diakses dari browser host
Karena % lebih aman daripada localhost
Jika konfigurasi port untuk container WordPress diubah dari 80:80 menjadi 8080:80, bagaimana cara mengakses halaman WordPress dari browser?
Masukkan IP VM saja di browser
Gunakan port default 3306
Akses melalui http://<IP_VM>:8080
Gunakan https://localhost:80
Mengapa penggunaan Docker Compose sangat direkomendasikan untuk deployment WordPress dan MySQL dibanding menjalankan container satu per satu?
Karena Docker Compose menggunakan lebih sedikit memori
Karena bisa menjalankan banyak container sekaligus dengan satu perintah
Karena Docker Compose tidak memerlukan image
Karena Docker Compose otomatis melakukan backup
Apa konsekuensi dari tidak melakukan GRANT ALL PRIVILEGES pada user MySQL yang baru dibuat untuk digunakan WordPress?
WordPress akan menonaktifkan plugin
WordPress akan menggunakan root user secara otomatis
WordPress tidak dapat membuat tabel dan akan gagal instalasi
WordPress tetap bisa membaca database
Ketika mengakses http://<IP_VM> dan muncul halaman Apache default, kemungkinan penyebabnya adalah:
Port WordPress salah
WordPress belum dipasang
Container WordPress belum berjalan
IP VM salah
Dalam skenario produksi, dua container (Apache & Nginx) di-host pada satu VM menggunakan LXC. Jika administrator lupa melakukan port forwarding, implikasi terhadap arsitektur layanan adalah...
Keduanya tetap bisa diakses melalui IP publik container masing-masing.
Hanya container Apache yang bisa diakses karena menggunakan port default HTTP.
Container tidak bisa diakses dari luar host tanpa port forwarding eksplisit.
Port 80 akan otomatis dialihkan ke container pertama yang aktif.
Jika perintah lxd init --auto dilewatkan setelah instalasi Ubuntu, dampak langsungnya terhadap proses pembuatan container adalah...
Container tetap dapat dibuat, tetapi tanpa dukungan konfigurasi jaringan.
Container tidak dapat dibuat karena LXD belum terinisialisasi.
Container akan terbatas pada image Debian saja
Container akan berjalan tetapi tidak dapat dieksekusi dengan bash.
Seorang pengguna mengamati bahwa RAM yang terbaca di dalam container sama dengan Host OS. Analisis yang paling tepat terhadap fenomena ini adalah...
Container secara default memalsukan alokasi memori agar terlihat besar.
Container memanfaatkan virtualisasi penuh sehingga meniru RAM host.
Container belum dibatasi resource-nya, sehingga mengambil dari Host langsung.
Konfigurasi port yang salah menyebabkan error dalam pelaporan RAM.
Ketika Anda mengganti index.html di /var/www/html dalam container1 dan tidak melihat perubahan pada browser, penyebab yang paling mungkin adalah...
Apache tidak berjalan di container1.
File HTML disimpan di direktori yang salah.
Port forwarding tidak dikonfigurasi ke port 8080.
Perubahan belum disimpan setelah pengeditan.
Mengapa pembuatan container kedua lebih cepat dari yang pertama meskipun berbasis image yang sama?
Karena container kedua otomatis mewarisi konfigurasi container pertama.
Karena image sudah di-cache oleh LXD setelah download pertama.
Karena container kedua dibuat dengan mode snapshot.
Karena container kedua berjalan dalam mode ringan tanpa init.
Dalam arsitektur sistem berbasis LXC, peran lxc exec container1 bash setara dengan...
Masuk ke shell container untuk konfigurasi manual.
Mengeksekusi bash script di luar container.
Menginisialisasi konfigurasi jaringan container.
Menjalankan script deploy otomatis di container.
Apa kelebihan utama menggunakan lxc dibandingkan virtualisasi penuh dalam konteks pembelajaran praktikum cloud computing?
Container dapat digunakan tanpa internet.
Proses pembuatan image otomatis dilakukan setiap login.
Resource yang dibutuhkan lebih ringan dan cepat dibandingkan VM.
Tidak memerlukan sistem operasi Host.
Mengedit index.html di container akan berpengaruh pada tampilan browser jika dan hanya jika...
Apache/Nginx aktif dan file HTML disimpan pada direktori yang sesuai.
DNS server disetel ke IP container.
File diletakkan di direktori /etc/html/.
Port forwarding diaktifkan ke port 443.
Seorang siswa ingin mengatur agar hanya container2 yang bisa menggunakan maksimum 1 CPU core dan RAM 512MB. Perintah konfigurasi yang paling mendekati adalah...
lxc limit container2 --cpu 1 --ram 512M
lxc enforce container2 --limit-cpu=1 --limit-ram=512
lxc config set container2 limits.cpu 1 && lxc config set container2 limits.memory 512MB
lxc exec container2 set --cpu 1 --ram 512M
Mengapa kombinasi penggunaan Vagrant dengan KVM dianggap lebih efisien dibandingkan penggunaan KVM secara langsung dalam konteks pengelolaan lingkungan virtualisasi?
Karena KVM memiliki GUI bawaan yang lebih mudah digunakan dibanding Vagrant
Karena Vagrant mampu menggantikan fungsi KVM sepenuhnya
Karena KVM lebih kompatibel dengan VirtualBox daripada Vagrant
Karena Vagrant menyederhanakan proses provisioning dan manajemen VM di atas KVM
Dalam praktik konfigurasi jaringan VM, apa risiko yang mungkin terjadi jika pengguna lupa mengaktifkan opsi “Nested VT-x/AMD-V” pada VM?
VM tidak akan bisa menggunakan jaringan bridged secara optimal
VM akan memaksa restart saat proses instalasi Vagrant
VM tetap bisa menjalankan Vagrantfile dengan provider Docker
Jaringan akan langsung terhubung tanpa perlu konfigurasi tambahan
Skenario: Seorang mahasiswa melakukan seluruh langkah instalasi hingga “vagrant up”, namun tidak dapat mengakses web server di port 8080. Berdasarkan dokumen, kemungkinan besar ia lupa melakukan langkah:
Instalasi plugin libvirt untuk Vagrant
Instalasi Apache
Verifikasi dengan ping google.com
Unhash baris forwarded_port dalam Vagrantfile
Mengapa pengguna perlu keluar (logout) dari sesi login setelah menambahkan user ke grup libvirt?
Karena Vagrant perlu diinstal ulang
Untuk menyimpan Vagrantfile secara otomatis
Agar hak akses grup baru diterapkan pada sesi login selanjutnya
Karena konfigurasi adapter jaringan akan berubah otomatis
Jika pengguna mengubah konten index.html di /var/www/html/, tetapi perubahan tidak muncul di browser, tindakan troubleshooting pertama yang paling relevan adalah...
Mengecek apakah port forwarding sudah diaktifkan dan browser di-refresh
Mengganti nama file index.html
Melakukan vagrant destroy
Menginstal ulang Apache
Jika pengguna tidak menjalankan vagrant reload setelah mengubah Vagrantfile, dampak paling mungkin yang terjadi adalah...
VM tidak dapat diakses melalui SSH
Perubahan port forwarding tidak diterapkan
Apache akan dinonaktifkan secara otomatis
Plugin libvirt akan terhapus
Jika perintah vagrant ssh gagal dilakukan meskipun VM sudah berjalan, kemungkinan penyebab paling relevan adalah...
Plugin Docker tidak terinstal
Box CentOS belum ditambahkan
Folder Vagrant belum dibuat
File Vagrantfile belum diinisialisasi dengan benar
Skenario: Seorang mahasiswa berhasil membuat dan mengakses web server, namun lupa menambahkan user ke grup libvirt. Efek yang kemungkinan terjadi...
Apache tidak akan bisa diinstal
VM tidak akan bisa dinyalakan melalui Vagrant
File Vagrantfile akan hilang
Bridged adapter gagal terdeteksi
Apa tujuan dari instalasi plugin vagrant-libvirt pada sistem yang telah menggunakan KVM?
Menyediakan UI grafis tambahan
Menggantikan Vagrantfile sepenuhnya
Mengizinkan Vagrant berkomunikasi dengan backend KVM
Meningkatkan kecepatan jaringan VM
Dalam skenario di mana Apache2 gagal diakses melalui browser setelah instalasi di container1, apa langkah pertama yang harus diambil untuk mendiagnosis masalah?
Menginstal ulang Apache2 di dalam container1.
Menghapus container1 dan membuat ulang dengan image baru.
Mengubah adapter jaringan VM ke NAT.
Memeriksa konfigurasi port forwarding untuk port 8080.
