NEW
Font size
WorksheetsSIMBIOSIS
Total questions: 70
Worksheet time: 35mins
Bunga dan Lebah: Lebah mendapatkan nektar sebagai makanan, sementara bunga terbantu dalam penyerbukannya karena serbuk sari menempel pada tubuh lebah dan berpindah ke bunga lain.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kupu-kupu dan Bunga: Mirip dengan lebah, kupu-kupu menghisap nektar dan tanpa sadar membantu penyerbukan bunga.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Kolibri dan Bunga: Kolibri mendapatkan nektar dari bunga dengan paruhnya yang panjang, dan saat melakukannya, serbuk sari menempel di kepala atau paruhnya, lalu berpindah ke bunga lain.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Semut dan Pohon Akasia: Semut genus Pseudomyrmex hidup di duri berongga pohon akasia dan memakan cairan manis serta badan khusus yang dihasilkan pohon. Sebagai imbalannya, semut melindungi pohon dari herbivora dan tumbuhan pesaing.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Jamur Mikoriza dan Akar Tumbuhan: Jamur mikoriza membentuk jaringan di sekitar atau di dalam akar tumbuhan. Jamur membantu tumbuhan menyerap air dan nutrisi dari tanah, sementara jamur mendapatkan karbohidrat dari tumbuhan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Lichen (Lumut Kerak): Ini adalah simbiosis antara alga (atau sianobakteri) dan jamur. Alga berfotosintesis menghasilkan makanan, sementara jamur menyediakan struktur, perlindungan dari kekeringan, dan membantu penyerapan air serta mineral.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Protozoa dalam Usus Rayap dan Kayu: Protozoa di dalam usus rayap menghasilkan enzim selulase yang membantu mencerna selulosa kayu yang dimakan rayap. Rayap mendapatkan nutrisi, dan protozoa mendapatkan tempat tinggal yang aman dan makanan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Bakteri Rhizobium dan Akar Leguminosa: Bakteri Rhizobium hidup di nodul akar tanaman leguminosa (kacang-kacangan) dan mengubah nitrogen bebas dari udara menjadi senyawa nitrogen yang dapat digunakan oleh tanaman. Tanaman menyediakan karbohidrat bagi bakteri.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Alga Zooksantela dan Karang: Alga zooksantela hidup di dalam jaringan polip karang dan melakukan fotosintesis, menghasilkan makanan bagi karang. Karang menyediakan tempat tinggal yang aman dan senyawa anorganik yang dibutuhkan alga.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Pembersih dan Hewan Besar: Beberapa jenis burung memakan kutu dan parasit dari kulit hewan besar seperti badak atau kerbau. Burung mendapatkan makanan, dan hewan besar terbebas dari parasit.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Ikan Badut dan Anemon Laut: Ikan badut kebal terhadap sengatan anemon laut dan hidup di antara tentakelnya, mendapatkan perlindungan dari predator. Ikan badut dapat membersihkan anemon dari sisa makanan dan kotoran, serta mungkin membantu sirkulasi air di sekitar anemon.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kepiting Pertapa dan Anemon: Kepiting pertapa menempelkan anemon di cangkangnya. Anemon mendapatkan transportasi dan sisa makanan dari kepiting, sementara anemon melindungi kepiting dengan sengatannya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Oxpecker dan Mamalia: Mirip dengan burung pembersih, burung oxpecker hinggap di mamalia seperti sapi atau jerapah dan memakan kutu, lalat, dan caplak. Burung mendapatkan makanan, dan mamalia terbebas dari parasit.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Manusia dan Bakteri Usus: Berbagai jenis bakteri hidup di usus manusia dan membantu mencerna makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sendiri, serta menghasilkan beberapa vitamin. Bakteri mendapatkan tempat tinggal yang aman dan sumber makanan yang konstan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Tumbuhan Epifit dan Pohon Inang: Beberapa tumbuhan epifit seperti anggrek atau paku sarang burung tumbuh menempel pada pohon lain. Epifit mendapatkan tempat untuk tumbuh dan akses ke sinar matahari serta air hujan yang mengalir di permukaan pohon, sementara pohon inang tidak dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu Daun dan Semut: Beberapa spesies semut memelihara kutu daun. Semut melindungi kutu daun dari predator dan memindahkan mereka ke bagian tumbuhan yang lebih baik. Sebagai imbalannya, semut memakan cairan manis (embun madu) yang dikeluarkan oleh kutu daun.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Ikan Gobi dan Udang: Ikan gobi dan udang tertentu hidup bersama di liang yang sama. Udang menggali dan memelihara liang, sementara ikan gobi bertindak sebagai penjaga, memberikan sinyal bahaya kepada udang dengan sentuhan ekornya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Penyebar Biji dan Tumbuhan Berbuah: Hewan seperti burung atau mamalia memakan buah dan kemudian menyebarkan bijinya melalui kotorannya di tempat lain. Hewan mendapatkan makanan, dan tumbuhan mendapatkan penyebaran benih yang membantu perluasan jangkauannya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Cacing Tanah dan Tumbuhan: Cacing tanah menggali terowongan di dalam tanah, meningkatkan aerasi dan drainase. Kotoran cacing tanah juga kaya nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan tumbuhan. Cacing tanah mendapatkan makanan dari bahan organik di dalam tanah.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Nematoda dan Serangga: Beberapa jenis nematoda hidup di dalam tubuh serangga dan membantu mencerna makanan atau menghasilkan zat yang bermanfaat bagi serangga. Serangga menyediakan tempat tinggal dan nutrisi bagi nematoda.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Nyamuk dan Manusia (atau Hewan Lain): Nyamuk betina menghisap darah manusia atau hewan lain untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk bertelur. Nyamuk mendapatkan makanan, sementara inangnya kehilangan darah dan berisiko tertular penyakit yang dibawa nyamuk.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu dan Mamalia (Anjing, Kucing, dll.): Kutu hidup di kulit mamalia, memakan darah inangnya. Kutu mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara inangnya merasa gatal, iritasi, dan berpotensi mengalami anemia atau penyakit kulit.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Caplak dan Mamalia (Rusa, Sapi, Anjing, dll.): Caplak menempel pada kulit mamalia dan menghisap darah dalam jangka waktu yang lebih lama daripada kutu. Caplak mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara inangnya kehilangan darah dan berisiko tertular penyakit Lyme atau penyakit lainnya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Cacing Pita dan Usus Hewan Vertebrata (Termasuk Manusia): Cacing pita hidup di dalam usus inangnya, menyerap nutrisi dari makanan yang dicerna inang. Cacing pita mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara inangnya dapat mengalami kekurangan nutrisi, sakit perut, dan masalah pencernaan lainnya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Cacing Tambang dan Usus Kecil Mamalia (Termasuk Manusia): Larva cacing tambang masuk ke tubuh inang melalui kulit (biasanya telapak kaki), kemudian bergerak ke usus kecil dan menempel di dinding usus untuk menghisap darah. Cacing mendapatkan makanan, sementara inangnya dapat mengalami anemia, kelelahan, dan masalah perut.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu Kepala dan Manusia: Kutu kepala hidup di kulit kepala manusia, memakan darah dan bertelur di rambut. Kutu mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara inangnya merasa gatal dan tidak nyaman.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Jamur Kurap dan Kulit Mamalia (Termasuk Manusia): Jamur kurap tumbuh di lapisan luar kulit, memakan keratin. Jamur mendapatkan nutrisi, sementara inangnya mengalami ruam gatal berbentuk cincin.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Benalu dan Pohon Inang: Benalu adalah tumbuhan parasit yang tumbuh di cabang pohon inang. Benalu memiliki akar khusus (haustoria) yang menembus jaringan pohon untuk menyerap air dan nutrisi. Benalu mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara pohon inang dapat mengalami pertumbuhan yang terhambat atau bahkan kematian jika infestasi berat.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Rafflesia dan Tumbuhan Inang (Genus Tetrastigma): Rafflesia adalah tumbuhan parasit yang tidak memiliki batang, daun, atau akar sejati. Ia tumbuh di dalam batang dan akar tumbuhan inang dari genus Tetrastigma, menyerap air dan nutrisi. Rafflesia mendapatkan semua kebutuhannya dari inang, yang mungkin dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Cacing Hati dan Hati Mamalia (Termasuk Manusia): Cacing hati hidup di saluran empedu hati inangnya, memakan cairan empedu. Cacing mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara inangnya dapat mengalami kerusakan hati dan masalah kesehatan lainnya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Protozoa Plasmodium dan Manusia (Penyebab Malaria): Protozoa Plasmodium menginfeksi sel darah merah manusia, menyebabkan penyakit malaria. Nyamuk Anopheles menjadi vektor yang menularkan Plasmodium dari satu manusia ke manusia lain. Plasmodium mendapatkan tempat berkembang biak dan siklus hidupnya berlanjut, sementara manusia sakit dan bahkan bisa meninggal.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu Busuk dan Manusia: Kutu busuk adalah serangga kecil yang menghisap darah manusia pada malam hari, biasanya saat tidur. Kutu mendapatkan makanan, sementara inangnya mengalami gigitan yang gatal dan iritasi.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Lintah dan Vertebrata (Mamalia, Ikan, dll.): Lintah menempel pada kulit vertebrata dan menghisap darah dengan alat penghisapnya. Lintah mendapatkan makanan, sementara inangnya kehilangan darah dan mungkin mengalami infeksi pada bekas gigitan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Bakteri Streptococcus dan Tenggorokan Manusia (Penyebab Radang Tenggorokan): Bakteri Streptococcus menginfeksi tenggorokan manusia, menyebabkan peradangan dan sakit. Bakteri mendapatkan tempat tinggal dan nutrisi, sementara inangnya merasa sakit dan demam.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Virus dan Sel Inang (Hewan, Tumbuhan, Bakteri): Virus adalah parasit intraseluler obligat yang membutuhkan sel inang untuk bereplikasi. Virus memasuki sel inang dan menggunakan mekanisme seluler inang untuk menghasilkan lebih banyak partikel virus. Sel inang biasanya rusak atau mati dalam proses ini. Contohnya adalah virus influenza pada manusia atau bakteriofag pada bakteri.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu Tumbuhan (Aphids) dan Tumbuhan: Kutu tumbuhan menghisap cairan floem dari tumbuhan dengan mulutnya yang tajam. Kutu mendapatkan makanan, sementara tumbuhan dapat mengalami pertumbuhan yang terhambat, daun keriting, dan penyebaran penyakit virus.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Nematoda Parasit pada Akar Tumbuhan: Beberapa jenis nematoda hidup di dalam atau di sekitar akar tumbuhan, merusak jaringan akar dan menghambat penyerapan air serta nutrisi. Nematoda mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara tumbuhan menjadi lemah dan kurang produktif.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Cuckoo dan Burung Inang: Burung cuckoo betina bertelur di sarang burung lain (inang). Anak burung cuckoo menetas lebih dulu dan seringkali mengeluarkan telur atau anak burung inang dari sarang, sehingga mendapatkan seluruh perhatian dan makanan dari induk inang. Cuckoo mendapatkan pengasuhan gratis, sementara induk inang kehilangan keturunannya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Ikan Lamprey dan Ikan Lain: Lamprey adalah ikan purba tanpa rahang yang memiliki mulut penghisap dengan gigi-gigi tajam. Mereka menempel pada ikan lain dan menghisap darah atau cairan tubuh inangnya. Lamprey mendapatkan makanan, sementara inangnya bisa terluka parah atau mati.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Tungau Debu dan Manusia: Meskipun sering dianggap komensalisme, dalam kasus infestasi berat, tungau debu dapat menyebabkan alergi dan masalah pernapasan pada manusia. Tungau memakan serpihan kulit mati manusia dan mendapatkan tempat tinggal, sementara beberapa individu manusia meresponsnya secara negatif.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Anggrek dan Pohon Inang: Anggrek epifit tumbuh menempel pada batang atau cabang pohon lain. Anggrek mendapatkan tempat untuk tumbuh dan akses ke sinar matahari serta air hujan yang mengalir di permukaan pohon, sementara pohon inang tidak dirugikan maupun diuntungkan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Paku Sarang Burung dan Pohon Inang: Mirip dengan anggrek, paku sarang burung juga tumbuh menempel pada pohon inang sebagai tempat bertumbuh, tanpa mengambil nutrisi dari pohon tersebut.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Ikan Remora dan Hiu: Ikan remora memiliki sirip punggung yang termodifikasi menjadi alat penghisap, yang digunakannya untuk menempel pada tubuh hiu. Remora mendapatkan transportasi dan sisa-sisa makanan dari hiu, sementara hiu tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Teritip dan Paus: Teritip adalah krustasea yang menempel pada kulit paus. Teritip mendapatkan tempat tinggal yang aman dan transportasi ke sumber makanan baru, sementara paus umumnya tidak dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Bangau dan Ternak: Saat ternak seperti sapi atau kerbau merumput, mereka menginjak-injak serangga di padang rumput. Burung bangau mengikuti ternak dan memakan serangga yang terganggu tersebut. Bangau mendapatkan makanan lebih mudah, sementara ternak tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kutu Buku dan Buku: Kutu buku adalah serangga kecil yang memakan jamur dan mikroorganisme lain yang tumbuh pada kertas buku yang lembap. Kutu buku mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara buku (biasanya) tidak secara signifikan dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Tungau Debu dan Manusia (dalam kondisi normal): Tungau debu hidup di lingkungan rumah, terutama di tempat tidur dan perabot berlapis kain, memakan serpihan kulit mati manusia. Tungau mendapatkan makanan dan tempat tinggal, sementara manusia umumnya tidak terpengaruh secara langsung (kecuali bagi individu yang alergi).
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Cacing Pipih (Planaria) dan Kepiting: Beberapa jenis cacing pipih hidup pada permukaan luar kepiting. Cacing pipih mendapatkan transportasi dan mungkin sisa-sisa makanan dari kepiting, sementara kepiting tidak dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Protozoa dalam Usus Rayap dan Sisa Kayu yang Tidak Tercerna: Beberapa jenis protozoa hidup di usus rayap dan memakan sisa-sisa kayu yang tidak tercerna oleh rayap. Protozoa mendapatkan makanan, sementara rayap tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian langsung dari protozoa jenis ini (berbeda dengan protozoa yang membantu pencernaan selulosa).
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Jamur pada Kayu Mati: Beberapa jenis jamur tumbuh pada kayu mati atau lapuk, menguraikan materi organik. Jamur mendapatkan nutrisi, sementara pohon yang sudah mati tidak lagi terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Lumut pada Batang Pohon: Lumut tumbuh pada permukaan batang pohon, mendapatkan tempat untuk tumbuh dan akses ke kelembaban serta nutrisi dari air hujan dan udara. Pohon tidak dirugikan maupun diuntungkan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Alga Hijau pada Kura-kura: Beberapa jenis alga hijau tumbuh di cangkang kura-kura. Alga mendapatkan tempat untuk tumbuh dan sinar matahari, sementara kura-kura umumnya tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Bakteri Komensal pada Kulit Manusia: Berbagai jenis bakteri hidup di permukaan kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Mereka mendapatkan tempat tinggal dan nutrisi dari keringat dan minyak kulit, sementara manusia umumnya tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Burung Sriti dan Gua: Burung sriti membuat sarang di langit-langit gua. Gua menyediakan tempat yang aman untuk bersarang, sementara gua tidak terpengaruh oleh keberadaan burung sriti.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Ikan Pilot dan Ikan Besar (Misalnya Hiu atau Pari): Ikan pilot adalah ikan kecil yang sering terlihat berenang di dekat ikan besar. Mereka mungkin mendapatkan perlindungan dari predator dan sisa-sisa makanan dari inangnya, sementara ikan besar tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kantung Semar dan Serangga Tertentu: Beberapa jenis serangga dapat hidup di dalam cairan kantung semar tanpa tercerna. Mereka mungkin mendapatkan tempat berlindung atau sumber makanan kecil, sementara kantung semar tetap berfungsi sebagai perangkap bagi serangga lain.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kantung Semar dan Serangga Tertentu: Beberapa jenis serangga dapat hidup di dalam cairan kantung semar tanpa tercerna. Mereka mungkin mendapatkan tempat berlindung atau sumber makanan kecil, sementara kantung semar tetap berfungsi sebagai perangkap bagi serangga lain.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Kepiting Hantu dan Lubang Hewan Lain: Kepiting hantu sering menggunakan lubang yang ditinggalkan oleh hewan lain di pantai sebagai tempat berlindung. Kepiting mendapatkan tempat tinggal yang aman, sementara pemilik asli lubang sudah tidak menggunakannya lagi.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Protozoa dalam Usus Herbivora dan Sisa Makanan: Beberapa jenis protozoa dalam usus herbivora mungkin memakan sisa-sisa makanan yang tidak dicerna oleh inang tanpa membantu proses pencernaan secara signifikan. Protozoa mendapatkan makanan, sementara inang tidak terpengaruh.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Jamur Endofit dan Tumbuhan (beberapa kasus): Beberapa jamur endofit hidup di dalam jaringan tumbuhan tanpa menyebabkan penyakit dan tanpa memberikan manfaat yang jelas bagi tumbuhan. Jamur mendapatkan tempat tinggal dan nutrisi, sementara tumbuhan tidak terpengaruh secara signifikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Pohon Walnut Hitam dan Tumbuhan di Sekitarnya: Pohon walnut hitam menghasilkan senyawa kimia bernama juglone yang dilepaskan ke tanah. Juglone menghambat pertumbuhan banyak jenis tumbuhan lain di sekitarnya. Pohon walnut hitam tidak terpengaruh, sementara tumbuhan lain terhambat pertumbuhannya atau bahkan mati.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Jamur Penicillium dan Bakteri: Jamur Penicillium menghasilkan antibiotik penisilin yang menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Jamur mendapatkan keuntungan kompetitif dengan mengurangi populasi bakteri di sekitarnya, sementara bakteri terhambat pertumbuhannya atau mati.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Gulma dan Tanaman Budidaya: Gulma tumbuh di sekitar tanaman budidaya dan bersaing untuk mendapatkan air, nutrisi, dan cahaya matahari. Gulma tidak secara langsung menyerang atau mengambil nutrisi dari tanaman budidaya, tetapi keberadaannya menghambat pertumbuhan dan hasil panen tanaman budidaya. Gulma tidak diuntungkan maupun dirugikan secara signifikan oleh tanaman budidaya itu sendiri.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Alga Merah dan Terumbu Karang: Beberapa jenis alga merah dapat tumbuh berlebihan di terumbu karang dan melepaskan senyawa kimia yang menghambat pertumbuhan atau bahkan membunuh karang. Alga merah mendapatkan ruang dan cahaya, sementara karang dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Tumbuhan Pionir dan Tumbuhan Suksesi Lanjut: Tumbuhan pionir adalah spesies pertama yang tumbuh di area yang terganggu. Keberadaan tumbuhan pionir dapat mengubah kondisi tanah (misalnya, pH atau kandungan nutrisi) sehingga kurang cocok untuk pertumbuhan tumbuhan suksesi lanjut. Tumbuhan pionir tidak secara langsung diuntungkan atau dirugikan oleh perubahan ini, tetapi tumbuhan suksesi lanjut terhambat.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Gajah dan Tumbuhan Kecil di Padang Rumput: Saat gajah berjalan melalui padang rumput, mereka menginjak-injak tumbuhan kecil. Gajah tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian signifikan dari tindakan ini, sementara tumbuhan kecil rusak atau mati.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Sapi dan Rumput: Sapi memakan rumput di padang penggembalaan. Meskipun ini tampak seperti parasitisme (herbivora), dalam konteks amensalisme, kita bisa melihat bagaimana keberadaan dan aktivitas sapi (termasuk menginjak-injak) dapat merusak atau mengurangi populasi rumput di area tertentu. Sapi mendapatkan makanan, tetapi rumput di area yang terinjak-injak dirugikan tanpa adanya keuntungan atau kerugian langsung bagi sapi dari kerusakan tersebut.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Antibiotik yang Dihasilkan oleh Bakteri Tertentu dan Bakteri Lain: Beberapa bakteri menghasilkan antibiotik yang spesifik untuk menghambat pertumbuhan bakteri lain di sekitarnya. Bakteri penghasil antibiotik mendapatkan keuntungan kompetitif, sementara bakteri target terhambat pertumbuhannya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Dominasi Satu Spesies Pohon di Hutan: Pohon yang tumbuh sangat tinggi dan memiliki kanopi yang lebat dapat menghalangi cahaya matahari mencapai tumbuhan yang lebih pendek di bawahnya. Pohon yang dominan tidak secara aktif merugikan tumbuhan di bawahnya, tetapi tumbuhan yang lebih pendek terhambat pertumbuhannya karena kekurangan cahaya.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
Injakkan Kaki Manusia dan Lumut di Tanah: Saat manusia berjalan di atas tanah yang ditutupi lumut, injakan kaki dapat merusak atau menghancurkan lumut. Manusia tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian signifikan dari tindakan ini, sementara lumut dirugikan.
Mutualisme
Parasitisme
Komensalisme
Amensalisme
