WorksheetsLatihan Soal PSS Genap kls 8
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Dharma Gita berperan penting dalam pelaksanaan upacara agama sebagai pencurahan rasa bhakti dan pembimbing konsentrasi pikiran menuju suatu kebenaran. Hal ini disebabkan Dharma Gita mengandung ajaran kebenaran, etika, estetika dan nilai-nilai luhur budaya yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menuntun kehidupan manusia. Jika ditelisik secara etimologis, Dharma Gita pada dasarnya berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari kata Dharma dan Gita. Dharma yang berarti kebenaran/kebajikan, serta Gita yang berarti...
Musik
Irama
Lagu
Pujaan
Pada sebuah acara pembinaan umat Hindu, seorang pemangku menjelaskan bahwa Dharma Gita tidak hanya sekedar nyanyian, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur. Ia menekankan bahwa Dharma Gita mengajarkan umat untuk selalu hidup dalam kebenaran, menjaga keharmonisan dan meningkatkan rasa bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Berikut yang merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam Dharma Gita adalah ....
Kebebasan, keberanian, dan kemandirian
Kebenaran, keharmonisan, dan bhakti kepada Tuhan
Kekayaan, kehormatan dan kekuasaan
Kreativitas, kebanggaan dan inovasi
Pelaksanaan Yadnya di Bali identik dengan orang suci agama Hindu baik itu Pandita maupun Pinandita melantunkan lima jenis doa suci yang dikenal sebagai Panca Gita. Doa pertama berupa mantra puja untuk memohon berkah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya tabuh/gong dilantunkan sebagai pujian kepada Tuhan. Kidung juga dinyanyikan untuk menciptakan suasana sakral, diikuti dengan suara Genta yang dibunyikan sebagai simbol panggilan spiritual. Berdasarkan ilustrasi tersebut, jenis Panca Gita yang digunakan dalam upacara adalah .....
Mantra puja, kidung, genta, tabuh
Mantra puja, geguritan, lagu pop, genta, kekawin
Sloka, pantun, genta, lagu modern
Mantra puja, kidung, tembang, pantun
Perhatikan tabel berikut:
Berdasarkan pernyataan tabel di atas, maka pernyataan tersebut merujuk pada salah satu jenis Dharma Gita yaitu....
Sekar Agung
Sekar Rare
Sekar Alit
Sekar Madya
Dalam sebuah acara pendidikan agama Hindu khususnya anak-anak, guru mengajarkan lagu-lagu sederhana dari Sekar Rare. Lagu-lagu ini mengajarkan nilai-nilai dasar seperti cinta kasih, ketaatan kepada orang tua dan rasa syukur kepada Tuhan.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, nilai utama yang diajarkan dalam Sekar Rare adalah ....
Filosofi mendalam tentang kehidupan
Kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan
Keagungan Tuhan melalui puisi klasik
Dharma Gita memiliki beberapa jenis yang masing-masing memiliki aturan melantunkan yang berbeda-beda. Sekar Alit merupakan jenis Dharma Gita yang dilantunkan dengan menggunakan aturan yang disebut dengan Padalingsa. Adapun yang dimaksud dengan Padalingsa dalam Sekar Alit yakni.... kecuali
Banyak carik dalam satu pada
Huruf vokal pada setiap akhir baris dalam satu bait/pada
Panjang pendeknya suara dalam melantunkan tembang
Banyaknya wanda (suku kata) dalam setiap carik (baris)
Perhatikan tabel di bawah ini:
Berdasarkan tabel di atas, yang termasuk bagian dari Sekar Alit/Pupuh ditunjukkan secara lengkap pada nomor....
1 dan 3
2 dan 4
1 dan 2
2 dan 3
Perhatikan contoh pupuh berikut :
”Saking tuhu manah guru
Mituturin cening jani
Kaweruhe luir senjata
Ne dadi prabotan sai
Ka anggen ngaruruh merta
Seenun ceninge urip”
Jika diperhatikan padalingsa pada contoh pupuh diatas adalah .....
8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i
8i, 8a, 8e, 8a, 8u, 8a
8a, 10i, 8u, 8a, 12u, 8a
12a, 7i, 6a, 7a, 8i
Salah satu jenis dari Sekar Alit yaitu Pupuh yang memiliki 7 baris dalam satu bait, memiliki rumus padalingsa 8a, 8i, 8a, 8u, 8a, 8i, 8a dan pada umumnya menekankan terhadap nilai moral dan etika. Berdasarkan ciri-ciri yang disajikan merupakan karakteristik dari pupuh ....
Pucung
Maskumambang
Ginada
Ginanti
Pupuh Durma yang memiliki 7 baris dalam satu bait, memiliki makna pemberian nasehat tentang bagaimana mengendalikan diri, yaitu keberuntungan dan kegagalan tergantung dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Maka dari itu, setiap manusia harus hati-hati dan selalu waspada terhadap situasi dan kondisi. Rumusan padalingsa dari Pupuh Durma adalah .....
8a, 8i, 8a, 8u, 8a, 8i, 8a
8i, 8a, 8e, 8a, 8a, 8u, 8a
12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i
8i, 10i, 8u, 8a, 12u, 8a, 8i
Sekar Madya disebut juga dengan kekidungan atau tembang tengahan, menekankan pada spiritualitas yang dapat menghantarkan pikiran dan hati serta sujud bhakti umat manusia kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salah satu contoh kidung yang digunakan untuk mengiringi upacara Dewa Yadnya ialah .....
Kidung Kawitan Wargasari, kidung Wargasari, kidung Brahmara Angisep Sari
Kidung Jerum, Kidung Wargasari, Kidung Aji Kembang
Kidung Wilet Mayura, Kidung Palu Gangsa, Kidung Rarawangi
Kidung Jerum, Kidung Alis-Alis Ijo, Kidung Kawitan Wargasari
Bali terkenal akan ritual kebudayaannya salah satunya ialah upacara Pitra Yadnya. Upacara kematian dalam sebuah banjar, para krama adat secara bergantian melantunkan pupuh dengan nada yang lembut dan syahdu. Dharma Gita Pitra Yadnya digunakan untuk mengiringi upacara kematian yang berisi doa-doa untuk mendoakan Sang Atman agar menuju alam kelepasan. Jenis Dharma Gita yang sesuai untuk dilantunkan dengan suasana duka tersebut adalah ....
Pupuh Adri, Pupuh Aji Kembang, Wirama Indrawangsa
Pupuh Kawitan Tantri, Pupuh Demungsawit, Palawakya
Pupuh Brahmana Angisep Sari, Kawitan Warga Sari, Wirama Mrdukomala
Pupuh Jerum, Pupuh Alis-Alis Ijo, Pupuh Girisa
Sekar Agung sering disebut dengan istilah wirama atau kekawin. Ketika melantunkan kekawin, kita harus mengetahui guru-laghu, wretta, dan mantra yang digunakan. Yang dimaksud dengan guru-laghu adalah ....
Suku kata yang ditembangkan panjang
Suku kata yang ditembangkan pendek
Panjang pendeknya suku kata yang ditembangkan
Jumlah suku kata dalam tiap baris
Perhatikan lirik lagu daerah berikut !
”Bebeke putih jambul makeber ngaje kanginan
Teked kaja kangin, ditu ya tuwun mekelang briyak briyuk masileman”
Penggalan lagu tersebut termasuk ke dalam jenis Dharma Gita ......
Sekar Madya
Sekar Rare
Sekar Alit
Sekar Agung
Dampak dari Dharma Gita adalah menumbuhkan rasa keagamaan pada diri umat Hindu melalui ajaran-ajaran yang ada didalamnya. Salah satu usaha agar Dharma Gita dapat lestari dan dapat dipelajari oleh seluruh masyarakat Hindu, maka diadakan ajang perlombaan baik dari tingkat daerah maupun tingkat nasional. Ajang perlombaan Dharma Gita yang dimaksud bernama .....
Pekan Kesenian
Utsawa Dharma Gita
Pesantian
Mekekawin
Perhatikanlah lirik kidung berikut ini!
Purwakaning angripta rum
Ning Wana Ukir
Kahadang labuh kartika panedenging sari
Angayon tangguli ketur
Angringring jangga mure
Lirik kidung tersebut merupakan kidung yang termasuk ke dalam ritual yadnya yaitu .....
Manusa Yadnya
Pitra Yadnya
Rsi Yadnya
Dewa Yadnya
Perhatikan tabel berikut :
Berdasarkan beberapa nama tembang di atas, maka yang termasuk bagian dari Sekar Rare ditunjukkan pada nomor ......
(1), (2), (3), (4), (5)
(1), (2), (4), (5), (7)
(1), (2), (4), (6), (8)
(1), (2), (3), (7), (9)
Dharma Gita sarat akan nilai-nilai kebenaran, etika, estetika dan nilai budaya yang adi luhung. Ketika seseorang mampu melafalkan Dharma Gita dengan benar, maka akan dapat menggetarkan hati nurani yang paling suci. Kondisi intern yang seperti inilah yang dapat menguasai pikiran dan indria sehingga dapat menghasilkan anandam, yakni .....
Keteguhan diri
Kepuasan bathin
Kesadaran dan keikhlasan
Kebahagiaan lahir dan bathin
Secara etimologis, Palawakya berasal dari kata pala dan wakya. Kata pala secara leksikal berarti penjaga atau pelindung, sedangkan wakya berarti ....
Nyanyian
Ucapan, ajaran
Mendengar
Hasil karangan
Aturan dalam pembacaan Palawakya terdiri atas Guru Basa dan Onek-onekan. Guru Basa yakni teknik pemenggalan bacaan (jeda) menurut arti kata dalam konteks kalimatnya (narasi dan alur cerita). Sementara, onek-onekan yakni teknik pelafalan fonem yang baik dan benar. Teknik pengambilan suara dalam pembacaan Palawakya yakni .....
Pangkal lidah (bungkahang jihwa)
Ujung lidah
Antara ujung lidah dengan kerongkongan
Kerongkongan
Pada kebudayaan Jawa, Sinom mengandung arti tunas baru tumbuh dan bersemi. Tembang ini penggambaran seorang anak yang mulai beranjak dewasa. Tembang ini biasanya digunakan untuk .....
Memberikan wejangan kepada kaula muda
Menggambarkan kehidupan istana
Memuja keagungan Tuhan
Menjelaskan tentang upacara yadnya
Kidung suku Dayak Kaharingan yang berisikan tentang memohon rezeki dan umur panjang yang dilakukan oleh Raja Telu Hakanduang yang telah mendapat anugrah dari Ranying Hattala sehingga Raja memiliki kesaktian yang mampu memberikan umur panjang, rezeki, kesehatan dan kesejahteraan kepada semua makhluk hidup adalah .....
Tembang Kandayu Mantang Kayu Erang
Tembang Kandayu Manyarah Sangku Tambak Raja
Tembang Kandayu Parawei
Tembang Kandayu Mambuwur Behas Hambaruan
Dalam suatu upacara keagamaan Hindu di Bali, umat Hindu melantunkan kidung suci Dharma Gita dengan penuh khidmat. Suara kidung tersebut membawa suasana sakral dan menenangkan. Selain sebagai bagian dari ritual, Dharma Gita juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama untuk generasi muda.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, peran utama Dharma Gita adalah .....
Sarana hiburan masyarakat Hindu
Media pendidikan dan penyebaran nilai-nilai agama
Tradisi budaya yang tidak terkait dengan upacara keagamaan
Alat untuk menarik wisatawan asing ke Bali
Dalam sebuah acara persembahyangan di Pura, umat Hindu melantunkan Dharma Gita seperti kidung Warga Sari dan Sekar Agung. Suara kidung tersebut menciptakan suasana khusuk dan sakral, sehingga membantu umat lebih mendalami makna spiritual upacara. Selain itu, Dharma Gita juga sering diajarkan kepada anak-anak untuk melestarikan tradisi dan mengajarkan nilai-nilai moral.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, fungsi utama Dharma Gita adalah .....
Sarana hiburan untuk umat Hindu
Media untuk memperindah seni pertunjukkan tradisional
Alat untuk menciptakan suasana sakral dan melestarikan tradisi
Simbol budaya yang digunakan dalam pertunjukkan modern
Pada kebudayaan Jawa, Dandang Gula berarti segala sesuatu yang manis. Tembang ini melukiskan kehidupan pasangan yang baru menikah yang sedang berbahagia karena berhasil mencapai keinginan mereka. Inti dari Tembang Dandang Gula berisikan tentang....
Memuja keagungan Tuhan
Menjelaskan tentang upacara Yadnya
Cita-cita atau harapan yang baik
Memberikan wejangan pada kaula muda
Sekitar abad 2500 SM di lembah sungai Indus berdiri peradaban besar dengan kota-kota terencana seperti Mohenjo Daro dan Harappa. Peradaban ini dikenal dengan tata kota yang maju, sistem saluran air, dan peninggalan berupa segel-segel yang menunjukkan simbol keagamaan. Nama peradaban yang menjadi cikal bakal agama Hindu di wilayah India tersebut dinamakan ....
Peradaban Lembah Sungai Indus
Peradaban Mesopotamia
Peradaban Mesir
Peradaban Yunani
Perhatikanlah bagan berikut ini!
Sebagaimana corak fisik yang tercantum pada bagan tersebut, maka dapat diketahui bahwa suku bangsa yang dimaksudkan pada bagan (1) dan bagan (2) dalam kaitannya dengan sejarah perkembangan agama Hindu di India yakni ....
(1) Dravida, (2) Khasi
(1) Dravida, (2) Arya
(1) Arya, (2) Dravida
(1) Arya, (2) Tamil
Pada masa zaman Weda, agama Hindu berkembang pesat dengan penyusunan kitab suci Weda. Wilayah di sekitar Lembah Sungai Indus menjadi salah satu pusat penyebaran tradisi ini. Ritual keagamaan dan pemujaan terhadap dewa-dewa seperti Indra dan Agni menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Salah satu ciri dari zaman Weda adalah .....
Munculnya banyak sekte
Masyarakat Lembah Sungai Indus yang mulai bermigrasi
Disusunnya kitab Catur Weda Samhita
Peran para Ksatria yang sangat dominan
Perkembangan agama Hindu pada zaman Weda ditandai dengan disusunnya Catur Weda Samhita, yang terdiri dari .....
Weda Smerti, Weda Sruti, Wedangga dan Upaweda
Rg. Weda, Sama Weda, Ayur Weda, dan Atharwa Weda
Rg. Weda, Sama Weda, Yajur Weda, dan Atharwa Weda
Rg. Weda, Sama Weda, Ayur Weda dan Manawa Dharmasastra
Zaman Brahmana merupakan periodisasi kedua dalam sejarah perkembangan agama Hindu di India setelah zaman Weda. Zaman Brahmana berlangsung dari tahun 1.000 SM hingga 3.000 M. Pada fase ini corak kehidupan keagamaan di India dapat dikenali dengan adanya ....
Segala aspek kehidupan tidak dapat terlepas dari upacara agama
Kepercayaan terhadap hukum Rta yang mengatur segala aspek alam semesta
Para Brahmana tidak lagi memegang peran penting dalam aktivitas keagamaan
Munculnya pola pikir ke arah falsafah agama
Pada zaman Upanisad terdapat banyak kitab-kitab yang mulai disusun dan pada zaman ini lebih menekankan filsafat Ketuhanan daripada ritual upacara persembahan. Melalui Upanisad yaitu duduk dekat dengan guru untuk menerima wejangan-wejangan suci yang bersifat rahasia, ajaran-ajaran tersebut diberikan kepada murid-muridnya yang setia dan patuh. Secara umum fokus tuntunan spiritual pada zaman Upanisad adalah pelepasan ikatan duniawi dan pencapaian moksa. Hal ini yang menyebabkan kemunculan 9 aliran filsafat untuk mencari jalan pencapaian moksa. Aliran-aliran filsafat yang berkembang dikenal sebagai istilah ....
Nawa Sanga
Nawa Dewata
Nawa Darsana
Nawa Nyaya
Perhatikan tabel berikut ini !
Berdasarkan tabel di atas yang merupakan bagian dari filsafat Nastika yang berkembang pada zaman Upanisad, ditunjukkan pada nomor ....
2, 3, 5
1, 2, 4
3, 7, 9
6, 7, 9
Pada zaman Wiracarita dikenal dengan disusunnya dua epos besar Hindu yaitu Mahabharata dan Ramayana. Epos ini tidak hanya berisi kisah heroik, tetapi juga mengandung ajaran moral dan spiritual. Bhagawad Gita merupakan bagian dari epos Mahabharata, karena berisikan wejangan atau petuah-petuah dari Krishna kepada Arjuna yang mengalami keragu-raguan ketika memasuki medan perang Kuruksetra.
Salah satu pesan utama dalam Bhagawad Gita yang terdapat dalam epos Mahabharata adalah ....
Mengutamakan pengorbanan material untuk para dewa
Menjalankan dharma tanpa keterikatan pada hasil
Menghapus sistem kasta dalam masyarakat
Mengutamakan peperangan untuk kejayaan
Zaman Purana ditandai dengan penyusunan cerita-cerita mitologis tentang para dewa dan penciptaan dunia. Salah satu teks terkenal adalah Bhagavata Purana, yang mengisahkan kehidupan Dewa Krishna. Salah satu cerita sarat makna adalah kisah Dewa Krishna yang menyelamatkan desa dari banjir dengan mengangkat Bukit Govardhana. Jika dicermati cerita salah satu Purana tersebut dapat menggambarkan tentang kisah ....
Penjelasan tentang ritual Veda
Penggambaran kisah mitologis dan kehidupan para dewa
Pengajaran tentang filsafat Upanisad
Penulisan epos heorik tentang perang
Titik awal dari sejarah Hindu adalah dari Asia Selatan. Berikut yang merupakan negara-negara Asia Selatan adalah .....
Indonesia dan Cina
Nepal dan Afganistan
Bangladesh dan Korea
Indonesia dan Amerika
Sebelum bangsa Arya datang ke kawasan Pakistan, bangsa yang terlebih dahulu menghuni kawasan Pakistan yang memiliki kebudayaan yang sangat tinggi adalah bangsa .....
Bangsa Mesir Kuno
Bangsa Maya
Bangsa Dravida
Bangsa Amborigin
Salah satu peninggalan sejarah Hindu di Pakistan adalah berupa tempat pemandian umum yang ditemukan di Kota Mahenjodaro yang bernama .....
Lingga
Yoni
Latra
Teracotta
Penemuan beberapa arca di daerah Afganistan mencirikan bahwa agama Hindu pernah berkembang di daerah tersebut. Salah satu arca yang sangat terkenal adalah Arca Dewi Ibu yang ditemukan di kota Harappa yang terbuat dari Teracotta, Teracotta artinya adalah ....
Batu berukir
Batu yang dibakar
Terbentuk dari tanah liat
Tanah liat yang dibakar
Keberadaan agama Hindu di benua Asia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sejarah India Kuno serta peradaban bangsa asli India yaitu bangsa Dravida yang bertempat di lembah sungai Sindhu. Hal ini didasari oleh temuan yang yang didapatkan pada akhir abad ke-20 oleh Sir John Mashall. Penemuan itu membuktikan adanya penduduk asli India sudah memiliki peradaban sendiri dan ditunjukkan oleh bukti-bukti bahwa sebelum kedatangan bangsa Arya sudah ada peradaban penduduk asli India. Bangsa Arya mendatangi lembah sungai Sindhu dengan memasuki wilayah India barat laut melalui suatu jalan/celah, kemudian bangsa Arya menetap di lembah sungai Sindhu tersebut. Terjadinya sinkritisme bentuk kepercayaan bangsa Arya dan bangsa Dravida sehingga menghasilkan kebudayaan Hindu. Nama jalan atau celah yang dilalui oleh bangsa Arya sehingga bisa menetap di lembah sungai Sindhu disebut ....
Peradaban lembah sungai sindhu
Khaiber Pass
Uttar Pradesh
Madhya Pradesh
Sebuah desa kecil di India Utara, seorang arkeolog menyebutkan bahwa ditemukan sebuah kuil berrnama Kuil Dashavatara yang terletak di Deogart, India. Candi ini diperkirakan dibangun pada 500 Masehi dan dipercaya sebagai Candi Batu Hindu tertua yang masih ada sampai saat ini. Candi Dashavatara merupakan Candi pemujaan kepada Dewa Wisnu yang diperkirakan dibangun pada masa ....
Era Dinasti Maurya
Era Dinasti Gupta
Era Dinasti Mughal
Era Dinasti Chola
Kuil yang terletak di Kanpur, Uttar Pradesh merupakan salah satu kuil bata tertua yang masih berdiri dan didedikasikan untuk Dewa Siwa. Menampilkan arsitek khas Gupta dengan ornamen bata dan patung dewa-dewi Hindu. Kuil yang dimaksud adalah ....
Kuil Dashavatara
Kuil Tigawa
Kuil Bhitargaon
Kuil Pashupatinath
Kerajaan Gandhara merupakan kerajaan yang memiliki pengaruh penting dalam sejarah Hindu di Afghanistan, dimana kerajaaan Gandhara juga dituliskan dalam kisah Mahabharata dan Ramayana. Sengkuni merupakan salah satu pangeran dari kerajaan Gandhara yang menyebabkan permusuhan antara Duryodhana dan Pandawa yang mengakibatkan terjadinya perang di .....
Ayodhya
Mahabharata
Kuruksetra
Gandhara
Salah satu peninggalan sejarah Hindu di Afghanistan adalah berupa Arca Ganesha yang ditemukan di Gardez. Arca ini disucikan oleh seorang raja yang sangat tersohor. Jika dilihat dari arca tersebut, diyakini pada saat itu agama Hindu merupakan agama yang diyakini oleh masyarakat Afghanistan yang terjadi pada abad ....
4 Masehi – 7 Masehi
5 Masehi – 7 Masehi
7 Masehi – 8 Masehi
8 Masehi – 10 Masehi
Perkembangan agama Hindu di Nepal diperkirakan telah berlangsung sebelum abad ke 5 Masehi. Hal ini ditandai dengan berdirinya sebuah kerajaan Hindu yang bernama.....
Vyandhapura
Heramba
Kandahar
Licchavi
Perhatikan tabel berikut !
Nepal dikenal sebagai satu-satunya negara dengan agama Hindu sebagai agama mayoritas dan memiliki banyak peninggalan sejarah Hindu yang signifikan. Berdasarkan tabel di atas, yang merupakan peninggalan Hindu di Nepal ditunjukkan pada nomor .....
1, 2, 3, dan 4
2, 4, 5, dan 6
2, 4, 5, dan 7
3, 5, 7, dan 8
Kerajaan Licchavi di Lembah Kathmandu merupakan pusat perkembangan agama Hindu di Nepal, dimana seni dan budaya pada saat itu berkembang dengan baik mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Amshuwarma. Kailash Kuta Bhavan yaitu istana yang dibangun oleh Raja Amshuwarma dengan konsep ....
Tri Weda
Tripura Weda
Tri Murti
Tri Pitaka
Agama Hindu di Bangladesh memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman kerajaan kuno. Agama Hindu mengalami perkembangan pesat di Benggala pada abad 4 Masehi hingga abad 13 Masehi. Seni arsitektur, tradisi pemujaan kepada Sakti (Dewi) dan Dewa Tri Murti adalah bukti bahwa agama Hindu pernah berkembang di Banggala (Bangladesh). Bangladesh memiliki sejarahk panjang yang terkait dengan peradaban Hindu. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari kerajaan Hindu yaitu ....
Kekaisaran Gupta, Kekaisaran Pala, dan Kekaisaran Sena
Kekaisaran Latra, Kekaisaran Kirat, dan Kekaisaran Sena
Kekaisaran Maurya, Kekaisaran Pala, dan Kekaisaran Gupta
Kekaisaran Mughal, Kekaisaran Chola, dan Kekaisaran Pala
Perhatikan tabel berikut !
Berdasarkan tabel diatas, berikut peninggalan sejarah agama Hindu di Bangladesh apabila dikaitkan dengan dewa/dewi yang dipuja, yang tepat adalah ....
1A, 2B, 3C, dan 4D
1C, 2B, 3A, dan 4D
1D, 2C, 3B, dan 4A
1C, 2A, 3B, dan 4D
Perhatikan tabel berikut !
Berdasarkan tabel diatas, berikut peninggalan sejarah agama Hindu di Asia Selatan apabila dipasangkan dengan Negaranya masing-masing yang tepat adalah ....
1C, 2D, 3A, 4B
1D, 2C, 3B, 4A
1A, 2B, 3C, 4D
1C, 2A, 3D, 4B
Sejarah Hindu di India terbagi menjadi 3 zaman yaitu zaman Upanisad, zaman Wiracarita dan Zaman Purana. Ketiga zaman ini, masing-masing memiliki kontribusi unik terhadap perkembangan ajaran Hindu. Pernyataan berikut, manakah penrnyataan yang sesuai tentang perbedaan ketiga zaman tersebut ?
Zaman Wiracarita mengutamakan filsafat, sedangkan zaman Upanisad berisi kisah mitologis dan zaman Purana berisikan epos heroic
Zaman Purana berfokus pada filsafat, sedangkan zaman Upanisad menonjolkan epos heroic dan zaman Upanisad pada mitologi
Zaman Upanisad menekankan filsafat, Wiracarita pada epos heroic, dan Purana pada mitologi
Semua zaman berfokus pada pengorbanan dan ritual
