wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

laporan keuangan keagamaan

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Suatu organisasi keagamaan menerima dana hibah dengan syarat harus digunakan untuk pembangunan dalam 3 tahun ke depan. Bagaimana pencatatan awal yang benar dalam laporan keuangan berdasarkan PSAK 45?

a)

A. Diakui sebagai pendapatan saat diterima

b)

B.Dicatat sebagai pendapatan tanpa pembatasan

c)

C.Dicatat sebagai kontribusi bersyarat dan belum diakui dalam aset bersih

d)

D.Dicatat langsung sebagai aset bersih dengan pembatasan

2.

Dalam laporan arus kas organisasi nirlaba, penerimaan dana dari donatur yang diperuntukkan untuk pembangunan aset tetap dicatat pada :

a)

A.Aktivitas Operasi

b)

B.Aktivitas Investasi

c)

C.Aktivitas Pendanaan

d)

D.Aktivitas Operasional jika langsung digunakan

3.

Kelebihan penggunaan dana pembatasan donor untuk kegiatan lain dalam organisasi keagamaan harus diungkapkan dalam catatan laporan keuangan karena:

a)

A.Mengindikasikan kekeliruan akuntansi

b)

B.Melibatkan potensi liabilitas kepada donatur

c)

C.Termasuk pelanggaran prinsip going concern

d)

D.Merupakan praktik umum dalam organisasi nirlaba

4.

Dalam laporan posisi keuangan organisasi keagamaan, aset bersih dibedakan menjadi dua kategori utama setelah revisi PSAK 45 tahun 2016, yaitu:

a)

A.Dengan dan tanpa laba

b)

B.Dengan dan tanpa donor institusional

c)

C.Dengan pembatasan dan tanpa pembatasan

d)

D.Tetap dan tidak tetap

5.

Dalam laporan keuangan organisasi keagamaan, klasifikasi aset bersih tanpa pembatasan mencerminkankan :

a)

A.Aset yang tidak memiliki nilai tercatat

b)

B.Dana yang penggunaannya ditentukan oleh pihak eksternal

c)

C.Dana yang bebas digunakan untuk kepentingan umum organisasi

d)

D.Aset yang tidak dapat dikonversi menjadi kas

6.

Pendapatan kontribusi dalam bentuk janji sumbangan yang bersifat bersyarat seharusnya:

a)

A.Dicatat sebagai pendapatan saat dijanjikan

b)

B.Dicatat sebagai aset bersih tanpa pembatasan

c)

C.Tidak diakui sampai syarat terpenuhi

d)

D.Dicatat sebagai liabilitas

7.

Organisasi keagamaan menerima tanah dari donatur untuk membangun pusat kegiatan, namun penggunaannya dibatasi selama 10 tahun. Tanah tersebut dicatat sebagai:

a)

A.Aset tetap dengan pembatasan donor

b)

B.Pendapatan tak terbatas

c)

C.Aset tidak berwujud

d)

D.Liabilitas jangka panjang

8.

Laporan aktivitas organisasi keagamaan digunakan untuk menunjukkan:

a)

A.Jumlah pengeluaran kas

b)

B.Kinerja laba bersih organisasi

c)

C.Perubahan aset bersih selama periode berjalan

d)

D.Rasio likuiditas organisasi

9.

Dalam laporan arus kas, beasiswa yang dibayarkan kepada penerima manfaat oleh organisasi keagamaan termasuk ke dalam:

a)

A.Aktivitas investasi

b)

B.Aktivitas pendanaan

c)

C.Aktivitas operasional

d)

D.Aktivitas non kas

10.

Suatu organisasi keagamaan menerima donasi dalam bentuk peralatan ibadah. Perlakuan akuntansinya adalah:

a)

A.Tidak dicatat karena bukan kas

b)

B.Dicatat sebagai beban

c)

C.Diakui sebagai aset dan pendapatan kontribusi

d)

D.Dicatat sebagai liabilitas temporer

11.

Dalam laporan perubahan aset neto ISAK 35, bagaimana perlakuan terhadap dana infak yang semula dibatasi penggunaannya, namun telah digunakan sesuai tujuannya?

a)

A. Dicatat tetap sebagai aset neto dengan pembatasan

b)

B. Dipindahkan ke aset neto tanpa pembatasan

c)

C. Dicatat sebagai beban operasional

d)

D. Dihapuskan dari laporan keuangan

12.

Jika suatu entitas nirlaba memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha mikro seperti bazar, bagaimana perlakuan akuntansi atas pendapatan tersebut menurut ISAK 35

a)

A. Diakui sebagai pendapatan operasional tanpa pembatasan

b)

B. Dicatat sebagai hibah pemerintah

c)

C. Diakui sebagai beban usaha

d)

D. Dicatat sebagai kontribusi pemilik

13.

Dalam penerapan ISAK 35, mengapa organisasi nirlaba tetap perlu menyajikan laporan arus kas meskipun laporan aktivitas telah menunjukkan surplus?

a)

A. Karena laporan aktivitas bersifat historis

b)

B. Karena laporan aktivitas tidak menunjukkan posisi likuiditas secara langsung

c)

C. Karena laporan arus kas digunakan untuk menghitung laba

d)

D. Karena arus kas hanya diperlukan untuk entitas bisnis

14.

Bagaimana perlakuan terhadap aset tetap sumbangan (misal, kipas angin) yang tidak memiliki nilai nominal dalam pencatatan laporan posisi keuangan ISAK 35?

a)

A. Tidak dicatat karena bukan transaksi moneter

b)

B. Diakui dalam catatan atas laporan keuangan

c)

C. Diukur pada biaya perolehan nol

d)

D. Dicatat sebagai beban operasional

15.

Apa risiko utama jika organisasi nirlaba hanya menyusun laporan keuangan berbasis kas tanpa penerapan penuh ISAK 35?

a)

A. Tidak dapat menghitung margin keuntungan

b)

B. Tidak mampu menjelaskan pembatasan dana

c)

C. Laporan menjadi terlalu teknis

d)

D. Tidak perlu diaudit oleh auditor independen

16.

Dalam laporan posisi keuangan ISAK 35, akun “Pendapatan diterima di muka” akan diklasifikasikan sebagai:

a)

A. Aset lancar

b)

B. Liabilitas jangka pendek

c)

C. Aset neto dengan pembatasan

d)

D. Aset tetap

17.

Dalam kondisi surplus tinggi namun saldo kas akhir rendah, apa analisis yang paling tepat dalam konteks laporan ISAK 35?

a)

A. Pengeluaran belum diakui sebagai beban

b)

B. Ada banyak penerimaan non-kas

c)

C. Kas digunakan untuk melunasi kewajiban

d)

D. Pengakuan pendapatan terlalu lambat

18.

Organisasi nirlaba dilarang membagikan surplus kepada pihak internal. Prinsip ini mencerminkan konsep:

a)

A. Akuntabilitas vertikal

b)

B. Ketidakberpihakan

c)

C. Entitas terpisah

d)

D. Nirlaba

19.

Jika laporan aktivitas menunjukkan defisit tetapi kas bertambah, kemungkinan penjelasan terbaik adalah:

a)

A. Ada kenaikan aset tetap

b)

B. Penerimaan pinjaman atau hibah bersifat terbatas

c)

C. Pembayaran gaji tertunda

d)

D. Kewajiban dibayarkan lebih awal

20.

Apa pengaruh dari tidak menyajikan catatan atas laporan keuangan pada entitas nirlaba berdasarkan ISAK 35?

a)

A. Tidak berpengaruh selama laporan utama tersedia

b)

B. Informasi pelengkap akan tersedia di neraca

c)

C. Mengurangi transparansi dan kelengkapan laporan

d)

D. Diperbolehkan selama ada tanda tangan pengurus

21.

Jika suatu organisasi menerima donasi bersyarat yang baru dapat digunakan tahun depan, maka pada periode saat ini dana tersebut dicatat sebagai:

a)

A. Pendapatan langsung

b)

B. Aset neto tanpa pembatasan

c)

C. Liabilitas jangka panjang

d)

D. Aset neto dengan pembatasan

22.

Laporan aktivitas dalam ISAK 35 menyajikan beban berdasarkan dua klasifikasi, yaitu:

a)

A. Klasifikasi geografis dan administratif

b)

B. Klasifikasi tetap dan tidak tetap

c)

C. Klasifikasi program dan pendukung

d)

D. Klasifikasi kas dan nonkas

23.

Bagaimana dampak pengabaian pencatatan depresiasi aset tetap terhadap laporan keuangan organisasi nirlaba?

a)

A. Aset neto menjadi lebih kecil

b)

B. Surplus akan terlalu tinggi

c)

C. Tidak berdampak karena aset sumbangan

d)

D. Beban terlalu besar

24.

Dalam ISAK 35, pengukuran nilai aset nonkas seperti properti donasi dilakukan berdasarkan:

a)

A. Biaya historis

b)

B. Nilai wajar saat diterima

c)

C. Nilai estimasi berdasarkan dokumen donatur

d)

D. Tidak dicatat sama sekali

25.

Laporan arus kas metode langsung dalam ISAK 35 lebih menekankan pada:

a)

A. Aktivitas keuangan internal

b)

B. Rekonsiliasi saldo awal dan akhir

c)

C. Arus masuk dan keluar kas aktual

d)

D. Akumulasi piutang