NEW
Font size
WorksheetsQuiz Materi Puisi
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 1-4.
Saat Sebelum Berangkat
mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
menyekap beribu kata di antara karangan bunga
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya mengapa musim tiba-tiba reda
kita di mana. Waktu mereka tertahan di sini
di luar para pengiring jenazah menanti
(Sumber: Sapardi Djoko Damono, "Saat Sebelum Berangkat" dalam DukoMu Abodi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2017)
Nada yang digunakan dalam kutipan puisi tersebut adalah...
mengingatkan
menggurui
memerintah
mendikte
membantah
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 1-4.
Saat Sebelum Berangkat
mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
menyekap beribu kata di antara karangan bunga
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya mengapa musim tiba-tiba reda
kita di mana. Waktu mereka tertahan di sini
di luar para pengiring jenazah menanti
(Sumber: Sapardi Djoko Damono, "Saat Sebelum Berangkat" dalam DukoMu Abodi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2017)
Tema dalam kutipan puisi tersebut adalah.....
kesenjangan
kemanusiaan
ketakutan
kebahagiaan
kematian
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 1-4.
Saat Sebelum Berangkat
mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
menyekap beribu kata di antara karangan bunga
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya mengapa musim tiba-tiba reda
kita di mana. Waktu mereka tertahan di sini
di luar para pengiring jenazah menanti
(Sumber: Sapardi Djoko Damono, "Saat Sebelum Berangkat" dalam DukoMu Abodi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2017)
Imaji auditif terdapat pada larik....
mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya
di luar para pengiring jenazah menanti
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 1-4.
Saat Sebelum Berangkat
mengapa kita masih juga bercakap
hari hampir gelap
menyekap beribu kata di antara karangan bunga
di ruang semakin maya, dunia purnama
sampai tak ada yang sempat bertanya mengapa musim tiba-tiba reda
kita di mana. Waktu mereka tertahan di sini
di luar para pengiring jenazah menanti
(Sumber: Sapardi Djoko Damono, "Saat Sebelum Berangkat" dalam DukoMu Abodi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2017)
Makna kata konkret pada larik mengapa kita masih juga bercakap adalah..
bergurau
bercanda
berbicara
Berpendapat
Berunding
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 5-7.
Sajak Matahari
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samudra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
Menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
Wahai kamu, wanita miskin!
Kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang.
Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Makna konkret pada larik tersebut adalah...
pagi hari
siang hari
sore hari
malam har
dini hari
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 5-7.
Sajak Matahari
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samudra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
Menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
Wahai kamu, wanita miskin!
Kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang.
Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Suasana dalam puisi tersebut adalah...
membahagiakan
mencekam
menakutkan
menyedihkan
mengkhawatirkan
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 5-7.
Sajak Matahari
Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samudra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
Menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu keluar dari jidatku,
Wahai kamu, wanita miskin!
Kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang.
Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Tema kutipan puisi tersebut adalah....
kemanusiaan
ketuhanan
patriotisme
pendidikan
percintaan
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 8 dan 9.
Desah Pahlawan: 10
Di bawah bayang-bayang langit yang cedera
Dan cuaca pepohonan di tengah hutan
Cintaku padamu masih selalu sedalam lautan
Dalam perjalanan senjaku ke Selatan
Harapan dan semua mimpi dalam mimpi semalam
Akan kau rasakan mengalun sirna
Di balik perbatasan yang fana
Kecuali duka rakyat kita yang kian dalam
Bulan Gunung Sangkur di ufuk Timur
Makin bertambah dewasa bersama Cintaduy
Keduanya terkenang duka hari kemarin
Dan mimpi kemenangan hari esok
(Sumber: Toto Sudarto Bachtiar, "Desah Pahlawan: 10" dalam Suara, Etsa, dan Desah, Jakarta, Grasindo, 2001)
Bait kedua puisi tersebut menggunakan rima...
sejajar
kembar
berpeluk
bersilang
berselan
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 8 dan 9.
Desah Pahlawan: 10
Di bawah bayang-bayang langit yang cedera
Dan cuaca pepohonan di tengah hutan
Cintaku padamu masih selalu sedalam lautan
Dalam perjalanan senjaku ke Selatan
Harapan dan semua mimpi dalam mimpi semalam
Akan kau rasakan mengalun sirna
Di balik perbatasan yang fana
Kecuali duka rakyat kita yang kian dalam
Bulan Gunung Sangkur di ufuk Timur
Makin bertambah dewasa bersama Cintaduy
Keduanya terkenang duka hari kemarin
Dan mimpi kemenangan hari esok
(Sumber: Toto Sudarto Bachtiar, "Desah Pahlawan: 10" dalam Suara, Etsa, dan Desah, Jakarta, Grasindo, 2001)
Cintaku padamu masih selalu sedalam lautan Larik tersebut menggunakan majas...
ironi
simile
repetisi
hiperbola
personifikasi
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 10-12.
Gedung-gedung yang lewat bersama kita
Jari-jari yang mengusap muka
Napas yang menghela kita pergi
Sama terbakar matahari
Gedung-gedung dan toko-toko
Bertengger berwarna, terasa hampa
Air mengalir begitu cokelat di kali
Sama terbakar matahari
Jejak di mana tangan, bertemu tangan
Menekankan hatiku pada hatimu
Suara yang terdengar ganjil
Terasa begitu tua saat berjalan
(Sumber: Toto Sudarto Bachtiar, "Jalan-Jalan dalam Suora, Etsa, dan Desch Jakarta, Grasindo, 2001)
Bait pertama puisi tersebut menggunakan rima...
sejajar
kembar
berpeluk
bersilang
berselang
Air mengalir begitu cokelat di kali Larik tersebut menggunakan imaji...
visual
taktil
visual dan taktil
visual dan auditif
taktil dan auditif
Jari-jari yang mengusap muka Asonansi yang menonjol pada larik tersebut pengulangan bunyi....
vokal a
vokal e
konsonan y
konsonan p
konsonan k
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14.
Di seberang doa keheningan masih terdengar
Hempasan angin pada dinding bukit
Memantul kembali menjadi suara
Yang gemanya membumbung ke udara
Keheningan berbisik pada sulur-sulur pohon
Yang berjuntaian dari atas tebing karang
Air mancur kemudian mempertegas bisikan itu
Bahwa sesuatu yang terjatuh akan memantul Kembali
Suasana dalam kutipan puisi tersebut adalah...
khusyuk
bahagia
sunyi
takut
sedih
Kutipan puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14.
Di seberang doa keheningan masih terdengar
Hempasan angin pada dinding bukit
Memantul kembali menjadi suara
Yang gemanya membumbung ke udara
Keheningan berbisik pada sulur-sulur pohon
Yang berjuntaian dari atas tebing karang
Air mancur kemudian mempertegas bisikan itu
Bahwa sesuatu yang terjatuh akan memantul Kembali
Keheningan berbisik pada salur-salur pohon Larik tersebut menggunakan majas....
personifikasi
hiperbola
repetisi
simile
ironi
Serenada Kelabu
(1)
Bagai daun yang melayang.
Bagai burung dalam angin.
Bagai ikan dalam pusaran.
Ingin kudengar beritamu
(2)
Ketika melewati kali Terbayang gelakmu.
Ketika melewati rumputan terbayang segala kenangan.
Awan lewat indah sekali.
Angin datang lembut sekali.
Gambar-gambar di rumah penuh arti.
Pintu pun kubuka lebar-lebar.
Ketika aku duduk makan Kuingin benar bersama dirimu.
(Sumber: W.S. Rendra, "Serenada Kelabu" dalam Empat Kumpulan Sajak Bandung, Dunia Pustaka Jaya, 2018)
1
Tema dalam kutipan puisi tersebut adalah....Tema dalam kutipan puisi tersebut adalah....
kerinduan yang mendalam pada diri seseorang
kekhawatiran seseorang terhadap dir sendiri
kekecewaan terhadap seorang kekasih
keputusasaan menunggu orang terkasih
keprihatinan hidup pada diri seseorang
