WorksheetsPUISI
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Anggrek Bulan
Muhammad Amin
Sehabis magrib, langit biru
Purnama menguning
Awan berselendang lembayung
Anggrek bulan di pohon rambutan
Purnama rebah di rantingnya
Benalu indah di pohon rambutan
Anggrek bulan mencium purnama
Anggrek bulan mandi cahaya
Majas yang terdapat dalam pada puisi tersebut adalah ... .
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
paradoks
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono (1989)
Suasana batin dari puisi di atas adalah ….
bimbang
mencekam
sedih
damai
tegang
Bacalah puisi berikut ini!
Cintaku Jauh di Pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan [......]
Di leher kukalungkan ole-ole buat pacar
Angin membafir, laut terang tapi terasa
Aku tidaklah sampai padanya
Kalimat berima yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada puisi tersebut adalah …
benderang
bercahaya
berkilauan
terang
memancar
Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
Matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya
Di bawah ini mana sajak yang benar dalam penggalan puisi di atas?
(a-b-a-b)
(a-b-b-a)
(a-a-b-b)
(a-a-a-a)
(a-b-b-b)
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,
Tembus jelajah dunia ini dan balikkan
Peluk kucup perempuan, tinggalkan kalau merayu,
Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,
rima yang tepat pada penggalan puisi di atas adalah...
a-b-a-b
a-a-b-b
a-a-a-a
a-b-c-d
a-b-b-a
Perhatikan penggalan puisi berikut!
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
Tipografi puisi dapat membantu pembaca dalam memahami isi puisi. Berdasarkan hal tersebut,
pembaca dapat menangkap isi puisi di atas yaitu ....
ada orang yang tidak pernah menghargai pemberian orang lain
ada orang yang tidak suka menerima pemberian orang lain
ada orang yang suka memaksakan kehendak
ada orang yang suka menghina orang lain
Ada orang yang selalu kekurangan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Hujan Bulan Juni
karya Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Citraan yang terdapat dalam penggalan puisi di atas adalah ...
taktil
auditif
visual
penciuman
pengelihatan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda
Citraan yang terdapat pada baris 1 dan 2 adalah ...
penglihatan
penciuman
auditif
perabaan
taktil
"Hujan Bulan Juni"
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
nada dan suasana yang tepat dalam puisi di atas adalah ...
sendu dan tegar
jengkel dan kesal
sedih dan kecewa
sendu dan putus asa
datar dan kecewa
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Hujan Bulan Juni
Karya : Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu dijalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
makna diksi pohon berbunga pada penggalan puisi tersebut adalah ...
pohon yang indah
seseorang yang mulia
seseorang yang cantik
seseorang yang tegar
pohon yang mekar
Simaklah puisi berikut!
Tembang untuk Ibunda
Sendang Mulyono
Gemericik air mengalir jernih
Percikkan ke muka segar rasanya
Ikan berlumban tak kenal sedih
Gerak gembira jiwa merdeka
Citraan/imaji auditif dalam penggalan puisi di atas terdapat pada baris ke ....
pertama
kedua
ketiga
keempat
kelima
Simak penggalan puisi berikut!
Pahlawan
………………………………….
Pahlawan…
Jika aku besar nanti
Kuingin ikuti semangat juangmu
Untuk membangun negeri ini
Wahai generasi muda
Bangkitlah engkau dari tidurmu
Ikutlah jejak para pahlawan bangsa
Demi kejayaan nusantara tercinta
(Marta)
Penggalan puisi di atas menyiratkan makna . . . .
keinginan dan janji penyair
kepiluan dan kesedihan penyair
keinginan dan kegembiraan penyair
kesungguhan dan keputusasaan penyair
kebangkitan dan kesadaran penyair
Baris-baris puisi berikut yang bukan menggambarkan keromantisan adalah . . . .
//Kuterpaku dalam diamku/ saat matamu memandangku penuh kehangatan//
//kurasa semakin deras aliran darahku/ hingga kuterlena dalam khayalan//
//dibalik sinar matamu/kutemukan setitik cahaya//
//bagai kerikil tajam/ yang menusuk jantungku//
// baru terasa/ Cinta adalah kedamaian memandang wajahmu//
// Nikmati senja bersama pelangiNya//
// menikmati pasir dan ombak manjaNya//
//nikmat syair lirihNya//
//bukankah cintaNya sungguh indah//
//menikmati bulir dan bias cintaNya//
Isi tersirat dari puisi di sebelah kanan ini adalah. . . .
Penyair sangat merindukan kekasihnya yang tak kunjung datang
Penyair dalam mimpi menemui kekasihnya tanpa kata-kata
Seseorang yang dicintai penyair hanya ada dalam angan-angan
Seseorang terlalu berlebihan dalam mengekspresikan cinta
Penyair sangat merindukan pertemuan dengan Tuhan, kekasihnya
Penggalan puisi berikut ini yang menggambarkan tema religi adalah . . . .
Hidup seperti mimpi
Laku lakon di layar trekelar
Aku pemimpi lagi menari
Sedar siuman bertukar – tukar
Aku bertanya
Tapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon
Di Pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Ibunda
kasihmu tak pernah kemarau
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
Cermati puisi berikut!
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiap-tiap akan kering sendiri
dan nahkoda sudah tahu pedoman
boleh engkau dating padaku
(Surat dari Ibu,Asrul Sani)
Makna lambang dari dan nahkoda sudah tahu pedoman adalah . . . .
sudah mencari pedoman hidup
sudah menemukan arah dan tujuan
sudah mempunyai pasangan hidup
sudah berilmu dan berpengetahuan
sudah menjadi nahkoda berpengalaman
Bacalah puisi berikut!
Malam tiba
Hari sudah senja
Alam mulai sunyi
Burung-burung semua
Telah berhenti bernyanyi
Anak gembala kerbau
Menghalau ternaknya
Pulang menuju dangau
Jauh di tepi lembah
(Ibu Sud)
Puisi di atas menggambarkan suasana. . . .
kesunyian malam
kegelapan malam
kedamaian malam
kerisauan malam
kesendirian malam
Simak penggalan puisi berikut!
Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Puncak kelapa mwlambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut.
(“Teluk Jakarta” karya Amir Hamzah)
Majas yang digunakan dalam penggalan puisi tersebut adalah . . . .
perbandingan
personifiksi
metafora
eufemisme
hiperbola
Cermati penggalan puisi berikut!
Dengan bermandi mata
kuminta ampunanMu
Alangkah jauh jalan yang harus kutempuh
Sebelum sempat di hadiratMu bersimpuh
Maksud penyair untuk menggambarkan kehidupan yang terasa susah, Nampak dalam baris .. . . .
/Dengan bermandi/
/kuminta ampunanMu/
/Alangkah jauh/
/jalan yang harus kutempuh/
/di hadiratMu bersimpuh/
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono (1989)
Puisi di atas memiliki makna tentang ...
pengorbanan
kesedihan
kesepian
kerinduan
ketegaran
Permintaan
Mendengar ombak pada hampirku
Debur mendebur kiri dan kanan
Melagukan nyanyi penuh santunan
Terbitlah rindu ke tempat lahirku
Sebelah timur pada hampirku
Diliputi langit berawan-awan
Kelihatan pulau penuh kebenaran
Itulah gerangan tanah airku
Di mana laut debur-mendebur
Serta desir tiba di pasir
Di sanalah jiwaku mulai bertabur
Di mana ombak sembur menyembur
Membasahi barisan sebelah pesisir
Di sanalah hendaknya aku berkubur
(Moh.Yamin)
Tema puisi tersebut adalah . . . .
rasa cinta yang dalam terhadap tanah kelahiran.
perjuangan hidup atau mati seseorang penuh liku.
peperangan batin dan jasmani untuk memilih sesuatu.
keindahan tanah tempat kelahiran.
perjalanan selama hidup seseorang di dunia.
Cermati penggalan puisi di bawah ini!
Ku tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa rasa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku karena cinta telah menyembunyikan pisaunya
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi itulah berarti aku tungku tanpa api
(Rendra)
Tema puisi di atas adalah . . . .
kegelisahan
kemerdekaan
ketakutan
kelumpuhan
kerinduan
AKU
aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang
biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang
(Chairil Anwar)
Penggalan puisi di atas menggambarkan ....
ketidak pedulian
kesakitan
Kesedihan
kegembiraan
kelucuan
Bacalah puisi berikut!
Cintaku Jauh di Pulau
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar
Di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut terang tapi terasa
Aku tidak kan sampai padanya
Di air yang terang, di angin mendayu
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta sambil berkata:
“Tujuan perahu ke pangkuanku saja”
Amboi: jalan sudah bertahun kutempuh
Perahu yang bersama kan merapuh
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum berpeluk dengan cintaku!?
(Chairil Anwar)
Kata cintaku dalam puisi tersebut dapat diartikan sebagai berikut, kecuali. . . .
cita-cita
pujaan hati
kekasih
harapan
harta kekayaan
Gadis Peminta-Minta
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang
Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu yang kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bias membagi dukaku
Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Bulan diatas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak punya lagi tanda
Puisi di atas bertema tentang ...
Kesedihan
Anak kecil
Perjuangan
Kemanusiaan
Kesederhanaan
