NEW
Font size
WorksheetsQuiz Hipertensi With Laila
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Nilai tekanan darah sistolik dan diastolik yang secara konsisten menunjukkan hipertensi stadium 1 menurut klasifikasi JNC 8 adalah...
<120mmHg dan <80 mmHg
≥ 130 mmHg dan ≥ 80 mmHg
120-129 mmHg dan ≥ 80 mmHg
140-159 mmHg dan 90-99 mmHg
≥ 160 mmHg dan ≥ 100 mmHg
Sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) memainkan peran sentral dalam regulasi tekanan darah. Enzim renin, yang dilepaskan oleh ginjal sebagai respons terhadap penurunan tekanan darah atau kadar natrium, memiliki fungsi utama untuk mengubah...
Angiotensinogen menjadi angiotensin I.
Angiotensin I menjadi angiotensin II.
Angiotensin II menjadi aldosteron.
Aldosteron menjadi kortisol.
Kininogen menjadi bradikinin.
Salah satu perubahan gaya hidup yang sangat dianjurkan untuk pengelolaan hipertensi adalah diet rendah garam (natrium). Batas asupan natrium harian yang direkomendasikan untuk sebagian besar pasien hipertensi adalah...
< 500 mg
< 1500 mg
<2000mg
< 2300 mg
< 3000 mg
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sakit kepala bagian belakang yang terasa berdenyut sejak beberapa hari terakhir. Ia juga merasa mudah lelah dan terkadang pandangannya sedikit kabur. Pasien memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah saat di poliklinik menunjukkan 150/95 mmHg. Nadi 88 kali per menit, pernapasan 20 kali per menit, dan suhu 36.8°C. Pasien mengatakan tidak rutin berolahraga dan sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan berlemak.
Berdasarkan data pengkajian tersebut, diagnosis keperawatan utama yang paling tepat untuk pasien ini adalah
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan.
Nyeri akut berhubungan dengan sakit kepala.
Risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan tekanan darah.
Ketidakefektifan manajemen kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang manajemen kondisi dan faktor risiko.
Kelebihan volume cairan berhubungan dengan asupan natrium berlebihan.
Diatas Merupakan Obat Anti Hipertensi Golongan apa
Diuretik
Alfa Blocker
ACE Inhibitor
Angiotensin Reseptor Blocker
Beta Blocker
Mekanisme kerja obat diuretik dalam menurunkan tekanan darah adalah...
Melebarkan pembuluh darah arteri
Menghambat aktivitas sistem saraf simpatis
Meningkatkan ekskresi natrium dan air melalui ginjal
Menurunkan tekanan ke jantung
Meningkatkan kontraksi otot jantung
Manakah di bawah ini yang merupakan komplikasi paling langsung dan sering terjadi akibat tekanan darah tinggi yang berkepanjangan pada sistem saraf Pusat?
Neuropati perifer akibat kerusakan pembuluh darah kecil yang memasok saraf tepi.
Demensia vaskular akibat serangkaian infark kecil (lakunar) atau infark besar di otak.
Parkinsonisme sekunder yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke ganglia basalis.
Sindrom Guillain-Barré sebagai respons autoimun yang dipicu oleh kerusakan endotel pembuluh darah otak.
Meningitis aseptik akibat peningkatan permeabilitas sawar darah otak (blood-brain barrier).
Seorang pasien hipertensi dengan riwayat asma sebaiknya berhati-hati dalam penggunaan obat antihipertensi golongan...
ACE inhibitor
Angiotensin II receptor blocker (ARB)
Beta-blocker non-selektif
Calcium channel blocker
Diuretik thiazide
Prinsip utama dalam pengelolaan hipertensi pada ibu hamil adalah...
Penggunaan obat antihipertensi yang sama seperti pada populasi umum.
Penurunan tekanan darah secara agresif hingga mencapai target normal.
Pemantauan ketat tekanan darah dan kondisi ibu serta janin.
Pembatasan asupan cairan untuk mencegah edema.
Induksi persalinan dini pada semua kasus hipertensi gestasional
mencegah dan mengelola hipertensi, kecuali...
Meningkatkan aktivitas fisik secara teratur
Mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak jenuh
Mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok
Tidur siang secara berlebihan
Mengelola stres dengan baik
